Tag Archives: Kabare

Staycation: The Trans Luxury Hotel – Bandung, Indonesia (Trans Group) (Kabare, December 2012)

The Trans Hotel - The Spa

Perkembangan pariwisata di Bandung telah mencapai puncaknya dalam beberapa tahun belakangan ini. Mulai dari hotel budget hingga hotel berbintang telah melakoni kekuatan dan ciri khasnya masing-masing di berbagai wilayah Kota Kembang ini. Tapi di antara semua itu, baru pertama dan satu-satunya hingga saat ini yang memberanikan diri berintegrasi dengan sebuah kawansan yang terdiri dari berbagai fasilitas seperti mall dan theme park. Itulah The Trans Luxury Hotel.

Bandung Supermal (BSM) telah dikenal masyarakat Bandung belasan tahun terakhir sebagai salah satu mall favorit di wilayah Bandung Selatan. Keunggulannya sejak dulu adalah infrastrukturnya yang sudah dirancang komplit, siap menampung kapasitas besar serta menempati lahan yang luas sehingga menjadikan siapapun yang hendak mengembangkan potensi ini bisa jadi akan melakukan sebuah gebrakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota ini.

The Trans Hotel - The Grand Ballroom Foyer The Trans Hotel - 18th Club Lounge

Adalah seorang Chairul Tanjung, seorang pebisnis yang terkenal dengan perusahaan media dan perbankannya, yang dengan jeli memanfaatkan peluang ini. Dalam waktu yang terbilang singkat, ia berhasil menyulap mall ini dengan renovasi ulang sehingga lebih modern, serta dilengkapi theme park Trans Studio keduanya setelah buka di Makassar beberapa tahun silam. Tidak hanya itu, lengkap sudah akhirnya kawasan terpadu ini dengan keberadaan sebuah hotel mewah perdana dari grup konglomerasi ini.

Sambutan yang elegan

The Trans Luxury Hotel diresmikan Juni lalu oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono beserta segenap jajaran menteri dan petinggi propinsi Jawa Barat. Dengan tagline ‘Pride of Indonesia’, hotel ini memililki kapasitas 282 kamar eksklusif di bangunan setinggi 18 lantai. Dari penampilan luar, The Trans Luxury Hotel berdiri megah dengan warna merah yang eksplisit menyimbolkan kemewahan.

The Trans Hotel - The Grand Ballroom The Trans Hotel - The Beach Pool

Memasuki lobinya maupun kamarnya, pengunjung akan disambut dengan lantai Serpiente yang merupakan salah satu jenis marmer khusus dari Italia yang eksklusif. Selain itu aksen-aksen khas negeri Tiongkok juga cukup kental mewarnai lobi hotel ini, seperti contohnya Crystal Dragon setinggi 11 meter yang dibuat dari kristal-kristal Swarovski. Meja resepsionisnya saja dihias oleh lukisan dengan gaya Cina yang dikreasikan selama tiga bulan. Konon lukisannya menyimbolkan gotong royong, kerja keras, dan kemakmuran.

Pesona hotel berbintang enam

Pesona itu terus berlanjut hingga ke kamar tidurnya yang sudah mengikuti tren masa kini dengan berbagai fitur menarik di dalamnya. Setiap kamar memiliki TV layar LED berukuran 46’ yang interaktif, amenities dari Acqua di Parma, tempat tidur mewah dengan seprai dari katun Mesir, docking station khusus berbagai peranti Apple (iPod, iPhone, dan iPad), internet bebas pakai di seluruh area, serta hal-hal lainnya yang tentunya menambah nilai dari pengalaman menginap para tamunya.

Khusus untuk Presidential Suite-nya yang hanya berjumlah satu ini dan dibanderol dengan harga 25 juta rupiah untuk semalam ini memiliki living room sekaligus dining room yang terpisah . Begitu pula untuk Celebrity Suite yang merupakan satu kelas di bawahnya dengan living room eksklusif yang terpisah. Kedua jenis kamar ini dilengkapi dengan butler khusus yang siap melayani 24 jam, Jacuzzi, dan dapur mini.

Untuk kebutuhan MICE yang kini semakin tinggi di keseharian dunia bisnis di Bandung, The Trans Luxury Hotel juga tidak ketinggalan mempersembahan convention center raksasa yang berkapasitas hingga 4,000 orang dengan akses langsung ke mall. Pilihan berikutnya tentu jatuh ke Grand Ballroom yang bisa menampung hingga 2,000 orang serta 18 board room khusus untuk berbagai keperluan meeting. Selain menggunakan ballroom bagian terrace garden hotel ini juga bisa difungsikan untuk berbagai acara outdoor mulai dari barbeque party hingga pesta pernikahan.

