Tag Archives: Directory

Nasi Goreng Terenak Di Jakarta Menurut 4 Food Blogger (via Mozaic Magazine)

rekomendasi nasi goreng enak

Buat kamu yang suka makan nasi goreng, sudah pernah coba rekomendasi empat food blogger ini?

Apa makanan favoritmu yang sering kamu cari saat cuaca dingin kayak di musim hujan sekarang ini? Berani taruhan, nasi goreng pasti masuk daftar makanan favorit di musim hujan untuk sebagian dari kita. Nasi goreng termasuk makanan yang murah meriah, bebas modifikasi, dan biasanya harganya selalu terjangkau. Mulai dicampur ayam, udang, ikan asin, kambing, sapi, sosis, babat, ikan teri, sampai pete, nasi goreng pasti menemukan tempat di hati siapapun.

Butuh rekomendasi tempat makan nasi goreng yang paling enak? Intip yang terfavorit food blogger di Ibukota berikut ini!

rekomendasi nasi goreng enakNasi Goreng Gading Serpong – @anakjajan

“Nasi goreng favorit aku letaknya di gading serpong. Nasi Goreng Gila for exactly. Letaknya di Jalan Boulevard Raya Blok BA 3/22 gading serpong, deretan ruko persis martabak mickey mouse. Kenapa istimewa? Nasi goreng yg ditopping dengan tumisan gila ini istimewa karena ada tambahan potongan ikan asin kecil-kecil nan garing dan wangi di nasinya.”

rekomendasi nasi goreng enakNasi Gila Tebet – @gastronomy.aficionado

“Basically, makanan yang paling appealing buat aku haruslah hearty dan berlimpah dengan rasa. Nah, untuk nasi goreng di Jakarta, justru pilihannya jatuh kepada nasi gila dari Bubur Ayam Sukabumi sebelah 7 Eleven di Tebet. Ternyata nggak hanya nasinya digoreng tetapi juga hidangan ini literally ditumpahi oleh berbagai bahan khas nasi gila pada umumnya yaitu seperti sayuran, bawang, sosis, bakso, dan ayam.

Mungkin terdengar layaknya nasi goreng/gila pada umumnya tetapi yang diracik oleh Bubur Ayam Sukabumi (ironis, karena spesialisasinya adalah bubur ayam), justru lebih baik dari kebanyakan kedai yang berspesialis nasi gila (dan personally, lebih nikmat daripada bubur ayamnya).”

Waroeng Orang Indonesia – @makanterusss
Salah satu rekomendasi food blogger Ibukota satu ini adalah nasi goreng teri medan yang bisa ditemukan di Waroeng Orang Indonesia, Kemanggisan Jakarta Barat. Harganya hanya Rp15.000 per porsi dan dengan teri medan yang bertekstur cukup halus rasanya sudah terbayang kelezatan sepiring nasi goreng hangat di mulut kita.

The Hook – @foodescape_id
Salah satu menu nasi goreng rekomendasi duo food blogger ini berasal dari sebuah restoran baru di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Dengan nama Fisherman Fried Rice, menu nasi goreng di resto The Hook ini menawarkan menu nasi goreng yang ditemani sate udang, telur dadar, kerupuk melinjo, dan acar. Mendapat ulasan yang bagus dari food blogger satu ini, menu Fisherman Fried Rice boleh masuk daftar nasi goreng yang harus kamu coba di musim hujan nanti.

Nasi Goreng Rempah Mafia – @myfoodfairytales
Bagi penggemar nasi goreng dengan cita rasa pedas, rekomendasi food blogger satu ini boleh banget dikejar. Berlokasi di kawasan BSD, Nasi Goreng Rempah Mafia cocok dengan kamu yang tahan pedas. Kombinasi nasi goreng, kiki telur pastinya menghasilkan rasa yang gurih. Dengan tingkat pedas beragam, seru juga rasanya merasakan hidangan nasi goreng satu ini di berbagai tingkat pedas berbeda. Sambil uji nyali.

