Tag Archives: Hang Out Jakarta

Five Juiciest Steakhouses in Jakarta (Hang Out Jakarta, May 2012)

Steak! Who doesn’t love it? Steak adalah esensi paling murni dari kenikmatan menyantap daging. You can make any kind of dishes from meat but nothing can beat the simplicity of enjoying it as in steak! Make it medium-rare, medium-well or even well-done from any juicy parts of the cow, semuanya pasti masih asyik untuk disantap.

So without further due, note these joints and check ‘em all out!

1.       HOLYCOW STEAK

Easily one of the most famous steakhouses in Jakarta. Memulai usahanya dengan sederhana di Radio Dalam, namun berkat racikan steak-nya yang sedap dan popularitasnya kini Holycow kini telah memiliki cabang hingga di Singapura. Menu favoritnya tentu Buddy’s Combo yang tidak hanya lezat tapi juga affordable for your date. And the rest? All those ‘wagyulicious’ stuffs!

–          Jl. Bakti no. 15 // (021) 527 0673

—–

2.       MIRANDA (D/H TAN GOEI)

Miranda may not really be a steakhouse but it’s a ‘bestik’ legend in Jakarta. Restoran yang sudah berdekade-dekade bertahan ini tetap memertahankan suasana jadul yang kental dengan iringan organ solonya dan restoran berinterior gaya film-film yang biasa kita tonton dari dekade 1980an. Menunya berkisar antara bestik sapi, ayam, udang, hingga beef schnitzel yang menggunakan saus rahasia warisan turun-temurun yang khas dan gurih!

Jl. Besuki 1A // (021) 314 0829

—– 

3.       Q SMOKEHOUSE

Cukup jarang untuk pemain lokal bermain di arena smoked meat and grills at the same time. Meskipun pemain lama, Q Smokehouse adalah your one-stop spot yang paling cocok untuk menikmati smoked and grilled beef brisket yang lembut, lumer, dan gurih dengan imbasan nikmat pedas dari cabe jalapeño. Jangan lupa juga untuk mencoba Mexican parade di Q Smokehouse dengan trio grills of beef, chicken and shrimps bersama sour cream, guacamole, dan salsa sebagai isian fajitas kamu. Holy smoky!

–          Setiabudi One, Unit I – 156, Jl. HR Rasuna Said Kav. 62 // (021) 520 7078

–          Jl. Suryo no. 20 // (021) 723 5728

—–

4.       SINOU STEAK

We vouch for Sinou Steak in one of our past editions dan tidak ada alasan untuk mengecualikannya juga di sini. Affordable, juicy, and no fuss. Get your short ribs, rump steak or bolar blade steak done, pilih sidedishes yang seru, dan jangan lupa tambah Sinou sauce yang legendaris untuk steak kamu. Seperti apa rasanya? You gotta find it out by yourself.

Jl. Senopati Raya no. 35 // 021 – 521 3011

—– 

5.       SUPER STEAK

Sebelum go public ke Living World keberadaan Super Steak benar-benar seperti mitos yang diceritakan mouth-to-mouth saja. Selain menggunakan daging Black Angus yang prima, Super Steak juga berinovasi dengan menciptakan saus-saus baru seperti butter & garlic, lemon herbs, beer, dan lain-lain. That does intriguing, right?

–          Jl. Dempo I no. 76 // 0817 639 6255

–          Living World, Alam Sutera Boulevard Kav. 21 (will soon move to Senayan City, TBA)

—–

-Featured in HANG OUT JAKARTA May 2012 edition-

Advertisements

Restaurant Review: Misticanza (Hang Out Jakarta, May 2012)

Italian with a touch of Japanese. Sebuah konsep yang cukup berani mengingat sekeliling Misticanza notabene terdiri dari banyak ekspat dari Jepang yang rata-rata seleranya konservatif. Bagi saya, itu suatu catatan tambahan lezat di ensiklopedi pesiar kuliner saya.

