Tag Archives: Indonesian

Street Food: Nasi Ayam Bu Nyoto, Semarang

Menginjak hari ketiga bertualang di Semarang, kembali semua dimulai dengan sarapan yang lezat. Kali ini giliran nasi ayam Bu Nyoto, salah satu yang paling ikonik dari kota bersejarah ini!

Kembali bangun pagi menjadi kunci dari segala petualangan saat berlibur. Karena agendanya adalah sarapan di luar, maka saya memulai hari dengan – ya, sudah bisa ditebak, bukan? Jawabannya adalah sarapan ringan di Rooms Inc. Semarang!

Punya kesempatan beberapa hari menginap di sini berarti saya bisa mencoba makanan berbeda setiap harinya. Karena sarapan dari buffet beragam dan kesempatan menginap hanya semalam, biasanya banyak orang yang terlalu berlebih dalam mengambilnya. Apalagi kalau hanya untuk sekadar foto-foto dan berbagi di linimasa. Alangkah lebih baiknya kalau kita mengambil yang terbaik dan secukupnya. Sayang rasanya kalau tersisa banyak, bukan?

Nah, setelah berkumpul semua dengan teman-teman, waktunya untuk berangkat menuju Nasi Ayam Bu Nyoto!

Konsep sarapan nasi ayam

Sepiring nasi ayam khas Semarang tengah dinikmati.
Nasi ayam khas Semarang, nikmat untuk sarapan ataupun makan malam.

Bagi kamu-kamu yang tinggal di Pulau Jawa dan sudah menyatu dengan kultur kulinernya, pasti tidak akan asing ketika melihat isi dari nasi ayam khas Semarang. Dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, seporsi biasanya terdiri dari beberapa elemen yang sering tampil di masakan rumahan.

Misalnya saja di Nasi Ayam Bu Nyoto, nasi ayam yang tersaji dalam pincuk ini dipadukan dengan suwiran ayam, telur bacem, dan sayur labu siam. Sebelas dua belas dengan nasi liwet Solo, bukan? Sungguh sederhana namun punya cita rasa yang sangat kaya. Rasanya seporsi saja tidak cukup!

Menilik kembali kuliner historis Indonesia

Sayur labu siam tengah diisikan ke dalam panci.
Salah satu komponen terpenting dalam nasi ayam khas Semarang adalah sayur labu siam.

Layaknya menu-menu historis lainnya, nasi ayam di kota Semarang tentu punya nama-nama besar di baliknya. Selain Bu Nyoto, ada juga yang senang berkunjung ke Bu Wido ataupun Bu Pini. Konsep ibu-ibu dengan pengalaman panjang memasak selama puluhan tahun memang populer di hampir seluruh dunia, tapi tentu banyak cerita di baliknya.

Menariknya, Pulau Jawa selalu punya nama kedai sekaligus figur aslinya. Ambil saja contohnya di Jogja dengan jajanan pasar Mbah Satinem ataupun gudeg Mbok Lindu. Kedua tokoh tersebut memang terlampau ikonik, tapi jangan lupakan juga nama-nama lainnya.

Hampir sebagian besar di antara mereka berangkat dari sebuah perjuangan mempertahankan diri dan kemaslahatan keluarganya. Dari yang dahulunya “dipalak” para Kompeni Belanda supaya bisa berjualan, berlari-lari dikejar aparat, ataupun yang hingga kini masih hidup dalam kesederhanaannya.

Tapi ingat, cita rasa yang mendalam dari masakan mereka merupakan hasil kerja keras selama puluhan tahun. Itu tidak akan didapat hanya dengan berjualan asal-asalan. Saya masih percaya bahwa warisan yang ditinggalkan adalah akumulasi dari dedikasi seumur hidup dan menolak jalan pintas.

Pengalaman makan di Nasi Ayam Bu Nyoto

Nasi ayam tengah disiapkan untuk pelanggan.
Meskipun ramai, kamu tidak perlu menunggu lama untuk nasi ayam yang telah dinanti-nantikan itu.

Warung tenda milik Bu Nyoto buka dua kali dalam sehari – untuk sarapan dan makan malam. Terletak di pinggir jalan raya besar, nasi ayam Bu Nyoto tampil cukup ramai di pagi hari saat kami berkunjung sekitar pukul 8.30. Meskipun tidak tampak antrian, setidaknya hampir semua tempat duduk yang tersedia sudah ditempati.

