Category Archives: Tokyo

EAT: Ikinari Steak (JAX, Feb 2016)

Discover what makes this Japanese steakhouse chain Ikinari different from the rest in the competition.

Ikinari Steak (by Dennie Ramon) (4)

Ikinari Steak is big in Tokyo. That may be an overstatement if compared with the how ubiquitous those donburi kings such as Yoshinoya, Matsuya, or Sukiya and other international fast food franchises. However, Ikinari Steak’s grasp has reached to as far as Hiroshima, Fukuoka, and Kumamoto on the west and Sendai to the north, in addition to its many outlets in the capital.

The secret behind the success started with the adoption of tachigui concept. The fast tempo of Japanese daily routine altogether with high property and population density in big cities are the main reasons behind the emergence of ‘eating while standing’ eateries.

There are no seats available in the restaurant and only high dining tables equipped with all sorts of sauces and cutlery. While this might be frowned upon by those who are not accustomed to it, but this concept creates quick turnover of customers.

Thus we can immediately assume that the quick turnover helps to subside the pricing. If that’s the case, it’s precisely why Ikinari Steak bravely offers half the price of the competition for the steaks. For example, 300 grams of rib eye will cost you around JPY 1,800! With so many cuts of meat in its arsenal such as quality sirloin, tenderloin, secondary cuts, burger, and wagyu; Ikinari Steak seems unbeatable as of this moment.

 
 

It was a mixture of foodie senses and destiny that brought me for my first time encounter with Ikinari Steak in Hiroshima. The store was not that big but even at 11 p.m., people were still frequenting it and seen enjoying their supper with rice and soup. Yes, rice and soup! French fries or mashed potato is not appealing for this type of mass, but the meat culture has always been strong in Japan as we all know.

First thing first is to order your meat at the butcher’s counter. State your cut and refer him the weight for your steak. Commonly it is between 200, 300, and up to 500 grams. He will then slice the meat and weigh it in front of the customer. That way, we will also know the exact weight and price.

Ikinari Steak (by Dennie Ramon) (9)

Afterwards, state your preferred temperature for the steak and expect great things coming from the kitchen. Served on a hot plate upon a bed of onions and corn kernels, the steak was beautifully presented, perfectly grilled, and topped with butter.

Ikinari Steak (by Dennie Ramon) (12)

The sharp knife agrees with the meat wholeheartedly as it sliced through easily and that it melts right away with every inch of its fine flavor in my mouth. It was comforting, despite the fact that I had to stand up just to enjoy every slice of it. Soon, however, you will forget about such inconvenience. You will be occupied with all the goodness coming from the steak.

Ikinari Steak (by Dennie Ramon) (7)

Now, it is your turn to experience this with Ikinari when in Japan.

—–

IKINARI STEAK
Not halal-certified
Unsuitable for vegetarians

Addresses & opening hours: www.ikinaristeak.com/shopinfo

——

Original link: http://jax.co.id/ikinari-steak/

Photography by Dennie Ramon

Hajime Ramen – From Tokyo to Jakarta with the steak ramen as its best!

Sebetulnya terbilang jarang bagi saya untuk bertandang hingga ke wilayah barat Jakarta untuk berpesiar kuliner karena satu dan lain hal. Namun di siang hari yang terik itu, saya mendapat alasan spesial untuk memacu sang kuda besi untuk sebuah jarak yang terbilang cukup jauh dari tempat saya tinggal.

Alasannya kali ini adalah untuk menyambut kedatangan Hajime Ramen, sebuah restoran ramen dengan formula unik yang berasal dari Tokyo. Sebuah alasan yang valid apalagi bila ditujukan khusus untuk bersantap siang!

Hot Plate Beef "Hajime"
Hot Plate Beef “Hajime”

Tiba di bilangan Pantai Indah Selatan, banyaknya ruko dengan berbagai peruntukan terlihat sejauh mata saya memandang. Ketika arena pergaulan kuliner seolah tertuju pada Pantai Indah Kapuk ke sisi jauh di sebelah barat, Hajime Ramen tanpa gentar berdiri di sebuah wilayah yang belum terkoyak banyak oleh unsur kekinian. Terkadang hanya karena faktor inilah saya memberanikan diri datang untuk mencoba sebuah tempat makan baru seperti halnya berkunjung ke restoran-restoran Jepang otentik yang berada di Little Tokyo atau gedung perkantoran di Sudirman.

