Tag Archives: Diner

The Weekender: Rooms Inc. Hotel, Berwisata di Semarang Dimulai dari Sini

Lama tak berjumpa dengan kota Semarang, rupanya sudah banyak yang berubah. Kalau ingin berkeliling kota dengan nyaman, semua dimulai dari memilih tempat menginap yang pas. Rooms Inc. jadi pilihan utama kali ini untuk memulai wisata Semarang yang akan berlangsung selama 3 hari!

Ketika seorang teman mendengar bahwa saya akan bertandang ke kotanya, tentu lokasi menginaplah yang jadi pertanyaan. Rooms Inc. yang sejak awal sudah jadi pilihan langsung dikomentarinya. “Ah, sepertinya berdekatan dengan DP Mall. Lokasinya bagus tuh!”, begitu katanya.

Ternyata benar, Rooms Inc. “menempel” dengan mall yang sudah lama tenar di kota Semarang ini. Konon mall ini baru-baru saja direnovasi dan alasannya jelas, lokasi strategisnya sungguh menguntungkan. Keberadaan Rooms Inc. menjadi menarik karena dari sinilah kita bisa berkelana keliling kota dengan sangat mudah.

Tiba di hari Jumat malam setelah menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta selama hampir 6 jam, saya dan teman-teman perjalanan langsung bermalam di hotel. Setidaknya malam itu saja kami sudah tercengang akan tampilannya yang hype dan kamarnya yang nyaman. Kita lanjutkan saja esok hari untuk menjelajahinya.

Suasana Rooms Inc. bagian depan

Sebuah cafe bernama Grab & Go dan sederetan tempat duduk serta meja.
Grab & Go, tujuan tepat untuk sarapan pagi cepat sebelum berkeliling kota Semarang.

Interior-nya yang bergaya industrial dan bernuansa temaram ini memperkuat sisi elegannya. Lokasi pintu masuk memiliki akses sendiri, tepat di sebelah pintu utama DP Mall. Dari sini, kita hanya perlu naik lift untuk menuju lobby. Untuk yang membawa mobil, parkir saja di lantai atas dan kemudian masuk ke dalam lobby melalui lift turun ataupun menggunakan tangga.

Baru kali ini saya melihat counter check-in disatukan dengan beverage bar dan pastry station dari konsep kafe milik hotel ini. Di sini selain untuk urusan administrasi, bisa saja kita berbelanja croissant, kopi atau jus untuk to-go ataupun untuk dine-in di cafe-nya yang dinamakan Grab & Go. Konsep cafe-nya pun tidak setengah matang, karena sudah dilengkapi banyak tempat duduk yang nyaman hingga meja bilyar ataupun dart. Di sampingnya, beberapa meeting room berbagai ukuran siap disewakan.

The Verve, restoran dari Rooms Inc.

The Verve, restoran dari Rooms Inc. Semarang dengan deretan meja dan kursinya.
The Verve, mulailah hari dari sini dengan sarapan lengkap ataupun untuk mengakhiri hari ngafe bersama teman-teman.

Bittersweet Symphony, sebuah lagu yang pasti jadi pikiran kalian-kalian penggemar Britpop. Tenang, bukan itu, kok. The Verve adalah bistro sekaligus restoran milik Rooms Inc. Ia berlokasi tepat di belakang Grab & Go, dan sekaligus dekat dengan lokasi gym serta akses menuju kamar-kamar hotel.

The Verve terdiri dari dua bagian, satu adalah yang biasa dipakai untuk makan pagi. Sementara satu bagian lagi sepertinya lebih ditujukan sebagai bagian smoking dan live music. Bagian ini lebih hidup ketika malam tiba, dimana para pengunjung bisa lebih santai ngafe dan memesan minuman serta makanan.

Menu makan pagi milik Rooms Inc. cukup bervariasi. Hanya saja satu concern saya adalah penempatan stasiun makanan yang terasa terpisah. Kalau misalnya di hotel-hotel pada umumnya ada satu bagian khusus untuk menu prasmanan standar bersama dengan nasi putih, namun di Rooms Inc. posisinya menjadi berbeda.

Nasi putih terletak bersama menu harian tradisional yang berubah-ubah. Sementara menu prasmanan yang jadi temannya nasi putih diletakkan agak jauh dan lebih difungsikan sebagai camilan. Sementara, menu-menu utama adalah berupa beragam hidangan tradisional yang berubah setiap harinya. Hmm… Sungguh konsep yang khas diterapkan oleh Rooms Inc.