Proses memesan juga terbilang mudah meskipun tidak teratur secara antrian. Dengan sigap para ibu-ibu di balik segenap bahan nasi ayam langsung saja menyiapkan porsi demi porsi. Tidak lama, kami semua menikmati dengan sangat setiap suapnya. Hanya butuh waktu sekejap untuk menghabiskannya dan sempat tergoda untuk tambah satu piring.

“Jangan, lah“, dalam hati saya berujar. Kita simpan saja dahulu kenangan ini untuk kemudian kita bersua kembali. At this point, Semarang sudah masuk ke dalam relung hati dan di sana kuberjanji akan menjumpainya kembali satu masa nanti. Tentunya dengan mengajak seluruh keluarga menikmati hidangan-hidangannya yang terbaik!


NASI AYAM BU NYOTO, SEMARANG

Address:
Jalan Mayjen MT Haryono, Semarang – Jawa Tengah, Indonesia

Opening hours:
Daily, 6am-10am & 6pm – 9.30pm


Street Food: Soto Ayam Kudus Mbak Lin, Semarang

Dua kali berkunjung ke Soto Ayam Kudus Mbak Lin di Semarang, dan kali kedua ini lebih berkesan. Padahal siang itu matahari bersinar terik tanpa ampun. Namun bayangkan serunya bersantap soto Kudus dengan minuman dingin. Sembuh seketika!

Setelah sepagian bertualang dari menikmati sarapan di tempat yang keKudus-Kudusan juga yaitu Nasi Pindang Kudus, rasa lapar kembali menyeruak ketika siang tiba. Apalagi beberapa waktu sebelumnya kita sudah bertualang naik turun Lawang Sewu, hingga menemukan lotengnya yang keren!

Kembali bersua dengan soto ayam Kudus

Tepat setahun sebelumnya, saya sudah pernah menjajal tempat beken yang satu ini. Entah kenapa tahun lalu rasanya kurang bergairah. Mungkin karena sekeluarga ingin menikmati soto, sementara saya ingin mencoba panganan khas Semarang lainnya.

Meskipun kembali ke tempat yang sama tahun depannya, rasanya ada semangat yang terbarukan di sana. Kembali, mungkin ini dikarenakan paginya saya sudah menemukan panganan khas itu dan akhirnya berkesempatan bertualang di kota pesisir ini. Exciting!

Berlokasi di Ventura Taman Kuliner, Soto Ayam Kudus Mbak Lin menempati bagian pojok dengan kapasitas terbesar. Bersanding dengan panganan tradisional lainnya, taman kuliner ini hampir selalu ramai dikunjungi.

Seperti biasa, memesan makanan di sini semudah duduk manis dan langsung kita akan dilayani. Di meja sudah menanti beragam jenis kerupuk, satai ati, satai telur, satai paru ataupun tempe dan juga perkedel. Semua menanti untuk dikombinasikan. Tapi a word of advice, seorang teman bilang kalau makanan di Semarang sebetulnya murah, hanya saja beragam topping ini yang akan menjadikannya lebih mahal.

Sebagai seorang yang purist (tidak terlalu suka tambahan ini itu), berarti ini tidak menjadi masalah. Tapi untuk kamu-kamu yang gelap mata kalau melihat serunya menambah ini itu, maka waspadalah kawan. Tidak ada yang salah kok, semuanya malah bisa bikin lebih lezat. Hanya saja bisa-bisa nanti tongpes. Mending nambah satu porsi soto lagi, bukan? Hehe..

Menikmati soto ayam Kudus sepenuh hati

Semangkuk soto ayam kudus bersama minuman dan makanan pendamping.
Tak perlu jauh-jauh ke Kudus kalau mau menjajal soto ayam Kudus enak di Semarang.

Selalu happy kalau hidangan berkuah tampil lebih dari sekadar hangat. Kebiasaan orang Indonesia biasanya menyajikan yang suam-suam kuku hingga hangat pas-pasan. Padahal dari kuah yang cukup panas, ketika disantap rasanya begitu mengisi relung hati. Ditambah karena kuahnya juga sedap rasanya.

Untuk soto ayam Kudus milik Mbak Lin, tingkat kehangatannya sesuai ekspektasi. Dari segi rasa tidaklah yang terlampau gurih, tapi jelas mumpuni dan cukup pekat. Paduan nasi dengan taoge, ayam suwir, serta bawang goreng saja sudah membuat saya super bahagia. Tambah sedikit sambal ataupun garam juga tak mengapa. Rasanya semakin komplit dan melajulah suap demi suap. Tak lama pesanan porsi kedua langsung terucap dari bibir.