Tujuan prima pesiar kuliner dan wisata belanja

Sudah barang tentu tidak lengkap bila melewati bagian berwisata di kawasan terpadu ini. Pertama adalah mengunjungi bagian mall-nya yang kini berubah nama menjadi Trans Studio Mall (TSM).  TSM kini telah menjelma menjadi mall yang modern dengan berbagai toko bermerk, pilihan pesiar kuliner yang tidak terbatas, hingga tentunya bioskop. Namun yang tidak boleh ketinggalan bila tengah menginap di sini adalah untuk mengunjungi Trans Studio yang memiliki wahana bermain hingga berjumlah puluhan.

The Trans Luxury - 18th Lounge The Trans Hotel - The Restaurant

Untuk pilihan kuliner di hotel sendiri terdapat The 18th Restaurant and Lounge yang terletak di rooftop hotel. The 18th Restaurant and Lounge tidak hanya berpenampilan romantis dengan konsep candle light dinner tapi juga menyediakan spot outdoor dimana kita dapat menikmati panorama kota Bandung yang disertai hidangan-hidangan lezat. The 18th Restaurant menyediakan berbagai hidangan masakan Barat dan Jepang seperti pan fried foie gras, apple compote, dan juga daging sapi Wagyu yang dipanggang sempurna. Untuk menu lokal, tentu tidak ketinggalan sop buntutnya yang banyak direkomendasikan para pengunjung setianya.

Elegan, mewah dan eksklusif, begitulah kedatangan megah hotel perdana Trans Group di kota Bandung ini. Dengan ini kota Bandung sudah mencapai sebuah era baru dan keberadaan kompleks terpadu ini tentu telah membawa sebuah konsep segar dalam membangun industri pariwisatanya lebih jauh lagi.

—–

THE TRANS LUXURY HOTEL

Jalan Jend. Gatot Subroto no. 289

Bandung – Indonesia

+62.22.8734.8888

http://www.thetranshotel.com/

—–

Featured on Kabare – December 2012 Edition

Pictures courtesy of The Trans Luxury Hotel

Staycation: Pullman Central Park – Jakarta, Indonesia (Accor) (Kabare, January 2013)

Pullman CP - Facade

Accor Group, raksasa hospitality asal Perancis, kini telah terhitung satu tahun lamanya memperkenalkan Pullman sebagai salah satu brand bintang limanya di Indonesia. Hotel pertamanya yang terletak di Legian – Bali telah menuai sukses dan disusul dengan dua hotel lagi di Jakarta. Yang patut dicatat adalah penampilan Pullman Central Park, Jakarta yang telah apik membawa dirinya ke kancah persaingan industri hospitality di ibukota dan berikut adalah gambaran unik konsep yang dibawanya.

Pullman adalah brand bintang lima pertama dari Accor yang mencapai Indonesia setelah beberapa tahun sebelumnya didahului dengan brand budget dan kelas menengah seperti Formule 1, Ibis, Mercure dan juga Novotel. Tidak lama dari sekarang Pullman akan berekspansi ke beberapa lokasi baru dan kemudian disusul segera dengan brand termewah dari Accor yaitu Sofitel.
Pullman CP - Lobby

Pullman Central Park terbilang cukup berani mendobrak pasaran hotel bintang lima di Jakarta yang umumnya berlokasi sentral di pusat kota. Dalam hal ini, Pullman Central Park menempatkan diri di wilayah Jakarta Barat, sebuah wilayah yang tidak terlalu sentral secara bisnis namun tidak jauh dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Menariknya, Pullman Central Park mengintegrasikan dirinya dengan Podomoro City Superblock yang dimana di dalamnya terdapat berbagai situs perkantoran, pertokoan, apartemen, serta sebuah mall yang merupakan salah satu yang terbaik di Jakarta.

Dominasi desain pop art & kontemporer industrial

Secara penampilan eksterior Pullman Central Park terlihat seperti pada umumnya tapi yang mengejutkan adalah desain interiornya yang begitu unik sekaligus berani. Sentuhan kemewahan tentu selalu ada namun hotel ini membawanya ke dimensi baru dimana desain modern, minimalis, dan bergaya industrial menjadi sangat lekat di setiap penjuru mulai dari lobby, restoran, fitness center, spa koridor-koridornya, hingga ke kamar. Tidak hanya di situ, Pullman Central Park bahkan menginginkan adanya sentuhan hasil karya Indonesia ke dalamnya sesuai dengan kebijakan Accor yang senantiasa menerapkan penyesuaian dengan kultur lokal dimanapun mereka berada.

