Tag Archives: Hotel

The Weekender: Hotel Amoris – Purwokerto, Value for Comfort During Mudik

In the middle of nowhere and yet we have a very decent hotel here on the outskirts between Purwokerto and Sokaraja of Central Java.

Meskipun berada di persimpangan kedua kota ini dan terletak di antara sawah di pinggir jalan raya besar yang dilalui para kendaraan mudik dan truk-truk besar, Amoris tampil segar dan menawarkan kenyamanan tersendiri.

Tampilan hotel memang tipikal budget dan modern, tapi untuk sebuah kota seperti Purwokerto dimana hotel-hotel terbaiknya terletak lebih ke tengah kota – Amoris seolah tidak segan bersaing tanpa terhambat oleh masalah lokasi.

Bagi saya yang memiliki keluarga di Sokaraja, keberadaan hotel ini tentu sangat membantu. Pada kunjungan sebelumnya, sempat saya bertandang juga ke Hotel M-Griya yang terletak tidak jauh dari RS Margono di ujung kota Purwokerto. Meski nyaman dan lebih mendekat ke kota tersebut, dari segi kualitas jelas Amoris memiliki keunggulan lebih.

Kamar-kamar di hotel ini umumnya mengarah ke samping dengan pemandangan sawah, sehingga tidak langsung memberikan kesan liburan di Ubud (hingga bunyi klakson truk dan rem angin bis sayup-sayup terdengar). Meskipun demikian, suara lalu lalang kendaraan masih terasa cukup kedap dan tidak mengganggu kenyamanan sama sekali.

Tiga malam kami bermukim di sini. Dua malam pertama adalah di kamar besar untuk keluarga yang terdiri atas dua ranjang berukuran queen size. Jendela depan menghadap semacam teras yang terisi kursi-kursi santai untuk piknik. Di kala masa mudik sepertinya akan terasa ramai oleh pengunjung dan jendela kamar tersebut langsung menempel ke teras untuk umum ini. Beruntung kami berkunjung pasca masa mudik sehingga kondisi lebih tenang.

Makan pagi terbilang sangat lengkap untuk paket sebuah kamar superior di kisaran IDR 250,000++ dan kamar family di IDR 550,000++ (walk-in rates). Air panas dan AC berfungsi dengan baik, kamar bersih, space cukup dan tidak sempit sama sekali, internet lumayan cepat, dan tempat tidur tentunya nyaman.

Hanya saja keberatan kami adalah ketika memesan kamar melalui Traveloka, rupanya masih lebih tinggi dibandingkan harga walk-in. Tentunya ini sangat berkebalikan dengan praktek kebanyakan. Apakah ini suatu hal yang lazim ataukah ada harga yang tidak ter-update dengan baik?

Apapun itu, would love to be here again for the next mudik!


AMORIS HOTEL

Address:
Jalan Suparjo Rustam no. 169, Purwokerto, Central Java – Indonesia

T: +62 281 651 2703

Website

Image credit: aroundguides.com & Traveloka


From Malang to Surabaya: Best Western Knows it Best (Day 2)

Tidaklah lengkap pengalaman bertandang ke Jawa Timur tanpa mengunjungi kota terbesar kedua di Indonesia. Ya, Surabaya menjadi destinasi berikutnya setelah kami dimanjakan oleh Best Western OJ Hotel di Malang!

Hari kedua dibuka dengan zumba (bagi mereka yang terlalu bersemangat) dan sarapan (yang ternyata lebih saya pilih) sebelum kita beranjak menuju Surabaya sekitar pukul 10 pagi. Kurang rasanya memang menginap semalam, terlebih karena lokasi Best Western yang strategis – tentu saja ingin rasanya menjelajahi Kota Apel itu. Beruntung setidaknya kami dibekali satu kotak berisi lapis Malang kekinian sebagai tanda mata untuk keluarga yang menanti di rumah.

