Category Archives: Tanjung Pandan

Belitong – Kenangan Yang Menanti Dikunjungi Kembali (Linked, April 2013)

Tanjung Kelayang - Pulau Lengkuas

Pulau Belitung menyisakan banyak kisah jauh hingga ke era kolonial terdahulu sebagai kepulauan yang kaya dengan berbagai hasil tambang khususnya timah. Setelah satu dekade lebih menjadi bagian dari propinsi baru Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kini Belitung telah berbenah dan semakin siap untuk menjadi destinasi wisata populer di Indonesia.

Beberapa tahun belakangan ini popularitas Belitung semakin terasa sebagai sebuah objek wisata nasional yang patut dibanggakan, terlebih lagi karena pamornya yang menanjak sebagai pulau yang melatari kisah novel laris Laskar Pelangi bahkan hingga menjadi tempat syutingnya yang memaparkan jelas berbagai keindahannya. Pulau Belitung sendiri memiliki begitu banyak pantai putih yang asri serta keunikan-keunikan lainnya dari seperti berbagai peninggalan bersejarah dan tentu saja, pesiar kuliner yang menyenangkan.

Dengan populasi kurang lebih hanya 200,000 jiwa saja, Pulau Belitung menawarkan kelegaan bernafas dan ruang gerak yang begitu luas khususnya bagi para wisatawan yang datang dari perkotaan sibuk seperti Jakarta, meskipun Tanjung Pandan sendiri sebagai ibukota kabupaten Belitung terbilang cukup ramai. Namun sesaat kita melangsungkan perjalanan keluar kota ini menuju tempat-tempat wisata di berbagai belahan pulau ini maka akan terasa betapa tenang serta santainya suasana Pulau Belitung ini sebenarnya.

Wilayah barat pulau ini dikenal dengan berbagai pantainya yang terkenal seperti Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi yang ramai dijejali pengunjung baik dari Bangka Belitung maupun wisatawan domestik lainnya khususnya di akhir pekan. Selain pantai-pantai ini, di wilayah kabupaten Belitung Timur terdapat Manggar sebagai ibukotanya yang terkenal sebagai ‘kota seribu warung kopi’ serta replika SDN Muhammadiyah dari novel Laskar Pelangi di daerah Gantong dan kesemua ini adalah catatan wajib kunjung selama berlibur di Belitung.

  • KABUPATEN BELITUNG

Tanjung Pandan

Meskipun tidak sepopuler Tanjung Kelayang maupun Tanjung Tinggi, kota Tanjung Pandan juga memiliki kawasan wisata pantai Tanjung Pendam yang menjadi tempat bersantai populer para warga kota ini. Di akhir hari, daerah ini berubah menjadi sentra kuliner bagi para warga untuk bersantap malam sembari menikmati angin sejuk serta suara deburan ombak. Selain itu, Tanjung Pandan juga memiliki berbagai situs bersejarah seperti museum timah, rumah-rumah Belanda era kolonial, serta replika rumah adat Belitung lengkap dengan berbagai atribut tradisionalnya.

Danau Kaolin
Danau Kaolin
Rumah Adat Belitung
Rumah Adat Belitung

Tidak jauh dari kota ini juga terdapat sebuah spot yang menghadirkan fenomena alam menarik. Danau Kaolin ini dahulunya adalah bekas proyek pertambangan kaolin yang belum direkondisi kembali sehingga air yang berada di danau ini berwarna seperti biru langit serta dikelilingi pasir dan bebatuan bekas tambang yang berwarna putih, menjadikan tempat ini surga bagi fotografi. Meskipun demikian, Danau Kaolin ini sebetulnya tidak didaulat sebagai destinasi wisata resmi.

Tanjung Kelayang

Tanjung Kelayang - Starting Point 2
Tanjung Kelayang

Terletak di ujung pulau Belitung bagian barat daya sejauh kurang lebih 20 km dari Tanjung Pandan, pantai Tanjung Kelayang adalah tempat wisata yang paling wajib dikunjungi. Selain karena memiliki pantai-pantai yang belum terjamah luas, Tanjung Kelayang juga memungkinkan para pengunjungnya untuk melakukan island hopping ke berbagai pulau di sekitarnya yang memiliki karakter tersendiri.

