Tag Archives: Street Food

Warung Sekar Taji, Rasa Rindu Masakan Rumah Yang Selalu Terobati

Tumbuh besar dengan makanan rumahan Indonesia tentu akan menjadikan siapapun merindu akan kehadirannya, terutama bagi mereka yang merantau.

Dari kaki lima hingga bintang lima, kini begitu mudah menemukan masakan rumahan yang biasa kita kenal selama bertahun-tahun. Sebetulnya mudah untuk melampiaskan rindu ini, yaitu dengan mendatangi warteg terdekat atau memesan nasi goreng di gerobak abang-abang depan rumah dan terpenuhilah rasa kangen itu.

Nah, yang jarang adalah menemukan yang paling unggul di antaranya.

Sering terjadi misalnya di restoran kita menjumpai masakan rumah yang terlampau mahal, pretentious, serta meski sedemikian lezatnya – sulit untuk memenuhi ruang-ruang sepi yang kita ingin isi kini setelah tinggal begitu jauh dari rumah. Adapun di warung-warung kesayangan di dekat rumah, terkadang kualitas maupun faktor higienis acapkali naik turun atau tidak berimbang – terlepas dari harganya yang terjangkau.

Maka menemukan satu warung berbentuk paviliun rumahan yang bersih, rapi, dan ber-AC seperti Warung Sekar Taji di bilangan Panglima Polim ini adalah satu mukjizat tersendiri dalam pengalaman berkuliner saya.

Warung Sekar Taji yang berspesialisasi masakan Jawa Timur ini sepertinya terbilang underrated namun begitu lekat di hati para penikmatnya dan itu kebanyakan datang dari perkantoran di sekitarnya. Jangan mengira dengan datang pagi Anda dapat dengan cepat mendapatkan yang diinginkan, yang ada justru Anda bersaing dengan puluhan atau kadang ratusan nasi kotak yang tengah dipersiapkan untuk makan siang hari ini – entah dari kepolisian setempat maupun kantor-kantor BUMN dan swasta di daerah Jakarta Selatan ini.

Terlalu terlambat menuju makan siang, tentu Anda akan bersaing dengan pendatang manusia sungguhan dan lebih dari itu, bisa jadi Warung Sekar Taji telah tutup. Maka pengalaman membuktikan bahwa kedatangan paling tepat adalah di kala brunch time alias setelah makan pagi dan sebelum makan siang.

Apa yang dipesan selalu menjadi jaminan mutu. Saya pribadi masih berkutat di dua pesanan favorit saya – Nasi Rames Bogana dan Sayur Lodeh. Ya betul, hanya sesimpel ini namun apa yang hadir jauh melebih ekspektasi siapapun.

Warung Sekar Taji 1

Nasi rames milik Sekar Taji ini sungguh istimewa dan penuh dengan citarasa. Tidak hanya datang dari ayam suwir, daging, tempe orek, maupun sambal itu sendiri tapi semua begitu harmonis dan memiliki pendalaman rasa yang sulit ditandingi restoran manapun.

Itupun terjadi pada sayur lodeh yang saya pesan. Tampil sederhana dan selalu straightforward, makanan yang dibanderol sekitar IDR 14,000 ini memiliki kuah santan yang kental, kaya, sekaligus sedikit pedas – cukup untuk membuat lidah dan hati ini berpetualang seru bersama.

Namun tidak hanya itu, Warung Sekar Taji masih memiliki banyak pilihan lain untuk kita semua turut bertualang di dalamnya. Sungguh sayang bila saya pribadi saja terhenti di dua masakan unggul ini. Tahu telurnya saja terang-terang membuat isteri saya kepincut padahal biasanya tidak pernah ia seperti itu. Kejadian ini memang bukan yang pertama untuknya, namun tentu kita semua pernah mengalami bahwa dari pengalaman berharga menikmati sesuatu yang berkualitas, maka runtuhlah segala pengalaman kurang menyenangkan akibat dahulunya pernah mencoba yang berbeda kualitas di tempat lain.

Maka dengan demikian, Warung Sekar Taji telah menorehkan semacam luka rindu yang akan saya biarkan menganga untuk selamanya. Meski terletak cukup jauh dari tempat tinggal, biarkanlah sesekali abang ojek layan antar membawakannya untuk kami di sini namun bila memungkinkan, perjalanan jauh itu akan selalu kami jabani demi memenuhi keinginan itu dan menghargai hasil kerja keras para pemilik warung ini.