Letaknya sebetulnya sangat strategis namun terbilang low profile. Meskipun menjadi tenant di Apartemen Sahid yang baru tapi Misticanza tampak tidak terlalu berepot-repot memunculkan dirinya di Twitter maupun Facebook. Kebetulan ketika saya sehari-hari melewatinya, Misticanza terbilang sepi pendatang baik siang maupun malam.

Photo by: sister.co.id

Sekelilingnya adalah gedung Midplaza yang notabene berisi perusahaan Jepang serta InterContinental Hotel sudah lazim menjadi brand kesukaan turis maupun ekspat dari negeri Sakura sana. Misticanza tampak mencoba memanfaatkan kondisi ‘demografis’ tersebut dan mengusung tema masakan fusion Italia dan Jepang.

Ketika datang pada suatu malam sebetulnya saya berharap banyak sebuah suasana yang homey dan cozy tapi yang saya dapatkan justru penempatan perabotan yang terasa semrawut. Sejujurnya malahan perabotan di Misticanza terlihat terlalu murahan untuk sebuah restoran yang menyajikan makanan dengan harga cukup mahal dan untuk segmen yang ditujukan bagi ekspat.

Pilihan yang eksotis untuk pembuka dengan rasa fusion adalah perpaduan bagna cauda dengan aksen Kyoto. Bagna cauda terdiri dari berbagai sayuran yang direbus ataupun ditumis untuk nantinya dimakan bersama pasta yang terbuat dari miso. Sayurannyapun begitu beragam seperti kol, zucchini, wortel, bawang daun, ubi, selada, cherry tomato, paprika hingga asparagus. Rasa miso yang asin serta aksen bawang yang kental sebetulnya menjadi pembuka yang seru. Tapi lama kelamaan pasta miso tersebut justru agak membuat eneg dan sayurannyapun begitu banyak. Maka di sinilah esensi makan beramai-ramai harus dijalankan layaknya orang Italia!

Prawn Risotto (Photo by: sister.co.id)

Terakhir yang dicoba adalah risotto dengan kari bercitarasa Jepang. Penampilannya gelap dan hanya diiringi oleh sayur-sayuran tapi justru rasa kari yang kencang membuat hidangan ini terasa gurih. Ketimbang berat dengan kekentalannya justru ini adalah satu tipe rasa yang adiktif dan mengajak lidah saya untuk terus menerus menyuapnya. This is a prime example of how fusion genre achieve success!

Mushroom Pizza (Photo by: sister.co.id)

Sebagai pendamping yang saya pesan justru citarasa asli Italia murni dalam bentuk pizza saja. Selain margherita justru funghi yang tampak cocok untuk malam itu. Bentuknya tipis dengan potongan cukup banyak untuk santap berdua atau lebih. Meskipun secara rasa tidak mengejutkan tapi cukup untuk menyimpulkan bahwa Misticanza memang lebih baik dikunjungi dengan semangat mencoba sesuatu yang baru or in other words, its fusion dishes!

Tawaran terakhir sebelum meninggalkan Misticanza adalah bahwa saat ini mereka tengah mengadakan promosi untuk all-you-can-eat-the-desserts sebesar IDR 100,000 per orangnya. Pilihannya juga cukup menggiurkan seperti tiramisu, panna cotta, fruit parfait atau chocolate parfait dan lain-lain. It’s tempting yet challenging. Are you up for it? I am! 

———-

MISTICANZA

Rating: ***

Halal-friendly (some of the menu contains pork and wine)

Some menu suitable for vegetarians

Address: Sahid Sudirman Residence, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86, Jakarta – Indonesia

Opening Hours: 11 am – 11 pm

RSVP: 021 – 2902 2837

BB Pin: N/A

Email: info@misticanza.net

Website: http://misticanza.net

Facebook: N/A

Twitter: N/A

Atmosphere: Shabby furniture and awkward placement make Misticanza feel like an alien ship.

Ambiance: Quiet all day.

Service: Highly knowledgeable and helpful to my surprise.

