Category Archives: Events

Discovering the True Meaning Behind Re.juve’s Excellent “Cold-Pressed Juice”

Melawan rasa kantuk di Sabtu pagi sebetulnya bukan perkara mudah. Tapi akhir pekan waktu itu ada alasan kuat untuk menahan diri tetap terjaga. Belum lama berselang, Re.juve mengajak saya untuk berkunjung ke fasilitas produksinya di Tangerang.

Hey, I’m always up for stuff like this you know – visiting a food production facility! Thanks Re.juve, always consider me joining for stuff like this!

rejuve-4

Tanpa tedeng aling-aling langsung saja saya melesat menuju Sequis Plaza di Bilangan Jendral Sudirman tempat Re.juve berpusat di kota Jakarta ini. Berkumpullah kami semua di situ segala macam insan hipster dari dunia blogger, vlogger, serta Instagrammer dari seantero ibukota.

Setelah disuguhi makan pagi berupa quinoa, salad, serta salmon dan dibekali sebotol cold-pressed juice Re.juve untuk memompa semangat pagi; beranjaklah kami menuju Tangerang dimana pusat produksi terletak. Apparently, pabrik milik Re.juve ini berada satu lokasi bersama pengolahan buah-buahan milik Sunpride yang merupakan sister company mereka.

Perjalanan satu jam di waktu pagi Sabtu yang sendu itu berjalan lancar dan setibanya, langsung saja kami dibagi tiga kelompok yang akan bergiliran melihat proses produksi dari A-Z.

rejuve-2

Melengkapi diri kami dengan mengenakan sepatu boot, jas lab, masker, dan menjalani proses sterilisasi yang cukup ketat; akhirnya kami menyaksikan fasilitas Re.juve yang dijaga dengan suhu rendah dan tingkat higienis yang tinggi.

Pada dasarnya cold-pressed juice adalah satu definisi rumit dan ringkih serta harus memenuhi banyak syarat. Pada Buah-buahan maupun sayuran yang tengah di-jus haruslah terjaga pada suhu rendah serta tidak terjadi oksidasi. Tentunya ini hanya tercapai melalui ruangan yang yang telah dikondisikan serta mesin juicer khusus yang mampu melakukannya secara konsisten.

rejuve-1

Seperti yang kita ketahui, suhu yang sedikit memanas lebih dari semestinya maupun hal-hal lainnya yang tidak terjaga dengan baik malah berpotensi menjadikan bahan-bahan yang tengah di-jus menjadi berkurang nilai nutrisi serta kualitasnya.

Tidak hanya itu, Re.juve yang telah berdiri sejak tahun 2014 ini juga memperlihatkan bagaimana telatennya mereka membersihkan buah-buahan serta sayuran terlebih dahulu sebelum diproses. Misalnya saja beetroot yang harus disikat manual satu per satu agar sisa tanah yang menempel terlepas, pencucian buah-buahan melalui sebuah mesin pencuci khusus yang mengunakan chlorinated water untuk kemudian dibasuh dengan air reverse osmosis serta penjagaan ketat suhu air yang haruslah rendah.

Setelah itu barulah pemrosesan juicing berlangsung yang didasarkan dari resep ketat untuk menghasilkan 20 botol jus per satu batch proses. Di sisi lain bahkan kacang almond yang akan dijadikan susu juga harus menjalani proses penyaringan berkali-kali agar menjadi sangat halus. Lalu menarik jauh ke belakang, tentunya Re.juve khusus menyetok buah-buahan berkualitas agar menghasilkan jus dengan mutu tinggi.

rejuve-3

Melalui kunjungan singkat setengah hari inilah segenap influencer di Jakarta diajak untuk mengerti dari manakah asal minuman lezat milik Re.juve ini. Tentunya itulah sebabnya harga cold-pressed juice tidaklah boleh dihargai murah atau dibandingkan dengan jus buah/sayur pada umumnya mengingat kegiatan produksinya yang selektif dan rumit.

Kami mengakhiri perjalanan hari itu dengan membawa banyak kenang-kenangan dari Re.juve. Ini adalah sebuah era dimana kita mencari secuil rasa sehat dan nikmat yang tidak mudah didapat di tengah hiruk pikuk dan polusi ibu kota. Namun rupanya Re.juve datang dengan sebuah produk yang memiliki nilai tinggi, semangat baru, serta menyenangkan untuk dinikmati.

Kudos Re.juve and thank you for the opportunity!