But anyway, sesi sarapan pagi yang selalu dinantikan saat menginap di luar kota ternyata dapat dipenuhi dengan baik di sini. Suasana restoran yang menyenangkan, makanan yang lezat, dan teman-teman yang seru menjadikan momen makan pagi semakin seru!

Kamar hotel yang nyaman

Sebuah kamar hotel dengan tempat tidur berukuran queen size dan TV.
Berukuran pas, kamar paling ekonomis dari Rooms Inc. ini terlihat nyaman dan elegan.

Dekat dengan The Verve, kita akan menemukan sebuah pintu akses khusus yang menggunakan kartu pass yang dimiliki para tamu. Di dalamnya langsung ada sederetan kamar dan lift internal bagi yang menginap di lantai berbeda.

Masuk ke dalam kamar, suasana khas Rooms Inc. yang saya temui di luar terasa konsisten hingga ke dalam. Suasana santai seolah mengajak saya untuk langsung beristirahat ketika malam itu tiba nyaris mendekati tengah malam.

Tata ruangan Rooms Inc. cukup tipikal dengan banyak hotel lainnya, hanya saja minus keberadaan lemari yang biasanya menjadi tempat menggantung pakaian. Alih-alih beberapa gantungan sudah ditempel di dinding lorong antara kamar mandi dan tempat tidur. Luas kamar mandi juga cukup memadai dan ada ruangan shower dengan bingkai kaca yang cukup spacious. Jangan lupa cek balik kaca wastafel karena ada rak tersembunyi. Hanya saja, jangan sampai lupa cek sebelum check-out seandainya kamu menaruh barang di sana.

Masuk ke bagian tempat tidur, tempat menaruh bagasi cukup luas dan bisa memuat beberapa tas. Nightstand tersedia di kiri kanan ranjang berukuran queen size. Sedikit berharap awalnya kamar dilengkapi dengan desk dan kursi kerja, namun ternyata memang ukuran kamarnya tidaklah terlampau besar namun juga tidak terasa sempit. Hanya saja memang tidak akan muat bila meja kerja juga dipasang di sana. Beruntung di bagian lobby, Rooms Inc. sudah menyiapkan banyak tempat duduk nyaman untuk bekerja di depan laptop, bukan?

Jarak antara ujung ranjang dan dinding hanya muat bila kita berjalan menyamping secara perlahan. Di sini, TV berukuran 32″ diletakkan dan terasa besar serta memuaskan untuk menikmati tontonan. Channel TV kabel juga sangat lengkap dan banyak alasan untuk bisa betah berlama-lama di kamar.

Kesimpulan

Sebuah meja makan panjang untuk bersantap ataupun bekerja.
Ruang rekreasi antara Grab & Go dan The Verve. Terdapat juga meja bilyar dan mesin dart di sini.

Singkat kata, Rooms Inc. bisa jadi pilihan saya berikutnya kalau kembali bertandang ke kota Semarang. Selain tempat menginap yang nyaman, jaraknya yang selemparan batu dengan Lawang Sewu terasa sangat sentral. Dari sini saya bisa berbelanja oleh-oleh di Pandanaran serta tentunya Tahu Petis Yudistira kesukaan orang rumah. Bahkan satu pagi saya sempat berkelana ke beberapa tempat makan terkenal di Semarang untuk sarapan dan ngopi.

Satu malam ketika mager, cukup turun sejenak ke DP Mall dan kamu bisa bersantap di restoran-restoran terkenal asal ibukota. Sebut saja Kimukatsu, KOI, Pepper Lunch, ataupun food court-nya yang punya banyak pilihan – termasuk Pempek Ny. Kamto kesukaan saya!

Sudah siap pelesir ke Semarang, gaes?


ROOMS INC. HOTEL SEMARANG

Address:
DP Mall
Jl. Pemuda No.150, Semarang – Jawa Tengah, Indonesia

T: +62 24 8600 1200

Website


Sydwic, The Whitewashed Hipster Kahvehane from Bandung

Datang begitu pagi ke sebuah cafe untuk menikmati sarapan ringan serta secangkir kopi bisa menjadi pengalaman menarik tersendiri, terkhusus bagi saya yang sudah cukup lama berjalan-jalan ke sana kemari dan menulis mengenai gaya hidup perkulineran di Indonesia selama bertahun-tahun.

sydwic-11 sydwic-3 sydwic-14

Adalah Sydwic, sebuah coffee shop kekinian di Bandung yang tidak jauh dari rumah. Ide untuk merapat begitu pagi ke sini tiada lain karena begitu penuhnya kedai kopi mutakhir ini ketika siang hari telah datang hingga malam menjelang. Tidak hanya itu, Sydwic memang khusus telah buka sejak pukul 7 pagi dan tetap buka hingga selarut pukul 10 malam.

