Tag Archives: International

La Maison, The Mansion of Macarons (Passion, 2017)

As a newcomer in Jakarta’s fierce pastry shop competition, La Maison quickly announced itself as a pastry shop with an interesting specialty – macarons!

Established in 2011, the company actually started as an online shop. The drive to move forward came from the simple, pure love of baking of its owner Stella Lowis including the pursuit of building her own pastry shop one day.

For Ms. Lowis, her version of pastry shop should be a refined one, based also by her serious education background at Le Cordon Bleu, Australia. “I gained a lot of experience by working part time as a pastry chef at several restaurants and catering company that supplies pastry for five-star luxury hotels”, said Stella. When she returned to Indonesia, Stella worked together with his brother, Harryck Lowis, to experiment over many recipes until finally they’re ready to share it with everyone.

Persevering for several months initially, orders since then had been coming non-stop. After some time realizing, it’s time for her to build her first shop in Medan. Her unique take on pastry was warmly welcomed there. Years passing by and La Maison have started to take shape and grow into something more significant. Finally, it’s high time for her to spread out the wings of La Maison to Jakarta – the one city where appreciation of pastry is at its zenith in Indonesia.

Speaking about the characteristics of this pastry shop, La Maison is almost exclusively promoting a vast array of macarons – a complicated confection that has gained prominence over Indonesian pastry world for the past few years.

“This small tidbit requires delicate hands and a very complex balance between texture and flavor. Its smooth top, ruffled circumference, a flat base, has mild moistness, and it should easily melt in your mouth. Now that’s what we’re aiming for and the challenge proved to be exciting”, said Stella smiling vigorously.

Taking it to the next level, La Maison’s mind-blowing innovations are macaron flavors which are inspired by Indonesian cuisine – such as Nasi Uduk, Lemper Ayam, Martabak Bangka, or even Sate Padang. “One of our best-selling however, is the Salted Popcorn Macaron. Although people tend to perceive macaron as something sweet, the savory version is actually a success”, shared Ms. Lowis.

From the cakes department, Stella personally admits that each and every of them has to be made with passion by using the finest ingredients and decorated with utmost care. “Two things taken into consideration are taste and also the aesthetic elements”, she said. One of La Maison’s signature cake (and apparently everyone’s favorite) is the Mademoiselle – a refreshing take of almond cake with layers of fresh watermelon, strawberries, red dragon fruit, and decorated with red rose petals.

To fully proceed professionally, Stella observes the trend as well. “Locally speaking, pastry has come a long way in our country. People used to buy cakes only for special occasions but now they have found the simple pleasure of enjoying it any time”, she said. Her remark here pointed out how strategic this move to cater Jakartans who are increasingly fond of dining out and nibbling with pastry.

The pastry industry in Indonesia has grown exponentially for quite some time now and shops can be found in many corners of Indonesian cities. The global trends, more or less, influence the demands especially now in the digital era where customers can simply access interesting pastry innovations by browsing through the social media.

So the next question would be, what’s after this for La Maison? Stella is certainly aiming to expand to other cities and in-between, she hopes to engage in interesting collaborations with legends in pastry industry. What’s even bigger in mind for her though is to keep on improving and serving the best for her beloved customers. (RF)


LA MAISON | www.lamaison.com
Jalan Biduk no. 66, Medan
T: +62 821 6602 6668 / +62 61 4573 745
Opening hours: Mon-Sun, 11am – 5.30pm

Grand Indonesia, East Mall – Jakarta
T: +62 811 987 6668 / +62 21 2358 1331
Opening hours: Mon-Sun, 10am – 10pm


Original link:
http://www.passionmedia.co.id/b/la-maison-the-mansion-of-macarons

Images by: Passion

Advertisements

The Weekender: Hotel Amoris – Purwokerto, Value for Comfort During Mudik

In the middle of nowhere and yet we have a very decent hotel here on the outskirts between Purwokerto and Sokaraja of Central Java.

Meskipun berada di persimpangan kedua kota ini dan terletak di antara sawah di pinggir jalan raya besar yang dilalui para kendaraan mudik dan truk-truk besar, Amoris tampil segar dan menawarkan kenyamanan tersendiri.