RE.JUVE
www.rejuve.id


Photography: Re.juve

Asia’s 50 Best Restaurants Announces 2017 Winners

Before an audience of the region’s most celebrated chefs, industry VIPs and international media, the list of Asia’s 50 Best Restaurants 2017, sponsored by S.Pellegrino & Acqua Panna, was announced at an awards ceremony at the W Hotel in Bangkok, Thailand. The 2017 list welcomes 10 new entries, while China, Japan, Singapore and Thailand each count 9 restaurants on the list.

Gaggan in Bangkok claims the No.1 spot for a third consecutive year. Gaggan retains the dual titles of The Best Restaurant in Asia, sponsored by S.Pellegrino & Acqua Panna, and The Best Restaurant in Thailand, sponsored by S.Pellegrino & Acqua Panna. Chef Gaggan Anand is renowned for his creative twists on Indian cuisine, reinventing traditional dishes through contemporary techniques.

Also representing Thailand are familiar favourites Nahm (No.5), Issaya Siamese Club (No.21), Eat Me (No.31) and Bo.Lan (No.19), the latter making a welcome return to the list. 2017 marks the debut of four Bangkok restaurants: Sühring (No.13), The Dining Room at The House on Sathorn (No.36), Le Du (No.37) and L’Atelier de Joël Robuchon Bangkok (No.40).

Individual Country Awards:

Rising one place to No.2, chef André Chiang’s Restaurant André retains the title of The Best Restaurant in Singapore, sponsored by S.Pellegrino & Acqua Panna. Other Singapore entries in the top 20 include Burnt Ends (No.10), Les Amis (No.16) and Waku Ghin (No.20).

Amber (No.3) in Hong Kong is again named The Best Restaurant in China, sponsored by S.Pellegrino & Acqua Panna. The seven Hong Kong restaurants in the 2017 list include longtime favourites, such as Lung King Heen (No.17) and The Chairman (No.47), as well as newcomer Ronin (No.45).

Narisawa (No.6), one of six Tokyo-based entries in the top 20, is named The Best Restaurant in Japan, sponsored by S.Pellegrino & Acqua Panna, for a fifth successive year. Florilège, the 2016 recipient of the One To Watch Award, debuts on the list at No.14.
Maintaining its No.15 ranking, Mingles in Seoul retains the title of The Best Restaurant in Korea while Gallery Vask (No.35) in Manila keeps The Best Restaurant in the Philippines honour.

At No. 30, Indian Accent is awarded The Best Restaurant in India for the third time. The winners’ circle also includes RAW (No.24), winning The Best Restaurant in Taiwan title, Ministry of Crab in Colombo (No.29) securing honours as The Best Restaurant in Sri Lanka.

a50b-2017-1

Other award winners announced include:

Highest New Entry Award, sponsored by Mekhong:
Odette, Singapore

Launched in November 2015, chef-owner Julien Royer’s restaurant at the iconic National Gallery Singapore debuts at No.9, the highest new entry in the history of the list. Serving Asian-inspired modern French cuisine, each dish at Odette is presented with impeccable style and characteristic perfection.

Asia’s Best Pastry Chef:
Kazutoshi Narita, Tokyo

Japanese chef Kazutoshi Narita began his career alongside the ‘Picasso of Pastries’ Pierre Hermé -currently The World’s Best Pastry Chef Award holder – before honing his skills at Joël Robuchon restaurants in New York, Las Vegas and Tokyo. At Esquisse and the recently opened Esquisse Cinq, both in Tokyo, the award-winning pastry specialist combines the delicate artistry of Japanese cuisine with the nuances and creative flair of French pâtisserie.

Chefs’ Choice Award, sponsored by Peroni:
Dave Pynt, Singapore

An apprenticeship at Asador Etxebarri in Spain helped spark Australian-born Dave Pynt’s passion for playing with fire. Since 2013, Pynt has been turning up the heat at Burnt Ends, a gourmet barbecue restaurant in Singapore. Pynt’s mastery of various cooking techniques – from smoking and slow roasting to grilling – has earned him the respect of his regional peers. Burnt Ends debuted on Asia’s 50 Best Restaurants list in 2015 at No.30 and this year Pynt is the recipient of the Chefs’ Choice Award, sponsored by Peroni.

The Art of Hospitality:
Den, Tokyo

Rising 26 places to No.11, Den delights in surprising and entertaining its guests, making it a worthy recipient of the inaugural Art of Hospitality Award in Asia. The approach is playful, personable and inventive, reflecting the personality of Den’s chef-owner, Zaiyu Hasegawa.