Pricing: Around IDR 150,000 – IDR 200,000 for two

———-

-Featured in HANG OUT JAKARTA May 2012 edition- (unedited)

Pictures by http://sister.co.id

FCK™: Fish & Co. (Hang Out Jakarta, April 2012)

Fish & Co. tentu bukan nama yang asing lagi di Jakarta dan Surabaya. Bisa jadi karena kehadirannya, semua orang kini sudah mengenal baik istilah ‘fish and chips’. Setelah pemunculannya selama sekian tahun, HOJ kini mencari tahu bagaimanakah konsistensi dari franchise brand asal Singapura ini.

Pertemuan pertama saya dengan Fish and Co. terjadi beberapa tahun silam di salah satu outlet-nya di Pacific Place. Tentunya menu waktu itu belum seberagam seperti sekarang ini tapi tetap yang harus dipesan adalah hidangan fish and chips yang paling tradisional. Rasanya saat itu tentu begitu memesona dan apalagi di kala lapar pasti porsi sebesar itu dapat dihabiskan hingga licin tandas.  Tapi bagaimanakah dengan Fish and Co. yang sekarang?

Ternyata teori pribadi saya bahwa lidah adalah ‘pengkhianat terbesar’ dalam seumur hidup seorang manusia memang benar adanya but rest assured, tentu bukan karena bahwa Fish and Co. mengalami kemerosotan rasa apalagi kualitas. Justru ini terjadi lidah manusia umunya seiring berjalannya waktu kian ‘terasah’ dan untuk pecinta makanan, sudah sangat alami untuk menuntut sebuah rasa yang lebih menantang atau bahkan kompleks.

New York Fish & Chips

Kali ini yang dipesan tentunya sama tapi fish and chips di Fish and Co. sudah terdiri dari beberapa varian yang disesuaikan dengan karakteristik berdasarkan negara. Perbedaannya lebih terdapat pada isian ikan tersebut yang menggunakan jenis keju yang berbeda, tapi tentu default-nya berada pada pilihan New York Fish & Chips yang menggunakan isi keju parmesan pada ikannya yang dibalut tepung renyah serta disiram dengan saus lemon butter. To make it even more colorful, pendampingnya kali ini kita bisa memilih antara french fries, mashed potato, atau paella.

Tapi untuk sekaligus menjajal ‘semua’ yang dimiliki oleh Fish and Co., pilihan yang paling bijak tentunya adalah seafood platter dimana terdapat tambahan ikan, grilled squids with ‘black’ spices dan udang dalam satu hidangan sekaligus. Selain itu serunya juga adalah berkesempatan mencicipi paella yang digabungkan juga dengan kentang goreng.

So it’s the verdict time then. Secara keseluruhan semua menu yang tersedia kini semakin beragam dan menarik, selain juga Fish and Co. senang bermain-main pada eksperimen bumbu dan rempah dari berbagai negara. Meskipun secara pelayanan masih menunjukkan pengetahuan baik tetapi mereka tidak ingat untuk memberitahukan sejak awal apa-apa saja menu yang saat itu tidak tersedia.

Seafood Platter for 1

Sebagai contoh ikan halibut tidak tersedia dengan alasan pasokannya sedang mengalami kesulitan. Meskipun bila diperhatikan sebetulnya para pengunjung rata-rata bermain aman dengan memesan fish and chips yang paling standar ketimbang memesan kepiting atau ikan salmon yang harganya terlalu menjulang. Tentu ini bukan menjadi alasan untuk tidak menginformasikan tentang availability produk pada hari tersebut.

Secara rasa sendiri sebetulnya tidak terlalu banyak kejutan dan bersaing ketat dengan pemain lainnya seperti Manhattan Fish Market namun tentu yang didapatkan juga rasanya tidak mengecewakan. Sehingga tidak heran Fish and Co. mampu bertahan sekian lama karena selalu saja ada pengunjung yang ingin big treat or something nostalgic, like me for instance. Dengan budaya menikmati fish and chips dalam takaran ukuran, variasi, dan kualitas seperti yang ditawarkan Fish and Co. ternyata masih cukup langka di Jakarta, bukan tidak mungkin usaha ini akan bertahan sangat lama dan selalu menjadi favorit untuk semua orang.