Surabaya yang terakhir saya lihat bertahun-tahun lampau tampak semakin elok saja. Meskipun siang hari begitu terik dan kemacetan sepertinya sudah menjadi santapan sehari-hari, tanpa ragu kami merangsek ke jantung Kota Pahlawan untuk menikmati makan siang yang kami nanti-nantikan.

Adalah Lontong Balap Rajawali yang terletak di wilayah kota tua yang sepertinya jauh lebih rapi tertata ketimbang Jakarta maupun Semarang ataupun Bandung. Jam makan siang telah lewat dan sepertinya seluruh isi restoran hanya dipenuhi rombongan kami.

Perjalanan beberapa jam yang disertai kemacetan dan kerinduan pada lontong balap membuat sebagian dari kami memesan dua piring. Tentunya termasuk saya juga!

Bayangkan sepiring lontong balap yang dipenuhi tauge, tahu, lontong, lenthuk, dan kuah hangat serta diiringi sajian sate kerang yang telah dibumbui kecap sungguh mewarnai siang itu. Setelah makan siang yang super memuaskan ini, waktunya untuk akhirnya bertemu dengan Best Western Papilio Hotel yang terletak di Jalan Ahmad Yani.

Ada banyak keunikan tersendiri dari Best Western yang mewakili kota Surabaya ini. Seolah mengingatkan dengan yang terletak di Cawang, Jakarta – Best Western Papilio Hotel dengan lihai menempatkan diri di pinggir kota Surabaya juga. Terletak tidak jauh dari jalan tol yang menghubungkan dengan bandara dan berhadapan langsung dengan akses jalan utama, ini tentu sangat memudahkan bagi para business traveler yang wa bil khusus tidak ingin berepot-repot bermacet-macetan di dalam kota.

Best Western Papilio Hotel sendiri menempati sebuah gedung bertingkat 35 dengan fasilitas penunjang milik swasta seperti restoran, kedai kopi, serta adanya pemunculan A&W tepat sebelum memasuki lobby.

Tidak terasa hari telah menjelang sore dan kamipun sekeluarga dipertemukan dengan para pejabat teras di hotel yang bertemakan kupu-kupu dalam segala penamaannya ini. Fasilitas MICE di BW Papilio Hotel terbilang lengkap. Selain terdapat ruang meeting berbagai ukuran ternyata dilengkapi juga dengan sarana musholla yang berukuran cukup besar dan nyaman. Selain itu area MICE juga bersebelahan langsung dengan restoran all-day dining yang dinamakan Mariposa. Kita akan bersantap di sini esok harinya.

Namun malam ini, kami diajak berkunjung ke lantai 8 dan menikmati Surabaya di malam hari dengan suasana outdoor, tepat di sebelah kolam renang. Area yang dinamakan Bantimurung Sky Pool ini menjadi ajang menikmati santap malam yang menyenangkan. Selain didukung udara sejuk Surabaya yang hari itu tidak terlalu lembab, BW Papilio Hotel juga mengerahkan segenap lini masakan terbaiknya!

Beberapa jenis salad digelar sebagai menu pembuka, namun malam yang istimewa itu seolah mengarahkan saya langsung ke bagian grilling untuk menikmati sajian Surf & Turf. Dimulai dari sosis, seafood, dan dikombinasikan dengan steak. Terakhir, beragam pilihan kue dan dessert telah menanti. Secara keseluruhan, BW Papilio Hotel memiliki pilihan dan kualitas santapan yang sangat layak dicoba!

Malam kini telah menyapa dan seolah memberikan pilihan. Apakah kita akan kembali ke kamar untuk beristirahat dan melewatkan malam ini dengan sunyi, ataukah bergabung dengan teman-teman untuk menyusuri jalanan kota Surabaya hingga menuju Jembatan Suramadu?

Sebuah tantangan yang tanpa berpikir lama langsung kami sanggupi. Tak lama mobil hotel menanti dan sang driver mengajak kami menembus kota besar ini menuju pesisir utaranya untuk mencapai jembatan legendaris ini.

