Tag Archives: South American

The Hispanic Culinary Trail in Jakarta (Linked, November 2013)

  • TAPAS MOVIDA

Tapas Movida - Outdoor

What

Salah satu dari sedikit restoran khas Spanyol yang berspesialisasi dengan berbagai hidangan tapas di Jakarta.

Why

Budaya mengobrol santai sembari bersantap tapas menjadi sebuah kesenangan sendiri masyarakat Spanyol, apalagi karena keseharian orang Spanyol yang kurang lebih menganut filosofi la dolce vita layaknya orang Italia.

Di Tapas Movida, tentu makanan khas dengan berbagai kombinasi unik antara seafood, daging, serta sayuran dan keju ini merupakan pilihan tepat sebagai appetizer sembari menanti persiapan paella sebagai hidangan utama yang membutuhkan waktu cukup lama untuk persiapannya.

Brocheta de Gambas y Pina
Brocheta de Gambas y Pina

Brocheta de gambas y pina atau sate udang dan nanas menjadi pembuka yang cocok dengan rasa gurih manis. Bahkan yang paling simpel seperti pan con tomate yang merupakan penggabungan roti, tomat, dan daun basil saja terdengar segar. Tapi jangan lewatkan tapas yang memiliki imbuhan pengaruh asing seperti sate ayam dengan rempah-rempah Maroko serta madu atau mungkin Anda lebih tergiur dengan ikan salmon asap yang diisikan cream cheese dan dihidangkan di atas roti.

Albondigas con Salsa de Tomato Picante
Albondigas con Salsa de Tomato Picante
Ternera con Cebolla Caramelizada y Queso Azul & Tostada de Salmon Ahumado
Ternera con Cebolla Caramelizada y Queso Azul & Tostada de Salmon Ahumado

Selain itu albondigas atau bakso sapi dengan porsi cukup besarnya tentu akan memuaskan siapapun yang ingin menikmati menu pembuka yang lebih berisi. Bakso sapi ini disajikan dengan saus tomat kental yang segar dengan aksen pedas dan nikmat berpadu dengan berbagai potongan roti hangat. Bila ingin lebih mewah, tapas yang menggunakan pilihan daging tenderloin atau hati angsa juga tersedia di sini dengan kombinasi-kombinasi menggiurkannya.

Tapas Movida - Paella Vegetariana

Untuk pemuncak acara bersantap Anda, paella atau hidangan nasi khas Mediterania yang kaya rasa dan rempah adalah opsi seru untuk disantap bersama keluarga atau teman-teman. Pilihan lain yang mirip dengan paella adalah masakan fideua khas Valencia yang mengganti peranan nasi dengan pasta. Topping sayur segar untuk vegetarian atau ayam, seafood, hingga chorizo bisa Anda pilih khusus untuk kedua hidangan utama ini.

How

Tapas Movida terlihat lebih energik untuk santap sore apalagi malam. Suasana yang hangat lebih terasa ketika hari semakin gelap dan para pengunjung berdatangan untuk menikmati berbagai tapas yang didampingi segelas Sangria dengan potongan buah segar.

Bagi yang ingin bersantap dengan santai, bagian pojok yang dipenuhi sofa serta lukisan adalah bagian paling nyaman dari Tapas Movida. Namun bagi Anda yang senang dengan suasana yang lebih hidup, bagian bar yang langsung menghadap panggung atau bagian outdoor yang dirancang khusus dengan gaya teras hacienda ala Spanyol adalah spot paling tepat untuk menikmati sisa malam.

Where
Jalan Cipete Raya no. 66, Jakarta – Indonesia
Telp: +62.21.751.0851

Facebook            : tapas.movidajakarta
Twitter                 : @TapasMovida
Website                : http://www.tapasmovida.co.id/

Operational Hours
Setiap hari, 10 am – 10 pm (weekday), 10 am – 12 am (weekend)

Price Range
IDR 100,000 – IDR 250,000 / orang (F&B)

 —–

  • EL ASADOR

El Asador - Facade

What

Restoran khas Amerika Selatan yang berspesialisasi dengan menu daging panggang yang menggunakan metode pemanggangan dengan gaya asado yang unik.

Why

Kultur kuliner negara-negara Amerika Latin justru sedikit berbeda dengan gaya khas Spanyol yang ktia kenal banyak memperkenalkan tapas, pengaruh rempah dari Timur Tengah dari abad pertengahan, maupun kuliner Laut Tengah. Jakarta mungkin lebih mengenal pengaruh Meksiko atau sempalannya  yang disebut Tex-Mex dengan kehadiran beberapa restoran seperti Amigo’s atau Chili’s. Sebaliknya dalam setahun belakangan ini El Asador justru memperkenalkan sajian-sajian khas Amerika Selatan kepada khalayak ramai Jakarta yang berasal dari Argentina serta Uruguay.