—–

FISH & CO.

Halal-friendly (not yet certified)
Unsuitable for vegetarians

Address: Various locations in Jakarta and Surabaya
Opening Hours: Mall opening hours
Delivery: N/A
Website: http://fish-n-co.gadingfood.com/
Facebook: FishnCoINDO
Twitter: @FishnCoINDO
Spend: Around IDR 200,000 – IDR 250,000 for two

—–

-Featured in HANG OUT JAKARTA April 2012 edition-

Pictures courtesy of Fish & Co. Indonesia

Jakarta’s Coolest Hang Out Joints (Hang Out Jakarta, April 2012)

Looking for cool hang out spots? No worries, HOJ mengumpulkan beberapa tempat seru buat kamu nongkrong, makan, minum, have fun, more laughs, dan pulang dengan senyum tersungging di bibir.

Kali ini HOJ memperkenalkan tempat-tempat baru yang seru dan juga beberapa spot lama yang sebetulnya punya potensi tetapi banyak yang belum tahu or even forgotten. As for the latest trend, Jakarta juga belakangan mulai akrab dengan rooftop lounge atau tempat hang out yang bertemakan eco friendly.

So without further due, here are some fine spots, usual and unusual, that you should try no matter what!

—–

OTEL LOBBY

WHY:

Dark and stylish, Otel Lobby adalah fenomena baru yang sukses dengan hidangan fusion yang seru ala Chef Raj dan surprising drinks courtesy of master mixologist, Mr. Ben Browning. Eat and be merry dengan suasana resto seperti lobi hotel dengan lounge-nya yang memikat and enjoy chill out R&Bs played by the DJ.

WHERE:

Bakrie Tower – South Gate Entrance, Jl. Epicentrum Tengah // 021 – 2994 1324

—–

UNION BRASSERIE, BAR AND BAKERY

WHY:

Easily one of the hottest spots since last year di Jakarta, Union tidak hanya memenuhi kebutuhan dining experience kamu dengan menu-menu handal ala Chef Adhika Maxi, tetapi juga terdapat bakery dengan berbagai panganan kue modern lezat ala Chef Karen Carlotta and most of all the bar, a great place for drinks and hang outs overseeing fountains and vast courtyard. Feel the breeze!

WHERE:

Plaza Senayan, Jl. Asia-Afrika no. 8 // 021 – 5790 5861

—–

LUCY IN THE SKY

WHY:

Suasana hehijauan, udara terbuka and awesome skyscrapers view menjadi daya tarik tersendiri dari Lucy in the Sky yang menjadi simbol baru SCBD. Dengan sederetan menu makanan dan minuman yang kreatif serta cool ambiance-nya, Lucy in the Sky adalah tempat menikmati city lights dengan suasana baru yang asyik.

WHERE:

Fairgrounds (ex-Bengkel) SCBD Lot 14, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 // 021 – 5152 308

—– 

SHELTER

WHY:

You got a cool French bistrot downstairs to fill up your palate and head next upstairs for rooftop lounging experience. Dengan pemandangan ke seluruh kota dan suasana Kemang yang santai, Shelter is  a relaxing hang out spots also fueled with cool live music.

WHERE:

Kemang 89, Jl. Kemang no. 89 // 021 – 7179 4538

—– 

FACEBAR

WHY:

Although it’s a covert lair great for chilling out and foreign atmosphere, Facebar sebetulnya bukan nama baru tapi justru lokasinya yang terbilang sentral ternyata masih terbilang misterius. Once inside it’s a different world, bar yang santai, dan dua restoran otentik lengkap dengan native chef of Thai and Indian cuisine.

WHERE:

Jl. Kusuma Atmaja no. 85 // 021 – 3192 5037

—– 

TAPAS MOVIDA

WHY:

Tired of spending your hang out time just drinking with only the usual snacks? How about variety of Spanish tapas and a jug full of sangria? Tapas Movida sebagai salah satu restoran anyar dan terkenal dengan menu-menu khas Spanyol ini memang menyuguhkan sesuatu yang masih jarang di Jakarta.