Tanjung Kelayang - On The Boat 1 Tanjung Kelayang - Beach

Cukup dengan menyewa perahu nelayan setempat, anda akan dibawa berlayar mengunjungi keunikan setiap pulau-pulau kecil tersebut. Misalnya di Pulau Burong, anda akan melihat susunan batu yang menyerupai burung garuda, atau Pulau Batu Berlayar yang memiliki dua batu granit raksasa menyerupai layar dengan pulau tersebut sebagai kapalnya.

Satu fenomena menarik yang hanya terlihat di saat air laut sedang surut adalah munculnya gosong atau tumpukan pasir yang muncul di atas lautan dan di sini dinamakan Pulau Pasir. Tidak hanya itu, di Pulau Pasir juga sering ditemui bintang laut berukuran besar yang bisa kita ajak berfoto bersama. Tapi tentunya jangan lupa untuk menaruh kembali bintang-bintang laut ini ke habitatnya di bawah permukaan air.

Tanjung Kelayang - Pulau Lengkuas - Mercu Suar 2 Tanjung Kelayang - Pulau Lengkuas - Mercu Suar 1

Di pulau lainnya seperti Pulau Kepayang, anda bisa menemukan tempat penangkaran penyu dan terumbu karang serta mengunjungi Pulau Lutong yang merupakan dua pulau terpisah namun dapat diseberangi dengan berjalan kaki ketika air laut sedang surut.

Tapi di antara sekian pulau ini yang paling terkenal justru adalah Pulau Lengkuas yang memiliki mercu suar yang berdiri sejak tahun 1882 setinggi belasan tingkat dan ratusan anak tangga. Cukup dengan memberikan sumbangan dan menanggalkan sepatu untuk menjaga kebersihan mercu suar ini, kita sudah bisa menaikinya hingga ke puncak. Meskipun terdengar melelahkan namun ketika mencapai puncak, dijamin keletihanpun akan sirna seketika dan pemandangan luar biasa indah dapat dinikmati dari segala penjuru puncak mercu suar ini.

Tanjung Kelayang - Pulau Lengkuas - View from top of light house 1 Tanjung Kelayang - Pulau Lengkuas - View from top of light house 3

Di puncak ini, kita dapat menyaksikan banyaknya pulau-pulau indah di sekeliling Pulau Lengkuas ini, lautan yang benar-benar bersih bahkan hingga terumbu karang saja terlihat dari ketinggian, serta langit biru dan angin sepoi-sepoi yang dijamin membuat siapapun enggan untuk turun kembali.

Tanjung Tinggi

Tanjung Tinggi 3

Beranjak kurang lebih 10 kilometer di timur Tanjung Kelayang terdapat tempat wisata populer unik yang juga menjadi salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi. Adalah Tanjung Tinggi yang merupakan pantai dengan bebatuan granit sangat besar yang saling tumpang tindih namun herannya tetap bertahan pada posisinya.

Fenomena ini menggoreskan kekhasan tersendiri bagi Tanjung Tinggi apalagi bila dikunjungi ketika menjelang matahari terbenam karena pemandangannya yang menakjubkan. Bayangkan hamparan laut, pantai, serta bebatuan granit dengan formasi unik yang disinari oleh indahnya mentari terbenam, tentu ini semua menggambarkan pengalaman romantis tersendiri bagi para pengunjungnya.

Tanjung Tinggi 2

Malamnya, jangan lupa mampir ke salah satu warung makan di sini untuk menikmati berbagai hidangan seafood. Perbedaan dengan seafood pada umumnya adalah penggunaan jenis ikan ilak dan ketarap yang jarang ditemukan di lokasi lain serta untuk pembakarannyapun menggunakan batok kelapa sehingga konon membuat hasil panggangannya akan terasa lembut dan mempertahankan kelembabannya namun tetap matang merata.

Selain seafood yang dipanggang, anda tidak boleh ketinggalan menikmati sop gangan yang menggunakan berbagai bumbu khas Indonesia seperti kunyit, lengkuas, cabe, terasi, dan asam jawa serta menggunakan ikan segar serta nanas sebagai penyegarnya. Rasanya yang nikmat pedas dan asam dijamin akan membuat anda senantiasa merindukan Belitung.