Diboyonglah berbagai seniman lokal, khususnya dari Yogyakarta, untuk menciptakan berbagai artwork yang sedikit banyak menyesuaikan tema utamanya yaitu pop art, genre baru kreasi dari seniman Andy Warhol asal Amerika Serikat. Hasilnya adalah berbagai sudut di Pullman Central Park berisi berbagai hasil karya unik mulai lukisan, patung, pecah belah, hingga motif dan bentuk-bentuk eklektik dari kursi, karpet, lampu, hingga berbagai hiasan lain. Semuanya menjadikan Pullman Central Park bukan hanya sebagai hunian sementara yang dikenang hanya karena faktor hospitality-nya saja namun juga sebagai sanggar seni yang mengesankan. Meskipun tentunya para pengunjung harus bersiap-siap menerima tampilan visual yang terkesan mendobrak apa yang biasa publik persepsikan sebagai karya seni pada umumnya.

Pilihan sentral keperluan bisnis & hiburan

Memasuki kamar tidur tipe Deluxe, apa yang dihadirkan ternyata tidak kalah artistik sekaligus mengejutkan. Menarik untuk dicermati bahwa apa yang ditemui setelah membuka pintu adalah sebuah ruang kaca untuk shower serta kamar mandi secara keseluruhan. Barulah setelah menapaki lorong kecil di sampingnya lalu sebuah ruang tidur yang nyaman telah menanti. Kenyamanan tetap terasa dan pemandangan ke arah para gedung pencakar langit Jakarta selalu menjadi nilai plus yang tidak pernah membosankan. Yang lebih elegan lagi tentu adalah Executive Suite yang memiliki kamar tidur dengan king size bed serta ruang keluarga khusus yang dilengkapi home theatre dan sebuah coffee machine modern untuk secangkir kopi yang menemani saat santai di kamar.

Pullman CP - Executive Suite Pullman CP - Executive Suite Living Room

Pullman Central Park terbilang cukup berani mendobrak pasaran hotel bintang lima di Jakarta yang umumnya berlokasi sentral di pusat kota. Dalam hal ini, Pullman Central Park menempatkan diri di wilayah Jakarta Barat, sebuah wilayah yang tidak terlalu sentral secara bisnis namun tidak jauh dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Menariknya, Pullman Central Park mengintegrasikan dirinya dengan Podomoro City Superblock yang dimana di dalamnya terdapat berbagai situs perkantoran, pertokoan, apartemen, serta sebuah mall yang merupakan salah satu yang terbaik di Jakarta.

Dominasi desain pop art & kontemporer industrial

Secara penampilan eksterior Pullman Central Park terlihat seperti pada umumnya tapi yang mengejutkan adalah desain interiornya yang begitu unik sekaligus berani. Sentuhan kemewahan tentu selalu ada namun hotel ini membawanya ke dimensi baru dimana desain modern, minimalis, dan bergaya industrial menjadi sangat lekat di setiap penjuru mulai dari lobby, restoran, fitness center, spa koridor-koridornya, hingga ke kamar. Tidak hanya di situ, Pullman Central Park bahkan menginginkan adanya sentuhan hasil karya Indonesia ke dalamnya sesuai dengan kebijakan Accor yang senantiasa menerapkan penyesuaian dengan kultur lokal dimanapun mereka berada.

Diboyonglah berbagai seniman lokal, khususnya dari Yogyakarta, untuk menciptakan berbagai artwork yang sedikit banyak menyesuaikan tema utamanya yaitu pop art, genre baru kreasi dari seniman Andy Warhol asal Amerika Serikat. Hasilnya adalah berbagai sudut di Pullman Central Park berisi berbagai hasil karya unik mulai lukisan, patung, pecah belah, hingga motif dan bentuk-bentuk eklektik dari kursi, karpet, lampu, hingga berbagai hiasan lain. Semuanya menjadikan Pullman Central Park bukan hanya sebagai hunian sementara yang dikenang hanya karena faktor hospitality-nya saja namun juga sebagai sanggar seni yang mengesankan. Meskipun tentunya para pengunjung harus bersiap-siap menerima tampilan visual yang terkesan mendobrak apa yang biasa publik persepsikan sebagai karya seni pada umumnya.