Lima menu nasi goreng di atas punya ciri masing-masing dan rasanya juga punya penggemarnya sendiri-sendiri. Siap berburu nasi goreng favorit di musim hujan nanti?

—–

As featured in mozaic.co.id

Original link: http://mozaic.co.id/male/lifestyle/nasi-goreng-terenak-di-jakarta-menurut-4-food-blogger/

PLAY: Foodie in Gorontalo (JAX, July 2015)

An account of a foodie who searches for savory goodness in Indonesia’s youngest province.

To the north, Gorontalo has the beautiful small islands off coast to the Celebes Sea. Back to the inland, the province has a series of green hills and the lowlands where the seat of government resides in Gorontalo City. From the hustle bustle of the capital of the province to the pristine beaches in the northern regency, there’s always space for anyone seeking for a fun adventure. However for a traveler like me, it involves a lot of food in-between.

Sampling around the archetype Gorontalese recipes is without doubt an experience of its own.

As a tribute to this country’s enormous beauty and hospitality, I dedicated some time to create a mini guide of where to eat in Gorontalo City. From breakfast dishes, the seafood and the traditional cuisines, here is the lineup for you to try while in the capital.

Processed with VSCOcam
Processed with VSCOcam

The iconic yellow rice

With its striking yellow color coming from the turmeric, that type of rice can be richly combined with a plethora of assortments. Indeed, this particular dish remains the best choice for a very Indonesian breakfast on a par with nasi uduk or nasi ulam.

There are two breakfast joints well-known for the nasi kuning, each coming up with a combination that is rarely seen in Java.

caption
Spoil your mouth with the well-known Yellow Rice with its savoury taste.
caption
Steaming hot Tendon Soup will seduce you to eat more of it’s tastiness.

Since 1958, Nasi Kuning Hola pairs its yellow rice with shredded omelets and the savory fish floss. That might sound familiar but Nasi Kuning Hola has breakfast set that includes nasi kuning with a bowl of chicken soup, vermicelli, and a hardboiled egg. That’s already a champion breakfast for you!

Meanwhile at Warung Makan Menanti, the breakfast combination is somewhat more “extreme” but in a very good way. The nasi kuning may only come with a bit of vermicelli on top but it is paired with beef or lamb satay and a huge bowl of beef tendon soup for the whole family! If you are a fan of full of beef tendon mie kocok, then this is right place to have your power breakfast.

Seafood at its best!

Seafood dominates the largest part of Gorontalese diet and that’s why the people here do it best either with traditional grilling or when utilized with traditional recipes.

If you are looking for the former, then stop by after the long flight to have a very fulfilling lunch at Rumah Makan Melki Brazil. Grilling is the restaurant’s specialty and you can sample the freshest snapper, trevally, or garoupa here. The grilled fish is usually combined with Gorontalese stir-fried water spinach and the famous sambal dabu-dabu. Enjoy the super fresh seafood with a view off to the estuary and as far as the open sea, and a calming sea breeze to accompany your lunch; this is no ordinary seafood shack experience that you often encounter in other places.

captioin
It’s like a never ending seafood festival, only in Gorontalo.
If you like seafoods and you probably should if you haven’t, you gotta taste the fascinating Tuna Jaw. It’s nothing ordinary.
If you like seafoods and you probably should if you haven’t, you gotta taste the fascinating Tuna Jaw. It’s nothing ordinary.

Feels like having everything tuna for dinner? Then you should come by to Rumah Makan Raja Tuna. True to its name, this “King of Tuna” restaurant serves every part of tuna for its customers. The must-have would be the exotic tuna jaw and sashimi. Yes, you heard that right – tuna jaw and sashimi.
Among the must-not miss from this restaurant are the fried tuna belly, tuna eggs and tuna satays. Be sure to enjoy it with the super fiery sambal. It is, subjectively, the most memorable dinner I ever had in Gorontalo.

Hunting for true local fare

Sampling around the archetype Gorontalese recipes is without doubt an experience of its own. There are a lot of recipes with foreign names and here are among those that represent Gorontalo best.

