Tag Archives: Linked

Breakfasting, The Middle-Eastern Way (Linked, July 2013)

  •  AL JAZEERAH RESTAURANT & CAFE

Al Jazeerah - Interior 1

What

Restoran dengan spesialisasi berbagai hidangan khas jazirah Arab dan berbagai eksotika serta keberagamannya yang begitu berwarna.

Why

Sebagai salah satu restoran masakan khas Timur Tengah yang tenar di bilangan Raden Saleh ini, Al Jazeerah memang tidak segan-segan menggunakan bahan-bahan segar serta kekayaan rasa dalam setiap menunya.

Jangan lewatkan berbagai menu pembukanya yang segar seperti mutabbal (terong panggang dengan pasta wijen, jus lemon, dan minyak zaitun), taboulah (tomat, ketimun, peterseli, jus lemon, dan minyak zaitun), serta yogurt dengan bawang putih dan daun mint. Jadikan kesemuanya itu sebagai isi roti tipis berkantung khas sebagai appetizer yang menggoda.

Alternatif lain tentunya datang dari hot mezzeh atau menu pembuka panas seperti arayes (roti pita panggang yang diisikan daging kambing, tomat, dan bawang bombay), hummos lahamb (pure kacang chickpea, tahini, minyak zaitun, dan daging kambing), maupun martabak yang sudah kita kenal baik di Indonesia.

Muttabal
Muttabal
Yogurt with Garlic & Mint
Yogurt with Garlic & Mint
Tabouleh
Tabouleh

Sebagai menu utama, Al Jazeerah memiliki kombinasi daging ayam maupun kambing dengan berbagai racikan nasi dengan nama-nama unik seperti nasi kabsah, biryani, mandi, kabli, matbi, serta madgot, dimana masing-masing memiliki penggunaan bahan berbeda, karakter tingkat kegurihan atau kepedasan yang beragam, serta tentunya penampilan yang berwarna. Semuanya tersaji berlimpah di atas sebuah piring logam besar dimana biasanya para warga asli Timur Tengah bersama-sama menikmatinya langsung dengan suasana kekeluargaan yang hangat.

Nama-nama masakan terkenal lainnya yang layak dicoba di Al Jazeerah tentunya tidak lain seperti falafel, shish kebab, shakshouka, dan juga shawarma. Sungguh kunjungan ke sini tidaklah cukup hanya satu kali saja!

How

Al Jazeerah tuntas memenuhi semua aspek kebutuhan para pengunjungnya mulai yang bersantap individu, keluarga, atau hanya sekadar take away maupun menikmati shisha di Arabian Tent Café-nya yang terletak di bagian depan restoran.

Para stafnya yang mahir berbahasa Arab tentunya menjadi nilai plus khususnya ketika melayani berbagai kebutuhan para pengunjungnya yang notabene merupakan para ekspatriat dari Timur Tengah. Meskipun dari segi kenyamanan tempat dan suasana perlu mendapatkan peningkatan, Al Jazeerah tidak boleh diragukan secara rasa makanannya dan harganya yang sesuai dengan kualitas yang ingin disampaikan.

Where
Jalan Raden Saleh no. 58, Jakarta – Indonesia
Telp: +62.21.314.6108

Operational Hours
Setiap hari, 11.00 am – 10.30 pm

Price Range
IDR 75,000 – IDR 100,000 / orang (F&B)

—–

  • ANEKA BUBUR 786: PAKISTAN, INDIAN, & CHINESE CUISINE

Aneka Bubur - Entrance

What

Persilangan menarik antara hidangan Pakistan, India serta masakan Cina di dalam satu atap. Selain menu-menu Pakistan dan India-nya yang khas, ternyata hidangan fusion antara Asia Selatan dan masakan Cina juga terjadi di sini.

Why

Konon dahulunya pemilik toko karpet asal Pakistan di sebelah restoran ini sepakat untuk bekerja sama dengan sang pemilik restoran yang berspesialisasi masakan khas Tiongkok. Hasilnya sekarang Aneka Bubur 786 ini memiliki corak menarik yaitu masakan khas India, Pakistan, serta Cina. Bahkan mereka menciptakan menu bersama yaitu bubur yang menggunakan saffron dan merupakan menu termahal di restoran ini!

Tapi kembali dengan tema makanan khas Timur Tengah dan Asia Selatan-nya, restoran ini adalah tempat yang paling tepat untuk menikmati berbagai macam roti-rotian uniknya seperti paratha, naan, chapati, chanai, dan papadum untuk kemudian dipadukan dengan berbagai hidangan kari pedasnya seperti rogan josh,masala, dan korma – semua dengan atributnya masing-masing.

Shish Kebab Kabuli
Shish Kebab Kabuli
Lamb Korma
Lamb Korma
Lassi & Pakistani Iced Milk Tea
Lassi & Pakistani Iced Milk Tea

Lalu pilihan-pilihan menarik sebagai lanjutan dari menu pembukanya yang tenar seperti chicken/beef/lamb tikka; pakora; dan samosa, maka sudah barang tentu menu nasi-nasian menjadi pilihan pamungkas di Aneka Bubur 786 ini. Dengan pilihan lauk pauk yang sangat beragam mulai dari daging kambing; sapi; ayam; udang; telur; shish kebab; hingga menu vegetarian, Aneka Bubur 786 memadukannya dengan nasi biryani maupun nasi kabuli yang wangi dan menggoda dengan rempah-rempah, kismis, dan taburan kacang-kacangannya.

Sebagai contoh, satu hidangan shish kebab kabuli tersaji dengan cantik dan menggiurkan, apalagi setelah dipadukan dengan asinan nanas yang segar dan memberikan keseimbangan rasa yang tepat. Selain itu jangan lupa mengakhiri perjalanan makan-makan Anda dengan segelas lassi (yogurt khas India) yang segar sebagai penutup yang cantik.

How

Dari segi penampilan, tampak suasana santai sebuah restoran yang dihiasi berbagai display karya seni serta karpet ala Timur Tengah yang menjadi bisnis asli dari salah satu pemiliknya yang berasal dari Pakistan. Di sudut kiri dan kanan tersedia pula meja-meja lesehan dengan karpet yang empuk serta banyak bantal sehingga menambah suasana makan kita menjadi serasa berada di Negeri 1001 Malam, meskipun suasana toko dan dagangannya masih mendominasi.