Padukan dengan topping kesukaanmu dan tentunya minuman dingin menyegarkan. Meski kipas angin dimana-mana, panas siang hari Semarang dan lembapnya menembus hingga ke dalam restoran. Konon ini menambah kenikmatan, apalagi kalau sampai berkeringat kalau kata Anthony Bourdain.

Nah, selanjutnya kemana lagi nih? Tur jalan-jalan bersama Rooms Inc. Semarang masih akan berlanjut, teman-teman!


SOTO AYAM KHAS KUDUS MBAK LIN

Address:
Ventura Taman Kuliner
Jl. Ki Mangunsarkoro No.15, Semarang – Jawa Tengah, Indonesia

Opening hours:
Daily, 7am – 10pm


Street Food: Nasi Pindang Kudus & Soto Sapi Gajahmada, Semarang

Meski tiba di larut malam dan baru beristirahat beberapa jam saja di Rooms Inc. Semarang, semangat tetap menyala-nyala untuk berkuliner pagi harinya. Kali ini, giliran Nasi Pindang Kudus Gajahmada yang jadi tujuannya!

Mengetahui bahwa masih ada beberapa malam yang tersisa untuk nanti mencicipi sarapan penuh, saya memutuskan pagi itu untuk sarapan ringan saja lalu langsung cuss. Satu trik kecil berwisata kuliner di tempat yang baru kamu kunjungi adalah dengan bangun sangat pagi. Beruntung kalau sudah ada ojol di daerah tujuan, maka langsung kita bisa melesat ke setidaknya satu tujuan sarapan yang endul dengan sekejap.

Lokasi Rooms Inc. Semarang super strategis. Saya hanya perlu melangkah sedikit ke jalan raya dan driver ojol langsung menghampiri. Perjalanan hanya menempuh kurang lebih 2 km saja dan sekitar 5-10 menit, lalu tujuan yang dinanti-nanti telah terlihat. Selalu senang ngobrol-ngobrol selagi berkendara dengan ojol, karena kita selalu saja dapat informasi tempat makan baru lainnya. Apalagi kalau ketemu driver ojol yang hangat dengan pendatang yang penasaran dengan kotanya.

Tiba di Nasi Pindang Kudus Gajahmada

Di antara sederetan banyak usaha yang mewarnai Jalan MH Thamrin, kita harus taktis mencari posisi restoran ini. Cukup meriah tampilan depan restoran ini untungnya untuk sampai terlewatkan begitu saja. Beruntung GPS di smartphone sudah akurat dan driver ojol cekatan dalam mengendarai motornya untuk berhenti tepat di tujuan.

Kebiasaan jalan-jalan pagi di akhir pekan selalu membuahkan hasil baik. Tempat makan yang dikunjungi selalu masih sepi dan tidak terkecuali restoran yang satu ini. Penampilannya apik, bersih, dan layaknya restoran makanan tradisional Indonesia. Karyawan lengkap dengan atribut dan seragamnya, mereka sigap melayani, dan suasana yang casual sangat akrab untuk diterima siapapun.

Meski punya menu andalan lainnya berupa soto sapi, saya penasaran untuk mencoba nasi pindang Kudus punya mereka terlebih dahulu. Tersaji hangat di atas piring kecil yang dilapisi daun pisang, penampilannya sungguh menggoda. Menu pendampingnya adalah babat, yang selalu jadi khasnya kota Semarang. Tentu banyak pilihan lainnya juga yang bisa kamu pilih seperti tempe, perkedel, empal, hingga otak.

Tempat penyajiannya berupa pikulan kayu yang konon sudah ada sejak tahun 1980an saat generasi awal usaha ini dahulu berjualan keliling. Tampilannya langsung mengingatkan pada gagrak soto Madura yang khas. Tak lama satu per satu tamu mulai datang dan memesan macam-macam panganan lainnya yang berbeda.

Pengalaman makan nasi pindang Kudus

Sepiring nasi pindang kudus tersaji di atas piring beralaskan daun pisang.
Nasi pindang kudus bisa jadi alternatif sarapan lezat saat di Semarang.