Surabaya yang berangsur semakin modern kini memiliki beberapa pilihan shopping mall baru dan tentunya semakin banyak coffee shop kekinian. Setelah menempuh lebih dari setengah jam perjalanan, akhirnya tiba jugalah kita di mulut Jembatan Suramadu.

Yang warga umumnya lakukan di sini adalah menikmati sinar-sinar lampu dari jembatan raksasa ini, air lautan yang tenang menghanyutkan, dan secangkir kopi serta gorengan sambil duduk-duduk di tepian. Tidak lama, kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Setelah beristirahat malam dengan nyaman, acara pagi diisi dengan yoga dan kembali saya memilih untuk langsung bersantap di Mariposa. Pilihan makanan ternyata sangat beragam dan cukup untuk membuat saya betah berkeliling mencoba yang berbeda.

Jelang siang, kami berdarmawisata kembali masuk ke kota tua untuk mengunjungi House of Sampoerna, sebuah tempat bersejarah dimana sang pendiri Sampoerna pertama mendirikan pabriknya. Kini tempatnya yang bergaya klasik Belanda telah disulap menjadi sebuah museum keren yang menampilkan rekam jejak perusahaan ini dari titik nol hingga terakhir dijual kepada sebuah perusahaan multinasional.

Sebelum kami kembali ke hotel untuk bersiap-siap beranjak menuju Jakarta sore harinya, tidak lupa tentunya saya dan Mas @burhanabe membeli banyak oleh-oleh dan bersantap siang nasi bebek Sinjay, yang salah satu cabangnya terletak sangat dekat dengan hotel. Kini tidak perlu kita berkelana sejauh Pulau Madura – namun bila berkesempatan, tentulah tetap wajib hukumnya.

Seakan belum puas, kamipun tetap melanjutkan kudapan siang kami di Mariposa sebelum akhirnya berpisah sejenak untuk kelak bertemu kembali dengan teman-teman blogger dan segenap kru Best Western OJ Hotel, Malang beserta tentunya sang tuan rumah dari Best Western Papilio Hotel.

Selamat tinggal Surabaya. Kami akan pergi untuk kembali lagi kelak!


BEST WESTERN PAPILIO HOTEL | Jalan Ahmad Yani no. 176 – 178, Surabaya | +62 31 9904 3000 | www.bwpapilio.com

From Malang to Surabaya: Best Western Knows it Best (Day 1)

Sekian tahun berlalu sejak terakhir bertandang ke kota Malang dan Batu di Jawa Timur. Sebagai urang Bandung yang merantau di Jakarta, tentu ada kerinduan tersendiri ketika mengunjungi kota-kota berhawa sejuk dimanapun itu. Beruntung kesempatan itu datang ketika menghadiri perhelatan para blogger bersama Best Western OJ Hotel, Malang.

Perjalanan kali ini kita mulai dari Bandara Halim Perdanakusuma. Ya, inilah kali pertamanya saya menginjakkan kaki di bandara ini untuk menumpang pesawat Citilink dan tidak untuk menurunkan penumpang ketika tengah menaiki sebuah shuttle bus yang menghubungkan Bandung-Jakarta. Ah akhirnya!

Long story short, tibalah kami di Bandara Abdul Rachman Saleh milik kota Malang setelah satu jam mengudara (dan setengah jam taxi ketika di Halim). Pertama kali berjumpa, ternyata bandara yang satu ini sudah kece tampilannya. Bagian keberangkatan telah selesai direnovasi dan terlihat mumpuni dari urusan kapasitas, namun untuk bagian kedatangan semua masih kebalikannya. Namun melihat suasananya yang rapi ketimbang banyak bandara lainnya, sepertinya Malang sudah dengan hangat menyambut kami semua.

