Dish That I Crave: Sop Sapi Berkah

Jarang-jarang saya bertandang ke wilayah selatan Jakarta dan mengukur ruas Jalan TB Simatupang kalau bukan karena ada kegiatan berkuliner. Maka sudah jelas satu kesempatan penting ini tidak boleh dilewati dengan mengunjung RM Berkah yang terkenal dengan sop sapinya.

Sop sapi
Sop sapi

Meski berlabel masakan Betawi, rumah makan yang cukup luas dan nyaman ini rupanya lebih mengarahkan sop sapi dan ayam sebagai sajian utamanya. Bahkan bisa dibilang itulah hidangan utama satu-satunya di sini. Dengan tambahan tempe atau perkedel dan semacamnya, ekspektasi yang tersaji dari hidangan sop ini terlihat cukup straightforward dan cocok dengan tambahan nasi hangat saja.

Tapi jangan salah sangka, satu sajian sup sapi yang dilabel dengan harga IDR 50,000 ini memiliki kuah bening melimpah yang kaya rasa, serta daging lamusir yang sudah dimasak cukup lama hingga empuk namun tetap bercitarasa sedap.

Empat potong daging sapi yang cukup besar mungkin sedikit kebanyakan untuk saya sendiri, maka saya memutuskan untuk berbagi. After all, sharing is caring. Hasilnya, senyum dikulum terlihat dari setiap suap demi suap yang dijalani ketika menikmati hidangan hebat ini.

Meskipun demikian, dengan harga yang relatif lebih terjangkau, masih ada satu saingan sop sapi dari daerah Kemayoran yang juga saya sukai. Dari segi rasa tentu cukup bersaing tapi akhirnya ini kembali ke selera masing-masing dan dimana lokasi tempat makan tersebut berada.

Sayangnya untuk kasus ini, saya lebih mudah mengakses ke arah Kemayoran ketimbang Cilandak. Meskipun demikian, pastilah saya akan kembali ke sini suatu hari nanti!

—–

RUMAH MAKAN BERKAH
Halal-friendly 

Unsuitable for vegetarians

Address:
Jl. Jeruk Purut No. 22, Jakarta – Indonesia
T: +62.21.7815.652

Opening hours:
Daily, 4pm – 8pm

Spend: IDR 25,000 – IDR 75,000 / person

The Poetic Gourmet: Ketoprak (Tahu Telor) Ciragil

Ah ketoprak. Tentu saja tidak ada satu jiwapun di Jakarta yang tidak menyukainya, bahkan banyak orang di pulau Jawa sekalipun. Dengan berbagai versi independennya seperti kupat tahu dari Jawa Barat atau lontong balap dari Surabaya, sepertinya kita sudah kelewat intim dengan hidangan yang satu ini.

Lima dekade telah berselang sejak pembukaan perdana kedai ketoprak yang masih mempertahankan kesederhanaannya ini. Kembali, siapa yang tidak mengenal Ketoprak Ciragil di ibukota ini? Meskipun tersedia dengan porsi yang tidak terlalu mengenyangkan, terkhusus untuk para kaum pekerja lelaki yang terbiasa dengan setumpuk nasi untuk makan siang, rupa-rupanya popularitas kedai satu ini tetap bertahan baik.

Setelah sekian lama tidak berkunjung, akhirnya saya berkesempatan memperkenalkannya kepada sang istri. Beruntung kami datang setelah jam makan siang dan suasana sudah berangsur-angsur menjadi tenang. Mohon maklum, datang tepat pada waktu makan siang; bersiap-siaplah untuk selalu menagih pesanan Anda karena tak kunjung datang.

Kali ini ketoprak yang saya pesan langsung saya sandingkan dengan telur dadar. Maklum, saya ingin menikmati dua hidangan sekaligus dalam satu piring. Yang pertama adalah ketoprak dan yang kedua adalah tahu telur!

Ketoprak Ciragil 1

Sang istri melahap suap demi suap dengan kegairahan yang belum pernah saya saksikan sebelumnya, apalagi untuk sepiring ketoprak. Lain halnya bila melihatnya menikmati fish and chips atau ketika berkunjung ke Chili’s. Padahal baru saja dia menghabiskan sirloin sepiring untuk makan siang!

Memang citarasa Ketoprak Ciragil cocok untuk kita-kita. Dengan bumbu kacang yang di-blender halus, menjadikan semuanya terasa lebih silky sekaligus manis. Sepertinya saat itu sang abang mempersiapkan porsi ekstra sehingga meskipun makan berdua, terasa tetap banyak bila dirasa-rasa kembali.

Ketika sang telur dibiarkan begitu saja, maka itulah kesempatan saya menikmati versi hybrid yang sengaja-tidak sengaja terbentuk dengan sendirinya. Dengan tauge serta tahu, sepertinya persyaratan dasar tahu telur Surabaya sudah lumayan tercapai dan sayapun menikmatinya.

Memang cukup mengejutkan dengan harus membayar Rp 20,000 untuk sepiring penuh ini, tapi saya bersyukur karena sepertinya makan romantis kali ini berjalan sukses. Nah, selanjutnya kita akan menuju Sate Padang Ajo Ramon untuk ronde ketiga!

—–

KETOPRAK CIRAGIL
Address: Jalan Ciragil (across the bridge from Dapur Ciragil), Jakarta – Indonesia