Sesuai dengan namanya, El Asador yang berbagai hidangannya meliputi aneka daging panggang memperkenalkan teknik asado dalam proses memasaknya. Berbeda dengan sate khas Indonesia yang menggunakan pembakaran langsung dari batu baranya, gaya asado justru membakar terlebih dahulu kayu atau batu baranya di tempat terpisah dan hanya bara sisa pembakaran tersebut yang dipakai untuk memanggang dagingnya. Selain itu, panggangannya yang disebut parrilla ini dapat diatur sudut kemiringannya untuk mendapatkan hasil panggangan yang sempurna.

Tidak hanya untuk iga sapi, Anda juga bisa memilih ayam, pamplona (kaki ayam dengan mozzarella, paprika, zaitun, dan rempah), chorizo (sosis khas Spanyol), dan berbagai bagian daging sapi lainnya untuk dimasak dengan metode khas ini.

Chivito Al Pan
Chivito Al Pan
Burrito Carne
Burrito Carne

Selain menu panggangan yang cocok untuk disantap beramai-ramai ini, El Asador juga memperkenalkan berbagai percampuran kuliner Amerika Latin seperti menu sarapan berupa burrito yang tampil kaya dengan isian daging cincang, scrambled eggs, dan berbagai sayuran serta saus rahasia khas restoran ini. Lalu terdapat juga menu khas Uruguay yang merupakan kebangsaaan pemilik restoran ini seperti chivito al pan atau roti yang diisikan dengan daging churrasco tenderloin dengan ham, bacon, serta sayur dan kentang goreng.

Lengua a la Vinagreta Con Ensalada Rusa
Lengua a la Vinagreta Con Ensalada Rusa

Bila kesemuanya ini masih belum cukup, Anda bisa menantang diri dengan bersantap menu khas lainnya seperti lengua atau lidah sapi rebus yang sangat empuk tersaji dingin dengan berbagai bumbu dan sayuran serta salad khas Russia.

How

El Asador tampil layaknya seperti pub namun jangan salah sangka karena menu daging panggangnya tetap merupakan bintang utama dari tempat ini. Panggangan utama (parilla) dari restoran ini terdapat tepat di tengah dan tampil menyala-nyala. Namun demikian, steak khas asado ini baru bisa dipesan untuk makan malam, terkecuali hari Minggu dimana para keluarga biasa berkumpul untuk bersantap brunch. Meskipun menyediakan berbagai minuman alkohol khas Spanyol/Amerika Latin seperti sangria atau clerico hingga berbagai liquor dan wine, El Asador tetap hanya menggunakan daging sapi dan kambing untuk menu asado-nya. Sehingga tidak terdapat daging babi dalam berbagai masakan di sini.

Where
Kemang Point Building, GF, Jalan Kemang Raya no.3, Jakarta – Indonesia
Telp: +62.21.718.2206

Facebook            : El Asador Jakarta
Twitter                 : @elasadorjakarta
Website                : http://elasador.co.id

Operational Hours
Tue – Sun (closed on Mon), 11 am – 12 am (weekday), 11 am – 2 am (weekend), 9.30 am – 12 am (Sun)

Price Range
IDR 100,000 – IDR 250,000 / orang (F&B)

 =====

COOL FACTS

  • Tradisi makan malam di Spanyol dimulai pada pukul 9 malam sehingga terdapat gap waktu yang cukup panjang pada sore harinya. Maka tapas berperan sebagai snack untuk menanti waktu santap malam.
  • Tradisi barbeque dengan gaya asado kerap diadakan untuk acara-acara keluarga di tengah udara terbuka seperti misalnya di kebun, dan biasanya membutuhkan seorang asador (ahli panggang) yang terlatih dalam proses memasaknya.
  • Kata asli dari tapas adalah tapar yang berarti untuk ‘melindungi’ atau ‘menutupi’. Sehingga jelas fungsi dari tapas ini adalah untuk menahan lapar selagi menanti waktu jam makan malam.
  • Beberapa tapas menggunakan tusuk gigi untuk menahan makanan tersebut agar tidak terlepas/jatuh, namun fungsi tusuk gigi ini juga adalah untuk memberitahu penikmatnya mengenai seberapa banyak ia telah melahap tapas ini.

—–

Linked Nov 2013 - The Hispanic Culinary Trail in Jakarta

—–

Featured in LINKED (Citilink inflight magazine), November 2013 Edition (unedited)

Restaurant Review: El Asador

Although the options are pretty limited, it’s kinda hard to pick another selection of Hispanic cuisine in Jakarta after my visit to Tapas Movida. I had a prolonged discussion with my editor whether we should pick another pure Spanish with tapas features like in Plan B for example, a fine dining at Casa Espana, or to simply choose the Hispanic descendants such as Mexican or South American.

