All posts by Rian Farisa

Rian Farisa stars himself in a flick about how a culinary correspondent living a life full of adventures as if he will live forever. At the end of the day, he lives to retell the chronicles of his swashbuckling daring gastronomic adventures like a bard singing his tales of beautiful faraway lands. Since gastronomy consists of complex aspects and that is where his passion lies, he decided to unravel how businessmen, hawkers and luxurious restaurants alike, serve their dishes for the patrons. Whether they only serve for the advantages in taste or only the surroundings or whether they really throw anything for the sake of customer's satisfaction, he shall be solely the only one who can tell and in the name of this noble profession, justice shall be done!

The Weekender: Hotel Amoris – Purwokerto, Value for Comfort During Mudik

In the middle of nowhere and yet we have a very decent hotel here on the outskirts between Purwokerto and Sokaraja of Central Java.

Meskipun berada di persimpangan kedua kota ini dan terletak di antara sawah di pinggir jalan raya besar yang dilalui para kendaraan mudik dan truk-truk besar, Amoris tampil segar dan menawarkan kenyamanan tersendiri.

Tampilan hotel memang tipikal budget dan modern, tapi untuk sebuah kota seperti Purwokerto dimana hotel-hotel terbaiknya terletak lebih ke tengah kota – Amoris seolah tidak segan bersaing tanpa terhambat oleh masalah lokasi.

Bagi saya yang memiliki keluarga di Sokaraja, keberadaan hotel ini tentu sangat membantu. Pada kunjungan sebelumnya, sempat saya bertandang juga ke Hotel M-Griya yang terletak tidak jauh dari RS Margono di ujung kota Purwokerto. Meski nyaman dan lebih mendekat ke kota tersebut, dari segi kualitas jelas Amoris memiliki keunggulan lebih.

Kamar-kamar di hotel ini umumnya mengarah ke samping dengan pemandangan sawah, sehingga tidak langsung memberikan kesan liburan di Ubud (hingga bunyi klakson truk dan rem angin bis sayup-sayup terdengar). Meskipun demikian, suara lalu lalang kendaraan masih terasa cukup kedap dan tidak mengganggu kenyamanan sama sekali.

Tiga malam kami bermukim di sini. Dua malam pertama adalah di kamar besar untuk keluarga yang terdiri atas dua ranjang berukuran queen size. Jendela depan menghadap semacam teras yang terisi kursi-kursi santai untuk piknik. Di kala masa mudik sepertinya akan terasa ramai oleh pengunjung dan jendela kamar tersebut langsung menempel ke teras untuk umum ini. Beruntung kami berkunjung pasca masa mudik sehingga kondisi lebih tenang.

Makan pagi terbilang sangat lengkap untuk paket sebuah kamar superior di kisaran IDR 250,000++ dan kamar family di IDR 550,000++ (walk-in rates). Air panas dan AC berfungsi dengan baik, kamar bersih, space cukup dan tidak sempit sama sekali, internet lumayan cepat, dan tempat tidur tentunya nyaman.

Hanya saja keberatan kami adalah ketika memesan kamar melalui Traveloka, rupanya masih lebih tinggi dibandingkan harga walk-in. Tentunya ini sangat berkebalikan dengan praktek kebanyakan. Apakah ini suatu hal yang lazim ataukah ada harga yang tidak ter-update dengan baik?

Apapun itu, would love to be here again for the next mudik!


AMORIS HOTEL

Address:
Jalan Suparjo Rustam no. 169, Purwokerto, Central Java – Indonesia

T: +62 281 651 2703

Website

Image credit: aroundguides.com & Traveloka


Eid Mubarak 1438 H!

The Gastronomy Aficionado wishes you and your family a very warm Eid Mubarak and a very happy holiday!

Taqabbalallahu minna wa minkum,

 

Rian Farisa

Iftar Experience 2017: Grand Hyatt, Jakarta

Sukses dengan sajian-sajian khas Ramadhan di tahun yang lalu, kali ini Grand Hyatt Jakarta mengulang kembali sukses serupa dengan mempersembahkan masakan Turki sebagai menu andalan selama bulan ini.