WHERE:

Jl. Cipete Raya no. 66 // 021 – 751 0851

—– 

CAFÉ ARIA

WHY:

Café Aria is easily a place to satisfy your palate dengang suguhan makanannya yang lezat tapi tapas bar yang buka di sore hari hingga malam menjadi pilihan asyik di tengah kota untuk menikmati bersama minuman-minuman kesukaan kamu. Check out this hip, new establishment right away!

WHERE:

Panin Bank Building, Jl. Jend. Sudirman Kav. 1 // 021 – 739 5828

—–

-Featured in HANG OUT JAKARTA April 2012 edition- (unedited)

Jakarta Food Bloggers (Hang Out Jakarta, March 2012)

Food nowadays is not only restricted for basic needs but as a medium for sharing and celebration! Berikut HOJ menampilkan beberapa food bloggers dari Jakarta yang sangat berdedikasi pada passion mereka dalam membagi pengalaman pesiar kuliner mereka. Here’s some of their stories behind their passion.

—–

Ingredients of Life (Febee & Ichil)

Website: http://ioflife.com

Siapapun yang pernah berkecimpung di Jalansutera pasti mengasah hobinya dengan bersama-sama mengunjungi berbagai tempat makan baru and sharing the story among others di milis maupun blog. Febee yang senang menulis pada satu waktu menggaet Ichil yang ahli dalam fotografi untuk membentuk blog Ingredients of Life atau biasa dikenal sebagai IOFLIFE.

Selain icip-icip, Febee dan Ichil juga senang memasak sehingga blognya tidak terbatas pada kegiatan hunting tempat makan saja. Namun kegiatan hunting ini bagi mereka sesuatu yang sangat religius dimana kalau perlu mereka menunggu hingga tengah malam untuk mencicipi gudeg yang hanya berjualan tengah malam di Yogya atau keluar masuk gang di Gianyar demi mencicipi klepon yang konon terenak di dunia.

Petualangan duet yang berprofesi di dunia IT ini juga terinspirasi untuk mempromosikan kuliner tradisional Indonesia yang begitu kaya. Untuk ini Febee mengamininya dengan berkata, ‘Rasanya malu bila orang Indonesia lebih kenal eggnog ketimbang teh talua. Kalau bukan kita yang melestarikan, lantas siapa lagi?’.

—–

Jenzcorner (Jeny)

Website: http://jenzcorner.net

Berangkat dari hobi berburu tempat-tempat makan baru hingga ke pasar-pasar tradisional yang notabene menyajikan makanan otentik dan murah meriah bersama komunitas Jalansutera, Jeny memulai blogging sejak tahun 2003 hingga kini. Dahulunya bermodalkan kamera digital 2 megapixels saja sekarang Jeny selalu membawa kamera DSLR kemanapun ia beranjak untuk bertualang.

Ditambah dengan keahlian orisinilnya sebagai web designer, kini Jeny berkesempatan untuk mengerjakan pembuatan website berbagai pemilik usaha makanan serta restoran. Selain itu hobinya dalam fotografi kerap menghasilkan tawaran untuk berbagai kegiatan yang berhubungan dengan food photography dan terakhir mendapat tawaran dari majalah Esquire untuk gourmet edition-nya.

—–

Selby’s Food Corner (Selba)

Website: http://selbyfood.blogspot.com

Selba sebagai food blogger senior begitu sarat pengalaman berbagi kebahagiaan tentang makanan kepada semua orang. Keunikan dari website-nya yang paling memorable adalah menyajikan step by step pembuatan makanan Indonesia tradisional yang biasa kita temui di gerobak-gerobak kaki lima. Dengan penyampaian sederhana namun sarat makna di blognya ternyata banyak menarik perhatian berbagai media untuk mengajaknya bekerja sama menjadi narasumber.