Segenap jajaran pengurus Best Western OJ Hotel dari kota Malang dengan sigap telah mengirimkan satu mobil Innova untuk menjemput kami dan kendaraan telah dilengkapi dengan minuman serta makanan ringan. Perjalanan dari bandara sebetulnya tidak yang terlampau jauh namun rupanya kota seperti Malang saja sudah dilanda kemacetan. Beruntung chauffeur kami dengan sigap menempuh jalan-jalan tersembunyi hingga tiba di hotel dalam waktu kurang lebih setengah jam.

Up close and personal with Best Western OJ Hotel

Setelah sambutan hangat dan perkenalan, tidak lama para blogger kenamaan asal Malang dan Surabaya juga berkumpul untuk kemudian bersama santap siang bersama di Pandanwangi – all-day dining restaurant yang terletak di lobby level hotel ini.

Kegiatan hotel tour telah menanti setelah kami menuntaskan makan siang yang nikmat. Pada lantai setelah lobby, terdapat beberapa fasilitas-fasilitas pada satu lantai yang sama yaitu berbagai ruangan meeting, gym, dan swimming pool. Berlanjut pada lantai lainnya terdapat area bersantai dan cafe dimana kita dapat melihat bangunan hotel ini hingga ke lantai tertinggi yang dikelilingi kamar-kamar di setiap lantainya. Tour kemudian diakhiri dengan berkeliling melihat-lihat berbagai tipe kamar di hotel ini dan menyambangi Skyroom, rooftop restaurant tertinggi di kota Malang!

Ah tidak sabar menanti waktunya santap malam di sini, namun sebelumnya ada satu perjalanan seru yang akan kita tempuh terlebih dahulu!

Up to Batu we go!

Satu hal yang tidak pernah terlewatkan ketika bertandang ke Malang adalah berkunjung ke Batu! Ibarat Bogor-nya Jakarta ataupun Lembang-nya Bandung, Batu yang sejuk nan hijau ini semakin dipenuhi wahana dan atraksi untuk liburan keluarga di akhir pekan.

Setelah tempo hari bersama keluarga bertualang di Jatim Park, kali ini kami diajak menuju Museum Angkut yang kekinian. Kategori kekinian di museum ini bukanlah berbentuk Scandinavian architecture atau berisi anak-anak muda dengan celana jogger dan kacamata Owl, tapi justru muda tua saling bergandeng menikmati kreasi manusia dari jaman baheula dengan roda ataupun baling-baling. Tidak lupa, Museum Angkut juga memiliki acara flash mob yang dinanti-nanti dan food court terbuka dengan berbagai jajanan seru!

Sekian jam berlalu dan Museum Angkut ternyata menarik untuk dikunjungi terkhusus untuk kali perdana. Sembari menyimpan harapan agar dapat kembali kelak bersama keluarga tercinta, tibalah waktunya untuk kopi sore sejenak dan segeralah kami melesat menuju Pos Ketan Legenda.

Memilih cabangnya yang sudah lebih mendekat ke kota Malang ketimbang warung utamanya yang lebih kecil dan crowded di alun-alun kota Batu adalah keputusan yang tepat. Itulah sebabnya dengan senang hati kami meluangkan waktu bercanda tawa sembari menikmati segelas wedang uwuh yang ditemani ketan yang diselimuti parutan kelapa dan kacang kedelai yang ditumbuk halus. Jangan lupa yang harus dicoba di sini juga adalah… ceker ayam super pedas!

Viewing Malang from the top

Perjalanan malam ini ditutup dengan jamuan makan malam di lantai puncak Best Western OJ Hotel. Sebagai pemegang rekor bangunan tertinggi di kota ini, pengalaman menikmati panorama kota Malang tanpa interupsi menjadi sebuah keharusan.

Skyroom sendiri terbagi atas dua bagian – outdoor serta indoor dengan bar yang terletak di antaranya. Sebagai salah satu restoran yang paling hot di kota Malang, tentunya tidak aneh ketika kami mendapati malam tersebut bagian outdoor telah disewa untuk sebuah acara reunian. Namun menduduki bagian indoor juga ternyata tidak kalah seru. Adanya live music santai dan berbagai suguhan santap malam menambah nyaman suasana.

