Tag Archives: Hotel

5 Hotel Terdekat Dari Bandara Soekarno Hatta Dengan Fasilitas Terbaik

Pasti ada alasan bijak di balik mengapa kita sesekali perlu menginap tidak jauh dari bandara. Misalnya saja jadwal penerbangan di waktu pagi buta, layover serta delay yang berkepanjangan, ataupun hal-hal genting lainnya yang membuat bahkan traveler paling berpengalaman sekalipun gelisah.

Sebagai salah satu airport tersibuk di dunia, Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang ternyata sudah dikelilingi beberapa hotel yang bisa kita singgahi. Soal reservasi juga ternyata tidak perlu berepot-repot karena banyak yang sudah terdaftar secara online di situs-situs seperti Traveloka, Agoda, Pegipegi, ataupun Klikhotel.

Personally, memesan kamar hotel secara online jelas memberikan kemudahan – terlebih untuk pesanan dadakan yang pernah saya lakukan H-1 bahkan ketika hari H! Selain promosinya yang dikejar, ternyata situs seperti Traveloka contohnya, ada saja fitur diskon dalam jumlah besar untuk kamar hotel plus tiket pesawatnya.

Balik ke pilihan-pilihan hotel di dekat Bandara Soekarno-Hatta, berikut beberapa yang rupanya memiliki reputasi paling kece:

J HOTEL SOEKARNO HATTA

J Hotel Soekarno Hatta

Berbintang tiga dan berlokasi di Jalan Raya Perancis no. 9, Benda – Tangerang; hotel ini hanya terpaut sekitar 8 kilometer dari bandara dan bisa ditempuh cukup dengan 15 menit perjalanan.

Selain strategis, J Hotel memiliki 78 kamar yang nyaman dengan fasilitas lengkap. Dengan tarif reasonable di kisaran IDR 500,000/malam, pihak hotel juga menyediakan shuttle bus gratis dari dan menuju bandara.

SWISS-BELINN AIRPORT

Swiss-Belinn Airport

Berikutnya adalah Swiss-Belinn Airport yang berjarak sekitar 4 km dari bandara. Beralamat di Jalan Husein Sastranegara no. 9, bandara dapat ditempuh dengan waktu kurang dari 10 menit dengan layanan shuttle bus gratis.

Kisaran harga per malam di IDR 490,000 tentunya terjangkau bagi siapapun. Dengan tarif tersebut, kamar seluas 20 meter persegi dan fasilitas seperti AC, kulkas, shower, serta hair dryer tentu mempermudah persiapan perjalanan kamu.

BANDARA INTERNATIONAL HOTEL

Bandara International Hotel

Dengan jarak sekitar 6 km dari Soetta dan kurang lebih 10 menit berkendara, Bandara International Hotel adalah pilihan paling lux dan berbintang lima. Cocok ketika bepergian bersama keluarga, hotel ini menyediakan fasilitas seperti kolam renang khusus anak dan arena permainan. Selain itu, kolam renang dewasa serta kolam air panas untuk relaksasi-pun tersedia.

Meskipun sedikit harus merogoh kocek sedikit lebih dalam, hotel ini menyediakan pilihan kamar yang beragam dari level Deluxe hingga Presidential Suite. Untuk pilihan kamar Deluxe dengan ragam pemandangannya dapat dinikmati dengan tarif IDR 1,8 juta/malam.

JAKARTA AIRPORT HOTEL BY TOPOTELS

Jakarta Airport Hotel by Topotels

Terletak tepat di jantung Bandara Soekarno Hatta, lokasi eksklusif yang dimiliki Jakarta Airport Hotel yang berbintang tiga ini tentu memberikan kenyamanan tersendiri namun dengan tarif yang sedikit lebih mahal – yaitu sekitar IDR 800,000 hingga IDR 1,000,000 per malamnya.

Hotel yang satu ini lebih didesain untuk para business travelers. Mulai dari fasilitas MICE untuk 50 orang, business center, massage, serta layanan shuttle car menuju terminal domestik maupun internasional.

ORCHARDZ HOTEL BANDARA

Orchardz Hotel Bandara

Rekomendasi terakhir kali ini adalah Orchardz Hotel Bandara dan beralamat di Jalan Husein Sastranegara no. 8, Tangerang. Dengan jarak 4 kilometer dari bandara, perjalanan dari dan menuju hotel dapat ditempuh sekitar 5 hingga 10 menit.

