Tag Archives: Hotel

Celebrity Chef Rinrin Marinka Introduces Elevated Indonesian Menu for Aryaduta Hotel

Selalu ada ruang untuk mempromosikan kuliner kebanggaan negeri ini dan dengan elegan memperlihatkannya di berbagai lembaga berbintang lima di tanah air adalah salah satu media yang tepat.

Aryaduta Jakarta yang berlokasi di depan Tugu Tani yang historis ini sudah dikenal sejak lama sebagai hotel bintang lima dengan berbagai restorannya yang ternama. Momentum berkibarnya kuliner tanah air di dalam maupun luar negeri tidak ketinggalan untuk dikejar oleh hotel ini.

Aryaduta & Rinrin Marinka 6

Dengan menggaet celebrity chef kenamaan Rinrin Marinka, Aryaduta akan menampilkan berbagai sajian khas Indonesia yang telah dielevasi penampilan dan rasanya dengan menu yang berbeda-beda setiap serinya.

Aryaduta & Rinrin Marinka 1 Aryaduta & Rinrin Marinka 4 Aryaduta & Rinrin Marinka 7 Aryaduta & Rinrin Marinka 3 Aryaduta & Rinrin Marinka 2

Untuk kali pertama ini, empat dari dua belas menu tradisional yang pada kesempatan lalu disorot adalah Asinan Betawi, Kerak Telor, Nasi Goreng Kambing, serta Es Teler.

“Nasi goreng dengan daging domba yang dibumbui santan serta ditambahkan telur dan acar. Tambahannya ada martabak tradisional,” tutur sang chef.

Aryaduta & Rinrin Marinka 5

Jadi jangan sampai terlewat kesempatan yang satu ini ketika bertandang ke Aryaduta. Selain promosi menu Indonesia ini, Aryaduta juga akan menjalani proses renovasi di berbagai penjuru hotelnya. Tentunya akan sangat menarik untuk melihat apa yang akan Aryaduta perkenalkan di masa mendatang!


Aryaduta Hotels
www.aryaduta.com

Staycation: Hiroshima Tokyu REI, Hiroshima – Japan (Tokyu Hotels)

Perjalanan sekitar tujuh jam kami arungi di atas samudera Pasifik untuk mencapai Negeri Sakura. Ini adalah kali pertamanya saya menginjakkan kaki di negeri ini dan herannya bukan Tokyo yang menjadi tujuan perdana.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-4

Adalah Prefektur Chugoku di bagian barat yang akan menyambut kedatangan kami, segelintir wartawan serta para pemandu wisata dari Indonesia. Mendarat pagi di Kansai International Airport, kami langsung menaiki kereta dan melaju dengan cepat menggunakan Shinkansen Nozomi dari Shin-Osaka Station dengan tujuan akhir Hiroshima.

Cerita petualangan itu akan kita simpan untuk lain kesempatan. Singkat kata, sore hari telah datang dan tibalah waktunya untuk beristirahat sebelum menikmati makan malam.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-6

Hiroshima Tokyu REI berlokasi tepat di perempatan Heiwa Odori yang merupakan jalanan utama yang membelah kota ini dengan Chuo Dori. Bisa dibilang Chuo Dori ini adalah jalanan yang menjadi pusat keramaian kota Hiroshima.

Hanya dengan berjalan kaki dari Hiroshima Tokyu REI kita bisa mencapai perempatan Mikawacho, Shintenchi, serta Horikawacho yang berisikan banyak toko dan restoran. Tidak jauh dari situ, kita juga bisa menaiki Hiroden alias trem khas Hiroshima yang merupakan moda transportasi populer di kota ini.

Hotel yang kami tempati terasa begitu fungsional, rapi, serta bersih. Banyak space kosong yang memang memberikan rasa lega namun beranjak naik ke kamar, perasaan fungsional itu kembali merajai. Dengan harga yang begitu memadai, hotel berbintang tiga ini tetap terasa nyaman dan cocok untuk para business traveler.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-3

Meski kamar berukuran tidak terlalu besar untuk single traveler, namun keberadaan queen size bed dan meja kerja lengkap dengan televisi dan kulkas ternyata cukup membantu. Terlebih bagi saya yang memang selalu perlu membuka laptop, bekerja, maupun mengosongkan memory card kamera.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-2

Kamar mandi juga begitu memadai dengan adanya bath tub yang lengkap dengan shower dan toilet duduk tentunya. Satu hal yang saya temukan di Jepang berkali-kali adalah betapa considerate-nya hospitality di hotel-hotel. Shower biasanya diarahkan ke dinding sehingga tamu yang menginap tidak perlu khawatir terkena insiden kebasahan karena salah membuka keran dan lain sebagainya.

