Tag Archives: Hang Out Jakarta

Restaurant Review: Yamagoya Ramen (Hang Out Jakarta, March 2012)

Akhirnya penantang baru dari Kyushu telah tiba! Otentik dan memang sejatinya membatasi dirinya dengan menu-menu tradisional saja, Yamagoya Ramen kini menerjang Jakarta dengan kecepatan penuh!

Pertama berjumpa, betapa mengejutkan mendapati Yamagoya dalam keadaan full house mengingat letaknya yang berada di gedung perkantoran dan saat itu adalah weekend!

Meskipun demikian di suasana restoran yang terbilang cukup sempit dan berisik ini tampak saya cukup puas dengan melihat apa yang mereka sajikan. Line up menu konservatif yang benar-benar fokus hanya menyediakan berbagai variasi ramen tradisional dan aksesorisnya.

Sesuai dengan sejatinya, tipikal ramen khas Kyushu di Yamagoya Ramen menggunakan kuah tonkotsu atau mengandung babi. Meskipun demikian, selalu ada alternatif kuah ayam meskipun pilihannya menunya terbatas. Kisaran harga Rp. 50,000an sebetulnya cukup murah mengingat proses dalam pembuatan ramen membutuhkan waktu untuk mencapai kekuatan rasa yang prima khususnya dari bagian kuah.

Seaweed Ramen

Ramen dengan ekstra rumput laut kering yang menjadi pilihan malam itu. Meskipun datangnya ramen cukup lama tapi rasanya senang melihat topping yang begitu lengkap dan orisinil. Setengah telur rebus, cha siu, rumput laut basah, potongan daun bawang yang berlimpah dan lembaran rumput laut kering yang semuanya tampak menggoda. Tidak ada potongan wortel atau jagung yang terasa palsu di sana.

Langsung saja saya menggali dan menyeruput ramen tersebut keras-keras seperti layaknya orang Jepang!

Namun sayang apa yang saya harapkan tidak sepenuhnya tercapai. Sang kuah yang menjadi nyawa justru terasa agak dingin meskipun dengan tingkat kegurihan yang cukup memadai. Beruntung bahan-bahan lain dengan luar biasa mampu menjadikan keseluruhan hidangan ini begitu padu dan tetap menggoda.

Mulailah dari daging cha siu yang begitu lembut, lumer di mulut, dan dengan rasa lezat yang tidak ingin saya sia-siakan setiap jengkalnya. Perpaduannya dengan rekan-rekannya yang lain membuat setiap suapnya begitu laju dan berarti. Hampir saja saya meminta tambahan mie untuk menyelesaikan kuahnya hingga tuntas tapi saya memilih tumisan sayur sebagai pendamping yang sehat.

Stir Fried Vegetables

Sungguh senang begitu merasakan tumisan tersebut begitu sedap dan begitu padu campuran rasa asin serta manisnya. Meskipun hanya kol, wortel, bawang, dan tauge tapi kekuatannya berada pada rasa kecap khas yang menjadi campuran saat menumisnya. You gotta try that one!

Kesimpulannya adalah kedatangan Yamagoya Ramen sungguhlah menjanjikan. Meski sayang faktor pengurangnya adalah kuah yang semestinya bisa lebih prima lagi tersajinya. Terlepas dari itu, rasanya masih saja terbayang-bayang untuk kembali lagi di lain kesempatan dan tentu saya tidak akan lupa akan memesan ekstra mie dan cha siu! I’ll be back!

———-

YAMAGOYA RAMEN

Rating: ***

Halal-friendly (menu dominated with pork but alternatives are available)

Unsuitable for vegetarians

Address: Thamrin Nine, B1, Jl. MH Thamrin No. 10, Jakarta Pusat 10230

Opening Hours: 10 am – 10 pm

RSVP: 021 -3190 8018

BB Pin: N/A

Email: N/A

Website: N/A

Facebook: YamagoyaRamenIndonesia

Twitter: @yamagoyaramen

Atmosphere: Reminds me of Yoshinoya but a lot cramped and doesn’t have stools at the ramen bar.