Pilihan sentral keperluan bisnis & hiburan

Memasuki kamar tidur tipe Deluxe, apa yang dihadirkan ternyata tidak kalah artistik sekaligus mengejutkan. Menarik untuk dicermati bahwa apa yang ditemui setelah membuka pintu adalah sebuah ruang kaca untuk shower serta kamar mandi secara keseluruhan. Barulah setelah menapaki lorong kecil di sampingnya lalu sebuah ruang tidur yang nyaman telah menanti. Kenyamanan tetap terasa dan pemandangan ke arah para gedung pencakar langit Jakarta selalu menjadi nilai plus yang tidak pernah membosankan. Yang lebih elegan lagi tentu adalah Executive Suite yang memiliki kamar tidur dengan king size bed serta ruang keluarga khusus yang dilengkapi home theatre dan sebuah coffee machine modern untuk secangkir kopi yang menemani saat santai di kamar.

Collage

Yang layak menjadi juara pada sekian banyak tampilan menggiurkan berbagai masakan di Collage adalah grilled shortribs khas Chef Eric yang membutuhkan proses slow cooking selama 72 jam. Kelembutan dan gurihnya daging yang kemudian diberikan saus barbeque ini adalah sesuatu yang tidak boleh dilewatkan. Selain tentunya berbagai hidangan lain seperti pilihan micro food untuk makanan pembuka, masakan India, Indonesia, serta Eropa tersaji begitu berwarna hingga makanan penutup.

Di lantai dasar, BUNK bisa menjadi pilihan tempat bekerja sekaligus bersantai dengan hidangan-hidangan tapas-nya yang beragam seperti The Warhol Platter yang terdiri dari eggplant caviar, grissini dengan beef bacon dan keju, terrine hati angsa, ikan gindara dengan caper dan saus tartar, dan banyak pilihan lainnya.

Keseluruhan pengalaman ini merupakan hal unik yang sulit dibandingkan apalagi dengan lengkapnya fasilitas pendukung baik dari hotel ini sendiri maupun mall yang berkaitan langsung dengannya. Kesibukan masa kini dan kemacetan kota Jakarta dimanfaatkan dengan baik oleh Pullman Central Park dengan kemampuan mengakomodir yang baik serta mampu memuaskan siapapun dengan konsep one-stop hospitality-nya. Kini giliran anda berikutnya untuk menjajal dunia hospitality bintang lima di Jakarta Barat ini.

—–

PULLMAN JAKARTA CENTRAL PARK

Podomoro City – Jln. Let. Jen. S. Parman Kav. 28

Jakarta – Indonesia

+62.21.2920.0088

http://pullmanjakartacentralpark.com

—–

Featured on Kabare – January 2013 Edition

Pictures courtesy of Pullman Central Park, Jakarta

Staycation: Marina Bay Sands – Singapore (Sands Group) (Kabare, November 2012)

Pesona Tiada Akhir Marina Bay Sands

http://kabaremagazine.com/2012/11/pesona-tiada-akhir-marina-bay-sands/

—–

MBS - Rear View

Sebagai ikon pariwisata paling mutakhir di Singapura, pesona Marina Bay Sands sungguh tidak ada habisnya. Petualangan saya beberapa waktu lalu ke sana bertemakan gastronomy tour, tapi apa yang dimiliki Marina Bay Sands bahkan lebih dari memesona lagi.

Kemudahan akses menuju Marina Bay Sands (MBS) merupakan satu hal penting yang sudah dicapai bahkan sejak kita menginjakkan kaki di bandara internasional Changi. Hampir setiap setengah jam akan tersedia shuttle bus nyaman dengan rute langsung menuju MBS. Perjalanannya sendiri ditempuh kurang lebih dalam setengah jam dengan lalu lintas lengang serta pemandangan menarik Sirkuit F1, Singapore Flyer dan Gardens by the Bay dari jembatan layang sebelum berbelok masuk ke wilayah Marina Bay.

Setelah tiba di hotel, saya menyempatkan sejenak untuk meletakkan barang dan beristirahat di kamar hotel seraya menikmati pemandangan cantik Gardens by the Bay dan perairan Selat Malaka yang disesaki kapal laut. Kesemuanya ini adalah keunikan tersendiri yang jarang ditemui dimanapun sebelumnya. Bahkan bila mendapat kamar di sisi berlawananpun pemandangannya tidak kalah menarik, yakni sebuah cakrawala yang dipenuhi pencakar langit kota dengan sebuah sudut dimana terlihat jelas Merlion dan Esplanade. Khusus di sisi kamar saya, berdirinya Gardens by the Bay yang didesain cantik dan unik menjadikan Singapura memiliki daya tarik baru dari sisi wisata botanikal. Menginap di MBS tentu menjadi keunggulan tersendiri karena posisinya yang berdekatan dengan kebun kota ini.