Pelengkap lainnya yang utama juga adalah kabel multifungsi yang bisa dipakai untuk charging berbagai device. Hanya saja tipe adapter-nya berbeda dengan Indonesia dan ini mengharuskan saya untuk berbelanja dahulu. Tak apa, mengingat ini akan terpakai terus dan letak hotel strategis yang membuat saya tidak perlu mencari jauh-jauh untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-8 hiroshima-tokyu-rei-hotel-7 hiroshima-tokyu-rei-hotel-1 hiroshima-tokyu-rei-hotel-5

Turun menuju restoran untuk makan pagi di hari berikutnya adalah satu momen yang selalu saya nantikan. Rupanya pilihan makanan di Hiroshima Tokyu REI cukup beragam. Mulai dari berbagai makanan pembuka, makanan utama, dessert, hingga pastry beraneka jenis serta tentunya minuman. Senang berkontribusi walaupun sedikit, Hiroshima Tokyu REI memang mempersilakan pengunjungnya untuk menaruh tray bekas makan di satu counter. Satu konsep yang masih cukup asing hingga hari ini untuk orang Indonesia, namun kita sudah bisa berlatih di McDonald’s maupun Burger King.

Sebelum siang waktunya kami untuk beranjak menuju tujuan berikutnya. Hari pertama yang melelahkan karena kesulitan tidur ketika di pesawat maupun perjalanan panjang rupanya tertutupi dengan rasa excited mengunjungi Jepang pertama kalinya serta bermalam di hotel yang nyaman.


HIROSHIMA TOKYU REI HOTEL

Address:
10-1 Mikawacho, Naka Ward, Hiroshima, Hiroshima Prefecture 730-0029, Japan

T: +81 82-244-0109

Website



Photo is courtesy of Hiroshima Tokyu REI Hotel

The Makassar Adventure with Best Western (Day 1)

Perjalanan pagi buta adalah sebuah tantangan yang selalu menarik untuk ditaklukkan, khususnya utk perjalanan udara. Tapi perjalanan kali ini bersama Best Western menuju Makassar cukup untuk mematahkan rasa cemas maupun kantuk di waktu subuh. It’s gonna be an exciting trip, I bet!

Best Western Makassar 1

Beruntung city check-in serta bawaan yang ringan memungkinkan saya untuk langsung menuju departure lounge tanpa ada drama sama sekali, padahal pukul lima pagi di Terminal 1 sudah diwarnai antrian panjang di setiap counter.

Perjalanan dua setengah jam menuju Makassar dilalui dengan istirahat penuh, terbukti dengan pulasnya saya menjelang landing di Bandara Sultan Hasanuddin. Penjemputan khusus dari Best Western membawa kami melewati jalan tol yang langsung menghubungkan airport dengan kota. Akhirnya saya menginjakkan kaki untuk kali pertamanya di kota Makassar!

Welcome to Makassar!

Tiba di Best Western Plus Makassar Beach, kami diajak untuk langsung menikmati sarapan pagi di Chill In Restaurant – sebuah all-day dining yang rupanya menyediakan menu sarapan pagi yang ekstensif. Dimulai dari menu lengkap makanan Indonesia, masakan Barat, bubur ayam, menu sarapan tradisional Makassar, serta berbagai pastry dan minuman. Tidak lupa saya memesan kopi hitam Toarco sebagai penutup makan pagi yang menyenangkan itu.

Best Western Makassar 6

Sengaja tidak mengisi perut terlalu penuh, kami menyempatkan beristirahat sejenak di kamar sebelum beranjak untuk makan siang. Kamar tipe deluxe yang saya akan huni selama dua malam ke depan memiliki luas yang memadai, tempat tidur berukuran king size yang nyaman, jumlah socket yang cukup untuk charging kamera, laptop, serta handphone, dan juga tidak ketinggalan tersedia bath tub!

#TeamSerigala

Seakan makan pagi menyenangkan di hotel tadi belum cukup, Best Western tanpa ragu mengajak kami menuju Jalan Serigala untuk menikmati pallu basa yang begitu kondang!

Warung pallu basa yang kini membesar hingga bisa menampung banyak pengunjung ini luar biasa ramai ketika waktu makan siang. Beruntung kami langsung mendapatkan tempat duduk dan pelayanan cepat dari kru yang bertugas.

Pallu basa Serigala
Pallu basa Serigala

Bagi kamu yang belum terlalu familiar dengan pallu basa, makanan khas Makassar ini merupakan sup daging sapi (serta kerbau) yang memiliki rasa segar sekaligus kaya karena kuahnya yang bersantan serta diimbuhi oleh kelapa parut yang disangrai.