Tampilan hotel memang tipikal budget dan modern, tapi untuk sebuah kota seperti Purwokerto dimana hotel-hotel terbaiknya terletak lebih ke tengah kota – Amoris seolah tidak segan bersaing tanpa terhambat oleh masalah lokasi.

Bagi saya yang memiliki keluarga di Sokaraja, keberadaan hotel ini tentu sangat membantu. Pada kunjungan sebelumnya, sempat saya bertandang juga ke Hotel M-Griya yang terletak tidak jauh dari RS Margono di ujung kota Purwokerto. Meski nyaman dan lebih mendekat ke kota tersebut, dari segi kualitas jelas Amoris memiliki keunggulan lebih.

Kamar-kamar di hotel ini umumnya mengarah ke samping dengan pemandangan sawah, sehingga tidak langsung memberikan kesan liburan di Ubud (hingga bunyi klakson truk dan rem angin bis sayup-sayup terdengar). Meskipun demikian, suara lalu lalang kendaraan masih terasa cukup kedap dan tidak mengganggu kenyamanan sama sekali.

Tiga malam kami bermukim di sini. Dua malam pertama adalah di kamar besar untuk keluarga yang terdiri atas dua ranjang berukuran queen size. Jendela depan menghadap semacam teras yang terisi kursi-kursi santai untuk piknik. Di kala masa mudik sepertinya akan terasa ramai oleh pengunjung dan jendela kamar tersebut langsung menempel ke teras untuk umum ini. Beruntung kami berkunjung pasca masa mudik sehingga kondisi lebih tenang.

Makan pagi terbilang sangat lengkap untuk paket sebuah kamar superior di kisaran IDR 250,000++ dan kamar family di IDR 550,000++ (walk-in rates). Air panas dan AC berfungsi dengan baik, kamar bersih, space cukup dan tidak sempit sama sekali, internet lumayan cepat, dan tempat tidur tentunya nyaman.

Hanya saja keberatan kami adalah ketika memesan kamar melalui Traveloka, rupanya masih lebih tinggi dibandingkan harga walk-in. Tentunya ini sangat berkebalikan dengan praktek kebanyakan. Apakah ini suatu hal yang lazim ataukah ada harga yang tidak ter-update dengan baik?

Apapun itu, would love to be here again for the next mudik!


AMORIS HOTEL

Address:
Jalan Suparjo Rustam no. 169, Purwokerto, Central Java – Indonesia

T: +62 281 651 2703

Website

Image credit: aroundguides.com & Traveloka


Iftar Experience 2017: Grand Hyatt, Jakarta

Sukses dengan sajian-sajian khas Ramadhan di tahun yang lalu, kali ini Grand Hyatt Jakarta mengulang kembali sukses serupa dengan mempersembahkan masakan Turki sebagai menu andalan selama bulan ini.

Selama bulan Ramadhan ini, Grand Hyatt Jakarta khusus bekerja sama dengan Hyatt Regency Istanbul Ataköy yang mengirimkan dua ahli masakan Turki terbaiknya. Kontingen Turki dipimpin oleh Chef Gokhan Alkan dan seorang chef Indonesia yaitu Irba Sabarudin.

Grand Cafe khusus menjadi ajang perhelatan menu-menu iftar terbaik dari hotel kenamaan ini. Bila ingin berkesempatan mencoba masakan khas Turki yang hanya ada selama bulan Ramadhan tahun ini, maka sekaranglah waktunya.

Terakhir berkunjung, semua lini masakan Turki tersaji dengan lengkap. Mulai dari barisan meze dan salata sejuk dan segar, pengiring yang tepat adalah roti bazlama khas Turki yang rupanya lebih empuk dibandingkan roti-roti khas Timur Tengah lainnya. Sederetan meze tersaji berupa haydari (yogurt dengan daun mint dan bawang putih), çoban salatası yang mirip dengan salad hummus fatoush berupa potongan sayuran kotak-kotak yang saya pribadi sangat gemari, serta hummus yang sudah tidak asing lagi.

Dari bagian sajian utama, tidak ada yang lebih menggoda selain dua hal. Yang pertama adalah bütün kuzu tandır & iç pilav atau kambing yang telah dibumbui dimasak perlahan selama berjam-jam dan disajikan bersama nasi pilaf. Kedua adalah bagian döner yang kali itu menyajikan daging ayam. Seperti biasa daging yang telah diiris-iris disajikan dengan sayuran dan ditangkap oleh roti pita.