Ambiance: Full of laughs and other annoying noise. Well, what to expect?

Service: I have no quarrels.

Pricing: Around IDR 100,000 – IDR 150,000 for two

———-

-Featured in HANG OUT JAKARTA March 2012 edition-

Pictures courtesy of Yamagoya Ramen

Flavor Updates: Summer Berry Pudding (Kafe Pinang, Hotel Kristal, Jakarta) (Hang Out Jakarta, January 2012)

Summer Berry Pudding (Photo by: The Saucy Chef)

Hotel Kristal dan restoran internasionalnya Kafe Pinang adalah nama-nama yang sudah tidak asing lagi di kawasan Jakarta Selatan dengan segala hustle and bustle-nya. Untuk 2012, Hotel Kristal memperkenalkan dessert baru yang menyegarkan sebagai penutup pengalaman makan anda bersama keluarga anda di Kafe Pinang.

Dengan nama Summer Berry Pudding, dessert baru ini bertemakan rasa asam segar dan juga memiliki beberapa tingkat rasa. Pastry Chef Litha Liezwarie yang baru saja mendapatkan predikat Top 10 Fonterra Pastry Challenge 2011 adalah sang penemu dari dessert ini dan Chef Litha mengandalkan beberapa jenis wild berries dan strawberry sebagai sumber kesegarannya dari Summer Berry Pudding ini.

Selain rasa buah-buahan, Chef Litha menggunakan roti untuk membalut adonan yang terdiri dari buah-buahan tersebut serta berbagai rempah sebelum dibekukan. Hasilnya adalah warna ungu gelap dan ketika mencobanya akan terasa juga berbagai rempah seperti kayu manis dan cengkeh di dalamnya. Untuk menyeimbangkan itu semua tersedia juga rasa tawar dari keju Mascarpone dan rasa manis dari almond tuile sebagai pendamping sang pudding. Semuanya menyatu menjadi rasa yang tidak membosankan dan tetap segar juga berkelas.

Dessert ini tersedia ala carte dan dibanderol dengan harga IDR 40,000++. Jangan lewatkan selagi musimnya namun juga jangan khawatir karena Hotel Kristal pasti akan selalu menghadirkan kreasi-kreasi terbarunya yang lezat dan berkualitas.

-Featured in HANG OUT JAKARTA January 2012 edition-

Photo courtesy of The Saucy Chef (the picture is meant only as a depiction of how the dish looks like)

Restaurant Review: The Harmony (Hang Out Jakarta, December 2011)

Nama besar Hotel Santika yang telah berkecimpung di hospitality business selama kurang lebih tiga dekade terakhir ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Salah satunya adalah Hotel Santika Premiere Jakarta dengan international restaurant-nya The Harmony.

Belum lama Hotel Santika mengembangkan diri dan mengklasifikasikan berbagai level hotel yang berbeda disesuaikan dengan nilai strategis pasar. Salah satu dari kategori-kategorinya adalah seri Premiere yang saat ini sudah mencapai enam hotel di berbagai kota besar di Indonesia dan setara hotel berbintang empat.

Setelah tiba, rasanya seperti sampai di oase penyejuk dari segala riuh rendah daerah Slipi yang terkenal sibuk. Cukup mengejutkan mengingat penampilan Hotel Santika kali ini memang terlihat lebih modern dan elegan. Langsung saja saya menuju The Harmony yang ternyata menempati space luas tidak jauh dari lobby. Dengan menghadap langsung ke kolam renang dan alam terbuka, The Harmony memang tampak segar dan bercahaya. Suatu suasana yang terasa menyemangati acara makan siang kali ini.