Selama bulan Ramadhan ini, Grand Hyatt Jakarta khusus bekerja sama dengan Hyatt Regency Istanbul Ataköy yang mengirimkan dua ahli masakan Turki terbaiknya. Kontingen Turki dipimpin oleh Chef Gokhan Alkan dan seorang chef Indonesia yaitu Irba Sabarudin.

Grand Cafe khusus menjadi ajang perhelatan menu-menu iftar terbaik dari hotel kenamaan ini. Bila ingin berkesempatan mencoba masakan khas Turki yang hanya ada selama bulan Ramadhan tahun ini, maka sekaranglah waktunya.

Terakhir berkunjung, semua lini masakan Turki tersaji dengan lengkap. Mulai dari barisan meze dan salata sejuk dan segar, pengiring yang tepat adalah roti bazlama khas Turki yang rupanya lebih empuk dibandingkan roti-roti khas Timur Tengah lainnya. Sederetan meze tersaji berupa haydari (yogurt dengan daun mint dan bawang putih), çoban salatası yang mirip dengan salad hummus fatoush berupa potongan sayuran kotak-kotak yang saya pribadi sangat gemari, serta hummus yang sudah tidak asing lagi.

Dari bagian sajian utama, tidak ada yang lebih menggoda selain dua hal. Yang pertama adalah bütün kuzu tandır & iç pilav atau kambing yang telah dibumbui dimasak perlahan selama berjam-jam dan disajikan bersama nasi pilaf. Kedua adalah bagian döner yang kali itu menyajikan daging ayam. Seperti biasa daging yang telah diiris-iris disajikan dengan sayuran dan ditangkap oleh roti pita.

Pengiring masakan utama hari itu adalah kofte (bola daging), zeytinyağlı enginar (artichoke yang dimasak dalam minyak zaitun dan sayuran), serta karnıyarık (terong dengan daging sapi dan daun mint), dan banyak lainnya.

Satu hal yang sangat khas dari Ramadhan tahun ini adalah penampilan menarik dari pastrami serta sosis sapi khas Turki yang cocok dipadukan dengan roti. Sedikit usil, tentu kali itu saya padukan saja dengan nasi pilaf dan hasilnya tetap lezat!

Terakhir iftar ditutup dengan sederetan dessert khas Turki seperti buah pir yang dicelup dengan saus gula yang khas, cookies khas Turki dengan kacang badam, dan banyak lainnya.

Tidak hanya masakan Turki, seperti biasa Grand Cafe juga menyajikan sederetan masakan internasional lainnya yang sepertinya tetap sulit dilewatkan. Namun terakhir jangan lupa tutup dengan pilihan pastry ciamik Grand Hyatt Jakarta yang termashur, homemade ice cream, serta tentunya kopi Turki!


GRAND HYATT JAKARTA | Jalan MH Thamrin no. 30, Jakarta | +62 21 2992 1234 | jakarta.grand.hyatt.com

Podomoro University Gelar Event “Pesona Pedas Nusantara”

Podomoro University kembali menyelenggarakan event tahunan persembahan dari mahasiswa Hotel Business Program angkatan 2015 (HBP 2015) bertajuk “Pesona Pedas Nusantara”.

Dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Cita Rasa Sambal Indonesia”, kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jumat 16 Juni 2017 dan bertempat di kampus Podomoro University, Jakarta. Acara serupa akan diadakan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda.

Cita rasa pedas sambal merupakan salah satu warisan budaya Indonesia, yang mana pada umumnya masakan Indonesia menggunakan cabai sebagai salah satu bahan terpenting dalam beragam masakannya.

Melalui event ini, para mahasiswa mengharapkan agar masyarakat luas semakin mengapresiasi cita rasa sambal Indonesia dan mengangkatnya tidak eksklusif dari sisi rasa saja, namun juga dari sisi seni. Warisan budaya cita rasa pedas ini merupakan salah satu keunggulan dari kuliner tradisional Indonesia.