Tiba sekira pukul 7.30, suasana cafe masih kosong melompong. Belum ada barisan pastry yang mengisi display di counter namun sang barista dengan ramah mempersilakan saya duduk terlebih dahulu. Sementara melihat-lihat menu, kondisi cafe sepertinya memang belum siap karena masih ada beberapa hal yang tengah dibersihkan. Tidak hanya itu, banyak juga menu makanan yang belum siap dan sang La Marzocco masih dalam proses kalibrasi.

sydwic-1

Walhasil, pilihan akhirnya hanya jatuh pada sepiring chicken quesadillas dan secangkir cappuccino untuk saya serta teh untuk sang istri.

Lama berselang, sekira 45 menit, sepiring quesadilla akhirnya tiba setelah saya menanyakan sekitar dua kali. Chicken quesadilla tampil dengan penampilan minimalis dengan tomato salsa yang kurang melimpah.

sydwic-8 sydwic-13 sydwic-9

Sementara house blend yang digunakan Sydwic berasal dari Jack Runners dan menggunakan tiga jenis biji kopi. Secangkir cappuccino hangat tiba tidak lama setelah makanan hadir, sesuai permintaan saya. Suhu dan rasa ternyata cukup memuaskan dan Sydwic dari secangkir ini saja sudah cocok untuk kapan-kapan bertandang lagi di lain waktu.

Meskipun tempatnya elok, minimalis, bercahaya, dan kekinian; yang agak disayangkan adalah ketidaksiapan produk-produknya di pagi hari padahal Sydwic buka begitu awal. Terlebih kunjungan ini terjadi di hari Sabtu, hari dimana sebuah usaha F&B semestinya lebih sigap melayani pengunjung yang biasanya lebih membludak dibanding hari biasanya.

sydwic-15 sydwic-12 sydwic-7

Selain ketidaksiapan banyak produk-produknya, saya juga mempertanyakan mengenai waktu penyajian. Ini sebetulnya yang berpotensi menjadi masalah di waktu-waktu ramai. Apakah Sydwic selama ini ternyata memiliki masalah di situ? Sedikit observasi di dunia maya ternyata membuktikan jawaban tersebut dan tidak sedikit yang mengeluh mengenai lambatnya pelayanan. Setidaknya itu lumayan terbukti dari pengalaman saya pagi itu dimana saya menanti hingga pukul 8.30 untuk makanan yang saya pesan padahal saya pesan sejak 7.45 dalam kondisi dimana pengunjung baru saya saja yang hadir.

Sebagai sesama urang Bandung dan aficionado kuliner serta kopi, saya tetap mendukung Sydwic untuk bebenah kekurangan yang satu ini. Sayang sebetulnya tempat yang cantik dan kopi nikmat yang dimilikinya ini malah menjadi kurang berkesan gegara masalah lambat dan servis yang kurang memuaskan.

sydwic-5 sydwic-4 sydwic-2

Semoga di lain kesempatan berkunjung di sini dan setelah beberapa perbaikan, saya berharap Sydwic menjadi destinasi ngopi pilihan saya ketika di Bandung.


SYDWIC
Not halal-certified but halal-friendly
Some dishes are suitable for vegetarians

Address: Jalan Cilaki no. 63, Bandung

Opening hours: Daily, 7am – 10pm


Much Ado About Eggs at Benedict (mise en place, Vol 14 – 2016)

From the creative minds behind the successful private dining venture Good For Eats (G48) and the rice bowl haven Umabo in Jakarta, Chefs Fernando Sindu and Ivan Wibowo have been successfully helming Benedict for the past one year now as Jakarta’s beloved place to have breakfast, brunch, and as a full-fledged all-day dining.

benedict-3

Despite the initial challenges of opening up a restaurant in the newly refurbished section of the East Mall of Grand Indonesia, under the adept hands of these two chefs and the expert managerial umbrella of Jakarta’s premiere F&B venture – Union Group, Benedict thrives and readies its surprises for the year 2016.

As fellow graduates of the prestigious Culinary Institute of America and spent their early years apprenticing at high-profile Michelin-starred restaurants such as Noma, Jean Georges, La Boqueria, and several others; these dynamic duo have been entrusted with a free rein to present the gourmet food lovers of Jakarta with the best of their abilities.

benedict-4

True to its name, Benedict is known for its collection of classic all-day breakfast menu that involves many combinations of egg dishes.