Meski secara keseluruhan tidak terlalu tampak seperti sebuah restoran Timur Tengah, tapi unsur rasa; penyajian; maupun servisnya merupakan hal yang tidak boleh dipandang sebelah mata dari restoran ini.

Where
Jalan Radio Dalam Ujung no. 123, Jakarta – Indonesia
Telp: +62.21.720.2224

Operational Hours
Setiap hari, 24 jam

Price Range
IDR 50,000 – IDR 75,000 / orang (F&B)

—–

DO YOU KNOW

  • Saffron yang digadang-gadang sebagai bahan masakan termahal ($ 1,000 per 2 kg!) di dunia kerap digunakan di berbagai hidangan Asia Selatan seperti India dan Pakistan. Konon untuk ekstraksi setengah kilo saffron siap pakai dibutuhkan tidak kurang dari 50,000 bunga!
  • Berbagai masakan terkenal di dunia ternyata menggunakan saffron sebagai pewangi sekaligus pewarna khasnya, contohnya seperti paella dari Spanyol, tajine dari Maroko, bouillabaisse dari Perancis, hingga berbagai jenis minuman khas di Italia.
  • Selain berbagai jenis kacang-kacangan yang biasa kita kenal, masakan India/Pakistan juga menggunakan jenis kacang dengan nama lentil dalam berbagai masakannya. Konon kacang ini kuat dengan habitat kering dan bisa dibudidayakan di berbagai pelosok dunia.
  • Layaknya budaya lesehan di Yogyakarta, konon gerai-gerai kaki lima di Pakistan memang membudayakan duduk bersila tanpa mengenakan alas kaki serta makan menggunakan jari jemarinya untuk menikmati roti dan nasi serta berbagai saus dan lauk pauknya.
  • Beras yang kerap digunakan di berbagai masakan Afrika Utara, Timur Tengah hingga Asia Selatan adalah jenis basmati. Bentuknya ramping dan panjang, berbeda dengan nasi Jepang yang pendek dan gemuk atau beras di Indonesia yang merupakan titik tengah di antara kedua kubu ini.
  • Tahukah anda bahwa masyarakat Timur Tengah biasanya menikmati makanannya bersama-sama dari satu piring besar dengan menggunakan tangan? Cobalah menikmati semisal nasi kabsah khas jazirah Arab dengan laham (daging kambing) bersama keluarga. Dijamin menjadi sebuah pengalaman menarik!

—–

LINKED July 2013 - Al Jazeerah

LINKED July 2013 - Aneka Bubur

—–

Published in Linked – Citilink in-flight magazine, July 2013 Edition (unedited)

Penawar Rindu Masakan Rumah: Restoran Khas Jawa di Jakarta (Linked, May 2013)

Masakan Rumah Bu Endang - Interior 1

  • MASAKAN RUMAH BU ENDANG

What

Restoran yang menyajikan hidangan dengan citarasa khas Jawa yang nostalgik, sangat cocok bagi para perantau di Jakarta yang merindu dengan masakan rumahan.

Why

Kangen masakan rumah? Dengan identitas dan spesialisasinya yang khas ini, Bu Endang menyajikan pilihan-pilihan yang lekat di hati para pengunjungnya. Sebut saja nasi brongkos, lontong cap gomeh, nasi opor, nasi ayam panggang kemiri, empal kelem, hingga mangut iwak pe serta bestik galantine adalah menu-menu pamungkas yang wajib dicoba di sini.

Brongkos
Brongkos
Nasi Ayam Panggang Kemiri
Nasi Ayam Panggang Kemiri
Tahu Telor Petis
Tahu Telor Petis

Selain hidangan-hidangan menggiurkan tersebut, Bu Endang juga menyediakan panganan ringan seperti sosis solo, tong tong brong (bakwan udang), hingga tempe bacem yang pastinya cocok sebagai sajian pendamping. Satu yang tidak boleh ketinggalan adalah tahu campur atau tahu telor petis yang nikmat tiada tara!

How

Betapa Ibu Endang berhasil menyulap sebuah rumah menjadi sebuah restoran yang homey. Dari segi desain, justru Ibu Endang lebih memilih untuk menata restorannya tanpa tendensi khusus mengejar jumlah pengunjung yang banyak. Alih-alih penataannya lebih bersifat apik, bersih, dan hangat serta nyaman untuk berlama-lama menikmati panganan tradisionalnya.

Dari segi lokasi, rumah makan ini memang mudah ditemui karena tepat berada di jalan raya Cipete yang terkenal ramai dengan bisnis-bisnis kuliner. Namun bila hendak mengunjunginya pada jam-jam makan maka reservasi tempat duduk menjadi hukum wajib sebelum bersantap di sini.

Where
Jalan Cipete Raya 16C
Telp: +62.21.7663.585

Operational Hours
Setiap hari, 10 am – 10 pm (Mon – Sat) & 8 am – 9 pm (Sun)

Price Range
IDR 30,000 – IDR 50,000 / orang (F&B)

—–

Mbah Jingkrak Setiabudi - Interior 1y

  • MBAH JINGKRAK SETIABUDI

What

Sebuah restoran dengan masakan-masakan Jawa tradisional yang berpenampilan meriah serta menyajikan banyak hidangan unik nan pedas.

Why

Terlepas dari berbagai panganan khas Jawa yang lekat dengan hati para pecintanya seperti asem-asem daging, ayam bakar, bakwan, empal, ikan bakar, oseng-oseng sayuran, hingga sayur lodeh rebung serta sayuk mangut, Mbah Jingkrak Setiabudi juga menyajikan khusus berbagai versi masakan Jawa dengan rasa pedas dan extra pedas!

Mbah Jingkrak Setiabudi - The Feast 1 Mbah Jingkrak Setiabudi - The Feast 2 Mbah Jingkrak Setiabudi - The Feast 3 Mbah Jingkrak Setiabudi - The Feast 4

Beberapa masakan pedas ini juga dinamai dengan nama-nama unik serta tentunya ditimbun dengan cabai yang berlimpah sehingga sebuah motto bahwa ‘makan yang nikmat itu haruslah berkeringat’ memang benar adanya di Mbah Jingkrak. Sebut saja ayam rambut setan, sambal iblis, daging setan, atau teri buto ijo adalah sebagian dari berbagai hidangan pedas yang tersaji di sini dan cocok bagi para penggemarnya.