Selama beberapa hari ke depan saya berkesempatan menikmati perjalanan kuliner di berbagai restoran celebrity chef di MBS. Konsep celebrity chef ini memang diadopsi MBS untuk menarik minat para pengunjungnya dan mengukuhkan MBS sebagai one-stop place for shopping and dining. Masyarakat masa kinipun semakin mawas dengan pengetahuan kuliner, maka tidak heran bila restoran-restoran ini senantiasa ramai dikunjungi para penggemarnya yang rela mengeluarkan kocek lebih untuk menikmati sebuah keistimewaan yang jarang didapatkan dimanapun sebelumnya.

MBS - Waku Ghin's Moscow Mule

MBS - CUT Facade

MBS - Guy Savoy - Private Room

Yang pertama saya kunjungi adalah Waku Ghin yang dimiliki chef terkenal asal Jepang yaitu Chef Tetsuya Wakuda. Di sana saya berkesempatan menyaksikan Akihiro Eguchi, seorang bartender kelas dunia, memeragakan keahliannya dalam mengukir es dan kaitan penggunaannya dalam meracik cocktail terkenal dari Waku Ghin seperti Gimlet dan Moscow Mule agar mencapai hasil maksimalBegitu pula dengan kunjungan berikutnya ke CUT, sebuah restoran milik Chef Wolfgang Puck, dimana para bartender-nya mendemonstrasikan kebolehan mereka dalam meracik berbagai minuman khas CUT.

MBS - Sky on 57 - Terrace

MBS - db Bistro Moderne - Mondays in Provence

MBS - Osteria Mozza and Pizzeria Mozza Exterior

Di kesempatan lain saya juga mengunjungi  tiga restoran lain untuk menikmati sajian-sajian elok nan lezat. Pertama, saya mengunjungi Sky on 57 dengan ponggawanya Chef Justin Quek yang menyajikan hidangan Asia dan Perancis modern seperti slow cooked egg dengan emulsi hati angsa dan artichoke puree. Selanjutnya adalah giliran db Bistro Moderne milik Chef Daniel Boulud yang menunjukkan kebolehannya dalam sajian Perancis kontemporer – dimulai dari seafood platter segar dan diakhiri kreasi dessert yang penuh warna dan colorful. Terakhir tentunya tidak lengkap bila Osteria Mozza/Pizzeria Mozza karya Chef Mario Batali tidak dikunjungi dimana berbagai kreasi pizza saya nikmati dengan lahap.

Selain berwisata kuliner, pastikan juga untuk meluangkan waktu menikmati Sands Skypark yang terletak di lantai paling atas untuk berenang dan bersantai sembari menikmati pemandangan spektakuler kota Singapura. Bahkan saya mengkhususkan diri untuk menikmatinya di pagi hari ketika belum banyak orang datang menghampiri, meskipun saat itu angin cukup menderu dan cuaca sedang mendung. Khusus ketika cuaca dingin seperti saat itu, ternyata ada pilihan alternatif untuk relaksasi di beberapa Jacuzzi yang tersedia dengan air hangat.

MBS - ArtScience Museum Exterior

Wisata belanja sangat lekat dengan keseluruhan tema mengapa MBS dibangun begitu masif. Di mall-nya yang merentang luas dan megah, berbagai jenis toko termasuk branded stores, café, dan restoran siap untuk melayani pengunjungnya. Wisata perahu mengelilingi mall, skating rink,dan berbagai show di Theatre juga tersedia sebagai pilihan wisata keluarga. Bila sempat, berkunjunglah sejenak ke ArtScience Museum yang didesain dengan indah untuk berbagai eksebisi menarik berbagai karya seni, budaya dan teknologi. Pada kunjungan saya yang terakhir, saya sempat menikmati pagelaran karya-karya masterpiece dari Andy Warhol dan eksebisi dari film Harry Potter.

Bila kesemuanya itu belum cukup, para pengunjung bahkan mencoba peruntungan mereka di kasino kedua yang berdiri di Singapura ini. Dalam kesemuanya, MBS benar-benar menyaingi pendahulunya dalam bisnis integrated resort yakni Resorts World Sentosa yang berdiri pada 2010.

Meski lengkap, cukup terasa bahwa lokasi MBS terbilang agak terasing dari berbagai belahankotalainnya. Beruntung ketersediaan dan rute transportasi begitu melimpah di sini, tapi untuk saya pribadi yang gemar berkomuter ternyata terasa cukup memakan waktu untuk berganti-ganti jalur menuju pusat kota saja. Sehingga yang saya rasakan ketika menginap di MBS adalah memang selayaknya saya berfokus untuk menikmati kenyamanan segala fasilitas yang sudah tersedia di sini pada kunjungan kali ini yang terbilang singkat.