WARUNG SEKAR TAJI
Halal-friendly
Some menu are suitable for vegetarians

Address: Jalan Panglima Polim V no. 60, Jakarta – Indonesia

Opening hours: Daily except Sunday, breakfast until late lunch time


Street Food: Rujak Shanghai Encim

Tak akan habis warga Jakarta membicarakan berbagai keseruan berkuliner di daerah Glodok, namun bisa dibilang memang menemukan perkara menemukan yang yakin halal di sini tidaklah mudah.

Nah, sebagai salah satu pilihan yang bisa dibilang memenuhi kriteria tersebut adalah Rujak Shanghai Encim. Berikut adalah keunikan dari jenis rujak yang satu ini.

Rujak Shanghai Encim 1

Memasuki wilayah Pancoran, kamu pasti akan dihadapkan dua pilihan antara memasuki daerah Pasar Petak Sembilan di sebelah kiri atau Gang Gloria di sebelah kanan. Rujak Shanghai Encim justru terletak di dalam sebuah pujasera tidak jauh dari gang legendaris tersebut.

Di sini, satu meja khusus Rujak Shanghai milik Encim Ahung siap untuk melayani pengunjungnya. Rujak Shanghai ini bukan berarti berasal dari Negeri Tiongkok namun konon dahulunya pada tahun 1950, ibunda Encim Ahung pertama berjualan di depan Bioskop Shanghai yang kini tinggal menjadi kenangan.

Rujak Shanghai Encim 2

Keunikan rujak ini tiada lain adalah karena bahan-bahannya. Yang paling utama adalah juhi serta ubur-ubur yang direbus sejenak dan dipotong-potong. Lalu kemudian turut mengiringi adalah kangkung serta lobak. Sausnya sendiri adalah saus tomat homemade yang kental dan disiramkan di atasnya serta diberi bubuhan koya untuk sensasi renyah. Kalau ingin rasa pedas, Encim Ahung sudah mempersiapkan sambal di atas meja.

Memang ada sensasi tersendiri dari rasa rujak ini. Tidak hanya menggunakan bahan yang tidak lazim, namun rujak ini begitu otentik dan sulit dibandingkan dengan rujak mainstream pada umumnya. Racikan milik keluarga Encim Ahung ini konon pernah hendak dibeli ataupun diduplikasi para pesaingnya, namun soal keaslian tentu tidak ada yang bisa mengingkari.

Jadi pastikan berkunjung ke kedai sederhana yang satu ini, pastinya akan disambut ramah oleh Encim Ahung dan asistennya serta dukungan kita semua akan selalu melestarikan bisnis otentik yang telah dibangun selama 66 tahun ini. Selamat mencoba!


RUJAK SHANGHAI ENCIM

Halal-friendly
Suitable for vegetarians

Address:
Jalan Pancoran, Glodok, Jakarta – Indonesia (di dalam pujasera sebelum Gang Gloria)

Opening hours: Daily, 8am – 8pm


Street Food: Soto Goreng Ateng

Ada saja momen-momen di kala kita mengernyitkan dahi ketika mendengar nama masakan yang familiar namun tidak familiar. Sebut saja contohnya adalah soto goreng dan rupanya ada satu yang cukup beken di sekitaran Palmerah, Jakarta.

Adalah Soto Goreng Ateng yang kedainya terletak di dalam Pasar Palmerah, tidak jauh dari Ramayana yang menempati porsian terbesar pasar ini. Layaknya pasar bertingkat di berbagai penjuru ibukota lainnya, terdapat satu penjuru khusus dimana penjual makanan bisa ditemukan.

Soto Goreng Ateng 2

Tanpa tedeng aling-aling, langsung saja kami memesan soto goreng yang jujur, mungkin tidak banyak yang mengetahui namun terkenal di kalangan penikmatnya. Soto Goreng Ateng tidak hanya menyediakan soto goreng, namun juga berbagai jenis soto-soto lainnya.