Tidak berlama-lama duduk, langsung saja menuju counter mie tarik yang konon adalah signature buffet dish dari The Harmony. Seolah mengingatkan pada pho, langsung saja saya meminta kuah bening dengan irisan daging sapi lalu diimbuhi dengan tauge dan bawang daun. Sebuah pembuka yang segar dan lezat. Jelas kekuatannya berpusat pada kuah yang gurih namun ringan sebagai pembuka yang baik.

Setelah berputar-putar sedikit dengan kreasi fusion sushi dan berbagai sajian salad, tampak tiba saatnya untuk menjajal masakan Indonesia yang konon selalu berganti setiap harinya. Hari itu pecel sayur dengan lontong tampak menggiurkan, begitu pula dengan belut gorengnya. Sajian lain seperti nasi ulam dan soto juga tersaji cantik dan didampingi oleh berbagai dessert khas Indonesia yang begitu beragam.

Secara keseluruhan, sajian di The Harmony terbilang cukup apik dan lumayan beragam. Meski terkadang terasa buffet satu dan lainnya agak terasa dipojokkan dan kurang diberikan kesempatan untuk bersinar dengan segala wewangian dan warnanya yang sebetulnya indah, namun kesempatan bersantap siang dengan suasana yang nyaman dan spacious ini ternyata begitu membantu selera makan saya.

Tidak lupa tentunya sekali dalam sebulan Hotel Santika Premiere Jakarta mengadakan acara Jazz in Harmony yang menampilkan musisi jazz legendaris Idang Rasyidi untuk menemani santap malam. Meski semua aspek sebetulnya saling bersahutan, namun tampaknya The Harmony memang mencoba untuk meraih hati pengunjungnya dengan atmosfir dan ambiance yang bisa jadi faktor penentu meski makanan juga menempati salah satu faktor terpenting.

Dengan kesemuanya itu tentu tidak sulit lain waktu mencari alasan untuk kembali bertandang ke The Harmony. It’s a dinner with all that jazz! Sounds classy and I’m hungry already.

—–

The Harmony

Rating: **

Halal-friendly (liquors applied for some drinks)

Some menu suitable for vegetarians

Address: Hotel Santika Premiere Jakarta, Jl. AIPDA K.S. Tubun no. 7, Slipi – Jakarta 1141o

Opening Hours: 6 am – 11 pm

RSVP: 021 – 536 1777, 533 0350

Email: fbs@santika-jakarta.co.id

Facebook: santikaonline

Twitter: @santikaonline

Atmosphere: Integrated without space but stairways from the main lobby making it very spacious.

Ambiance: Thanks to the huge space, it’s not noisy but it’s also lacking in togetherness value. Spaced out!

Service: Plates are not cleared up right away, where’s the so-called hotel service?

Pricing: Breakfast IDR 85,000++, Lunch & Dinner IDR 135,000++, Jazz in Harmony Dinnertime IDR 160,000++ (once/month)

—–

-Featured in HANG OUT JAKARTA December 2011 edition-

Photos courtesy of Hotel Santika Premiere Jakarta

Restaurant Review: Union Brasserie, Bakery and Bar (Hang Out Jakarta, January 2012)

Saat itu adalah sore hari yang sejuk selepas hujan. Angin berhembus kencang dan keramaian tetap merajai Union, sebuah tempat yang teramat hype dan penuh setiap saat. Rasa penasaranlah yang membawa kaki saya melangkah ke tempat ini.

Lima belas menit berlalu di bangku khusus waiting list dan seorang greeter membawa saya ke sebuah meja yang hanya dapat saya gunakan satu jam saja sebelum yang mereservasi meja itu datang. Tanpa membuang waktu langsung saja yang terlintas dan ingin saya coba adalah yang terbaik dan menarik dari menu Union yang berisi masakan dengan cita rasa modern ini.

Adalah crispy skin salmon bersama mashed potato serta saus yang intriguing dengan bahan jahe dan jeruk. Menyusul sesudahnya adalah homemade lamb sausage dengan imbuhan herbs seperti rosemary dan thyme dengan onion gravy.