Selain itu, pusat perbelanjaan Mangga Dua Square dapat dicapai dari sini dengan perjalanan setengah jam saja dalam lalu lintas berkondisi lancar. Tarif menginap di sinipun tidaklah mahal, yaitu sekitar IDR 500,000/malam.

Nah, sudah siap merencanakan perjalanan dan membutuhkan penginapan kece yang dekat dengan bandara sebelumnya? Jangan lupa juga untuk mampir dan membaca perjalanan TGA ke berbagai tujuan seru di sini. 

Bon voyage!

Celebrity Chef Rinrin Marinka Introduces Elevated Indonesian Menu for Aryaduta Hotel

Selalu ada ruang untuk mempromosikan kuliner kebanggaan negeri ini dan dengan elegan memperlihatkannya di berbagai lembaga berbintang lima di tanah air adalah salah satu media yang tepat.

Aryaduta Jakarta yang berlokasi di depan Tugu Tani yang historis ini sudah dikenal sejak lama sebagai hotel bintang lima dengan berbagai restorannya yang ternama. Momentum berkibarnya kuliner tanah air di dalam maupun luar negeri tidak ketinggalan untuk dikejar oleh hotel ini.

Aryaduta & Rinrin Marinka 6

Dengan menggaet celebrity chef kenamaan Rinrin Marinka, Aryaduta akan menampilkan berbagai sajian khas Indonesia yang telah dielevasi penampilan dan rasanya dengan menu yang berbeda-beda setiap serinya.

Aryaduta & Rinrin Marinka 1 Aryaduta & Rinrin Marinka 4 Aryaduta & Rinrin Marinka 7 Aryaduta & Rinrin Marinka 3 Aryaduta & Rinrin Marinka 2

Untuk kali pertama ini, empat dari dua belas menu tradisional yang pada kesempatan lalu disorot adalah Asinan Betawi, Kerak Telor, Nasi Goreng Kambing, serta Es Teler.

“Nasi goreng dengan daging domba yang dibumbui santan serta ditambahkan telur dan acar. Tambahannya ada martabak tradisional,” tutur sang chef.

Aryaduta & Rinrin Marinka 5

Jadi jangan sampai terlewat kesempatan yang satu ini ketika bertandang ke Aryaduta. Selain promosi menu Indonesia ini, Aryaduta juga akan menjalani proses renovasi di berbagai penjuru hotelnya. Tentunya akan sangat menarik untuk melihat apa yang akan Aryaduta perkenalkan di masa mendatang!


Aryaduta Hotels
www.aryaduta.com

Staycation: Hiroshima Tokyu REI, Hiroshima – Japan (Tokyu Hotels)

Perjalanan sekitar tujuh jam kami arungi di atas samudera Pasifik untuk mencapai Negeri Sakura. Ini adalah kali pertamanya saya menginjakkan kaki di negeri ini dan herannya bukan Tokyo yang menjadi tujuan perdana.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-4

Adalah Prefektur Chugoku di bagian barat yang akan menyambut kedatangan kami, segelintir wartawan serta para pemandu wisata dari Indonesia. Mendarat pagi di Kansai International Airport, kami langsung menaiki kereta dan melaju dengan cepat menggunakan Shinkansen Nozomi dari Shin-Osaka Station dengan tujuan akhir Hiroshima.

Cerita petualangan itu akan kita simpan untuk lain kesempatan. Singkat kata, sore hari telah datang dan tibalah waktunya untuk beristirahat sebelum menikmati makan malam.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-6

Hiroshima Tokyu REI berlokasi tepat di perempatan Heiwa Odori yang merupakan jalanan utama yang membelah kota ini dengan Chuo Dori. Bisa dibilang Chuo Dori ini adalah jalanan yang menjadi pusat keramaian kota Hiroshima.

Hanya dengan berjalan kaki dari Hiroshima Tokyu REI kita bisa mencapai perempatan Mikawacho, Shintenchi, serta Horikawacho yang berisikan banyak toko dan restoran. Tidak jauh dari situ, kita juga bisa menaiki Hiroden alias trem khas Hiroshima yang merupakan moda transportasi populer di kota ini.