Firstly, the ilabulo shack on Jalan Pangeran Diponegoro. It’s easy to this place on the side of the street since you can view the smoke from a hundred meters away. The indirectly grilled banana leaves wrapped sago filled with eggs, chicken and spices were once the luxurious treat for Gorontalese royals in the past. It might remind you of lontong at some point, but notice how the sago texture actually works better when combined with this rich filling. It’s a treat for royalty, indeed.

caption
Ilabulo, don’t be fooled by the name because it tastes like the best morning sandwich, only better.
caption
Bilenthango, this food’s name seemed confusing but no it’s just a fish with dressings that tastes really good.

Aside from ilabulo, there’s also Warung Kita’s bilenthango or the grilled tilapia topped with tomatoes, chilies and paired with poki-poki or the eggplants with santan. Last but not least, the binthe biluhuta from RM Syakinah puts the icing on the top of your adventure cake in Gorontalo.

Binthe biluhuta or the santan soup filled with milu pulo or the waxy corn and vegetables is a one big, proud Gorontalese dish and best when in an accompaniment of fried fish over sambal dabu-dabu. There’s no need to add rice. It’s already as good as it looks!

—–

Restaurant addresses:

  1. Nasi Kuning Hola
    Jalan Sutoyo no. 31, Gorontalo City
    +62 435 821 206
  2. Nasi Kuning Warung Makan Menanti
    Jalan Pangeran Diponegoro, Gorontalo City
  3. RM Melki Brazil
    Jalan Yos Sudarso (nearby the harbor), Gorontalo City
    +62 852 5623 3696
  4. RM Raja Tuna
    Pantai Indah Tangga 2000, Gorontalo City
    +62 813 4065 7191
  5. Ilabulo Panigoro
    Jalan Pangeran Diponegoro, Gorontalo City
    +62 852 5644 3879
  6. RM Warung Kita
    Jalan Raya Eyato no. 136, Gorontalo City
    +62 435 826 821
  7. RM Syakinah
    Jalan Abdul Gandhi Payuhi no. 224, Desa Tuladenggi (outskirts of Gorontalo City)
    +62 812 4494 6262

—–

Original link: http://jax.co.id/foodie-in-gorontalo/

Under The Radar: Another Two Indonesian Delights! (Linked, February 2014)

  • KOKO BOGANA

Koko Bogana - Interior 1 (photo by Dennie Benedict)

What

Ingin menikmati banyaknya pilihan hidangan nasi dari berbagai penjuru Indonesia serta jajanan khas pasar di satu restoran yang nyaman? Koko Bogana menjadi solusinya bila Anda berada di daerah Kebayoran Baru, Jakarta.

Koko Bogana - Nasi Langgi (photo by Dennie Benedict)
Nasi Langgi

Why

Usaha yang berawal dari skala rumahan ini telah mengalami transformasi yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Lokasinya yang dekat dengan kawasan usaha di daerah Kebayoran Baru ternyata ramai dikunjungi saat bersantap siang maupun untuk sekadar take away.

Sesuai namanya, nasi bogana khas Tegal menjadi jawara di sini. Nasi yang dibungkus daun serta berisikan telur pindang, ayam suwir, sambal goreng ampela, tumis kacang panjang, serta serundeng daging ini tampil menggoda. Meskipun datang dengan ukuran sedang, dapat dipastikan bahwa rasa kompleks yang dimilikinya akan memenuhi ekspektasi siapapun. Terlebih lagi karena duet sambal matah serta sambal kecombrang selalu setia mendampingi setiap masakan di sini.

Pilihan menarik lainnya juga layak untuk dieksplorasi. Sebut saja misalnya nasi pagongan khas Cirebon, nasi langgi khas Solo, nasi kuring khas Sunda, nasi Singaraja khas Bali, nasi pecel hingga nasi gudeg atau nasi liwet. Tidak hanya masakan-masakan yang sudah disebutkan tadi, ternyata Koko Bogana masih memiliki banyak pilihan nasi lainnya yang akan membuat siapapun kesulitan untuk memilihnya!