Meskipun suasana begitu ramai dan penuh, untung saja pelayanan tetap berjalan cukup prima. Meski bagian dapur mungkin agak kewalahan namun atas bantuan pelayanan yang baiklah semua makanan dapat diantarkan dengan cepat.

Setidaknya apa yang diharapkan ternyata juga berimbang dengan rasa yang kami dapat. Salmon yang cantik datang dengan kulit renyah. Hidangan ini ternyata membutuhkan dua kali proses masak. Yang pertama tentu merenyahkan dulu kulit dan dilanjutkan dengan memasak ikannya sampai ke derajat medium-well sesuai pesanan. Rasanya yang tidak terlampau ringan tapi juga berisi ternyata semakin dahsyat ketika digabungkan dengan kelezatan saus gelap berbahan jahe dan jeruk ini. Certainly one of the best sauces I ever had! Untuk sosisnya sendiri mungkin tidak terlalu impresif bila disandingkan dengan sang salmon. Tapi yang memuaskan adalah kepadatan sosis tersebut dan rasa bumbu yang tebal nan gurih.

Merunut kata Union yang merupakan perpaduan keahlian pasangan chef muda, Adhika Maxi di kitchen serta Karen Carlotta di bakery, maka sudah barang tentu desserts adalah sebuah keharusan!

Adalah mocha cake yang menjadi pilihan karena red velvet cake sudah tidak tersedia saat itu. Tekstur yang didapat adalah perasaan semi lembut ala red velvet namun kali ini berwarna coklat, serta lapis demi lapis krim keju lembut ternyata memang seru!Tapi tunggu dulu, ternyata ada kacang-kacangan juga di antaranya dan menghantarkan rasa manis yang juga memberi nuansa yang berbeda. Sungguh pilihan yang tepat!

Carrot Cake (Photo by: jenzcorner.net)
Banana Cake (Photo by: jenzcorner.net)
Crunchy Chocolate Cake (Photo by: jenzcorner.net)

Di samping itu pada bagian bakery terdapat berbagai cakes lain seperti carrot banana, praline, hingga macarons. Bagels and baguettes? They got them also! 

Jadi lengkap sudah pengalaman malam itu dengan hasil cukup mengejutkan. Tidak overrated karena semata-mata popularitas belaka, tapi tampil lumayan memuaskan. So book first and pick your best seats karena Union tidak akan kekurangan pengunjung dalam waktu yang lama.

—–

Union Brasserie, Bakery and Bar

Rating: ***

Halal-friendly (dishes using pork and wines, liquors also available as beverages)

Some dishes suitable for vegetarians

Address: Plaza Senayan Courtyard, GF, Jl. Asia Afrika No. 8, Jakarta

RSVP: 021 – 5790 5861/62

Opening Hours: 11 AM until late (Daily)

Website: http://unionjkt.com

Facebook: http://www.facebook.com/groups/233268313372920/

Twitter: @UnionJkt

Atmosphere: A very busy New Yorkish 1930s era bistro with pictures everywhere and waiters changing the diapers (table sheets) every time a patron leaves instead of real table clothes. During its serene time, which would be very rare, enjoy the breeze of what’s left from Jakarta cool air and a spectacle towards the courtyard with fountain.

Ambiance: Cacophonous. Loud. Smokey. Busy. You name it.

Service: Would be very lucky to receive prime service especially during busy hours, like I did. Well, at the expense of tardiness from kitchen side.