Pengiring masakan utama hari itu adalah kofte (bola daging), zeytinyağlı enginar (artichoke yang dimasak dalam minyak zaitun dan sayuran), serta karnıyarık (terong dengan daging sapi dan daun mint), dan banyak lainnya.

Satu hal yang sangat khas dari Ramadhan tahun ini adalah penampilan menarik dari pastrami serta sosis sapi khas Turki yang cocok dipadukan dengan roti. Sedikit usil, tentu kali itu saya padukan saja dengan nasi pilaf dan hasilnya tetap lezat!

Terakhir iftar ditutup dengan sederetan dessert khas Turki seperti buah pir yang dicelup dengan saus gula yang khas, cookies khas Turki dengan kacang badam, dan banyak lainnya.

Tidak hanya masakan Turki, seperti biasa Grand Cafe juga menyajikan sederetan masakan internasional lainnya yang sepertinya tetap sulit dilewatkan. Namun terakhir jangan lupa tutup dengan pilihan pastry ciamik Grand Hyatt Jakarta yang termashur, homemade ice cream, serta tentunya kopi Turki!


GRAND HYATT JAKARTA | Jalan MH Thamrin no. 30, Jakarta | +62 21 2992 1234 | jakarta.grand.hyatt.com

Iftar Experience 2017: Le Méridien, Jakarta

Dengan semangat yang terbarukan akhirnya Ramadhan di tahun 2017 telah tiba! Sehari penuh bekerja keras dan beribadah, tentu memberikan semangat untuk berbuka puasa dengan sesuatu yang menyenangkan. Kali ini giliran Le Meridien Jakarta yang unjuk gigi dengan segudang pilihan.

Al Nafoura (image by Le Meridien Jakarta)
Haruf Ouzi (image by Le Meridien Jakarta)

Lama tidak bertandang ke Le Meridien Jakarta, tentu ada dua pilihan besar menanti untuk berbuka puasa. Yang pertama adalah Al Nafoura yang dikawal oleh Chef Ahmad Jamil asal Yordania yang muda namun kaya dengan pengalaman. Di Al Nafoura, keceriaan saat iftar dimulai dari pilihan mezzeh dingin berupa hummus, fatoush, taboule, dan babaghanoush dengan roti pita. Lalu lanjutkan dengan haruf ouzi yang menjadi kebanggaan Al Nafoura dan mixed grills dengan shawarma. Tutup dengan dessert khas Timur Tengah dan Turki berupa umm ali serta baklava.

Indonesian dishes (image by Le Meridien Jakarta)

Kali ini namun yang mendapat giliran dari saya adalah kunjungan Le Brasserie, all-day dining kebanggaan hotel ini. Berlokasi di lobby level, La Brasserie pada malam itu terasa lebih homey dari biasanya. Memang suasana restoran ini, khususnya yang berada di pojok terasa lebih syahdu dan cocok untuk acara santap malam.

Malam itu pilihan sangat beragam terhadir untuk para tamu La Brasserie, yang sepertinya bahkan lebih meriah dari biasanya. Tambahan-tambahan meja buffet dipersiapkan dan jenis-jenis makanan diperbanyak. Bulan Ramadhan memang selalu spesial!

Seperti biasa yang selalu menarik perhatian adalah cold cuts yang terdiri dari beberapa jenis ikan, grilling station untuk menikmati surf & turf, variasi menarik dari masakan-masakan Indonesia, Eropa, serta China, dan terakhir tentunya sentuhan Timur Tengah dan India yang menjadi tema bulan ini.

Selamat berbuka puasa di Le Meridien Jakarta!


LE MERIDIEN JAKARTA | Jalan Jend. Sudirman Kav. 18 – 20, Jakarta | +62 21 251 3131 | www.lemeridienjakarta.com

VIDEO: We Are What We Eat – Afghanistan (via NatGeo)

Join photographer Matthieu Paley in the mountains of Afghanistan where no crops grow, the journey to get flour takes days, and goat eyes are on the menu.


Video credit: NatGeo
Image credit: Wikimedia Common