Petualangan di Belitung tidaklah lengkap bila belum mengunjungi Kabupaten Belitung Timur dengan ibukotanya Manggar yang terletak kurang lebih 70-80 kilometer dari Tanjung Pandan. Namun sebelum mencapai kota ini, perjalanan menyusuri daratan Belitung adalah sebuah observasi menarik yang membuat pulau ini terasa berbeda dengan tempat-tempat lain khususnya di Jawa.

Sebagai salah satu pulau penghasil timah terbesar di Indonesia selain Bangka, ternyata hampir tidak pernah ditemukan adanya sawah di pulau ini sehingga konon masyarakat Belitung mengkonsumsi beras yang dikirim dari wilayah lain. Namun tentunya ikan serta seafood menjadi komoditas yang dikonsumsi secara lazim setiap harinya, berbeda dengan Pulau Jawa dimana kita terbiasa melihat sawah dimanapun dan warganya yang lebih banyak mengkonsumsi daging sapi atau unggas setiap harinya. Tentu di Kepulauan Babel inilah menjadi kesempatan terbesar para wisatawannya untuk menikmati seafood dalam keadaan terbaik karena hasil laut di sana begitu berlimpah, lautnya yang lebih bersih serta warganya yang pandai meracik masakan lezat.

Berbicara kembali mengenai perjalanan ternyata jalanan di Belitung terbilang sepi dan jumlah mobil atau motor yang berpapasanpun terhitung jari apalagi bila berkelana jauh ke daerah-daerah. Tapi hebatnya, perjalanan ini terasa sangat lancar karena pemerintah setempat banyak membangun jalan baru dan merekondisi jalanan yang ada dengan sangat baik.

Tiba di Belitung Timur, berbagai objek-objek wisata baru berbeda dengan yang kita jumpai di barat menanti untuk dikunjungi.

  • KABUPATEN BELITUNG TIMUR

Vihara Dewi Kwan Im dan Pantai Burung Mandi

Belitung Timur - Pantai Burung Mandi 2

Pantai Burung Mandi
Pantai Burung Mandi

Di wilayah perbukitan Burung Mandi yang bertempat kurang lebih beberapa belas kilometer di utara Manggar terdapat dua objek wisata yang terkenal di Belitung. Pertama adalah Vihara Dewi Kwan Im yang terletak di lereng gunung menuju pantai. Vihara yang terpelihara baik ini ramai dikunjungi khususnya ketika Tahun Baru Cina namun untuk sehari-hari tetap dibuka untuk umum tanpa dikenakan biaya serta menjadi tempat yang cukup menarik untuk berfoto-foto sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya.

Vihara Kwan Im
Vihara Kwan Im

Lain dengan pantai-pantai yang memiliki bebatuan granit yang lazim dijumpai di wilayah barat, Pantai Burung Mandi merupakan hamparan luas pasir putih yang mengarah langsung laut lepas. Suasana di Pantai Burung Mandi ini terasa begitu nyaman dengan keteduhan pepohonannya, banyaknya nyiur melambai serta gazebo-gazebo kecil sebagai tempat bersantai sambil menikmati keindahan alam pantai ini. Mirip dengan pantai pada umumnya di Belitung, pada hari-hari tengah minggu dapat dipastikan anda dapat menikmati suasana tenang tanpa kehadiran banyak wisatawan yang biasanya baru memadatinya di akhir pekan.

Manggar

Bukit Manggar
Bukit Manggar

Tiba di Manggar pada siang hari maka yang pertama harus dilakukan adalah mendaki Bukit Manggar untuk bersantap siang di sana. Di bukit ini akan ditemukan beberapa restoran, café, serta penginapan nyaman yang cocok bila berencana untuk menghabiskan waktu lebih di wilayah Manggar. Dari Bukit Manggar ini makan siang terasa sangatlah menyenangkan dengan pemandangan langsung ke arah kota maupun langsung ke lautan.

Selesai bersantap siang tentunya tidak ada yang lebih nikmat selain menikmati seruput kopi khas Manggar yang terkenal enak. Tidak perlu bersusah payah mencari kedai kopi dari sekian banyak yang tersedia di kota ini. Cukup memilih satu dan nikmatilah sore yang sejuk dengan segelas kopi susu hangat.