Hotel yang kami tempati terasa begitu fungsional, rapi, serta bersih. Banyak space kosong yang memang memberikan rasa lega namun beranjak naik ke kamar, perasaan fungsional itu kembali merajai. Dengan harga yang begitu memadai, hotel berbintang tiga ini tetap terasa nyaman dan cocok untuk para business traveler.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-3

Meski kamar berukuran tidak terlalu besar untuk single traveler, namun keberadaan queen size bed dan meja kerja lengkap dengan televisi dan kulkas ternyata cukup membantu. Terlebih bagi saya yang memang selalu perlu membuka laptop, bekerja, maupun mengosongkan memory card kamera.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-2

Kamar mandi juga begitu memadai dengan adanya bath tub yang lengkap dengan shower dan toilet duduk tentunya. Satu hal yang saya temukan di Jepang berkali-kali adalah betapa considerate-nya hospitality di hotel-hotel. Shower biasanya diarahkan ke dinding sehingga tamu yang menginap tidak perlu khawatir terkena insiden kebasahan karena salah membuka keran dan lain sebagainya.

Pelengkap lainnya yang utama juga adalah kabel multifungsi yang bisa dipakai untuk charging berbagai device. Hanya saja tipe adapter-nya berbeda dengan Indonesia dan ini mengharuskan saya untuk berbelanja dahulu. Tak apa, mengingat ini akan terpakai terus dan letak hotel strategis yang membuat saya tidak perlu mencari jauh-jauh untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-8 hiroshima-tokyu-rei-hotel-7 hiroshima-tokyu-rei-hotel-1 hiroshima-tokyu-rei-hotel-5

Turun menuju restoran untuk makan pagi di hari berikutnya adalah satu momen yang selalu saya nantikan. Rupanya pilihan makanan di Hiroshima Tokyu REI cukup beragam. Mulai dari berbagai makanan pembuka, makanan utama, dessert, hingga pastry beraneka jenis serta tentunya minuman. Senang berkontribusi walaupun sedikit, Hiroshima Tokyu REI memang mempersilakan pengunjungnya untuk menaruh tray bekas makan di satu counter. Satu konsep yang masih cukup asing hingga hari ini untuk orang Indonesia, namun kita sudah bisa berlatih di McDonald’s maupun Burger King.

Sebelum siang waktunya kami untuk beranjak menuju tujuan berikutnya. Hari pertama yang melelahkan karena kesulitan tidur ketika di pesawat maupun perjalanan panjang rupanya tertutupi dengan rasa excited mengunjungi Jepang pertama kalinya serta bermalam di hotel yang nyaman.


HIROSHIMA TOKYU REI HOTEL

Address:
10-1 Mikawacho, Naka Ward, Hiroshima, Hiroshima Prefecture 730-0029, Japan

T: +81 82-244-0109

Website



Photo is courtesy of Hiroshima Tokyu REI Hotel

The Makassar Adventure with Best Western (Day 1)

Perjalanan pagi buta adalah sebuah tantangan yang selalu menarik untuk ditaklukkan, khususnya utk perjalanan udara. Tapi perjalanan kali ini bersama Best Western menuju Makassar cukup untuk mematahkan rasa cemas maupun kantuk di waktu subuh. It’s gonna be an exciting trip, I bet!

Best Western Makassar 1

Beruntung city check-in serta bawaan yang ringan memungkinkan saya untuk langsung menuju departure lounge tanpa ada drama sama sekali, padahal pukul lima pagi di Terminal 1 sudah diwarnai antrian panjang di setiap counter.

Perjalanan dua setengah jam menuju Makassar dilalui dengan istirahat penuh, terbukti dengan pulasnya saya menjelang landing di Bandara Sultan Hasanuddin. Penjemputan khusus dari Best Western membawa kami melewati jalan tol yang langsung menghubungkan airport dengan kota. Akhirnya saya menginjakkan kaki untuk kali pertamanya di kota Makassar!

Welcome to Makassar!

Tiba di Best Western Plus Makassar Beach, kami diajak untuk langsung menikmati sarapan pagi di Chill In Restaurant – sebuah all-day dining yang rupanya menyediakan menu sarapan pagi yang ekstensif. Dimulai dari menu lengkap makanan Indonesia, masakan Barat, bubur ayam, menu sarapan tradisional Makassar, serta berbagai pastry dan minuman. Tidak lupa saya memesan kopi hitam Toarco sebagai penutup makan pagi yang menyenangkan itu.

Best Western Makassar 6

Sengaja tidak mengisi perut terlalu penuh, kami menyempatkan beristirahat sejenak di kamar sebelum beranjak untuk makan siang. Kamar tipe deluxe yang saya akan huni selama dua malam ke depan memiliki luas yang memadai, tempat tidur berukuran king size yang nyaman, jumlah socket yang cukup untuk charging kamera, laptop, serta handphone, dan juga tidak ketinggalan tersedia bath tub!