Bahkan terhitung hingga nyaris tengah malam tiba, kami masih menikmati waktu bercengkerama dan disuguhi demo cara memasak lamian. Tentu beberapa teman blogger dengan antusias mencoba membuatnya meski tentu tidak mudah. Makan malam diakhiri untuk kami-kami yang berkapasitas lebih dan ikutan memesan semangkuk lamian segar yang baru diolah dan dipadu padankan dengan sup sapi dan daging.

Akhirnya tiba waktunya beristirahat dan hari esok siap kami jelang. Surabaya, kami akan segera datang!


BEST WESTERN OJ HOTEL | Jalan Dr Cipto no. 11, Malang | +62 341 368 888 | www.bwojhotel.com

5 Hotel Terdekat Dari Bandara Soekarno Hatta Dengan Fasilitas Terbaik

Pasti ada alasan bijak di balik mengapa kita sesekali perlu menginap tidak jauh dari bandara. Misalnya saja jadwal penerbangan di waktu pagi buta, layover serta delay yang berkepanjangan, ataupun hal-hal genting lainnya yang membuat bahkan traveler paling berpengalaman sekalipun gelisah.

Sebagai salah satu airport tersibuk di dunia, Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang ternyata sudah dikelilingi beberapa hotel yang bisa kita singgahi. Soal reservasi juga ternyata tidak perlu berepot-repot karena banyak yang sudah terdaftar secara online di situs-situs seperti Traveloka, Agoda, Pegipegi, ataupun Klikhotel.

Personally, memesan kamar hotel secara online jelas memberikan kemudahan – terlebih untuk pesanan dadakan yang pernah saya lakukan H-1 bahkan ketika hari H! Selain promosinya yang dikejar, ternyata situs seperti Traveloka contohnya, ada saja fitur diskon dalam jumlah besar untuk kamar hotel plus tiket pesawatnya.

Balik ke pilihan-pilihan hotel di dekat Bandara Soekarno-Hatta, berikut beberapa yang rupanya memiliki reputasi paling kece:

J HOTEL SOEKARNO HATTA

J Hotel Soekarno Hatta

Berbintang tiga dan berlokasi di Jalan Raya Perancis no. 9, Benda – Tangerang; hotel ini hanya terpaut sekitar 8 kilometer dari bandara dan bisa ditempuh cukup dengan 15 menit perjalanan.

Selain strategis, J Hotel memiliki 78 kamar yang nyaman dengan fasilitas lengkap. Dengan tarif reasonable di kisaran IDR 500,000/malam, pihak hotel juga menyediakan shuttle bus gratis dari dan menuju bandara.

SWISS-BELINN AIRPORT

Swiss-Belinn Airport

Berikutnya adalah Swiss-Belinn Airport yang berjarak sekitar 4 km dari bandara. Beralamat di Jalan Husein Sastranegara no. 9, bandara dapat ditempuh dengan waktu kurang dari 10 menit dengan layanan shuttle bus gratis.

Kisaran harga per malam di IDR 490,000 tentunya terjangkau bagi siapapun. Dengan tarif tersebut, kamar seluas 20 meter persegi dan fasilitas seperti AC, kulkas, shower, serta hair dryer tentu mempermudah persiapan perjalanan kamu.

BANDARA INTERNATIONAL HOTEL

Bandara International Hotel

Dengan jarak sekitar 6 km dari Soetta dan kurang lebih 10 menit berkendara, Bandara International Hotel adalah pilihan paling lux dan berbintang lima. Cocok ketika bepergian bersama keluarga, hotel ini menyediakan fasilitas seperti kolam renang khusus anak dan arena permainan. Selain itu, kolam renang dewasa serta kolam air panas untuk relaksasi-pun tersedia.