MBS - Hotel Lobby

Setelah lelah berpetualang seharian, merupakan keputusan yang bijak untuk mengakhiri hari dengan bersantai menaiki Singapore River Cruise sembari menikmati keindahan kotadari kisaran wilayah Marina Bay. Setelah itu? Duduklah sejenak di luar MBS mall untuk menyaksikan show spektakuler Wonder Full yang menggunakan sinkronisasi sinar dan air sebagai santapan lezat bagi mata dan hati semua pengunjungnya. Khusus bagi saya pribadi, MBS menjadi warna tersendiri dari berbagai petualangan saya ke Singapura sebelumnya. Bila anda bertanya apakah saya akan bersedia kembali lagi? Tentu dengan serta merta akan saya sanggupi sepenuh hati.

—–

MARINA BAY SANDS

Marina Bay Sands, 10 Bayfront Avenue – Singapore

+65.6688.8897

http://www.marinabaysands.com/

—–

Featured in Kabare (November 2012)

Pictures courtesy of Marina Bay Sands

Restaurant Review: Sky on 57 (Kabare, November 2012)

Pengalaman  Bersantap Yang Memesona di Sky on 57

http://kabaremagazine.com/2012/11/pengalaman-bersantap-yang-memesona-di-sky-on-57/

—–

MBS - Sky on 57 - Terrace

Chef Justin Quek yang merupakan kebanggaan warga Singapura kini telah memantapkan eksistensinya dengan keberadaan Sky on 57 sebagai restoran elitnya di lantai paling atas resort ternama Asia Tenggara, Marina Bay Sands, sejak 2010. Berkesempatan mencicipi hidangannya sembari menikmati pemandangan ke segala penjuru kota ini sudah barang tentu merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

Keberadaan Sky on 57 bukanlah semata-semata dimaksudkan sebagai restoran yang menyajikan panorama terbaik di kotanya, namun juga sebagai sebuah restoran yang dikepalai oleh seorang celebrity chef yang memiliki skill dan kekhasan. Konsep celebrity chef sendiri memang terbilang cukup baru dan tengah diadopsi dengan gencar oleh berbagai resort serta hotel terkemuka di berbagai belahan dunia.

Seiring semakin banyak pengetahuan serta minat masyarakat terhadap makanan, maka para chef berpengalaman ini menjadi ikon di berbagai acara TV, iklan, maupun jenis publikasi yang lain. Marina Bay Sands dengan cermat memahami tren ini dan segera memboyong sang juara setempat, Chef Justin Quek, untuk disandingkan dengan restoran-restoran lain yang dikepalai para chef dengan latar belakang dan kewarganegaraan yang berbeda.

Memasuki Sky on 57, kita akan disuguhi oleh sebuah interior modern yang didominasi warna putih dan jendela di sekelilingnya. Di sini kita dapat melihat pemandangan Singapura secara 360 derajat, dari pencakar langit tertinggi, wilayah perairannya di selatan, hingga lalu lintas lautnya yang padat. Sungguh pemandangan yang luar biasa, apalagi bila menikmati terang benderang gedung-gedung tingginya di malam hari. Di hari yang sejuk, opsi untuk duduk santai di terasnya dan menikmati udara terbuka tentu sebuah kesempatan yang juga tidak boleh dilewatkan.

Chef Justin Quek
Chef Justin Quek

Siang itu saya beserta rombongan disambut pribadi oleh Chef Justin Quek sendiri. Beliau dengan penuh percaya diri menerangkan mengenai pengalamannya di dunia masak memasak termasuk pengenalan terhadap makanan di Sky on 57 dan beberapa produk pilihan pribadinya yang digunakannya disana. Sementara beliau menerangkan, para pelayan dengan sigap menghampiri dan memenuhi berbagai kebutuhan kami selama berada di sana. Rasanya dari awalpun tidak ada keraguan sekalipun terbersit dengan apa yang akan disajikan. Segala sesuatunya sudah berlangsung dengan lancar dan nyaman meski kami baru saja tiba.

Bertahun-tahun lampau Chef Justin Quek (JQ) muda berangkat ke Perancis dengan tabungan sebesar USD 40,000 untuk menempa ilmunya lebih jauh lagi. Sekembalinya ke Asia, JQ mencoba untuk menggabungkan kuliner moyangnya yang didominasi rasa Oriental dan Peranakan dengan estetika rumit ala Perancis. Penghargaan dan berbagai posisi terhormat didapatnya dan JQ sendiri membuka berbagai restoran di Cina daratan serta Taiwan.