Tambahan kuning telur mentah sungguh saya rekomendasikan karena ini menjadikan kuahnya terasa lebih silky sekaligus rasa yang kaya seolah menyatu secara harmonis. Dengan harga yang begitu bersahabat, rasa yang nikmat, serta servis yang super cepat sudah cukup membuat saya resmi menjadi #TeamSerigala!

Chasing for sunset

Menutup sisa hari kami, Best Western mengajak kami menuju Pelabuhan Paotere, dimana kami bisa melihat barisan kapal-kapal tradisional layaknya di Pelabuhan Sunda Kelapa.

The ships of Paotere
The ships of Paotere

Sejenak beristirahat dan bercengkerama di atas kapal sembari menikmati hembusan angin lembut dan lautan biru yang diterpa sinar mentari yang terik mendatangkan kembali kantuk yang telah lama sirna.

Tanpa memberikan kesempatan kantuk untuk kembali sepenuhnya, perjalanan kami berikutnya menuju Fort Rotterdam dan museum yang berisi sejarah dan artifak masyarakat Makassar sejak masa lampau justru membangkitkan rasa rindu terhadap tur museum yang waktu kecil kerap saya lakukan bersama keluarga.

The sunset as seen from Pantai Losari
The sunset as seen from Pantai Losari

Setelah beristirahat sore sejenak menikmati es campur di depan Kampung Popsa yang merupakan tempat hang out kekinian di Makassar, kami langsung beranjak ke Pantai Losari untuk menikmati suasana sekitar masjid terapung serta persiapan F8 Festival yang akan berlangsung keesokan harinya. Tidak lupa tentunya pemandangan matahari terbenam yang luar biasa memesona!

It’s seafood time!

Sedikit berjalan kaki untuk membangkitkan gairah makan? Kenapa tidak? Restoran seafood Losari yang letaknya tentu tidak jauh dari Pantai Losari menjadi primadona para penikmat masakan laut di kota ini. Cerita makan-makan di sini harus saya bagi di kesempatan lain karena, terus terang saja, bersantap di sini menjadi pengalaman makan seafood saya yang paling berkesan sepanjang masa!

Best Western Makassar 4

Rasa lelah, kenyang, sekaligus kantuk kini datang bersamaan. Rasa gembira melakukan perjalanan subuh hingga malam bersama Best Western di kota Makassar ini namun mengalahkan semuanya. Kini waktunya untuk kembali ke hotel dan beristirahat. Ah, berendam air panas dan ranjang empuk sepertinya menjadi teman baik saya di malam itu.

Best Western Makassar 7

Sampai jumpa besok pagi, Makassar!


BEST WESTERN PLUS MAKASSAR BEACH | Jalan Boto Lempangan no. 67, Makassar | +62 411 3636 8881 | www.bwmakassarbeach.com

STAY: Village Hotel Katong – Singapore [Far East Hospitality] (JAX, Dec 2015)

Experiencing the charm of Peranakan neighborhood of Katong in the island-city state that bridges history, cultures, and comfort.

There’s always a road less traveled even in a sprawling city such as Singapore. While the architectural feats of this island city-state fascinate millions every year, this time, a little change of scenery to another neighborhood showed me that Singapore is more than just a modern metropolitan.

The verdant Katong is a charming neighborhood with a long history for hundreds of years. Katong was once filled with plantations and estates owned by wealthy Europeans and Asians settlers which we can still see the latter preserved almost everywhere in the vicinity. Additionally, all of this made Katong an area rich in both Peranakan and Eurasian heritages.

Katong was once filled with plantations and estates owned by wealthy Europeans and Asians settlers which we can still see the latter preserved almost everywhere in the vicinity.

In the light of preserving this legacy and to bring everyone to see a completely different Singaporean experience, Village Hotel Katong introduces itself as a bridge of history, cultures, and comfort.

VH Katong (2)

Situated conveniently on both Marine Parade Road on the southern part of it and East Coast Road from the north side, Village Hotel Katong offers a strategic advantage for those who wish to scour the area, to shop or dine, and for any lovers of nature and culture.

The hotel itself is across the street from Parkway Parade shopping mall and a short walk to the East Coast Park and the beach. Meanwhile from the East Coast Road, heading to Joo Chiat Road has never been this easy, especially to find out more about the street’s beautiful shophouses and restaurants.

Aside from serving as Katong’s best hub for such adventure, Village Hotel Katong presents itself as an envoy of Peranakan culture where patrons can witness artistic finesse around the hotel, from the lobby and up to each of its 229 rooms.

c
Premier Peranakan Room
c
Superior Twin Room

The main highlight should be given to Village Hotel Katong’s design of the room. With different colors representing different types of room; each of it actually bears beautiful similarity from the silver backdrops, intricate Peranakan motifs found from the carpets, drapes, and also the artworks.