Meskipun sedikit harus merogoh kocek sedikit lebih dalam, hotel ini menyediakan pilihan kamar yang beragam dari level Deluxe hingga Presidential Suite. Untuk pilihan kamar Deluxe dengan ragam pemandangannya dapat dinikmati dengan tarif IDR 1,8 juta/malam.

JAKARTA AIRPORT HOTEL BY TOPOTELS

Jakarta Airport Hotel by Topotels

Terletak tepat di jantung Bandara Soekarno Hatta, lokasi eksklusif yang dimiliki Jakarta Airport Hotel yang berbintang tiga ini tentu memberikan kenyamanan tersendiri namun dengan tarif yang sedikit lebih mahal – yaitu sekitar IDR 800,000 hingga IDR 1,000,000 per malamnya.

Hotel yang satu ini lebih didesain untuk para business travelers. Mulai dari fasilitas MICE untuk 50 orang, business center, massage, serta layanan shuttle car menuju terminal domestik maupun internasional.

ORCHARDZ HOTEL BANDARA

Orchardz Hotel Bandara

Rekomendasi terakhir kali ini adalah Orchardz Hotel Bandara dan beralamat di Jalan Husein Sastranegara no. 8, Tangerang. Dengan jarak 4 kilometer dari bandara, perjalanan dari dan menuju hotel dapat ditempuh sekitar 5 hingga 10 menit.

Selain itu, pusat perbelanjaan Mangga Dua Square dapat dicapai dari sini dengan perjalanan setengah jam saja dalam lalu lintas berkondisi lancar. Tarif menginap di sinipun tidaklah mahal, yaitu sekitar IDR 500,000/malam.

Nah, sudah siap merencanakan perjalanan dan membutuhkan penginapan kece yang dekat dengan bandara sebelumnya? Jangan lupa juga untuk mampir dan membaca perjalanan TGA ke berbagai tujuan seru di sini. 

Bon voyage!

Celebrity Chef Rinrin Marinka Introduces Elevated Indonesian Menu for Aryaduta Hotel

Selalu ada ruang untuk mempromosikan kuliner kebanggaan negeri ini dan dengan elegan memperlihatkannya di berbagai lembaga berbintang lima di tanah air adalah salah satu media yang tepat.

Aryaduta Jakarta yang berlokasi di depan Tugu Tani yang historis ini sudah dikenal sejak lama sebagai hotel bintang lima dengan berbagai restorannya yang ternama. Momentum berkibarnya kuliner tanah air di dalam maupun luar negeri tidak ketinggalan untuk dikejar oleh hotel ini.

Aryaduta & Rinrin Marinka 6

Dengan menggaet celebrity chef kenamaan Rinrin Marinka, Aryaduta akan menampilkan berbagai sajian khas Indonesia yang telah dielevasi penampilan dan rasanya dengan menu yang berbeda-beda setiap serinya.

Aryaduta & Rinrin Marinka 1 Aryaduta & Rinrin Marinka 4 Aryaduta & Rinrin Marinka 7 Aryaduta & Rinrin Marinka 3 Aryaduta & Rinrin Marinka 2

Untuk kali pertama ini, empat dari dua belas menu tradisional yang pada kesempatan lalu disorot adalah Asinan Betawi, Kerak Telor, Nasi Goreng Kambing, serta Es Teler.

“Nasi goreng dengan daging domba yang dibumbui santan serta ditambahkan telur dan acar. Tambahannya ada martabak tradisional,” tutur sang chef.

Aryaduta & Rinrin Marinka 5

Jadi jangan sampai terlewat kesempatan yang satu ini ketika bertandang ke Aryaduta. Selain promosi menu Indonesia ini, Aryaduta juga akan menjalani proses renovasi di berbagai penjuru hotelnya. Tentunya akan sangat menarik untuk melihat apa yang akan Aryaduta perkenalkan di masa mendatang!


Aryaduta Hotels
www.aryaduta.com