Beberapa di antaranya adalah wawancara dengan jurnalis CNN, bintang tamu di acara The Maverick Chef bersama Chef Alvin Leung, narasumber World Café Asia ketika syuting di Jakarta yang disiarkan TLC serta mendapat feature dari Wall Street Journal Asia.

—–

The Gastronomy Aficionado (Rian)

Website: http://gastronomy-aficionado.com

Berangkat dari kecintaaannya terhadap makanan dan passion-nya dalam dunia tulis menulis, Rian melangkahkan dirinya dari hanya menuliskan review singkat di blog Friendster-nya dulu hingga kini memiliki blog sendiri sebagai tempat menuangkan segala aspirasi dan apresiasinya.

Usahanya yang konsisten ini membuahkan banyak kerja sama dalam bidang jurnalistik dengan berbagai media cetak pada umumnya. Selain pernah menjadi kontributor tetap di Aquila Asia dan Time Out Jakarta, kini ia mencurahkan semangatnya untuk mengembangkan food section di Hang Out Jakarta.

Pengalamannya yang paling mengesankan baginya adalah ketika Morning Calm, in-flight magazine Korean Air, mengajaknya bekerja sama untuk pembuatan artikel mengenai martabak di Jakarta. Ternyata petualangannya mengubek Jakarta demi menemukan gerai-gerai martabak terbaik dan merunut sejarah serta resepnya membawanya menuju kesadaran bahwa begitu banyak yang bisa dieksplorasi, dinikmati dan diekspresikan dari makanan!

—–

Wanderbites (Ruby)

Website: http://wanderbites.com

Meskipun memulai kecintaannya pada makanan secara iseng-iseng, Ruby justru terinspirasi oleh rekan-rekan blogger­ yang dengan mahirnya berbagi soal pengetahuan makanan pada acara Jakarta Culinary Festival beberapa tahun silam. Tak lama kemudian Ruby mulai mencicil kamera DSLR dan menantang produktivitasnya dengan secara rutin mencoba tempat makan baru setiap minggu.

Pelan-pelan passion Ruby yang ia tekuni dengan penuh semangat mendatangkan banyak hasil menarik seperti kerja sama pemotretan dengan LivingEtc dan Monolog Coffee, lalu pertemuannya dengan juri MasterChef Indonesia yaitu Chef Rinrin Marinka untuk pemotretan sebuah artikel di Go Girl Magazine.

Ambisinya adalah menyamakan Wanderbites dengan Donna Hay dari Australia dan mempersembahkan karya-karya yang mengusung kuliner Indonesia dengan kemasan yang modern, seru, dan bisa dinikmati kaum muda di Indonesia.

—–

Selain itu masih banyak food bloggers yang turut meramaikan jagat apresiasi kuliner dengan blog-blognya yang colorful dan seru.

  1. Anak Jajan – http://anakjajan.wordpress.com
  2. Ah, Mashita! – http://umee.posterous.com
  3. Chubby Blog – http://visit-sheilla.blogspot.com
  4. Culinary Bonanza – http://culinarybonanza.blogspot.com
  5. Experiences of a Big Hot Tummy – http://yummyfordummy.blogspot.com
  6. Faith Hope Love – http://melbudiman.tumblr.com
  7. Good Food Good Life – http://goodfoodgoodlife.wordpress.com
  8. Lolo Appetite – http://lolo-appetite.blogspot.com
  9. My Journal, My Life – http://urukyu.wordpress.com
  10. The Yummy Traveler – http://natashavl.blogspot.com

So that’s how far they can be inspired from food! Apresiasi yang kontinyu ini kelak akan mengarahkan mereka ke suatu ranah yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Apakah kelak mereka akan mengerucut menjadi para ahli masak, penulis, fotografer, atau hal-hal inspiratif lainnya? Dengan Jakarta yang berkembang terus setiap saat dan mendorong segala jenis kemajuan, hal-hal tersebut tentu sangatlah mungkin bisa terjadi bagi mereka.

-Featured in HANG OUT JAKARTA March 2012 edition- (edited)