Unsur kebersamaan ketika bersantap juga menjadi nilai plus di Mbah Jingkrak karena ketika datang para pengunjungnya dipersilakan untuk memilih langsung berbagai sajian yang sudah tersedia untuk kemudian dibawakan ke meja setelah selesai dipilih lengkap dengan nasi dan minumannya. Penyajian di meja makan juga mirip layaknya rumah makan Minang sehingga saling berbagi menjadi kenikmatan tersendiri ketika bersantap di sini.

How

Meskipun di bagian depan restoran ini tampaknya tidak ada yang spesial, namun bila beranjak lebih masuk lagi maka anda akan menemukan bahwa restoran ini dirancang dengan meriah dan menggunakan berbagai pernak pernik yang ada untuk menghiasnya. Mulai dari wayang kulit, botol kecap, boneka, hingga sandal serta hiasan-hiasan lainnya yang berwarna warni menghias semua sudut yang tersedia.

Yang lebih menyenangkan adalah adanya outdoor space yang sangat memadai dan hangat serta ambiance­-nya diimbuhi oleh lagu-lagu bernuansa tradisional Jawa. Selain itu lokasi Jalan Setiabudi ini sangat dekat dengan perkantoran, sehingga jangan datang terlambat untuk makan siang atau anda bisa kehabisan tempat duduk.

Where
Jln. Setiabudi Tengah no. 11
Telp: +62.21.525.2605

Operational Hours
Setiap hari, 10 am – 10.30 pm

Price Range
IDR 30,000 – IDR 50,000 / orang (F&B)

—–

Mbah Jingkrak Setiabudi - Interior 2

DO YOU KNOW

  • Buah keluak/kluwek yang dipakai untuk memasak Rawon ternyata aslinya mengandung sianida dan sangat mematikan bila dikonsumsi langsung. Namun bila dipersiapkan secara matang menggunakan proses perebusan dan dikubur selama 40 hari maka racun tersebut akan hilang dan aman dipakai.
  • Masakan Jawa Tengah dan Jawa Timur dapat terbedakan secara keseluruhan dengan citarasanya. Masakan Jawa Tengah cenderung lebih manis dan tidak pedas sedangkan di Jawa Timur adalah kebalikannya, tidak terlampau manis dan lebih pedas.
  • Secara tradisional, minuman pendamping makan untuk orang Jawa adalah teh manis selama beratus-ratus tahun hingga Kopi sebagai sebuah alternatif baru diperkenalkan Belanda sekitar tahun 1600an akhir.
  • Migrasi penduduk Jawa sejak zaman kolonial ke berbagai belahan dunia mulai dari semenanjung Malaya hingga Afrika Selatan dan Suriname ternyata mengikutsertakan pengaruh kulinernya juga. Konon Botok khas Jawa diadopsi di Afrika Selatan dengan versinya sendiri dengan nama Bobotie.
  • Simplicity is the key! Perkembangan kuliner di Jawa terlihat lebih alami dan menghasilkan masakan-masakan yang terlihat lebih rustic dan sederhana  ketimbang hidangan-hidangan khas Sumatra yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan India dan Timur Tengah, yang notabene lebih kompleks proses pemasakannya.

—–

Linked - Kuliner Indonesia

—–

Published on Linked – Citilink in-flight magazine, May 2013 (unedited)

Belitong – Kenangan Yang Menanti Dikunjungi Kembali (Linked, April 2013)

Tanjung Kelayang - Pulau Lengkuas

Pulau Belitung menyisakan banyak kisah jauh hingga ke era kolonial terdahulu sebagai kepulauan yang kaya dengan berbagai hasil tambang khususnya timah. Setelah satu dekade lebih menjadi bagian dari propinsi baru Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kini Belitung telah berbenah dan semakin siap untuk menjadi destinasi wisata populer di Indonesia.

Beberapa tahun belakangan ini popularitas Belitung semakin terasa sebagai sebuah objek wisata nasional yang patut dibanggakan, terlebih lagi karena pamornya yang menanjak sebagai pulau yang melatari kisah novel laris Laskar Pelangi bahkan hingga menjadi tempat syutingnya yang memaparkan jelas berbagai keindahannya. Pulau Belitung sendiri memiliki begitu banyak pantai putih yang asri serta keunikan-keunikan lainnya dari seperti berbagai peninggalan bersejarah dan tentu saja, pesiar kuliner yang menyenangkan.

Dengan populasi kurang lebih hanya 200,000 jiwa saja, Pulau Belitung menawarkan kelegaan bernafas dan ruang gerak yang begitu luas khususnya bagi para wisatawan yang datang dari perkotaan sibuk seperti Jakarta, meskipun Tanjung Pandan sendiri sebagai ibukota kabupaten Belitung terbilang cukup ramai. Namun sesaat kita melangsungkan perjalanan keluar kota ini menuju tempat-tempat wisata di berbagai belahan pulau ini maka akan terasa betapa tenang serta santainya suasana Pulau Belitung ini sebenarnya.

Wilayah barat pulau ini dikenal dengan berbagai pantainya yang terkenal seperti Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi yang ramai dijejali pengunjung baik dari Bangka Belitung maupun wisatawan domestik lainnya khususnya di akhir pekan. Selain pantai-pantai ini, di wilayah kabupaten Belitung Timur terdapat Manggar sebagai ibukotanya yang terkenal sebagai ‘kota seribu warung kopi’ serta replika SDN Muhammadiyah dari novel Laskar Pelangi di daerah Gantong dan kesemua ini adalah catatan wajib kunjung selama berlibur di Belitung.

  • KABUPATEN BELITUNG

Tanjung Pandan

Meskipun tidak sepopuler Tanjung Kelayang maupun Tanjung Tinggi, kota Tanjung Pandan juga memiliki kawasan wisata pantai Tanjung Pendam yang menjadi tempat bersantai populer para warga kota ini. Di akhir hari, daerah ini berubah menjadi sentra kuliner bagi para warga untuk bersantap malam sembari menikmati angin sejuk serta suara deburan ombak. Selain itu, Tanjung Pandan juga memiliki berbagai situs bersejarah seperti museum timah, rumah-rumah Belanda era kolonial, serta replika rumah adat Belitung lengkap dengan berbagai atribut tradisionalnya.