The Peranakan Club for example, possesses this harmony between space, comfort, and its esthetic aspects. The warm blue color enlightens many parts of the room but retains the balance with this homely atmosphere that makes the room feels luxuriously relaxing.

In addition to the hotel’s comprehensive facilities such as the swimming pool, gym, meeting rooms, the Peranakan lounge for club rooms, and the halal-certified Katong Kitchen as the all-day dining; the whole establishment is made complete with a shopping arcade connected directly to the hotel.

c
Village Hotel Katong Gym
c
Katong Kitchen Resto

In order to make the staying experience more memorable, Village Hotel Katong also prepares complimentary shuttle services.

Firstly, for the business travelers, the hotel provides a dedicated one-way shuttle from the hotel to the industrial and business areas around Bedok, Kaki Bukit, Ubi, Tai Seng, and also Changi.

Secondly for everyone, a complimentary airport shuttle is available every day, departing from the hotel every 90 minutes from as early as 5am to as late as 12:30 a.m.

By providing such services in addition to the hotel’s strategic and comfort values, Village Hotel Katong is seriously vying to become the frontrunner of hospitality right from the heart of this historic neighborhood. The charming Katong area with all of its uniqueness and rich legacy is now made complete with this one jewel that is ready to welcome you anytime.

—–

Village Hotel Katong

Address:
25 Marine Parade Road, Singapore
T: +65.6344.2200

Website

——

Original link: http://jax.co.id/village-hotel-katong/

Photos are courtesy of Village Hotel Katong

—–

STAY: AMOY – Singapore [Far East Hospitality] (JAX, Nov 2015)

In a strategic area in the neighboring city-state is where luxury of modern interpretation and traditional values live side by side in harmony.

A harmonious coexistence between progressive urban landscaping and cultural legacy of olden times is known only in few selected cities around the world. Singapore is one of them.

In many areas where Singaporean government strictly preserves; the economic and cultural activities thrive from shophouses to museums and hotels. Among them there is one that sets a fine example of marrying both worlds.

AMOY is located in the vicinity of Far East Square, a plaza where a collection of Peranakan heritage shophouses are rejuvenated into restaurants and retail shops.

Here lies the nearing two century old Fuk Tak Chi temple. As a relic of the past where the Earth God was once revered by the locals, this temple has now been transformed into a museum, and it has become a vivid reminder of the olden days.

Uniquely, the museum is now an essential part of the hotel and entering AMOY by a luxurious limo from the airport through here is an experience of its own. Head further in and you will find yourself in a junction heading to the mazes of Far East Square, but before that, there’s the lobby for you.

Greeted with smile and a refreshing welcome mocktail, the courteous staff warmly welcome me and readying the room swiftly. On the second floor, a small adventure awaits. After several turns and small steps of stairs in between, finally it’s home sweet home.

In addition to the usual numbers, the rooms here are also named over commonly used Chinese family names – which are also inscribed on a wall at the lobby. Turns out it was a useful reminder, especially when one time I accidentally forgot my room number!

c
Cosy Single Room
c
Deluxe Double Room

The deluxe double room is an amazing example of utilizing the space for maximum comfort. It begins with a couple of short steps descending to the bedroom, where coziness awaits in a form of a queen size bed, flat screen TV, iPhone docking, and a Nespresso machine. Free amenities from Wi-Fi, landline call, as well as drinks and snacks from the minibar are also at your disposal. Most importantly as well, the bedroom is all basked under natural lights coming from the broad windows – bringing in both spirit and contentment.

There’s a touch of Chinese heritage on every angle; from a coffee book table of old Singaporean postcards since 19th century, the embroidered cushions and porcelains, and if you are lucky – real beams from the past on the ceilings. The bathroom itself has that darken, elegant atmosphere where Asian influenced wooden flooring and panels are all designed in details and harmoniously befitting each other.

c
JIN Fine Dining
c
Offers you a rich, full fledge Japanese cuisine for lunch and dinner.

Local and continental breakfast are the options in the morning for AMOY’s inhabitants at JIN Fine Dining on the ground floor. Additionally, the restaurant also offers a rich, full fledge Japanese cuisine for lunch and dinner with excellent service.

AMOY also boasts its strategic position to start the city exploration. Just across the hotel, you will directly find a taxi stop and an MRT station. I prefer to enjoy the urban scenery by walking, starting from the financial districts and heading further to Boat Quay or to as far as Merlion and Esplanade.

A stay at AMOY means experiencing excellence, fulfilling beyond the basic comforts one would seek any hotel. As a wonderful addition to that, let us immerse with what this country has to offer from its vibrant past, present and future.

—–

AMOY (Far East Hospitality)

Address:
76 Telok Ayer Street, Singapore
T: +65.6580.2888

Website

——

Original link: http://jax.co.id/amoy-hotel/

Photos are courtesy of AMOY

—–