Setibanya di sana berbagai kesibukan sudah terlihat di seantero penjuru restoran ini, diiringi oleh kedatangan tamu satu per satu untuk bersantap siang. Sebuah tempat di pojok berhasil yang kaya sinar matahari berhasil saya dapatkan dan tentunya ini cocok untuk berfoto-foto berbagai hidangan Hajime Ramen. Maklum semangat kekinian selalu muncul saat berkelana kuliner.

Hajime Ramen sendiri rupanya bukan sembarang restoran ramen pada umumnya. Hanya selang beberapa waktu setelah didirikan pada tahun 2009 di Tokyo oleh Chef Uchida Gen, Hajime Ramen meraih banyak penghargaan kuliner dan masuk ke dalam daftar ramen top di berbagai majalah gaya hidup.

Sebut saja berbagai majalah di Tokyo seperti Time Out, Shokuraku Magazine, Tokyo Walker dan lainnya; mereka semua merekomendasikan Hajime Ramen sebagai a must visit while in Tokyo.

Beef Ramen “Hajime”

Tidak sulit tentunya untuk segera memutuskan apa-apa saja yang harus dicoba dari kunjungan perdana di sebuah restoran ramen. Dua menu istimewa yang merupakan ciri khas dari Hajime Ramen adalah ramen kuah dan ramen hotplate yang masing-masing bisa dipilih dengan topping sirloin steak atau grilled chicken.

Chicken Ramen “Hajime”

Setelah dicicipi, ternyata dari segi rasa begitu mumpuni. Karakter mie di sini terasa lebih tebal dan besar dibanding beberapa restoran ramen pada umumnya atau mie kuning yang sering kita jumpai. Jenis kuah yang dianut oleh Hajime Ramen adalah tipe shio atau kuah bening dengan menggunakan garam sebagai bumbu utamanya. Rasa kuahnya cukup kaya dengan intonasi minyak yang cukup kentara. Menarik bagi lidah saya karena sebelumnya saya lebih terekspos banyak oleh kuah jenis toripaitan atau shoyu.

Salah satu bintang penyeimbang keseluruhan elemen ramen di sini tentunya adalah sirloin steak itu sendiri. Sulit untuk menolak betapa menggodanya Australian sirloin steak berderajat medium-well yang segar dipanggang dengan kedalaman rasa yang begitu juicy berjejer manis di atas semangkuk ramen yang diberikan imbuhan cantik berupa rebung panjang. Tentu ini adalah sebuah trademark khusus yang dimiliki oleh Hajime Ramen. Nikmat!

Steak salad
Chicken karaage
Gyoza

Tidak cukup dengan steak yang berada di atas ramen, kami sebetulnya mencicipi steak salad sebelum hidangan utama tiba. Sang steak salad diiringi dengan sepiring kecil berisi chicken karaage dan gyoza terlezat yang pernah saya rasakan. Ternyata menu pembuka di sebuah restoran ramen benar-benar menjadi pemicu selera yang baik untuk berlanjut ke bintang utamanya.

Ice cream mochi

Sebagai penutup, tidak lupa kami bersama-sama menikmati koleksi warna warni ice cream mochi yang tersedia di sini. Dengan empat pilihan rasa dalam satu sajian, saya rasanya ingin menobatkan dessert ini sebagai salah satu yang paling saya nikmati di Jakarta belakangan ini. Bagaimana tidak; rasa green tea, mango, tiramisu, dan ogura seolah saling menyapa dengan harmoni di dalam lidah ini setelah berkutat dengan berbagai keseruan bersama semangkuk ramen.

Sepulangnya dari sini, saya masih menyimpan sebuah cita-cita untuk mencicipi secara utuh sajian lainnya yang dimiliki Hajime Ramen. Selain kuah toripaitan pedasnya yang menjadi satu elemen baru pada menu di restoran ini, tentunya saya harus mencoba satu porsi ramen hotplate untuk sendiri di lain waktu.

Ataukah mungkin saya harus mencoba berbagai macam menu donburi serta nasi kari-nya? Tampak menarik juga tentunya. Tapi yang pasti, saya ingin berkesempatan mencicipi serunya bersantap di atas piring Doraemon untuk satu menu dari lini Kids Meal! Kenapa tidak?

Demi alasan berpesiar kuliner, tentu akan selalu ada kesempatan untuk melangkahkan lagi kaki ini ke sisi jauh Jakarta atau dimanapun. Hingga kesempatan itu tiba, nantikanlah saya Hajime Ramen! Saya akan kembali.

—–

HAJIME RAMEN
No pork, no lard
Unsuitable for vegetarians

Address:
Ruko Elang Laut Blok C19-20, Jalan Pantai Indah Selatan 1, Jakarta – Indonesia
T: +62.21.2251.0098

Website
Facebook
Twitter
Instagram

—–