Danau Kaolin
Danau Kaolin
Rumah Adat Belitung
Rumah Adat Belitung

Tidak jauh dari kota ini juga terdapat sebuah spot yang menghadirkan fenomena alam menarik. Danau Kaolin ini dahulunya adalah bekas proyek pertambangan kaolin yang belum direkondisi kembali sehingga air yang berada di danau ini berwarna seperti biru langit serta dikelilingi pasir dan bebatuan bekas tambang yang berwarna putih, menjadikan tempat ini surga bagi fotografi. Meskipun demikian, Danau Kaolin ini sebetulnya tidak didaulat sebagai destinasi wisata resmi.

Tanjung Kelayang

Tanjung Kelayang - Starting Point 2
Tanjung Kelayang

Terletak di ujung pulau Belitung bagian barat daya sejauh kurang lebih 20 km dari Tanjung Pandan, pantai Tanjung Kelayang adalah tempat wisata yang paling wajib dikunjungi. Selain karena memiliki pantai-pantai yang belum terjamah luas, Tanjung Kelayang juga memungkinkan para pengunjungnya untuk melakukan island hopping ke berbagai pulau di sekitarnya yang memiliki karakter tersendiri.

Tanjung Kelayang - On The Boat 1 Tanjung Kelayang - Beach

Cukup dengan menyewa perahu nelayan setempat, anda akan dibawa berlayar mengunjungi keunikan setiap pulau-pulau kecil tersebut. Misalnya di Pulau Burong, anda akan melihat susunan batu yang menyerupai burung garuda, atau Pulau Batu Berlayar yang memiliki dua batu granit raksasa menyerupai layar dengan pulau tersebut sebagai kapalnya.

Satu fenomena menarik yang hanya terlihat di saat air laut sedang surut adalah munculnya gosong atau tumpukan pasir yang muncul di atas lautan dan di sini dinamakan Pulau Pasir. Tidak hanya itu, di Pulau Pasir juga sering ditemui bintang laut berukuran besar yang bisa kita ajak berfoto bersama. Tapi tentunya jangan lupa untuk menaruh kembali bintang-bintang laut ini ke habitatnya di bawah permukaan air.

Tanjung Kelayang - Pulau Lengkuas - Mercu Suar 2 Tanjung Kelayang - Pulau Lengkuas - Mercu Suar 1

Di pulau lainnya seperti Pulau Kepayang, anda bisa menemukan tempat penangkaran penyu dan terumbu karang serta mengunjungi Pulau Lutong yang merupakan dua pulau terpisah namun dapat diseberangi dengan berjalan kaki ketika air laut sedang surut.

Tapi di antara sekian pulau ini yang paling terkenal justru adalah Pulau Lengkuas yang memiliki mercu suar yang berdiri sejak tahun 1882 setinggi belasan tingkat dan ratusan anak tangga. Cukup dengan memberikan sumbangan dan menanggalkan sepatu untuk menjaga kebersihan mercu suar ini, kita sudah bisa menaikinya hingga ke puncak. Meskipun terdengar melelahkan namun ketika mencapai puncak, dijamin keletihanpun akan sirna seketika dan pemandangan luar biasa indah dapat dinikmati dari segala penjuru puncak mercu suar ini.

Tanjung Kelayang - Pulau Lengkuas - View from top of light house 1 Tanjung Kelayang - Pulau Lengkuas - View from top of light house 3

Di puncak ini, kita dapat menyaksikan banyaknya pulau-pulau indah di sekeliling Pulau Lengkuas ini, lautan yang benar-benar bersih bahkan hingga terumbu karang saja terlihat dari ketinggian, serta langit biru dan angin sepoi-sepoi yang dijamin membuat siapapun enggan untuk turun kembali.

Tanjung Tinggi

Tanjung Tinggi 3

Beranjak kurang lebih 10 kilometer di timur Tanjung Kelayang terdapat tempat wisata populer unik yang juga menjadi salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi. Adalah Tanjung Tinggi yang merupakan pantai dengan bebatuan granit sangat besar yang saling tumpang tindih namun herannya tetap bertahan pada posisinya.

Fenomena ini menggoreskan kekhasan tersendiri bagi Tanjung Tinggi apalagi bila dikunjungi ketika menjelang matahari terbenam karena pemandangannya yang menakjubkan. Bayangkan hamparan laut, pantai, serta bebatuan granit dengan formasi unik yang disinari oleh indahnya mentari terbenam, tentu ini semua menggambarkan pengalaman romantis tersendiri bagi para pengunjungnya.

Tanjung Tinggi 2

Malamnya, jangan lupa mampir ke salah satu warung makan di sini untuk menikmati berbagai hidangan seafood. Perbedaan dengan seafood pada umumnya adalah penggunaan jenis ikan ilak dan ketarap yang jarang ditemukan di lokasi lain serta untuk pembakarannyapun menggunakan batok kelapa sehingga konon membuat hasil panggangannya akan terasa lembut dan mempertahankan kelembabannya namun tetap matang merata.

Selain seafood yang dipanggang, anda tidak boleh ketinggalan menikmati sop gangan yang menggunakan berbagai bumbu khas Indonesia seperti kunyit, lengkuas, cabe, terasi, dan asam jawa serta menggunakan ikan segar serta nanas sebagai penyegarnya. Rasanya yang nikmat pedas dan asam dijamin akan membuat anda senantiasa merindukan Belitung.

Petualangan di Belitung tidaklah lengkap bila belum mengunjungi Kabupaten Belitung Timur dengan ibukotanya Manggar yang terletak kurang lebih 70-80 kilometer dari Tanjung Pandan. Namun sebelum mencapai kota ini, perjalanan menyusuri daratan Belitung adalah sebuah observasi menarik yang membuat pulau ini terasa berbeda dengan tempat-tempat lain khususnya di Jawa.