Replika SDN Muhammadiyah

Gantong - SDN Muhammadiyah 1

SDN Muhammadiyah Gantong
SDN Muhammadiyah Gantong

Beranjak ke arah barat dari Manggar maka tibalah kita di Kecamatan Gantong, tempat cerita legendaris Laskar Pelangi dimulai. Wilayah ini menjadi terkenal karena replika SDN Muhammadiyah yang menjadi lokasi syuting film tersebut terbuka untuk dikunjungi oleh umum. Terletak di tengah suasana pedesaan, sekolah yang dirancang terlihat sangat sederhana ini tetap menjadi tujuan menarik bagi para wisatawan khususnya para penggemar dari kisah heroik anak-anak Belitong ini. Konon SDN Muhammadiyah yang asli terletak tidak jauh dari sini namun sudah berganti dengan bangunan baru dan replika ini malah membawa nilai historis tersendiri bagi para pengunjungnya.

Bendungan Pice

Gantong - Bendungan Pice
Bendungan Pice

Masih di Kecamatan Gantong, Bendungan Pice menjadi kunjungan penutup di Kabupaten Belitung Timur. Dibangun pada masa kolonial Belanda, bendungan ini dikhususkan untuk membantu transportasi kapal-kapal pengangkut timah dari pertambangan di sekitarnya. Bendungan ini dekat dengan pemukiman warga dan menjadi tempat bersantai warga menikmati suasana sore. Meskipun bendungan ini masih tetap beroperasi, namun sayangnya pemerintah setempat tidak menahbiskan bendungan ini sebagai tempat yang memiliki nilai historis.

Genap sudahlah pertemuan dengan Pulau Belitung yang ternyata masih tetap banyak menyisakan kisah yang harus ditelusuri lagi di lain waktu. Tidak hanya Belitung mengenalkan saya dengan sebuah lukisan alam yang asri, namun berisi petualangan menarik mulai dari budaya, makanan, dan pengetahuan. Segores bagian hati ini sengaja ditinggalkan demi suatu waktu kelak pulau yang indah ini akan saya kunjungi lagi dan bukan tidak mungkin di kesempatan itu hati ini akan ditambatkan untuk seterusnya.

Sampai jumpa, Belitong tercinta!

—–

DO YOU KNOW

Pulau Belitung yang dahulunya disebut sebagai Billiton ini merupakan koloni Inggris hingga pada awal abad 19 diadakanlah perjanjian antara Inggris dan Belanda yang pada dasarnya menukar beberapa wilayah koloni Inggris di Indonesia dengan wilayah Belanda di semenanjung Malaya. Berangkat dari perjanjian ini, maka terbentuklah cikal bakal wilayah berdirinya Malaysia dan Singapura modern sebagai ex-koloni Inggris dan negara Indonesia sebagai mantan koloni Belanda.

FAST TRACK

  • Kabupaten Belitung:

Tanjung Pandan – Rumah Adat Belitung – Danau Kaolin – Tanjung Kelayang (wisata pulau-pulau) – Tanjung Tinggi

  • Kabupaten Belitung Timur:

Vihara Dewi Kwan Im – Pantai Burung Mandi – Manggar – Bukit Manggar – SDN Muhammadiyah, Gantong – Bendungan Pice

Mie Atep
Mie Atep

MUST TRY

Selain Sop Gangan yang merupakan hidangan khas dari Belitung, jangan lewatkan Mie Belitung khas Atep di dekat alun-alun kota Tanjung Pandan. Hidangan mie ini uniknya disajikan sekaligus dengan berbagai topping penuh warna seperti udang, kentang, tauge, tahu goreng, bakwan, emping, serta disiram dengan kuah kental manis dan gurih! Selain itu jangan lupa juga untuk menikmati secangkir kopi di Warung Kopi Ake yang sudah terkenal selama 3 generasi serta bersantap Suto Belitung yang khas.

Find yourself huge Patricks here!
Find yourself huge Patricks here!