Pricing: Around IDR 300,000 – 400,000 for two

—–

-Featured in HANG OUT JAKARTA January 2012 edition-

Food Court: Urban Kitchen, Plaza Indonesia (Hang Out Jakarta, August 2011)

Photo by: anakjajan.wordpress.com

Urban Kitchen kini hadir di jantung kota Jakarta dan kali ini bertempat di Plaza Indonesia. Menempati lokasi luas di lantai 5 yang sebelumnya dihuni Food Kulture, di sini Urban Kitchen kini mengadaptasi sistem food court terbuka atau tanpa menggunakan kartu masuk yang biasanya digunakan sebagai akumulasi kredit pembelian untuk dibayar kemudian di kasir yang tersentralisasi. Hal ini meniru kesuksesan sebelumnya di Urban Kitchen Central Park. Yang menggembirakan adalah kali ini Urban Kitchen menggandeng tenants yang lebih dikenal masyarakat pada umumnya serta menyuguhkan harga makanan yang lebih affordable.

Meski menggunakan layout yang sama dengan pendahulunya, kini Urban Kitchen mengangkat tema Jakarta tempo doeloe untuk interiornya. Tema ini dibagi menjadi tiga ruangan besar. Yang pertama adalah tema ngopi sore, ciri khasnya adalah ruangan tersebut dihiasi seolah-olah berada di teras depan rumah beserta sangkar-sangkar burung yang tergantung. Kali ini pemandangannya justru cukup mengesankan, yaitu arah Jalan Thamrin dengan gedung-gedung bertingkatnya.

Pada ruangan kedua berisikan berbagai tempelan berbagai iklan, stiker serta foto-foto jadul yang terkenal pada masanya. Pada masa awal hingga pertengahan abad 20, muncul berbagai kemasan khas iklan yang dirancang dengan gambar-gambar klasik serta kata-kata yang catchy. Pada ruangan inilah Urban Kitchen mencoba menghadirkan kembali suasana nostalgia tersebut.

Terakhir, Urban Kitchen memunculkan suasana pelabuhan dan perkapalan dengan berbagai aksen dan hiasan tali tambang, desain dinding batu bata, serta karung-karung berisi kopi. Mengapa kopi? Selain merupakan salah satu komoditas kebanggaan Indonesia, pada segmen inilah Urban Kitchen secara khusus menggandeng Anomali untuk sebagai ponggawa coffee lounge-nya.

Dalam pemunculannya yang masih terbilang singkat, ternyata konsep baru yang dihadirkan Urban Kitchen mampu untuk menarik banyak pengunjung khususnya dari kalangan eksekutif muda, pegawai kantoran serta tentunya pengunjung mall itu sendiri. Eksklusivitas masih terasa di sini namun dengan berbagai suguhan dari tenants yang familiar dan berbagai jajanan pasar, membuat Urban Kitchen menjadi alternatif menarik dan murah di tengah-tengah kemewahan Plaza Indonesia.

Selain hanya sekedar untuk makan-makan, Urban Kitchen juga berusaha menghadirkan sesuatu yang berbeda seperti bazaar dan live music. Promosinyapun terbilang aktif dan menggunakan media social network seperti Facebook dan Twitter. Jadi buat siapa saja yang ingin berpartisipasi pada acara di Urban Kitchen seperti bazaar hingga menggunakan tempatnya sebagai media gathering dan press conference. All is customizable!

So, just anticipate berbagai kegiatan menarik yang seru di Urban Kitchen. Sementara ini kita nikmati saja dulu program afternoon high tea atau kudapan ringan yang tentunya bercirikan khas masakan masing-masing tenant-nya serta menjelang Ramadhan, Urban Kitchen juga mempersiapkan tajil gratis untuk pengunjungnya. Sisanya, tentu segudang pilihan makanan lezat untuk dicoba!

—–

URBAN KITCHEN PLAZA INDONESIA

Address: Plaza Indonesia Lv. 5, Jakarta

RSVP: 021 – 7278 1571

Website: http://urbankitchen.co.id

Facebook: http://www.facebook.com/UrbanKitchenJKT

Twitter: @UrbanKitchenJkt

—–

-Featured in HANG OUT JAKARTA August 2011 edition-

Photo by anakjajan.wordpress.com