Suap demi suap memasuki mulut dan tak hanya rasa nikmat, tapi ada perasaan nostalgia yang turut menyeruak. Mengapa demikian? Rupanya karena cita rasanya yang sudah sangat akrab dengan selera saya. Sebagai penggemar brongkos, nasi pindang Kudus punya cita rasa yang satu tipe dan menggunakan keluak.

Meski lebih encer, kuah nasi pindang tetap berwarna keruh dan kaya akan rempah – meskipun tentu tidak “selekoh” rasa dari rawon karena perbedaan gayanya. Namun, menarik menemukan fakta bahwa ketiga hidangan ini punya satu karakteristik yang mirip dan tentunya, lezat!

Konsepnya sederhana. Sepiring nasi yang disiram kuah pindang dan hadirnyanya potongan daging sapi dari bagian leher dan rusuk. Jangan khawatir, empuk kok meskipun bukan dari bagian tenderloin. Selain rasa kuahnya yang segar dan berempah, nasi pindang juga punya satu fitur khas lainnya. Apa lagi kalau bukan keberadaan beberapa lembar daun melinjo? Selain bawang goreng, ada tekstur unik dan renyah karena daun ini. Seru kan kalau tahu bahwa melinjo bukan hanya sekadar emping goreng saja, tapi daunnya juga bisa disantap!

Pagi itu Semarang masih terasa sejuk dan hangatnya nasi pindang Kudus seolah memberi semangat baru. Nah, masih ada waktu nih sebelum berkunjung ke Lawang Sewu. Waktunya untuk ngopi dulu deh di Lingkar Coffee & Idea yang tidak jauh dari situ. Tapi itu cerita untuk lain waktu, ya!


NASI PINDANG KUDUS & SOTO SAPI GAJAHMADA

Address:
Jalan Gajahmada no. 98B, Semarang – Jawa Tengah, Indonesia

Opening hours:
Daily, 6am – 10pm


The Weekender: Rooms Inc. Hotel, Berwisata di Semarang Dimulai dari Sini

Lama tak berjumpa dengan kota Semarang, rupanya sudah banyak yang berubah. Kalau ingin berkeliling kota dengan nyaman, semua dimulai dari memilih tempat menginap yang pas. Rooms Inc. jadi pilihan utama kali ini untuk memulai wisata Semarang yang akan berlangsung selama 3 hari!

Ketika seorang teman mendengar bahwa saya akan bertandang ke kotanya, tentu lokasi menginaplah yang jadi pertanyaan. Rooms Inc. yang sejak awal sudah jadi pilihan langsung dikomentarinya. “Ah, sepertinya berdekatan dengan DP Mall. Lokasinya bagus tuh!”, begitu katanya.

Ternyata benar, Rooms Inc. “menempel” dengan mall yang sudah lama tenar di kota Semarang ini. Konon mall ini baru-baru saja direnovasi dan alasannya jelas, lokasi strategisnya sungguh menguntungkan. Keberadaan Rooms Inc. menjadi menarik karena dari sinilah kita bisa berkelana keliling kota dengan sangat mudah.

Tiba di hari Jumat malam setelah menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta selama hampir 6 jam, saya dan teman-teman perjalanan langsung bermalam di hotel. Setidaknya malam itu saja kami sudah tercengang akan tampilannya yang hype dan kamarnya yang nyaman. Kita lanjutkan saja esok hari untuk menjelajahinya.

Suasana Rooms Inc. bagian depan

Sebuah cafe bernama Grab & Go dan sederetan tempat duduk serta meja.
Grab & Go, tujuan tepat untuk sarapan pagi cepat sebelum berkeliling kota Semarang.

Interior-nya yang bergaya industrial dan bernuansa temaram ini memperkuat sisi elegannya. Lokasi pintu masuk memiliki akses sendiri, tepat di sebelah pintu utama DP Mall. Dari sini, kita hanya perlu naik lift untuk menuju lobby. Untuk yang membawa mobil, parkir saja di lantai atas dan kemudian masuk ke dalam lobby melalui lift turun ataupun menggunakan tangga.

Baru kali ini saya melihat counter check-in disatukan dengan beverage bar dan pastry station dari konsep kafe milik hotel ini. Di sini selain untuk urusan administrasi, bisa saja kita berbelanja croissant, kopi atau jus untuk to-go ataupun untuk dine-in di cafe-nya yang dinamakan Grab & Go. Konsep cafe-nya pun tidak setengah matang, karena sudah dilengkapi banyak tempat duduk yang nyaman hingga meja bilyar ataupun dart. Di sampingnya, beberapa meeting room berbagai ukuran siap disewakan.