Ketika memesan pertanyaan yang diajukan adalah seputar kuahnya. Mereka menyediakan kuah soto bening dan kuah soto santan. Tentunya ini adalah kuah-kuah yang mereka gunakan untuk soto jenis lainnya, sehingga perbedaannya terlihat ketika tersaji.

Soto Goreng Ateng 1

Tidak lama soto-pun tersaji. Kuah santan yang saya pesan mengiringi satu porsian nasi yang ditumpangi potongan daging, kentang, serta emping. Ternyata inilah keunikannya. Daging sapi ini mungkin terbuat dari bagian kisi dan memiliki lemak, lalu kemudian dipotong dadu dan “digoreng” dengan minyak serta kecap. Rasanya yang manis-manis gurih sebetulnya memungkinkan sekali untuk disantap nikmat dengan nasi saja. Adanya kuah menjadikannya memiliki sebutan soto goreng.

Selalu saja menarik untuk menemukan hal-hal baru ketika berkunjung ke pasar. Misalnya saja berbagai makanan kaki lima di Pasar Tebat, nasi tim di Pasar Pagi, dan banyak lainnya. Kini di Pasar Palmerah ada satu pilihan yang menyenangkan.

Nah makanya, main ke pasar yuk!


SOTO GORENG ATENG
Halal-friendly
Unsuitable for vegetarians

Address:
Pasar Palmerah, lantai 2, Jalan Palmerah Barat, Jakarta – Indonesia

Jam buka: post-breakfast & lunchtime (TBC)


Street Food: Bubur Ayam Muara Pak Yunus

Bubur ayam. Satu makanan pagi kegemaran begitu banyak warga Indonesia. Cepat, murah, dan berisi; bubur ayam menjadi pilihan paling cocok untuk memulai pagi yang sibuk maupun santai.

Sekali-sekali bertandang ke Bandung tentu berburu bubur ayam seolah menjadi pencarian tiada berujung. Masih sulit memang untuk bisa menandingi rasa lezat yang sudah saya kenal sejak masa kuliah dahulu, yakni bubur ayam milik H. Amid di daerah Jalan Pajajaran.

Kesampingkan dahulu bubur ayam khas warga Tionghoa yang jelas-jelas paling terpuji soal rasa, namun untuk bubur khas warga pribumi ternyata masih belum terlalu banyak yang selalu terkenang.

Satu masa saya berkunjung ke wilayah kompleks Muara di pinggiran kota Bandung untuk menghadiri pernikahan. Tidak bisa berlama-lama dan tidak menyempatkan makan, akhirnya pilihan jatuh ke Bubur Ayam Muara milik Pak Yunus, sebuah kedai sederhana tepat di tepian sungai dan banyak dikunjungi warga sekitar.

Bubur Ayam Muara Pak Yunus

Secara penampilan bubur ayam milik Pak Yunus ini terlihat sangat berisi dan memang secara harga sedikit lebih tajam dibandingkan bubur kisaran rumah yang gemar berkeliling pagi dan sore. Secara rasa rupanya cukup memadai dan tentunya berisi.

Bila jujur ingin dibilang ini sederajat kenikmatannya dengan H. Amid tentu belum, tapi mungkin di lain waktu ketika di sini tersedia telur mentah serta cakwe raksasa, maka dapat dipastikan bubur ayam satu ini menjadi favorit kedua atau ketiga saya di Bandung.

Jom jangan lupa berkunjung bila tengah melipir ke sisi jauh Bandung yang satu ini, saudara saudari.


BUBUR AYAM MUARA PAK YUNUS
Halal-friendly
Unsuitable for vegetarians

Address:
Jalan Muara Sari V, Bandung – Indonesia (tepat di perempatan)

Jam buka: Khusus makan pagi menuju siang


Great Ways to Eat Wagyu in Japan!

Sebagai penyimak setia berbagai video kuliner keren dari Eater, pastinya kamu akan mengenal sosok Nick Solares yang khusus diterjunkan di acara-acara yang membahas soal daging.

Perjalanannya baru-baru ini ke Jepang berisi tentang berbagai hal seru dan berhasil dirangkum, salah satunya, menjadi video berikut ini – 9 Great Ways to Eat Wagyu in Japan.

So if you are a self-professed meat eater and wagyu lover, you really gotta see this!


Video is courtesy of Eater