Sebagai salah satu pulau penghasil timah terbesar di Indonesia selain Bangka, ternyata hampir tidak pernah ditemukan adanya sawah di pulau ini sehingga konon masyarakat Belitung mengkonsumsi beras yang dikirim dari wilayah lain. Namun tentunya ikan serta seafood menjadi komoditas yang dikonsumsi secara lazim setiap harinya, berbeda dengan Pulau Jawa dimana kita terbiasa melihat sawah dimanapun dan warganya yang lebih banyak mengkonsumsi daging sapi atau unggas setiap harinya. Tentu di Kepulauan Babel inilah menjadi kesempatan terbesar para wisatawannya untuk menikmati seafood dalam keadaan terbaik karena hasil laut di sana begitu berlimpah, lautnya yang lebih bersih serta warganya yang pandai meracik masakan lezat.

Berbicara kembali mengenai perjalanan ternyata jalanan di Belitung terbilang sepi dan jumlah mobil atau motor yang berpapasanpun terhitung jari apalagi bila berkelana jauh ke daerah-daerah. Tapi hebatnya, perjalanan ini terasa sangat lancar karena pemerintah setempat banyak membangun jalan baru dan merekondisi jalanan yang ada dengan sangat baik.

Tiba di Belitung Timur, berbagai objek-objek wisata baru berbeda dengan yang kita jumpai di barat menanti untuk dikunjungi.

  • KABUPATEN BELITUNG TIMUR

Vihara Dewi Kwan Im dan Pantai Burung Mandi

Belitung Timur - Pantai Burung Mandi 2

Pantai Burung Mandi
Pantai Burung Mandi

Di wilayah perbukitan Burung Mandi yang bertempat kurang lebih beberapa belas kilometer di utara Manggar terdapat dua objek wisata yang terkenal di Belitung. Pertama adalah Vihara Dewi Kwan Im yang terletak di lereng gunung menuju pantai. Vihara yang terpelihara baik ini ramai dikunjungi khususnya ketika Tahun Baru Cina namun untuk sehari-hari tetap dibuka untuk umum tanpa dikenakan biaya serta menjadi tempat yang cukup menarik untuk berfoto-foto sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya.

Vihara Kwan Im
Vihara Kwan Im

Lain dengan pantai-pantai yang memiliki bebatuan granit yang lazim dijumpai di wilayah barat, Pantai Burung Mandi merupakan hamparan luas pasir putih yang mengarah langsung laut lepas. Suasana di Pantai Burung Mandi ini terasa begitu nyaman dengan keteduhan pepohonannya, banyaknya nyiur melambai serta gazebo-gazebo kecil sebagai tempat bersantai sambil menikmati keindahan alam pantai ini. Mirip dengan pantai pada umumnya di Belitung, pada hari-hari tengah minggu dapat dipastikan anda dapat menikmati suasana tenang tanpa kehadiran banyak wisatawan yang biasanya baru memadatinya di akhir pekan.

Manggar

Bukit Manggar
Bukit Manggar

Tiba di Manggar pada siang hari maka yang pertama harus dilakukan adalah mendaki Bukit Manggar untuk bersantap siang di sana. Di bukit ini akan ditemukan beberapa restoran, café, serta penginapan nyaman yang cocok bila berencana untuk menghabiskan waktu lebih di wilayah Manggar. Dari Bukit Manggar ini makan siang terasa sangatlah menyenangkan dengan pemandangan langsung ke arah kota maupun langsung ke lautan.

Selesai bersantap siang tentunya tidak ada yang lebih nikmat selain menikmati seruput kopi khas Manggar yang terkenal enak. Tidak perlu bersusah payah mencari kedai kopi dari sekian banyak yang tersedia di kota ini. Cukup memilih satu dan nikmatilah sore yang sejuk dengan segelas kopi susu hangat.

Replika SDN Muhammadiyah

Gantong - SDN Muhammadiyah 1

SDN Muhammadiyah Gantong
SDN Muhammadiyah Gantong

Beranjak ke arah barat dari Manggar maka tibalah kita di Kecamatan Gantong, tempat cerita legendaris Laskar Pelangi dimulai. Wilayah ini menjadi terkenal karena replika SDN Muhammadiyah yang menjadi lokasi syuting film tersebut terbuka untuk dikunjungi oleh umum. Terletak di tengah suasana pedesaan, sekolah yang dirancang terlihat sangat sederhana ini tetap menjadi tujuan menarik bagi para wisatawan khususnya para penggemar dari kisah heroik anak-anak Belitong ini. Konon SDN Muhammadiyah yang asli terletak tidak jauh dari sini namun sudah berganti dengan bangunan baru dan replika ini malah membawa nilai historis tersendiri bagi para pengunjungnya.

Bendungan Pice

Gantong - Bendungan Pice
Bendungan Pice

Masih di Kecamatan Gantong, Bendungan Pice menjadi kunjungan penutup di Kabupaten Belitung Timur. Dibangun pada masa kolonial Belanda, bendungan ini dikhususkan untuk membantu transportasi kapal-kapal pengangkut timah dari pertambangan di sekitarnya. Bendungan ini dekat dengan pemukiman warga dan menjadi tempat bersantai warga menikmati suasana sore. Meskipun bendungan ini masih tetap beroperasi, namun sayangnya pemerintah setempat tidak menahbiskan bendungan ini sebagai tempat yang memiliki nilai historis.

Genap sudahlah pertemuan dengan Pulau Belitung yang ternyata masih tetap banyak menyisakan kisah yang harus ditelusuri lagi di lain waktu. Tidak hanya Belitung mengenalkan saya dengan sebuah lukisan alam yang asri, namun berisi petualangan menarik mulai dari budaya, makanan, dan pengetahuan. Segores bagian hati ini sengaja ditinggalkan demi suatu waktu kelak pulau yang indah ini akan saya kunjungi lagi dan bukan tidak mungkin di kesempatan itu hati ini akan ditambatkan untuk seterusnya.

Sampai jumpa, Belitong tercinta!