Sehabis bersantap nasi bogana, pastikan untuk membawa pulang berbagai jajanan pasarnya seperti arem-arem, klepon, sosis solo, bugis, kue mangkok, kue pepe, risoles, dan banyak pilihan lainnya. Terakhir, jangan lewatkan untuk mencoba bacang spesialnya yang terkenal.

Koko Bogana - Nasi Bogana (photo by Dennie Benedict)
Nasi Bogana

How

Di tengah ramainya suasana jalan Cipaku, Wolter Monginsidi, dan Pasar Santa, Koko Bogana tampil menempati sebuah rumah lama yang terlihat klasik sehingga berkesan homey bagi siapapun yang mengunjunginya. Selain itu terlihat kesederhanaannya tetap terpelihara namun dengan suasana khas Jawa yang nyaman serta bersih. Terkadang hadir juga seorang pemain kecapi serta sindennya mengiringi waktu makan siang di Koko Bogana.

Meskipun terletak di tengah keramaian, ada suatu hal yang menjadikan Koko Bogana tampil low profile dan membuatnya ‘tersembunyi’. Meskipun tetap ramai dikunjungi pada waktu makan, sesekali nikmatilah suasana santai bila kebetulan makan siang Anda sedikit terlambat.

Where
Jalan Cipaku I no. 2, Jakarta – Indonesia
Telp: +62.21.720.3754

Facebook      : Koko Bogana

Operational Hours
Setiap hari, 9 am – 6 pm (tutup hari Minggu dan hari-hari besar)

Price Range
IDR 25,000 – IDR 50,000 / orang (F&B)

—–

  • GRIYA KULO

Griya Kula - Facade 2

What

Berbagai pilihan kuliner terbaik Cirebon berkumpul menjadi satu di sebuah restoran tersembunyi yang berlokasi di Jakarta Timur ini.

Why

Cirebon rasanya tidak pernah sedekat ini berkat Griya Kula. Menempati sudut di pelataran parkir kolam renang Bojana Tirta di Jakarta Timur ini, kuliner Kota Udang yang beragam itu kini dapat ditemukan bersamaan dalam satu restoran saja.

Berbagai hidangan khas seperti bubur sop ayam, empal gentong, mie koclok, nasi lengko, gado-gado uleg, nasi jamblang, hingga tahu gejrot tersedia di sini. Sekejap terasa suasananya adalah percampuran sebuah restoran dengan konsep food court masa kini, yaitu dikelilingi berbagai gerobak kaki lima yang merepresentasikan setiap masakan dari Cirebon.

Nasi Jamblang
Nasi Jamblang

Usut punya usut, ternyata berbagai masakan di Griya Kula sendiri menggunakan bahan-bahan asli dari Cirebon yang dikirimkan melalui kereta api setiap harinya pada waktu pagi dan siang. Sehingga tidak saja ini menjadikan bahan makanan di sana tetap segar namun juga memiliki citarasa asli yang berhasil dipertahankan dengan baik.

Mulai dari kecap manisnya saja berbeda dan memberikan sentuhan rasa manis yang lembut serta cocok dengan bumbu kacang unik yang jarang diaplikasikan pada sate kambing pada umumnya di Jakarta. Atau contoh lain misalnya tahu yang dipakai untuk hidangan populer tahu gejrot-pun berasal dari Cirebon, hingga bahkan cumi saus tinta, jambal roti, atau sate kerang yang disajikan untuk nasi jamblang.

Selain kelezatannya yang teruji, ternyata Griya Kula sendiri disponsori langsung oleh Sultan Cirebon sendiri yang konon berperan dalam menamai restoran ini. Dari segi promosi restorannya saja ikut dilakoni oleh sang putri kesultanan sendiri. Ternyata Griya Kula datang ke Jakarta benar-benar membawa sebuah misi yang menarik, yaitu memperkenalkan kuliner Cirebon secara lengkap dan istimewa.