Semuanya berkulminasi di tahun 2010 ketika ia membuka Sky on 57 dan semakin mengukuhkan dirinya sebagai chef Singapura yang paling senior sekaligus paling sukses saat ini. Kesempatan yang cukup langka ketika dapat bertemu dengan beliau yang senantiasa berkeliling keluar dan kembali ke Singapura untuk mengurus berbagai kegiatan dan bisnis restorannya.

Mushroom Cappuccino
Mushroom Cappuccino

Lineup makan siang kami waktu itu terlihat menarik. Dimulai dari sebuah mushroom cappuccino,atau singkat kata sup jamur, yang kental dan gurih namun disajikan dalam sebuah demitasse atau gelas kecil yang lazim digunakan untuk minum espresso. Cara menikmatinyapun seperti minum kopi dan satu gelas rasanya sudah cukup untuk memancing selera makan kami lebih jauh lagi.

Slow Cooked Organic Egg
Slow Cooked Organic Egg

Menu kedua sebelum hidangan utama adalah telur organik yang dimasak perlahan dan disajikan bersama puree yang terbuat dari artichoke serta emulsi dari hati angsa. Dengan cara masak mutakhir dan disajikan dengan indah, sang kuning telur ternyata masih mengalir ketika dipecahkan. Pengiringnya sendiri sangat melengkapi rasa telur yang tampil cantik dan menggigit ini.

Oriental Seafood Fried Rice Mui Fan
Oriental Seafood Fried Rice Mui Fan
Australian Lamb Cutlet
Australian Lamb Cutlet

Hingga akhirnya tibalah hidangan utama saya berupa nasi goreng Oriental dengan seafood dengan ‘Mui Fan’ style. Alasan memilih ini ketimbang hidangan Australian lamb cutlet sangatlah sederhana – saya ingin menikmati masakan tradisional yang disajikan oleh seorang koki yang tidak lupa akan asal usulnya. Hasilnya cukup menarik. Cara ‘mui fan’ ini sebetulnya membuat nasi goreng telur tersebut direndam dengan sebuah sup bening sehingga tidak tersaji kering seperti yang biasa kita nikmati tanah air. Selain itu pendampingnya sungguh kaya dan menggugah selera yakni berupa dua udang besar, fillet ikan, dan scallop. Rasa kuahnya sendiri agak tawar namun saya cukup menikmati perpaduan berbagai bahan lainnya dan penampilan unik dari sebuah nasi goreng.

Jackfruit Tart
Jackfruit Tart

Terakhir kami menikmati menu penutup berupa tart nangka dengan yang diselimuti kulit-kulit tipis seperti pangsit goreng, crème anglaise, serta es krim yang terbuat dari acacia dan madu. Penutup ini sungguh unik dan berhasil memadukan kekhasan Asia dengan masakan Barat dengan cantiknya.

Sebuah perjalanan baru telah saya lalui dan kali ini berkesempatan menikmati sebuah sinergi kreatif antara Asia dan Perancis. Kini Singapura telah banyak melahirkan chef-chef berbakat dengan restoran-restoran yang semakin bersaing dengan para ‘gurunya’ di Eropa. Tidak ada keraguan di sini, Chef Justin Quek tentu adalah salah satu sumber inspirasi dari sebuah generasi baru yang energik ini.

—–

SKY ON 57 (MARINA BAY SANDS, SINGAPORE)

Address: Marina Bay Sands, 10 Bayfront Avenue – Singapore

Opening Hours:

  • Breakfast

Mon to Fri: 7am – 10:30am

Sat & Sun: 7am – 11am

  • Lunch

Daily: 12pm – 2:30pm

  • Dinner

Daily: 6pm – 10:30pm

Last order at 10:30pm

  • Bar

Sun to Thu: 11am – 11:45pm

Fri to Sat: 11am – 12 Midnight

RSVP: +65.6688.8857

Website:

http://www.marinabaysands.com/Singapore-Restaurants/Celebrity-Chefs/Sky-on-57/

http://justinquek.com

Facebook:  http://www.facebook.com/marinabaysands

Twitter:  http://twitter.com/Marinabaysands

Pricing:

  • Hotel and Non-Hotel Guests

Lunch: $50
Dinner: $100

  • Non-Hotel Guests only

Bar: $30

—–

Featured in Kabare (November 2012)

Staycation: Keraton at The Plaza – Jakarta, Indonesia (Starwood Hotels & Resort) (Kabare, October 2012)

Memanjakan Diri di Keraton at The Plaza

http://kabaremagazine.com/2012/11/memanjakan-diri-di-keraton-at-the-plaza/

Demi menghadapi persaingan dari berbagai grup hotel lain yang tengah getol berekspansi, grup Starwood baru-baru ini meresmikan hotel terbarunya dari brand Luxury Collections mengikuti pendahulunya di Bali yaitu The Laguna Resort & Spa. Kini giliran Keraton at The Plaza yang berdiri megah dan menjadi anggota keluarga baru dari berbagai hotel bintang lima di wilayah Bundaran HI, Jakarta.