TRAVELERS TIPS

  • Ingin berpetualang keliling Belitung secara komplit dalam waktu singkat? Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih starting point paling strategis untuk tempat menginap anda. Sepanjang Jalan Pattimura di pinggir kota Tanjung Pandan yang menghadap ke selat Gaspar memiliki banyak pilihan hotel yang tepat sesuai anggaran liburan anda.
  • Moda transportasi paling nyaman untuk berkeliling pulau saat ini hanyalah mobil sewaan. Harga penyewaan sehari berada di kisaran Rp 350,000an dan baiknya dilengkapi juga dengan driver/guide untuk kemudahan mencapai destinasi objek wisata yang anda tuju.
  • Penyewaan perahu nelayan di Tanjung Kelayang adalah satu harga yang sama untuk sehari penuh, sehingga bila cuaca tengah baik disarankan untuk menikmati semua keindahan pulau-pulau di sana. Selain itu jangan lupa untuk mencoba menikmati santap siang ketika berada di atas kapal, sungguh pengalaman yang tidak tergantikan. Di sore hari, mampirlah ke salah satu pulau untuk mereguk segarnya air kelapa muda.
  • Berkunjung ke Belitung tidak lengkap rasanya bila tidak berlibur juga ke Pulau Bangka. Cara termudah adalah melalui dengan penerbangan dari Bandara Hanandjoeddin di Pangkal Pinang atau menggunakan ferry dengan harga terjangkau namun memakan waktu kurang lebih 4 jam yang diberangkatkan dari dermaga Laskar Pelangi tidak jauh dari kota Tanjung Pandan.

INTERESTING FACTS

  • Warga Manggar yang gemar menikmati kopi ternyata tidak langsung bubar setelah mereka menghabiskan kopi mereka di satu kedai. Setelah itu mereka pindah ke kedai lain, memesan kopi baru, dan kembali bercengkerama dengan warga lainnya.
  • Tanjung Kelayang merupakan titik persinggahan tur pelayaran Sail Wakatobi-Belitong pada 2011 lalu yang membawa ratusan kapal dari Darwin, Australia ketika mengarungi berbagai pulau-pulau indah di Indonesia hingga akhirnya berlabuh di Singapura.

—–

Linked - Belitong 1 Linked - Belitong 2

—–

Published on Linked – Citilink in-flight magazine, April 2013 (unedited)

Our Experience: Mie Belitung Atep (Linked, February 2013)

Mie Rebus
Mie Rebus

Keelokan kepulauan Bangka-Belitung ternyata tidak hanya sebatas pantai-pantai indahnya yang perawan serta suasananya yang penuh ketenangan. Justru kekuatan dan kekayaan kuliner dua pulau ini menjadi suatu hal yang tidak boleh kita pungkiri keberadaannya. Namun bila yang terpikirkan hanya sebatas masakan ikan atau seafood saja, berarti anda belum melihat Bangka-Belitung secara tuntas.

—–

Awalnya saya sempat berpikir, ‘Benarkah harus mampir ke restoran ini padahal baru saja makan pagi di hotel?’. Herannya jelas tertulis dalam itinerary Mie Belitung Atep adalah sebuah restoran yang wajib dikunjungi. Akhirnya saya memutuskan untuk makan pagi di hotel secukupnya saja dan mempersiapkan ruang lebih di perut ini untuk menikmati hidangan di sana.

Lokasinya ternyata tidak jauh dari pusat kota Tanjung Pandan dan sekilas tempatnya lebih seperti toko ketimbang restoran. Namun jangan salah, bila sampai anda menemukan bis pariwisata baru saja berhenti di depan restoran ini, lebih baik anda buru-buru masuk mendahuluinya untuk mendapatkan tempat duduk! Percayalah pengalaman menikmati Mie Belitung Atep ini ternyata tiada duanya.

Sempat terbersit apakah mie yang disajikan di sini apakah akan sama dengan mie kuah ikan yang pernah saya nikmati di Pulau Bangka, yang tepatnya di kopitiam klasik Tung Tau? Ternyata dugaan saya salah karena kreasi mie di sini berbeda dengan yang saya pernah coba sebelumnya di Bangka, bahkan dimanapun!