—–

DO YOU KNOW

Pulau Belitung yang dahulunya disebut sebagai Billiton ini merupakan koloni Inggris hingga pada awal abad 19 diadakanlah perjanjian antara Inggris dan Belanda yang pada dasarnya menukar beberapa wilayah koloni Inggris di Indonesia dengan wilayah Belanda di semenanjung Malaya. Berangkat dari perjanjian ini, maka terbentuklah cikal bakal wilayah berdirinya Malaysia dan Singapura modern sebagai ex-koloni Inggris dan negara Indonesia sebagai mantan koloni Belanda.

FAST TRACK

  • Kabupaten Belitung:

Tanjung Pandan – Rumah Adat Belitung – Danau Kaolin – Tanjung Kelayang (wisata pulau-pulau) – Tanjung Tinggi

  • Kabupaten Belitung Timur:

Vihara Dewi Kwan Im – Pantai Burung Mandi – Manggar – Bukit Manggar – SDN Muhammadiyah, Gantong – Bendungan Pice

Mie Atep
Mie Atep

MUST TRY

Selain Sop Gangan yang merupakan hidangan khas dari Belitung, jangan lewatkan Mie Belitung khas Atep di dekat alun-alun kota Tanjung Pandan. Hidangan mie ini uniknya disajikan sekaligus dengan berbagai topping penuh warna seperti udang, kentang, tauge, tahu goreng, bakwan, emping, serta disiram dengan kuah kental manis dan gurih! Selain itu jangan lupa juga untuk menikmati secangkir kopi di Warung Kopi Ake yang sudah terkenal selama 3 generasi serta bersantap Suto Belitung yang khas.

Find yourself huge Patricks here!
Find yourself huge Patricks here!

TRAVELERS TIPS

  • Ingin berpetualang keliling Belitung secara komplit dalam waktu singkat? Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih starting point paling strategis untuk tempat menginap anda. Sepanjang Jalan Pattimura di pinggir kota Tanjung Pandan yang menghadap ke selat Gaspar memiliki banyak pilihan hotel yang tepat sesuai anggaran liburan anda.
  • Moda transportasi paling nyaman untuk berkeliling pulau saat ini hanyalah mobil sewaan. Harga penyewaan sehari berada di kisaran Rp 350,000an dan baiknya dilengkapi juga dengan driver/guide untuk kemudahan mencapai destinasi objek wisata yang anda tuju.
  • Penyewaan perahu nelayan di Tanjung Kelayang adalah satu harga yang sama untuk sehari penuh, sehingga bila cuaca tengah baik disarankan untuk menikmati semua keindahan pulau-pulau di sana. Selain itu jangan lupa untuk mencoba menikmati santap siang ketika berada di atas kapal, sungguh pengalaman yang tidak tergantikan. Di sore hari, mampirlah ke salah satu pulau untuk mereguk segarnya air kelapa muda.
  • Berkunjung ke Belitung tidak lengkap rasanya bila tidak berlibur juga ke Pulau Bangka. Cara termudah adalah melalui dengan penerbangan dari Bandara Hanandjoeddin di Pangkal Pinang atau menggunakan ferry dengan harga terjangkau namun memakan waktu kurang lebih 4 jam yang diberangkatkan dari dermaga Laskar Pelangi tidak jauh dari kota Tanjung Pandan.

INTERESTING FACTS

  • Warga Manggar yang gemar menikmati kopi ternyata tidak langsung bubar setelah mereka menghabiskan kopi mereka di satu kedai. Setelah itu mereka pindah ke kedai lain, memesan kopi baru, dan kembali bercengkerama dengan warga lainnya.
  • Tanjung Kelayang merupakan titik persinggahan tur pelayaran Sail Wakatobi-Belitong pada 2011 lalu yang membawa ratusan kapal dari Darwin, Australia ketika mengarungi berbagai pulau-pulau indah di Indonesia hingga akhirnya berlabuh di Singapura.

—–

Linked - Belitong 1 Linked - Belitong 2

—–

Published on Linked – Citilink in-flight magazine, April 2013 (unedited)

Jelajah Kuliner Negeri Kincir Angin di Jakarta (Linked, April 2013)

Paviljoen Kota - Exterior Paviljoen Kota - Interior 1

  • PAVILJOEN KOTA

What

Warisan resep kolonial a la Paviljoen Kota di antara suasana glamor sebuah shopping mall paling mutakhir di Jakarta.

Why

Kehadiran Paviljoen Kota di tengah begitu banyaknya pilihan bersantap tradisional Indonesia maupun kuliner modern di Kota Kasablanka ternyata mengundang tetap mengundang rasa penasaran. Tidak hanya restoran ini menyajikan berbagai santapan lokal seperti nasi goreng hingga semur jengkol, tapi ternyata aspek nostalgia secara penampilan serta hadirnya berbagai pilihan sajian dengan pengaruh kental Negeri Belanda.

Misalnya saja terdapat Selat Sunda (biasa lebih dikenal dengan Selat Solo) yang merupakan hidangan steak dengan aksen Belanda  seperti keberadaan kentang tumbuk, sayuran yang dipotong dengan rapi, mayones, telur goreng, serta saus gurih kental yang khas. Untuk pilihan lainnya opsi-opsi menarik makanan pembuka khas Belanda seperti huzarensla (salad Belanda), bitter ballen dan rissole (cemilan khas Belanda yang sudah sangat dikenal), bruine boon soup (sup kacang merah), hingga hidangan utama lainnya yang khas seperti bistik lidah dan masakan dengan pengaruh Jerman seperti beef stroganoff yang ternyata cocok dengan tema nostalgia Paviljoen Kota.

Selat Sunda
Selat Sunda
Beef Stroganoff
Beef Stroganoff

How

Area indoor didesain dengan aksen-aksen dinding yang menggambarkan suasana era kolonial, namun di bagian luar ternyata suasana itu tetap dipertahankan dengan penggunaan berbagai meubel dengan kesan Eropa klasik. Suasana hangat dan intim di bagian outdoor ternyata menarik para pengunjung dan suasana rileks di sayap khusus pesiar kuliner di Kota Kasablanka ini ternyata membuat betah para penggemar makanan untuk tinggal berlama-lama.