Tahu Gejrot
Tahu Gejrot

How

Suasana santai menghiasi sekeliling Griya Kula, khususnya pada hari-hari kerja. Namun pada waktu akhir pekan, bersiaplah untuk bersaing mendapatkan tempat duduk dengan para pengunjung kolam renang maupun lapangan tenis yang kelaparan sehabis berolahraga. Kapasitas Griya Kula tidaklah besar namun cukup untuk menampung beberapa puluh orang.

Meskipun restoran ini terlihat menyendiri, tapi justru benar adanya bahwa dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya maka inilah yang layak disebut sebagai hidden culinary gem dan menjadi sebuah kewajiban untuk dikunjungi oleh para pecinta makanan Imdonesia.

Where
Kompleks Kolam Renang Bojana Tirta, Jalan Bojana Tirta Raya, Jakarta – Indonesia
Telp: +62.21.7042.1591

Operational Hours
Setiap hari, 8 am – 10 pm

Price Range
IDR 25,000 – IDR 50,000 / orang (F&B)

—–

Linked - Kuliner Indonesia II 2 Linked - Kuliner Indonesia II 1

—–

Featured in LINKED (Citilink inflight magazine), February 2014 Edition (unedited)

Living The Vegan Way in Jakarta (Linked, September 2013)

  • HEALTHY CHOICE

Healthy Choice - Exterior

What

Salah satu pelopor restoran yang menyediakan berbagai menu olahan berbahan organik

Why

Healthy Choice tampil dengan menyajikan menu-menu yang tidak menggunakan daging merah serta berbagai sayuran organik sebagai energi utama dalam kampanye makanan sehatnya. Proses masak di Healthy Choice juga konon tidak menggunakan Teflon maupun microwave sehingga masakan diproses dengan jangka waktu yang normal dan alami. Meskipun dalam beberapa menunya masih terdapat produk grilling maupun penggorengan yang tentunya menggunakan minyak khusus, Healthy Choice tetap menyediakan produk makanan yang melalui proses steaming (kukus) atau dijadikan dalam bentuk sup sebagai andalannya.

Steamed Fish ala Thai
Steamed Fish ala Thai
Caesar's Vegetarian Wrap
Caesar’s Vegetarian Wrap

Misalnya saja terdapat steamed chicken atau steamed fish ala Thai yang berisikan berbagai sayur serta rempah khas Asia yang tetap tampil menggiurkan. Sup yang berisikan duet ikan salmon dan ikan dory juga bisa menjadi pilihan menarik. Selebihnya tentu terdapat menu yang tidak lazim seperti tortilla yang dipanggang dan berisikan salad sayur dengan Caesar dressing, kalkun, ayam, atau ikan; lalu berbagai menu pasta hingga mie godog atau soto tangkar yang menjadi kesukaan orang Indonesia sehari-harinya.

Lemonade
Lemonade

Sebagai penutup, yang ditawarkan adalah berkisar sekitar minuman jus yang menggabungkan sayur serta buah, es krim dari kacang kedelai, dan homemade yogurt yang berisikan jelly serta selai mulberry. Healthy Choice menjadi win-win solution bagi yang ingin mencari makanan sehat namun tidak serta merta harus menjadi seorang vegan sejati.

How

Healthy Choice tampil layaknya sebuah restoran pada umumnya. Namun selain restoran, Healthy Choice juga menyediakan spot untuk berbelanja berbagai produk kesehatan serta sayur-sayuran organik segar. Semangat untuk tetap hidup sehat di Jakarta ternyata memberikan tenaga untuk eksistensi bagi Healthy Choice, terbukti dengan cukup banyaknya pengunjung yang lapar sehabis lelah berolahraga di gym yang terletak tidak jauh dari outlet yang berada di Pacific Place ini.