#TeamSerigala

Seakan makan pagi menyenangkan di hotel tadi belum cukup, Best Western tanpa ragu mengajak kami menuju Jalan Serigala untuk menikmati pallu basa yang begitu kondang!

Warung pallu basa yang kini membesar hingga bisa menampung banyak pengunjung ini luar biasa ramai ketika waktu makan siang. Beruntung kami langsung mendapatkan tempat duduk dan pelayanan cepat dari kru yang bertugas.

Pallu basa Serigala
Pallu basa Serigala

Bagi kamu yang belum terlalu familiar dengan pallu basa, makanan khas Makassar ini merupakan sup daging sapi (serta kerbau) yang memiliki rasa segar sekaligus kaya karena kuahnya yang bersantan serta diimbuhi oleh kelapa parut yang disangrai.

Tambahan kuning telur mentah sungguh saya rekomendasikan karena ini menjadikan kuahnya terasa lebih silky sekaligus rasa yang kaya seolah menyatu secara harmonis. Dengan harga yang begitu bersahabat, rasa yang nikmat, serta servis yang super cepat sudah cukup membuat saya resmi menjadi #TeamSerigala!

Chasing for sunset

Menutup sisa hari kami, Best Western mengajak kami menuju Pelabuhan Paotere, dimana kami bisa melihat barisan kapal-kapal tradisional layaknya di Pelabuhan Sunda Kelapa.

The ships of Paotere
The ships of Paotere

Sejenak beristirahat dan bercengkerama di atas kapal sembari menikmati hembusan angin lembut dan lautan biru yang diterpa sinar mentari yang terik mendatangkan kembali kantuk yang telah lama sirna.

Tanpa memberikan kesempatan kantuk untuk kembali sepenuhnya, perjalanan kami berikutnya menuju Fort Rotterdam dan museum yang berisi sejarah dan artifak masyarakat Makassar sejak masa lampau justru membangkitkan rasa rindu terhadap tur museum yang waktu kecil kerap saya lakukan bersama keluarga.

The sunset as seen from Pantai Losari
The sunset as seen from Pantai Losari

Setelah beristirahat sore sejenak menikmati es campur di depan Kampung Popsa yang merupakan tempat hang out kekinian di Makassar, kami langsung beranjak ke Pantai Losari untuk menikmati suasana sekitar masjid terapung serta persiapan F8 Festival yang akan berlangsung keesokan harinya. Tidak lupa tentunya pemandangan matahari terbenam yang luar biasa memesona!

It’s seafood time!

Sedikit berjalan kaki untuk membangkitkan gairah makan? Kenapa tidak? Restoran seafood Losari yang letaknya tentu tidak jauh dari Pantai Losari menjadi primadona para penikmat masakan laut di kota ini. Cerita makan-makan di sini harus saya bagi di kesempatan lain karena, terus terang saja, bersantap di sini menjadi pengalaman makan seafood saya yang paling berkesan sepanjang masa!

Best Western Makassar 4

Rasa lelah, kenyang, sekaligus kantuk kini datang bersamaan. Rasa gembira melakukan perjalanan subuh hingga malam bersama Best Western di kota Makassar ini namun mengalahkan semuanya. Kini waktunya untuk kembali ke hotel dan beristirahat. Ah, berendam air panas dan ranjang empuk sepertinya menjadi teman baik saya di malam itu.

Best Western Makassar 7

Sampai jumpa besok pagi, Makassar!


BEST WESTERN PLUS MAKASSAR BEACH | Jalan Boto Lempangan no. 67, Makassar | +62 411 3636 8881 | www.bwmakassarbeach.com

Staycation: SenS Hotel & Spa + Conference, Ubud Town Centre (SenS Hotels & Resorts)

Ubud yang dikenal sebagai kota kecil kelas atas dengan segala warisan budaya, meditasi, serta kulinernya yang seru. Kini Ubud semakin mudah dikunjungi karena keberadaan SenS Hotel & Spa + Conference tepat di jantung kotanya. 

Perjalanan sejak pagi buta bersama para blogger kekinian asal ibukota disambut dengan hangat ketika kami mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Langsung saja kami melesat menuju pegunungan dan satu kota yang selalu saja kami merindu padanya.

Tiba di sana, santap siang diadakan di restoran kenamaan Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. Sepiring nasi ayam lengkap dan segelas es jeruk cukup untuk memulihkan semangat kami kembali untuk menangkis udara panas Bali dan memompa antusiasme kami untuk bertemu dengan hotel tempat kami menginap.