Benedict has the Full Monty; huevos rancheros; deviled eggs; scotch eggs; combinations of eggs Benedict from classic to Florentine, Southern, and Mexican-styles; and last but not least, the chef’s creative take in using the sous vide technique of cooking egg at 63C and then combining it in a jar with mac & cheese, shiitake mushrooms, crispy beef bacons, brioche, and potato foam.

benedict-5

Altogether with these savory selections, Benedict is also no short of healthy meals from fresh fruit bowls, 7-grain muesli with Greek yogurt, tempeh quinoa salad, and up to the hearty Cubano and banh mi from the sandwich section.

Chef Ivan Wibowo colors the dessert section with highlights such as churros with dulce de leche, chocolate orange soufflé, his latest creation of almond crusted stuffed French toast with homemade ice cream, and many more. Later this year, Benedict is planning to showcase its ice cream cart where patrons can enjoy flavors of their choice anytime.

benedict-1

Adding the excitements for this ensemble of creative dishes, Chef Fernando Sindu decided to introduce the cuisines of the world on monthly basis in addition to exciting all-day menu such as the spicy chipotle Benedict with chorizo and corn bread or the Southern-style fried chicken with waffles. So in several months to come, it is best to prepare yourself for a surprising cuisines coming from countries such as Vietnam to as far as Turkey and even beyond.

Benedict’s menu came from the chefs’ direct experience during their research and travels, while also they are committed to present the local flavors with modernist touch that aims to please diners who are more and more explorative as we see in global culinary scenes of today.

benedict-6

As for its coffee culture itself, Benedict and other Union Group restaurants are no stranger when it comes to quality. While previously working with Toby’s Estate, Union Group is now committing themselves with local beans. The consideration came with the spirit to localize the ingredients more and more as the foundation of their dishes and that Indonesian coffee has now reached a new height of quality and appreciations everywhere in the country.

In addition, Benedict also pays the attention to the whole architecture of the restaurant. While the idea since the beginning was all about gourmet comfort food, Benedict was designed to be homey and casual. Since the beginning, it was meant to that way so that the customers could dine in even on their most casual attire and not worrying other things but to simply enjoy themselves with the food wholeheartedly.


BENEDICT
Not halal-friendly (serving alcohol and some menu contain pork)
Suitable for vegetarian

Address:

  • Grand Indonesia Shopping Mall, Jakarta – Indonesia
  • Pacific Place, Jakarta – Indonesia

Opening hours: Daily, 10am- 10pm


Link: http://miseenplaceasia.com/much-ado-about-eggs-at-benedict/

Burgreens Organic Eatery: Deliciously Healthy!

Memang sudah selayaknya kita bersyukur hidup di negeri ini karena masih begitu banyak opsi makanan segar yang dapat kita olah sendiri. Di Indonesia, makanan masih bisa didapat dengan mudah dan murah dari pasar-pasar tradisional dan tidak sepenuhnya mengandalkan produk olahan pabrik.

Burgreens 1

Berbeda dengan negeri-negeri lain di Barat khususnya yang mengandalkan makanan cepat saji maupun olahan jadi. Di sinilah konon permasalahan kesehatan justru dimulai, terlebih ketika harga makanan jenis ini lebih murah ketimbang makanan segar. Ketika kita diburu waktu, kebutuhan, serta daya beli yang terbatas; tentu opsi cepat ini akan menjadi prioritas sehari-hari dan segi nutrisi bisa jadi terabaikan.

Namun banyak juga yang sebetulnya tidak tahu bahwa bisa jadi produk-produk segar yang kita peroleh sehari-hari itu juga tidak sepenuhnya sehat, maka dari itu timbullah kini gerakan yang lebih menyadari secara detail akan apa yang kita konsumsi. Gerakan ini tidak hanya mempromosikan clean eating, vegetarian, dan juga lingkungan hidup; namun juga memberikan apresiasi lebih terhadap petani, peternak, serta para chef dan restoran yang berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi para end consumer dengan produk yang tidak hanya segar namun juga organik, non-GMO, serta sustainable.

Burgreens 5
Crispy Tofu Teriyaki Salad

Meskipun genre seperti ini lebih lazim ditemukan di Bali, tapi satu restoran di Jakarta ini bergerak cepat membangun kesadaran tersebut. Burgreens yang memiliki beberapa lokasi ini cukup jeli dengan mengayomi para petani untuk memasok mereka dengan bahan-bahan terbaik dan Max Mandias selaku chef juga begitu kreatif dalam meraciknya.

Tidak heran bahwa kedatangan saya pertama kali ke cabang mereka di Tebet justru mengundang decak kagum di dalam hati. Terbelalak secara harafiah ketika mengecap rasa yang begitu kaya dan tekstur yang beragam serta berwarna dari makanan yang tersaji di sini, seolah membangkitkan kembali kesadaran bahwa makanan itu bukan sekadar untuk pemenuhan hajat hidup saja namun juga untuk menghargai tubuh dengan memberikan yang terbaik.