Highest Climber Award:
Locavore, Bali

Celebrating Balinese culture and using only sustainably sourced local ingredients, Locavore rises 27 places to No.22, earning the title of The Best Restaurant in Indonesia.

Other award honourees include chef-restaurateur May Chow of Little Bao in Hong Kong and Bangkok, who is named Asia’s Best Female Chef 2017. TocToc in Seoul earns the Miele One To Watch Award for its creative use of seasonal Korean ingredients and refined French-influenced menu. Celebrated Italian chef Umberto Bombana of 8 ½ Otto e Mezzo Bombana is this year’s recipient of the Diners Club® Lifetime Achievement Award.


Source & images: Catch On

Welcoming Madrid Fusion Manila 2017 in April

In keeping with the Department of Tourism’s ongoing goal to establish the Philippines as a center of gastronomy in Asia, it is hosting the 3rd Madrid Fusión Manila on April 6-8, 2017 at the SMX Convention Center. In addition to promoting tourism, the event aims to create an awareness and demand for various agricultural and food products/ingredients, and catalyze trade and business partnerships in tourism and gastronomy.

With Filipino cuisine cited as one of top food trends in 2017 by publications like New York Times and Bloomberg, Madrid Fusión Manila is poised to once again draw the world’s top chefs and food enthusiasts. This year’s theme, “Towards a Sustainable Gastronomic Planet,” will explore how to transform gastronomy while respecting environmental limits and enhancing cultural traditions.

The event will have three main components:
(1) International Gastronomy Congress
(2) Fusión Manila International Gastronomy Expo
(3) the month-long Flavors of the Philippines calendar of events

The International Gastronomy Congress will be a platform for innovation to discuss the future of food. Speakers include some of the world’s best chefs like:

  • Paco Pérez of the 2 Michelin Star restaurants Miramar and Enoteca (both in Spain) and 1 Michelin Star restaurant 5-Cinco (Germany)
  • Jordi Roca & Alejandra Rivas of the 3 Michelin Star restaurant El Celler de Can Roca, No. 2 World’s 50 Best Restaurants 2016 (Spain)
  • Régis Marcon of the 3 Michelin Star restaurant Régis and Jacques Marcon (France) 2
  • Pedro Subijana of the 3 Michelin Stars and 4 Repsol Suns restaurant Akelarre (Spain)
  • Gert de Mangeleer of the 3 Michelin Star restaurant Hertog Jan (Belgium)
  • Simon Rogan of the 3 Michelin Star restaurant L’Enclume and 1 Michelin Star restaurant Fera at Claridge’s (United Kingdom)
  • Akrame Benallal of Akrame, 2 Michelin Star restaurant (France) and 1 Michelin Star restaurant (Hong Kong)
  • Magnus Ek of the 2 Michelin Star restaurant Oaxen Krog & Slip (Sweden)
  • Julien Royer of the 2 Michelin Star restaurant Odette (Singapore)
  • Kamilla Seidler & Michelangelo Cestari of the 1 Michelin Star restaurant Gustu (Bolivia)
  • Rodrigo de la Calle of the 1 Michelin Star restaurant El Invernadero (Spain)
  • Tatiana & Katia Levha of La Servan restaurant (France), included in the Condé Nast Traveler’s 10 Young Chefs to Watch in 2016
  • Sally Camacho Mueller, runner up in the second season of Top Chef, Just Desserts (USA)
  • Jordy Navarra of Toyo Eatery restaurant (Philippines)
  • Robby Goco of Green Pastures restaurant and Filipino pioneer in slow food movement and sustainable dining experience (Philippines)
  • Gene Gonzalez of Café Ysabel restaurant, the only Ten Outstanding Young Men (TOYM) awardee in culinary arts (Philippines)

The Fusión Manila International Gastronomy Expo will showcase gourmet food and beverage products, ingredients, technologies, creative tableware, destination and lifestyle settings, and services. In keeping with the theme, the expo will also feature culinary tourism. B2B meetings will be arranged for interested expo exhibitors.

Celebrated annually in Madrid since 2003, Madrid Fusión is considered one of the leading gastronomy gatherings in the world.

JETRO & Kota Kasablanka Officially Opens Japan Food Festival 2016!