Segala sesuatunya sudah dipersiapkan dengan baik pada tahap penyajian. Mie yang sudah direbus lalu disiram dengan kuah yang berisi banyak udang-udang kecil. Setelah itu ditambahkan pula berbagai topping seperti potongan kentang, tauge, tahu goreng, bakwan (tepung yang digoreng dan dipotong berbentuk dadu), serta tentunya didampingi oleh emping. Kuah untuk mie yang berwarna gelap ini terasa cukup mirip dengan kuah lomie namun tidak terlampau kental dan sudah dibuat agak manis. Konon Mie Belitung Atep menggunakan kecap manis lokal yang hanya diproduksi di Tanjung Pandan.

Sungguh rasanya begitu nikmat dengan perpaduan rasa gurih manis kuah serta kekayaan pendamping dari mie tersebut. Jelas ini adalah sebuah masakan yang sangat orisinil dan gabungan keseluruhan elemen yang unik ini ternyata berhasil berpadu dengan baik. Wajar saja bila Mie Belitung Atep menjadi tujuan reguler bagi warga Tanjung Pandan bahkan para turis yang berkunjung ke pulau yang elok ini.

Sejak itu saya selalu berharap bahwa suatu saat saya akan berkesempatan kembali untuk menikmati segala keindahan pulau ini lagi. Pastinya di sela-sela itu, kunjungan kembali ke Mie Belitung Atep akan menjadi agenda wajib berpesiar kuliner di Tanjung Pandan. Bagaimana dengan anda?

Linked Feb 2013 - Our Experience

—–

Published on LINKED (CITILINK in-flight magazine) – February 2013 (unedited)

QuikSkoop™: Mie Belitung Atep

The beauty of Bangka-Belitung turns out not only for the pristine beaches and the laid-back atmosphere. One must not neglect the culinary power these mysterious islands have in hand. If you’re thinking only about fish and seafood then you clearly have not seen all.

At first I was thinking, ‘Really? Another meal after hotel breakfast?’, but it had been specified in the itinerary as ‘a must visit’. Preparing for the inevitable, I portioned my hotel breakfast meagerly, becoming prudent all of a sudden, preparing an extra room in my tummy and head for Mie Belitung Atep. It’s not a long ride to the center of Tanjung Pandan where this establishment resides.

The place doesn’t look much actually. It’s more like a small shop than a restaurant but with enough seats for everyone. But make no mistake since if you happen to find a tourist bus stopping in front of Mie Belitung Atep then you’d better hurry inside and grab your seats!

If it’s about mie or mee or noodle then I was thinking the one I had back at Tung Tau Kopitiam in Bangka with its mie kuah ikan (fish soup noodle) but I was wrong in the end. I still cannot comprehend what to make with the broth since it was made thick with local sweet soy ketchup but it’s not that sweet actually. People add the sweet soy ketchup later when the dish already served but if you sip the original taste then you’d remember the soup from lomie dish but much less sticky.

The preparations for the noodle are quite simple in this famous establishment visited also by celebs and politicians. They only boil the noodles in a soup filled with small shrimps. Afterwards she served the noodle on the plate, topped it with small cuts of boiled potatoes, bean sprouts, fried tofu, bakwan (fried and diced flour), and then finally to be filled with the soup and shrimps. Lastly, emping crackers do the final trick.

Mie Rebus

It was divine and it’s nowhere to be seen in my entire life before! Truly, it was an original masterpiece because all those odd ingredients match up! Well, that sets themselves as the sole representative of Belitung culinary world in noodle dishes genre. So about Belitung? You bet! I’m gonna return there not just for the lovely beaches but for Mie Atep  as well. Wifey, are you coming?

———-

MIE BELITUNG ATEP

Halal-ness to be confirmed

Some menu suitable for vegetarians

Address: Jl. Sriwijaya no. 27, Tanjung Pandan, Belitung

Opening Hours: All day from early morning up to 9 pm or around 10 pm.

RSVP: 0719 – 21464

BB Pin: N/A

Email: N/A

Website: N/A

Facebook: N/A

Twitter: N/A

Atmosphere: This feels like a casual Chinese food eatery anywhere.

Ambiance: Loud every day. Mie Atep never ran short of customers.

Service: A no non-sense hawker type eatery. You’ll get yours as fast as they can, if not for tremendous amount of visiting customers.

Pricing: IDR 30,000 – IDR 40,000 for two