Burgreens 3
Tempeh Gomashio

Bisa dibilang tempat bermukim Burgreens di Tebet ini ideal luar biasa. Berada di lantai tiga sebuah bangunan yang tidak melebar, Burgreens bertetangga dengan Organiklub yang juga menyediakan sayur mayur, daging, serta produk-produk organik dan berkualitas. Tidak hanya itu, bagian teras Burgreens memiliki pemandangan langsung mengarah ke taman Tebet yang hijau dan rapi. Bagian teras ini ketika hari sedang sejuk sungguh ideal untuk ditempati sembari menikmati makan minum yang bergizi.

Dari segi menu, Burgreens lebih bertemakan Barat dan sebagian Asia. Menu-menu seperti pasta, burger, dan nasi cukup mendominasi di samping berbagai sate sayuran serta salad, jus, dan kudapan sehat. Menariknya, untuk mengelevasi berbagai sayur mayur yang dipergunakan, tidak hanya Burgreens mengandalkan kesegaran namun juga racikan bumbu dan saus yang tidak kalah nikmatnya. Ini menjadikan pengalaman kita menikmati makanan vegetarian lebih berwarna dan berkesan.

Burgreens 4

Bisa dibilang berbagai kudapan serta makanan yang saya nikmati saat itu memiliki cita rasa kuat, segar, sekaligus memenuhi ruang-ruang kosong dalam perut ini. Dari segi harga tentu tidak murah, terlebih mengingat faktor-faktor yang telah disebutkan di atas tadi. Namun demi kesehatan sekaligus kepuasan; pengalaman bersantap di sini menjadi sebuah keharusan tersendiri.


BURGREENS ORGANIC EATERY
Halal-friendly
Suitable for vegetarians & gluten free

Addresses:

  • Jl. Flamboyan No. 19, Rempoa, Bintaro, Jakarta – Indonesia
  • Organiklub, Jl. Tebet Barat Raya No. 49 C, Tebet, Jakarta – Indonesia
  • Jl. Wijaya II no. 73, Dharmawangsa, Jakarta – Indonesia

 

OPEN: Welcoming Jakarta’s Very Own Flip Burger! (Qubicle, Aug 2016)

Ah if there’s a comfort food yang belum ‘dijamah’ selama ini oleh Chef Afit Purwanto, juragan steak di balik suksesnya Holycow! Steakhouse, yaitu adalah sebuah burger joint! Setelah melanglangbuana dengan petualangan perdagingannya setelah Holycow! Steakhouse yaitu bersama Loobie Lobster, Holy Gyu, serta The HolyRibs; kini Chef Afit sukses membuka kedai burger terbarunya dengan nama Flip Burger!

Flip Burger 4 Flip Burger 6

Terletak di Senopati, jalan yang begitu hype untuk para foodies dan sundowners, Flip Burger tampil cerah dan casual dengan logo merah menyala dan segala keceriaan dari suasana restorannya. Didesain benar-benar seperti burger joint, Flip Burger saat ini menyediakan tiga menu utama yaitu beef burger, cheese burger, serta fish burger untuk dipaketkan dengan fries dan soft drinks (yang bebas refill!).

Flip Burger 7

Dua kekuatan besar bergabung di balik konsep burger milik Chef Afit ini. Pertama adalah pengalaman bertahun-tahun Afit dalam bisnis steak sehingga beef patty kreasinya terasa juicy serta melts-in-your-mouth!

Flip Burger 5 Flip Burger 1

Kedua dan merupakan bagian yang begitu instrumental juga adalah penggunaan roti brioche manis yang begitu buttery ketimbang burger bun pada umumnya. Keduanya berpadu dengan rasa yang jarang ditemukan di berbagai burger joints lainnya di Jakarta. Bayangkan rasa tersebut dengan tambahan caramelized onion yang lembut dan manis serta secara terpisah, satu porsi crispy chicken skins yang gurih dan renyah. Hmmmmm…

Flip Burger 3

Nah Flip Burger akan dibuka untuk umum pada tanggal 19 Agustus 2016! So, pastikan kamu menjadi yang pertama melahap semua burger di sini diantara teman-temanmu.


FLIP BURGER | Jalan Senopati no. 27, Jakarta
IG: @flipburger_id



Featured in Qubicle – FoodieS, Aug 2016
Link: http://qubicle.id/story/open-welcoming-jakarta-s-very-own-flip-burger