Cukup hanya perjalanan kurang dari 15 menit, terkhusus ketika Jalan Raya Ubud tidak terlalu padat; maka tibalah kami di SenS Hotel & Spa + Conference, Ubud Town Centre!

SenS tampil menarik dengan konsepnya yang eco, nyaman, sekaligus terjangkau. Terbukti dengan highlight terbaik dari kunjungan saya yang lalu adalah suasana kamar tidurnya yang super cozy, terlihat lux, sekaligus tenang meskipun saya berada di lantai dasar yang dekat dengan kolam renang. Catatan khusus yang penting di sini bagi warga Indonesia yang terhormat – SenS menyediakan juga guling sebagai teman dari bantal. Sungguh nilai plus untuk kenyamanan tidur kami sebagai orang Indonesia!

Kenyamanan ini menjiwai kota Ubud yang sejatinya dianggap lebih sejuk suasananya daripada kota-kota wisata lainnya di Bali; meskipun kondisi sehari-harinya kini sudah semakin ramai dipenuhi turis, penulis, fotografer, culture hunter, para pemuja matahari, serta penikmat kuliner kelas atas.

Bicara soal ramainya Ubud masa kini, uniknya Jalan Sukma Kesuma dimana hotel ini berada terasa lebih tenang dibandingkan jalanan sibuk lainnya di kota ini seperti segitiga emas Jalan Raya Ubud, Jalan Hanoman, dan Monkey Forest. Hebatnya, ketiga jalanan yang memiliki banyak restoran serta tempat hangout seru ini dapat dengan mudah diakses arah SenS Hotel & Spa.

Highlight berikutnya adalah makanan tentunya! Yonne Cafe & Bar sebagai all-day dining restaurant milik SenS tidak hanya tampil apik dan memiliki banyak opsi menarik untuk sarapan. Untuk menu ala carte, SenS juga memiliki segudang opsi menarik. Rupa-rupanya seorang Matthew Wood tampil sebagai sang executive chef dan kolaborasinya dengan para talenta lokal berhasil mempresentasikan masakan tradisional serta modern yang lezat sekaligus lengkap.

Mengingat Ubud tidak hanya menjadi tujuan wisata saja, SenS dengan cerdik juga mencoba menggapai pasar MICE dengan menyediakan ruang-ruang conference bagi perusahaan maupun perorangan yang hendak mengadakan perjalanan bisnis.

Meskipun dari luar terlihat tidak terlalu besar, SenS ternyata mampu menyediakan banyak fasilitas bagi pengunjungnya dan tidak mengurangi kenyamanan yang didapat baik dari kamar, kolam renang, fitness center, serta restorannya.

Beberapa kegiatan seru kami selama berada di sini juga mencakup sepeda santai bersama Toekad Rafting serta menuju sanggar pahatan milik I Made Ada dan kelas memasak bersama blogger. Namun kembali highlight berikutnya adalah kunjungan menuju museum topeng Setia Dharma, ngopi di Seniman Coffee Studio, serta menikmati pagelaran sendratari di Sanggar Tirtasari. Terkhusus bagi sendratari ini, baru kali ini sepertinya saya bisa mengapresiasi secara mendalam kultur Bali yang satu ini dan terima kasih harus saya ucapkan untuk SenS yang telah mengajak kami ke sini.

Tentunya masih banyak memori lainnya selama kami di sini, termasuk jalan-jalan kecil kami menyusuri Ubud dengan pasarnya, kudapan sate lilit serta bakso ikannya, dan satu atau dua kafe lainnya yang kami sambangi. Namun secara keseluruhan, SenS dengan lokasi strategis serta kenyamanannya memberikan nilai tambah dari keseruan kami selama di sana.

Dua malam kami lalui dengan sangat cepat dan tibalah waktunya untuk berpisah. Tentunya ini bukanlah yang terakhir, karena dengar-dengar sih ada resort bintang lima yang akan dibuka oleh grup SenS Hotels & Resorts di kota ini juga. Inilah kunjungan berikutnya yang kami nantikan dan semoga akan bertepatan dengan event-event asyik di Ubud seperti UFF maupun UWRF contohnya.

Sampai berjumpa kembali SenS!


SENS HOTEL & SPA + CONFERENCE, UBUD TOWN CENTRE

Address:
Jalan Sukma Kesuma, Banjar Tebesaya, Desa Peliatan, Ubud – Bali

T: +62 361 849 3328

Website



Several images are courtesy of SenS Hotels & Resorts