The Verve, restoran dari Rooms Inc.

The Verve, restoran dari Rooms Inc. Semarang dengan deretan meja dan kursinya.
The Verve, mulailah hari dari sini dengan sarapan lengkap ataupun untuk mengakhiri hari ngafe bersama teman-teman.

Bittersweet Symphony, sebuah lagu yang pasti jadi pikiran kalian-kalian penggemar Britpop. Tenang, bukan itu, kok. The Verve adalah bistro sekaligus restoran milik Rooms Inc. Ia berlokasi tepat di belakang Grab & Go, dan sekaligus dekat dengan lokasi gym serta akses menuju kamar-kamar hotel.

The Verve terdiri dari dua bagian, satu adalah yang biasa dipakai untuk makan pagi. Sementara satu bagian lagi sepertinya lebih ditujukan sebagai bagian smoking dan live music. Bagian ini lebih hidup ketika malam tiba, dimana para pengunjung bisa lebih santai ngafe dan memesan minuman serta makanan.

Menu makan pagi milik Rooms Inc. cukup bervariasi. Hanya saja satu concern saya adalah penempatan stasiun makanan yang terasa terpisah. Kalau misalnya di hotel-hotel pada umumnya ada satu bagian khusus untuk menu prasmanan standar bersama dengan nasi putih, namun di Rooms Inc. posisinya menjadi berbeda.

Nasi putih terletak bersama menu harian tradisional yang berubah-ubah. Sementara menu prasmanan yang jadi temannya nasi putih diletakkan agak jauh dan lebih difungsikan sebagai camilan. Sementara, menu-menu utama adalah berupa beragam hidangan tradisional yang berubah setiap harinya. Hmm… Sungguh konsep yang khas diterapkan oleh Rooms Inc.

But anyway, sesi sarapan pagi yang selalu dinantikan saat menginap di luar kota ternyata dapat dipenuhi dengan baik di sini. Suasana restoran yang menyenangkan, makanan yang lezat, dan teman-teman yang seru menjadikan momen makan pagi semakin seru!

Kamar hotel yang nyaman

Sebuah kamar hotel dengan tempat tidur berukuran queen size dan TV.
Berukuran pas, kamar paling ekonomis dari Rooms Inc. ini terlihat nyaman dan elegan.

Dekat dengan The Verve, kita akan menemukan sebuah pintu akses khusus yang menggunakan kartu pass yang dimiliki para tamu. Di dalamnya langsung ada sederetan kamar dan lift internal bagi yang menginap di lantai berbeda.

Masuk ke dalam kamar, suasana khas Rooms Inc. yang saya temui di luar terasa konsisten hingga ke dalam. Suasana santai seolah mengajak saya untuk langsung beristirahat ketika malam itu tiba nyaris mendekati tengah malam.

Tata ruangan Rooms Inc. cukup tipikal dengan banyak hotel lainnya, hanya saja minus keberadaan lemari yang biasanya menjadi tempat menggantung pakaian. Alih-alih beberapa gantungan sudah ditempel di dinding lorong antara kamar mandi dan tempat tidur. Luas kamar mandi juga cukup memadai dan ada ruangan shower dengan bingkai kaca yang cukup spacious. Jangan lupa cek balik kaca wastafel karena ada rak tersembunyi. Hanya saja, jangan sampai lupa cek sebelum check-out seandainya kamu menaruh barang di sana.

Masuk ke bagian tempat tidur, tempat menaruh bagasi cukup luas dan bisa memuat beberapa tas. Nightstand tersedia di kiri kanan ranjang berukuran queen size. Sedikit berharap awalnya kamar dilengkapi dengan desk dan kursi kerja, namun ternyata memang ukuran kamarnya tidaklah terlampau besar namun juga tidak terasa sempit. Hanya saja memang tidak akan muat bila meja kerja juga dipasang di sana. Beruntung di bagian lobby, Rooms Inc. sudah menyiapkan banyak tempat duduk nyaman untuk bekerja di depan laptop, bukan?

Jarak antara ujung ranjang dan dinding hanya muat bila kita berjalan menyamping secara perlahan. Di sini, TV berukuran 32″ diletakkan dan terasa besar serta memuaskan untuk menikmati tontonan. Channel TV kabel juga sangat lengkap dan banyak alasan untuk bisa betah berlama-lama di kamar.