Berdiri di balik gedung The Plaza yang merupakan sebuah gedung perkantoran dan apartemen modern yang menyatu dengan mall legendaris Plaza Indonesia, Keraton at The Plaza mendefinisikan ulang konsep hospitality yang berbeda dibandingkan pesaing-pesaing besar di sekitarnya. Keraton at The Plaza mencoba untuk mendekati pasar yang lebih menginginkan privasi yang berbalut dalam kemewahan.

Sebagai contoh, Keraton at The Plaza meletakkan pintu utamanya di bagian belakang gedung yang lebih sunyi ketimbang menghadap Jalan Thamrin yang kerap dilakukan gedung maupun hotel di sekitarnya. Meskipun secara penampilan luar kita seolah teralihkan dengan façade sebuah gedung perkantoran, namun ketika memasuki hotel justru langsung terasa sebuah atmosfer yang berbeda, sebuah bentuk ketenangan yang disertai kentalnya desain urban dengan langit-langit tinggi. Kesemuanya dipadankan dengan cantik oleh sentuhan keningratan khas Nusantara yang dipresentasikan dengan baik melalui karya-karya seni dari Hadiprana.

Berbagai aspek penting juga tentu diperhatikan dalam desain kamarnya. Selain diimbuhi dengan berbagai aksen Jawa, Keraton at The Plaza juga memerhatikan kebutuhan para pengunjungnya baik yang menginginkan suasana santai maupun untuk bekerja. TV layar datar dapat dinikmati dari tempat tidur beserta tray yang dapat digunakan untuk meletakkan Blu-ray player maupun game console yang juga dapat menjadi alternatif hiburan bagi keluarga. Selain itu, bagi anda yang bekerja tentu meja khusus yang dilengkapi monitor tambahan juga telah tersedia beserta koneksi internet serta iPod dock. Keraton at The Plaza juga tidak lupa meletakkan mesin kopi Nespresso pada setiap unit kamarnya dan juga rancangan kamar mandi yang canggih nan lengkap.

Fitur yang tersedia di setiap kamar mandinya seperti rain showerbath tub khusus yang konon hanya terdapat di beberapa unit saja di Marina Bay Sands di Singapura, serta jendela khusus yang dapat dibuka maupun ditutup untuk akses langsung menonton dari televisi dari kamar tidur. Tentu dari segi luas kamar sangatlah lega dan memadai. Selain itu pemandangan kota juga dapat disaksikan dari jendelanya yang terbentang luas. Sungguh kesemuanya merupakan perpaduan cantik antara teknologi, desain modern, serta imbuhan tradisional! Terakhir, untuk berbagai kebutuhan pengunjungnya, Keraton at The Plaza menyediakan private butler di setiap lantainya.

Untuk kebutuhan meeting dan bisnis di luar kamar, tersedia juga ruang pertemuan yang bisa dipesan kapan saja dan menyatu dengan berbagai perangkat komputer untuk berbagai kebutuhan lainnya. Fasilitas olah raga dan kebugaran juga kini telah lengkap setelah baru-baru ini fasilitas spa telah rampung dibangun.

Restoran internasionalnya dengan nama Bengawan menyediakan berbagai hidangan menarik dari dalam dan luar negeri. Bengawan juga tengah getol mempromosikan Sunday Brunch-nya beserta iga bakar balado khasnya yang lezat beserta foie gras yang tersedia sepanjang hari. Jangan lupa untuk menikmati bagian terasnya yang menghadap langsung pada kolam renang serta pencakar langit Jakarta.

Sungguh kiprah yang terbilang berani mengingat banyak hotel di sekelilingnya yang menyediakan fasilitas yang tidak kalah lengkapnya. Namun dengan menspesialisasikan diri dalam memanjakan kebutuhan pribadi para pengunjungnya dan berbagai fasilitasnya yang modern, Keraton at The Plaza dengan segenap kekuatannya tampak telah siap untuk menaklukkan Jakarta.

—–

KERATON AT THE PLAZA

Jl. MH.Thamrin Kav.15, Jakarta – Indonesia

021.5068.0000

http://www.starwoodhotels.com/luxury/property/overview/index.html?propertyID=3635

—–

Featured in Kabare (October 2012)