Where
Kota Kasablanka, 1st floor FS – U29
Jalan Casablanca Raya Kav. 88 – Jakarta
Telp: +62.21.2948.8502

Operational Hours
Setiap hari, jam 10 pagi hingga 10 malam (sesuai jam operasional mall)

Price Range
IDR 75,000 – IDR 100,000 / orang (F&B)

Website:              http://www.paviljoenkota.com/
Facebook:           https://www.facebook.com/PaviljoenKota
Twitter:                https://twitter.com/PAVILJOENKOTA (@PAVILJOENKOTA)

—–

Dijan's - Interior 2 Dijan's - Interior 1
  • DIJAN’S PANNEKOEKEN & POFFERTJES

What

Resep-resep sajian Belanda a la Dijan’s yang tersembunyi di balik kesejukan dan ketenangan dinding-dinding rumah bernuansa art deco.

Why

Dijan’s memang dikenal sebagai salah satu restoran yang menjadikan panekuk (pannekoeken) serta poffertjes dan berbagai varian serta topping yang digunakan begitu banyak dan menggiurkan, tapi tentu hidangan utama khas Belanda menjadi ciri khas tersendiri juga yang dimiliki restoran ini.

Misalnya saja dua hidangan legendaris Belanda yang berpenampilan rustic tapi berlimpah dengan bahan serta bumbu yang mengundang selera yaitu pada hutspot dan stamppot. Kali ini hutspot yang biasa menggunakan kentang tumbuk diganti dengan tumisan kentang dan berbagai macam sayuran serta dipadukan dengan gehaktballen atau bola-bola daging sapi cincang dan saus manis gurih khas Belanda.

Sedangkan kentang tumbuk pada stammpot dipadukan dengan spinazei (bayam) sehingga warna pada masakan ini semakin menarik apalagi setelah digabungkan dengan potongan sosis sapi serta saus dengan dasar tomat yang sedikit pedas dan dilimpahi bawang bombay. Ditambah dengan panekuk dan poffertjes, tentu masakan-masakan ini mengukuhkan Dijan’s sebagai salah satu restoran pilihan untuk sajian khas Negeri Belanda di Jakarta.

Stammpot met Spinazei
Stammpot met Spinazei
Hutspot met Gehakt
Hutspot met Gehakt

How

Suasana rumah dengan pengaruh arsitektur art deco ini tidak hanya luas dan nyaman namun diimbuhi berbagai dekorasi dan pernak pernik yang mengingatkan segera suasana pedesaan di Negeri Kincir Angin. Meskipun beberapa sisi memerlukan perbaikan tapi secara keseluruhan, suasana yang homey dan tenang yang tersembunyi di balik riuh rendahnya jalanan Kemang ternyata memberikan kenyamanan tersendiri bagi pengunjungnya.

Where
Jalan Kemang Selatan no. 102A
Telp: +62.21.7179.3538

Operational Hours
Setiap hari, jam 10 pagi hingga 10.30 malam (weekday), 11.30 malam (weekend)

Price Range
IDR 75,000 – IDR 100,000 / orang (F&B)

—–

Paviljoen Kota - Outdoor Paviljoen Kota - Interior 2

DO YOU KNOW

  • Rijstaffel, meskipun memiliki nama dari kosakata Bahasa Belanda, adalah hidangan legendaris nan mewah peninggalan era kolonial Belanda yang terdiri dari belasan hingga puluhan masakan terbaik Nusantara yang disajikan bersamaan oleh belasan pelayan sekaligus.
  • Konon hidangan ini merupakan kebanggaan Belanda atas kekayaan tanah yang dikuasainya dan sempat dicekal oleh Sukarno, presiden pertama Republik Indonesia, karena mengandung nilai-nilai penjajahan. Kini rijstaffel masih dapat ditemukan di beberapa restoran di Indonesia khususnya di Bali dan di manca negara seperti Belanda sendiri, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan.
  • Karena rijstaffel merupakan hidangan mahal dan mengandung banyak elemen masakan Nusantara yang memerlukan proses lama dalam pembuatannya, maka warga Belanda lebih senang menyajikan masakan-masakan simpel sebagai penggantinya seperti nasi goreng, sate, pisang goreng, sambal, dan lain-lain.
  • Pertukaran budaya sebagai akibat dari penjajahan Belanda secara tidak sadar diteruskan hingga kini. Misalnya saja seperti yang disebutkan tadi, warga Belanda mengadopsi sajian khas Nusantara yang simpel namun di sisi lain, warga Indonesia gemar untuk membuat kue-kue khas Belanda khususnya ketika menjelang hari raya seperti nastaar, kaastengels, dan kue-kue lain yang unik dan lezat yang ternyata masih dapat ditemui di berbagai toko roti klasik seperti Braga Permai (Bandung) atau Toko Oen (Semarang, Malang).

—–

Linked - Kuliner Belanda

—–

Published on Linked – Citilink in-flight magazine, April 2013 (unedited)

Berburu Makanan Khas Kota Kembang (Linked, March 2013)

Dengan reputasi besar sebagai kota wisata paling sibuk di Jawa, Bandung tidak serta merta memanjakan pengunjungnya dengan sisi modernitas kulinernya semata. Justru berbagai sajian klasik maupun tradisional kota ini kian hari semakin memberikan warna warni dinamika kuliner kota Bandung dengan segala keunikan serta kelezatannya.

—–

THE TRADITIONALS

  • LUMPIAH BASAH

Lumpiah Basah Stall Lumpiah Basah

Lumpiah basah memang selalu cocok sebagai kudapan di setiap saat. Bayangkan saja tumisan bengkoang, tauge, dan telur bercampur dengan sambal dan bumbu serta diisikan ke dalam kulit lumpiah yang telah dilumuri saus manis kental gula merah dan sagu kemudian digulung menjadi satu. Nikmat dan murah meriah! Rasanya kedai manapun yang menyajikan ini akan selalu menjadi incaran!

Where? – All over Bandung!

  • LOTEK

Lotek Kelenteng - Lotek

Berbagai versi lotek mulai dari perbedaan komposisi sayuran serta citarasa yang berbeda di setiap penjualnya memang menjadikan masakan ini selalu kaya dengan variasi. Salah satunya yang paling nikmat adalah versi Encim Tan sejak tahun 1960an yang menyajikannya bersama potongan nangka muda yang lezat sebagai tambahan dari sayur-sayuran lain seperti kangkung, tauge, kol serta tahu goreng. Selain lotek, Encim Tan juga menyediakan hidangan sayuran khas lainnya seperti tahu petis serta petis kangkung yang tidak kalah menggiurkannya.