Originally, Hacienda had been the original choice of my editor. However after further considerations and the fact that it’s not easy to take good pictures from Hacienda at night with limited gears and an imminent deadline, therefore I decided to take the initiative by choosing El Asador, the well-reputed South American grill on the vicinity of Kemang.

This decision was also made through several other considerations such as because Plan B would be at the same page with Tapas Movida, while Casa Espana is more for splurge, and basically I don’t have time to research about the rest. Thanks to a cool writer friend of mine, Sebastian Subakti of JJK and Epicure, I had the confident to try El Asador. Anyway, my editor recommended me about it as well.

Those are the dynamics of being a food writer, ladies and gentlemen. It’s not easy to adapt with certain unfavorable conditions such as this for example or because the restaurant simply doesn’t want you to take pictures in other cases. You’d really have to rely on your memory, experience, or references from trusted sources like this case for instance. Not just that, you have to ready your stomach to ‘collect the data’ and then to fight the traffic just to get to the nearest coffee shop or home to beat the deadlines while also biting your nails preparing to face editing consequences from your remote boss. Lucky for me, this is the best job in the world so far and I am more than happy to face the challenges!

El Asador - Facade

Back to El Asador, we arrived during lunch time and there was only a patron aside from us. Mild Latin music was in the air and we seated ourselves at the edge of the non-smoking lounge, which by the way, El Asador has a smoking area made like a terrace with seats overseeing the street and completely separated from the inner chamber.

Since we entered the restaurant through the terrace door, nobody took notice of us until I decided to approach the cashier and afterwards, the service became very supreme. Even the owner, Mr Eugenio, dropped by and say hi to ask how’s the service so far. While it’s cheap to train the employees about how to serve the customers with the best attitude, according to a good friend of mine who often came by and drop some comments in my blog, it’s actually an admirable thing done by Mr Eugenio to emphasize this matter. As a result, it felt like I had my own butler for a while because somebody was stationed all the time nearby us and being very helpful indeed!

Unfortunately for me, it wasn’t mentioned before in the website or anywhere else that El Asador only serves the grills for dinner or Sunday brunch. I was very curious about the result of the grills made with asado technique – a South American style to grill meat – upon a uniquely designed parrilla or the adjustable metal frame which enables the asador (master griller) to position the meat in flexible angles to achieve the balance.

Lengua a la Vinagreta Con Ensalada Rusa
Lengua a la Vinagreta Con Ensalada Rusa

So instead, what I had that time for the opener was the lengua a la con vinagreta con enslada Rusa or a portion for sharing of boiled sliced beef tongue – which was so tender and much to my liking – marinated with herbs, olive oil, vinegar, and egg. The Russian salad, heavily equipped with mayo, was served as the accompaniment. It was interesting and although the taste may be a bit strange for many, it’s a good try anyway.

After a while, I realized that I had ordered two mains which also consist of eggs in it. I don’t know whether Argentinian cuisine (or Uruguayan – since Mr Eugenio came from that country) uses a lot eggs in their dishes or it was merely a coincidence. Anyway, both dishes tasted decent although I don’t really see the real difference with the usual Western dishes we often have.

Chivito Al Pan
Chivito Al Pan

The first one was chivito al pan or basically a sandwich filled with meat, ham, bacon, fried egg, mozzarella cheese, and mayo served alongside French fries. The meat, however, was a beef tenderloin grilled the churrasco style and was very flavorful and tender. By the way, Mr Eugenio said that chivito is a common dish in Uruguay. Safe to say, we can consider it a national dish although heavily influenced from other countries as well.

Burrito Carne
Burrito Carne

The second dish came from Mexican influence although Mr Eugenio said that he applied his own style there. It’s actually a burrito filled with minced meat, capsicumsonions, spices, scrambled eggs, melted mozzarella cheese, cheddar cheese, and the special sauce from El Asador. It was inviting and came in huge portion. I felt content with what El Asador has to offer and thankfully, I did my best to prepare my stomach during the visit because every dish here came in huge portion!

A comeback is definitely a must for me and El Asador better fire up the grills because I’d be a really demanding customer if it’s about the meat!

To be continued to part 2 some time in the future after I tried the grills!

—–

EL ASADOR
Halal-friendly (no pork dishes served but alcohol served)
Some menu are suitable for vegetarians

Address:
Kemang Point Building, Ground Floor, Jalan Kemang Raya no. 3, Jakarta – Indonesia
T: +62.21.718.2206

Opening hours:
Tue – Sun,
11 am – 12 am (weekday)
11 am – 2 am (weekend)
9.30 am – 12 am (Sunday, asado grills available from morning)

Website 

Spend: IDR 100,000 – IDR 250,000 / person

—–