Where

  1. Kompleks Graha Mas Blok A 6-7, Jalan Raya Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta
  2. Pacific Place, 5th Floor, Jalan Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta (CLOSED)
  3. Boulevard Raya Blok WB II no. 21-22, Kelapa Gading, Jakarta

Facebook            : Healthy Choice Indonesia
Website               : http://healthychoiceindonesia.com

Operational Hours
Setiap hari, 10 am – 10 pm

Price Range
IDR 50,000 – IDR 75,000 / orang (F&B)

—–

  • LOVING HUT

Loving Hut - Interior

What

Restoran franchise internasional dengan hidangan vegetarian yang sangat bervariasi.

Why

Berlandaskan semangat harmonisasi hidup antara manusia dengan alam, Loving Hut kini telah tersebar di sekitar puluhan negara dengan ratusan cabang. Berbagai bahan makanan di sini diolah dari kacang kedelai, jamur, perasa non-MSG, serta untuk sayur-sayuranpun menggunakan jenis organik yang didapatkan dari kaki pegunungan wilayah Cisarua, Jawa Barat.

Harga yang sangat terjangkau serta variasi menu yang ekstensif menjadi kekuatan dari Loving Hut, mulai dari masakan Indonesia, Jepang, China, Thai, Barat, serta Vietnam. Selain sup serta salad sebagai pilihan pembuka yang umum, ternyata sushi milik Loving Hut ini bisa menjadi alternatif yang menyenangkan. Datang dengan pilihan yang cukup beragam, rasa sushi dari Loving Hut ternyata cukup representatif, apalagi ditambah dengan berisikan sayuran-sayuran organik yang sehat.

Loving Hut - Tasty Kung Pao

Hasil pengolahan kacang kedelai yang dibuat menjadi ‘daging’ ala vegetarian dapat ditemukan di berbagai pilihan makanan utama seperti misalnya steak; sate; kari; maupun tumis-tumisan ala masakan Cina seperti kung pao, lada hitam, dan lain-lain. Menu nasi goreng, soto, mie, hingga pizza dan spaghetti juga memberi warna lebih pada pilihan sajian di restoran ini.

Dari segi rasa sendiri ternyata ‘daging’ hasil pengolahan dari kacang kedelai ini memiliki tekstur dan rasa yang menyerupai daging asli pada umumnya, apalagi berbagai jenis jamur juga diikutsertakan di berbagai masakan Loving Hut sehingga memperkaya isi setiap hidangannya. Sisanya adalah eksplorasi tiada akhir bagi penggemarnya.

Loving Hut - Green Delight

How

Warna yang sangat cerah menjadi ciri khas dari penampilan Loving Hut dari luar, tapi ketika melangkah masuk justru ada perasaan homey yang menyertai dalam atmosfirnya. Selain itu, banyaknya jumlah menu menjadi tantangan tersendiri dari segi pelayanan. Tuntutan ini ternyata dapat dipenuhi dengan baik oleh para stafnya dimana mereka dapat menjelaskan dengan baik mengenai detilnya serta juga mampu memberikan saran untuk apa yang baiknya dipesan. Tentu ini adalah sebuah nilai plus bagi restoran dengan jenis hidangan yang belum lazim di selera umum masyarakat Indonesia.

Where

Jakarta dan sekitarnya

  1. The Plaza Semanggi, 3A Floor, Jalan Jend. Sudirman Kav. 50, Jakarta
  2. Jalan Jatinegara Timur II no. 9, Jakarta

Serta kota-kota lain seperti di Yogyakarta, Medan, Surabaya, Denpasar, Singaraja, Malang, dan Kediri.