Kesimpulan

Sebuah meja makan panjang untuk bersantap ataupun bekerja.
Ruang rekreasi antara Grab & Go dan The Verve. Terdapat juga meja bilyar dan mesin dart di sini.

Singkat kata, Rooms Inc. bisa jadi pilihan saya berikutnya kalau kembali bertandang ke kota Semarang. Selain tempat menginap yang nyaman, jaraknya yang selemparan batu dengan Lawang Sewu terasa sangat sentral. Dari sini saya bisa berbelanja oleh-oleh di Pandanaran serta tentunya Tahu Petis Yudistira kesukaan orang rumah. Bahkan satu pagi saya sempat berkelana ke beberapa tempat makan terkenal di Semarang untuk sarapan dan ngopi.

Satu malam ketika mager, cukup turun sejenak ke DP Mall dan kamu bisa bersantap di restoran-restoran terkenal asal ibukota. Sebut saja Kimukatsu, KOI, Pepper Lunch, ataupun food court-nya yang punya banyak pilihan – termasuk Pempek Ny. Kamto kesukaan saya!

Sudah siap pelesir ke Semarang, gaes?


ROOMS INC. HOTEL SEMARANG

Address:
DP Mall
Jl. Pemuda No.150, Semarang – Jawa Tengah, Indonesia

T: +62 24 8600 1200

Website


UNION Café, Ready to Take on The New Terrain

Much to everyone’s excitement, UNION Café was recently unveiled as the latest entry from The Union Group – the big family that shapes the F&B scene of Jakarta for years now.

Known for the endless innovations when it comes to various dining concepts, UNION Café in a way differentiates itself with the siblings. Emulating the success of UNION as the group’s flagship restaurant is already a challenge, but to leave its own mark of distinction to curious Jakartan diners would be an admirable feat.

Within just few weeks of their opening since before Eid this year, the establishment has already become the talk of the town. The welcoming atmosphere, the circular shape of the café, and the alluring display of bakery would entice even UNION’s most seasoned patron. Once inside, it’s all about comfort and privacy – albeit pretty much the whole Senayan City can see the hustle and bustle of the café.

The distinctive features came mostly from the menu and perhaps this is the first time in the history of UNION that we have Indonesian-inspired dishes more than ever. The inspirations for the menu was either creatively driven or derived from personal experiences of chef proprietor Adhika Maxi and his wife Karen Carlotta. The result is an exciting lineup worth every penny to indulge.

From the starters, UNION Café boasts the collection of Indonesian snacks such as the prawn and chicken tahu isi with daun jeruk, singkong fries “soto flavor”, scallop bakwan jagung, and bakwan fishcakes. Alternatively, you can choose international flavors such as the lemongrass tuna tataki with tempeh crumbs or the calamari with San Marzano tomatoes and tartar sauce.

Heading to the pasta section, the Indonesian flavors can be seen right away from the appearance of crispy teri aglio olio spaghetti and the crispy chicken penne with sambal matah. The latter shows UNION Café’s new commitment for bolder taste. It’s not just about the depth of flavors and the sophistication of the dish, but also the level of spiciness. This would be a new height that perhaps only a few internationally-themed restaurants in Jakarta would be brave enough to climb.

Heading to the main course, one certainly must play along with UNION Café’s signatures. For example; the Indo Spiced Steak with cabe rawit confit, colorful vegetables, and rice would be a great substitute for your usual Steak Frites. Other than that, the café offers the appetizing nasi bebek garing on garlic rice and served with 2 kinds of sambal. Not stopping on those, we have all the goodness from slow cooked short ribs with tamarind sauce, nasi goreng kepiting, and seafood mie goreng.

Heading straight to the desserts – a specialty that has contributed so much for UNION’s success, is also not short of surprises. Firstly, we have the es teler ice cream bolu roll, and pisang coklat with cinnamon sugar and burnt caramel ice cream. The rich display of cakes and pastry would be great for takeaways as well.

With this, one would be curious enough to see with what UNION Café in particular, would conjure again in the future with its potentials. As they say, UNION made is well made, and certainly we’d be looking forward to more exciting things coming from the group and its other ventures.

UNION CAFE
Lower Ground Floor, Senayan City,
Jl. Asia Afrika No.19, Jakarta
Phone: +6221 7278 1145
www.unionjkt.com


Featured on Passion Magazine