Pesona Pedas Nusantara memiliki rangkaian acara mulai dari Bazaar, Pameran, Talk Show, dan berbagai kompetisi. Talk show tersebut menghadirkan beberapa narasumber, yaitu: Chef Marco dari restoran Marco Padang Peranakan, Anak Jajan sebagai food blogger dan Togi Panjaitan sebagai food photographer.

Masing-masing narasumber akan membawakan materi seputar demo masak, food photography yang saat ini sedang digandrungi oleh kaum millennials, dan pembahasan dari sisi pecinta kuliner. Selain itu, acara ini juga menggelar Food Bazaar dan pameran aneka sambal Nusantara yang dapat dicicipi secara langsung oleh pengunjung secara gratis. Panitia khusus menyiapkan 25 jenis sambal dan dapat dicoba semua pengunjung.

Kali ini Podomoro University berkolaborasi dengan Samyang dan OPPO dalam mengadakan Kompetisi Masak Kreasi Samyang, Kompetisi Makan Mie Cabai dan Lomba Selfie atau Group untuk semua yang hadir. Diperkirakan sekitar 300 peserta hadir di acara Pesona Pedas Nusantara, terdiri dari pelajar dan mahasiswa, masyarakat sekitar area kampus, serta keluarga besar Podomoro University.

 

Iftar Experience 2017: Le Méridien, Jakarta

Dengan semangat yang terbarukan akhirnya Ramadhan di tahun 2017 telah tiba! Sehari penuh bekerja keras dan beribadah, tentu memberikan semangat untuk berbuka puasa dengan sesuatu yang menyenangkan. Kali ini giliran Le Meridien Jakarta yang unjuk gigi dengan segudang pilihan.

Al Nafoura (image by Le Meridien Jakarta)
Haruf Ouzi (image by Le Meridien Jakarta)

Lama tidak bertandang ke Le Meridien Jakarta, tentu ada dua pilihan besar menanti untuk berbuka puasa. Yang pertama adalah Al Nafoura yang dikawal oleh Chef Ahmad Jamil asal Yordania yang muda namun kaya dengan pengalaman. Di Al Nafoura, keceriaan saat iftar dimulai dari pilihan mezzeh dingin berupa hummus, fatoush, taboule, dan babaghanoush dengan roti pita. Lalu lanjutkan dengan haruf ouzi yang menjadi kebanggaan Al Nafoura dan mixed grills dengan shawarma. Tutup dengan dessert khas Timur Tengah dan Turki berupa umm ali serta baklava.

Indonesian dishes (image by Le Meridien Jakarta)

Kali ini namun yang mendapat giliran dari saya adalah kunjungan Le Brasserie, all-day dining kebanggaan hotel ini. Berlokasi di lobby level, La Brasserie pada malam itu terasa lebih homey dari biasanya. Memang suasana restoran ini, khususnya yang berada di pojok terasa lebih syahdu dan cocok untuk acara santap malam.

Malam itu pilihan sangat beragam terhadir untuk para tamu La Brasserie, yang sepertinya bahkan lebih meriah dari biasanya. Tambahan-tambahan meja buffet dipersiapkan dan jenis-jenis makanan diperbanyak. Bulan Ramadhan memang selalu spesial!

Seperti biasa yang selalu menarik perhatian adalah cold cuts yang terdiri dari beberapa jenis ikan, grilling station untuk menikmati surf & turf, variasi menarik dari masakan-masakan Indonesia, Eropa, serta China, dan terakhir tentunya sentuhan Timur Tengah dan India yang menjadi tema bulan ini.

Selamat berbuka puasa di Le Meridien Jakarta!


LE MERIDIEN JAKARTA | Jalan Jend. Sudirman Kav. 18 – 20, Jakarta | +62 21 251 3131 | www.lemeridienjakarta.com