Facebook            : Loving Hut Indonesia
Twitter                 : @LovingHutID
Website              : http://lovinghut.co.id

Operational Hours
Setiap hari, 10 am – 10 pm (selain mall, 8 am – 9 pm)

Price Range
IDR 30,000 – IDR 50,000 / orang (F&B)

—–

COOL FACTS ABOUT WHY WE SHOULD BECOME VEGANS

  • Untuk sebuah porsi penuh berisi daging sapi atau ayam, ternyata memerlukan ribuan liter air sebagai hasil dari proses pemeliharaan hewan ternak tersebut. Bandingkan dengan 371 liter air saja yang dipakai untuk menghasilkan satu porsi berisi nasi, tahu, serta sayuran.
  • Menurut Worldwatch Institute, ternyata 51% polusi gas rumah kaca tahunan dihasilkan oleh sektor peternakan dan produk sampingannya.
  • Menurut FAO, dengan 85% produksi kacang kedelai dunia dan 40% produksi biji-bijian dunia diberikan sebagai pakan hewan ternak, maka bayangkan krisis pangan yang bisa diatasi dengan menjadi vegetarian.

—–

Linked - Healthy Food 1 Linked - Healthy Food 2

—–

Featured in LINKED (Citilink inflight magazine), September 2013 Edition (unedited)

Bandung, The Creative Culinary City (Let’s Eat Magazine, September 2013)

Bandung, a hidden jewel encircled by scenic Parahyangan hills and was nicknamed Paris van Java. With the inauguration of direct toll road between Bandung and Jakarta in 2005, finally the city becomes more accessible for the capital’s modern influences. Even so, Bandung has always been proud with its heritage and innovations in culinary from way back. Now, the tale of these two cities has reshaped Bandung into a city filled with exciting gastronomic options!  

The influx of tourists and foreign influences has become a part of Bandung’s daily life. This progress fuelled many who decided to enter the ever-evolving world of culinary businesses. As a result, all-round contemporary restaurants are emerging but the rest stick with traditional cuisine specialties.

Chinook - Interior

Chinook
Chinook

Somewhere in-between, Bandung also sees the emergence of cafes and pubs to cater people’s fondness in hanging out and socialise. Chinook for example, utilises itself for community gatherings. Not only that it is suitable to enjoy some time over a couple of drinks, Chinook also accommodates local aspiring bands to perform their gigs there.

Lotek Herry Thea
Lotek Herry Thea

From the traditional side, Lotek Herry Thea now enjoys its stature as one of the prominent hawkers that sells lotek (mixed vegetables with peanut sauce) frequented by hungry fans who are willing to wait the long queue. As we all know, lotek, rujak (spicy fruits salad), or kupat tahu (rice cake, tofu, and bean sprouts with peanut sauce) are among the top-selling staple dishes for in Bandung.

Ikan Bakar Bang Themmy
Ikan Bakar Bang Themmy

On the other hand, West Sumatran migrant Bang Themmy challenges the hegemony of Minang restaurants from his humble warong. While selecting grilled fish as the speciality dish may sound pedestrian to some, he instead combines it with an unusual yet supremely delicious Padang-style sauce. Additionally he serves other West Sumatran signature dishes such as gulai itiak lado mudo (spicy duck with green chillies sauce), ayam pop (Bukittinggi-style of fried chicken with sambal) and the unique pucuak ubi tigo jam (cassava leaves, coconut milk, and other ingredients steamed up to three hours).

Road Cafe
Road Cafe

For the Western counterpart, Road Cafe de Fame serves affordable, self-styled steak that ignited Bandung’s steakhouse fever since its inception around fifteen years ago. Now, in an era where wagyu becomes a must-have menu for steakhouses, Road Cafe clings on faithfully with its traditional approach and will always be remembered as one of the creative agents that drive culinary innovations in Bandung.

Snacks novelties become even more interesting with the appearance of the piquant cassava chips from Ma’ Icih, Amanda’s steamed brownies, and new flavours of martabak from the legendary San Francisco. But most surprisingly, the crossbreed version of street snacks such as serabi (rice flour pancake) or cireng (fried tapioca) combined with Western elements from cheese to beef ham, became popular as well.

Although widely open from invasions of other cultures, Bandung adapts and yet still flourishes. Even now the city caters daily direct flights from Singapore and Kuala Lumpur. So what will become of Bandung in the future? It is indeed something to look forward to.

——

Featured in Let’s Eat Magazine – September 2013 Edition
Download the e-mag version at http://www.letseatmag.com/emagz.html