Where? – Lotek Kelenteng – Jalan Klenteng Dalam no. 34

  • KUPAT TAHU

Kupat Tahu Gempol - Kupat Tahu

Bukan ketoprak, bukan juga lontong balap. Dibandingkan saudara-saudaranya dari Jakarta dan Surabaya itu, kupat tahu cenderung lebih sederhana dalam penyajiannya. Bermodalkan komposisi irisan ketupat/lontong  serta tauge dan tahu saja, kupat tahu lebih berimprovisasi dengan sausnya – kacang atau petis. Kelezatan dari kesederhanaan ini tetap menjadi idaman warga Bandung bersantap pagi maupun siang. Salah satu yang paling favorit di Bandung adalah Kupat Tahu Gempol dengan rasa gurih dan kaya dari saus kacangnya yang bersanten, tahu Cibuntu nan lezat, dan diracik oleh keahlian Ibu Yayah sejak tahun 1965!

Where? – Kupat Tahu Gempol – Jalan Gempol (depan pasar)

  • MIE KOCOK

Mie Kocok Mang Dadeng - Mie Kocok

Lain dengan mie bakso yang terkenal menjadi santapan siapapun di berbagai penjuru di pulau Jawa, mie kocok menggunakan jenis mie kuning pipih serta kaldu gurih dari kaki sapi. Dalam penyajiannyapun bakso hanyalah pendamping tambahan belaka. Bintang utamanya di hidangan ini justru adalah kikil. Salah satu yang terkenal di Bandung, Mie Kocok Mang Dadeng, menyajikan juga mie kocok yang dilengkapi sumsum yang pastinya makin memanjakan lidah penikmatnya!

Where? – Mie Kocok Mang Dadeng – Jalan Banteng no. 67

  • SOTO BANDUNG

Soto Bandung Ojolali - Soto Bandung

Keunikan soto khas Kota Kembang ini adalah kuahnya yang bening dan dilengkapi potongan tipis-tipis dari lobak dan kacang goreng. Selain itu soto ini menggunakan potongan daging sapi sebagai sumber proteinnya. Paduan rasanya lebih berirama gurih dan cocok untuk ditambahkan kecap manis. Pengusung paling legendarisnya sejak tahun 1940an adalah Soto Bandung Ojolali. Penggunaan kata Jawa untuk sebuah masakan khas Bandung? Kenapa tidak? Buktinya kenikmatan soto ini kini semakin dikenal dengan beberapa cabangnya Ojolali yang sudah tersebar di berbagai wilayah kota Bandung.

Where? – Soto Bandung Ojolali – Jalan Cibadak no.79

—–

DO YOU KNOW

Sumber Hidangan (d/h Het Snoephuis) di Jalan Braga adalah salah satu dari sedikit toko roti di pulau Jawa dengan status legendaris karena keberadaannya sejak jaman kolonial Belanda. Kini Sumber Hidangan dengan penampilan klasiknya yang timeless namun tetap konsisten menyajikan produk-produk pastry beragam dengan nama-nama unik berbahasa Belanda serta cita rasa yang tidak berubah sejak tahun 1929.

FAST TRACK

Oleh-oleh dari Bandung tidak jauh dari sebutan pisang molen Kartika Sari atau brownies kukus khas Amanda serta kue-kue dari Soes Merdeka maupun Prima Rasa. Khusus untuk Kartika Sari dan Amanda, keduanya kini telah membuka dua gerai terbesarnya yang terletak strategis di Jalan Ir. Haji Juanda (Dago) dan selalu padat dikunjungi para wisatawan khususnya di akhir pekan.

FUN FACT

Martabak Manis yang menjadi kudapan malam istimewa di Indonesia kerap juga dikenal sebagai Martabak Bandung. Konon para imigran dari Hakka yang awalnya berlabuh di Pulau Bangka menciptakan masakan ini di sana, namun beberapa di antaranya bermigrasi ke kota Bandung dan menjadikan makanan ini semakin populer hingga dikenal luas ke mancanegara.

—–

ONE STOP DINE-OUT

Opsi-opsi lain untuk menikmati berbagai keunikan kuliner kota Bandung? Jangan lupa untuk mengunjungi tempat-tempat sebagai berikut!

  • Paskal Food Market (Paskal Hypersquare – Jalan Pasir Kaliki)

Paskal Hypersquare - Signboard Paskal Hypersquare - Hawkers and Dining Tables

Dengan suasana alfresco, tertata cantik, dan membanggakan diri dengan 1100 menu masakan khas dari berbagai kedai maupun restoran ternama di kota Bandung, Paskal Food Market adalah one-stop place untuk pesiar kuliner yang tidak boleh dilewatkan.

  • Braga Permai d/h Maison Bogerijen (Jalan Braga)

Sumber Hidangan - Interior

Bicara kuliner Eropa ‘jadul’ dan es krim klasik, Braga Permai yang dulunya adalah tempat hang out kaum priyayi dan kolonialis Belanda ini memang satu-satunya di kota Bandung. Nikmati keunikan Jalan Braga sembari bersantap di sini.

  • The Kiosk (Braga Citywalk, Toko Setiabudhi, Jalan Ir. H. Juanda)

The Kiosk - Facade

Terinspirasi dari konsep hawkers center, The Kiosk berinisiatif sejak beberapa tahun lampau untuk mengumpulkan berbagai kuliner lokal terkenal untuk turut membuka ‘kios’ makanan di sentra kuliner yang kini bertempat di beberapa lokasi strategis di kota Bandung.

  • Pusat Kuliner Jalan Cibadak (Jalan Cibadak)

Jalan Cibadak yang ramai dan padat oleh aktivitas bisnis di siang hari disulap menjadi sebuah wisata kuliner tradisional pada malam harinya. Di kawasan yang banyak ditinggali etnis Tionghoa ini ternyata memberikan sentuhan tersendiri pada berbagai pilihan kulinernya.

—–

Linked Mar 2013 - Street Food (1) Linked Mar 2013 - Street Food (2)

—–

Published on Linked – Citilink in-flight magazine, March 2013 (unedited)