Para penggemar makanan Jepang pasti tidak akan melewatkan event yang satu ini. Ya, Japan Food Festival 2016 baru saja diluncurkan di Kota Kasablanka atas prakarsa JETRO (Japanese External Trade Organization) sampai tanggal 13 November nanti.

japan-food-festival-2016-2

Pada kesempatan kali ini, Japan Food Festival memperkenalkan lima gerai makanan khas Jepang yang direpresentasikan oleh brand-brand berbeda. Tidak hanya itu, beberapa menu yang dikenalkan gerai-gerai ini jarang ditemukan dimanapun!

Setelah pembukaan berlangsung meriah 31 Oktober 2016 yang dihadiri segenap rekan media, blogger, dan para exhibitor; maka tiba saatnya bagi saya untuk langsung bersantap! Di hari perdananya, bertepatan dengan waktu makan siang, festival ini berlangsung seru dan ramai, dimana para pengunjung tidak segan mencoba satu-satu dari apa yang tersaji serta berbagi keceriaan bersama.

japan-food-festival-2016-10

Bagi kebanyakan, tentu kesempatan seperti ini adalah seperti membuka mata akan keberadaan banyak masakan yang sebelumnya kurang dikenal di Jakarta namun hanya terlihat di tayangan televisi atau social media.

japan-food-festival-2016-12

japan-food-festival-2016-5

Sebut saja Enokiya yang memperkenalkan menu dango, daifuku dan dessert jenis lainnya yang dikombinasikan dengan berbagai balutan rasa dan isian. Ini adalah satu jajanan manis yang jarang tersaji di restoran-restoran Jepang di negeri ini dan lazimnya hanya bisa ditemukan di berbagai tempat wisata atau kegiatan festival budaya di Negeri Sakura.

japan-food-festival-2016-7

Berlanjut ke hidangan utama, ada tiga jagoan yang memperkenalkan kekhasannya masing-masing. Yang pertama adalah Ringer Hut asal Nagasaki yang memiliki ratusan cabang di seluruh Jepang dan terkenal dengan chanpon – yang pastinya akan mengingatkan kita langsung pada ramen. Namun bedanya tentu dengan berbagai jenis sayuran yang menjadi topping-nya serta kuah putihnya yang kaya rasa. Chanpon sendiri dipengaruhi masakan China dan dari segi rasa pastinya akan mengingatkan pada makanan sehari-hari kita yang bertemakan Chinese food.

japan-food-festival-2016-9

japan-food-festival-2016-1

Kedua adalah Sushi Kaz asal Tokyo yang mempersembahkan sushi dengan gayanya yang khas serta chirashi don yang pastinya sudah tidak asing lagi. Jenis sushi yang diperkenalkan toko sushi yang sudah berumur 25 tahun ini menggunakan torched beef dan dibentuk menjadi maki maupun sushi. Soal rasa jangan ditanya lagi – belum pernah menemukan sushi daging sapi yang rasanya seserius ini enaknya!

japan-food-festival-2016-11

Ketiga, tiada lain dan tiada bukan adalah toripaitan ramen yang dimiliki oleh Menya Takeichi. Beberapa ramen house di Jakarta memang sudah memperkenalkan varian ini namun yang mengejutkannya adalah bahwa sajian milik Menya Takeichi ini memiliki kedalaman rasa yang luar biasa untuk kuahnya serta mie kenyal dan chasiu ayam yang khas. Sungguh boleh ditanding dengan jagoan manapun di Jakarta yang memiliki menu toripaitan ramen.

japan-food-festival-2016-6

Terakhir sebagai penutup, tidak lupa Fujisan Taiyaki mempersembahkan taiyaki alias “kue ikan” yang memiliki berbagai jenis filling seperti anko (pasta kacang merah), keju, serta tentunya matcha (pasta teh hijau) yang sungguh lezat. Baru kali ini sepertinya saya menemukan pasta matcha dengan tekstur silky dan rasa yang imbang antara manis serta karakter teh-nya. Rasa pahit yang lazim ditemui di tempat lain seakan hilang dan bila disandingkan dengan taiyaki yang renyah dan hangat tentunya sungguh nikmat!

Di samping itu Eat & Eat juga turut berpartisipasi menyiapkan beberapa gerainya seperti takoyaki serta beberapa jenis dessert khas Indonesia. Terletak di tengah-tengah Food Society, Japan Food Festival tentunya akan menarik perhatian banyak orang khususnya di akhir pekan.

japan-food-festival-2016-4

Japan Food Festival sendiri berfungsi sebagai test kitchen bagi para brand yang membuka gerainya di sini. Beberapa di antaranya bahkan sudah merencanakan membuka cabang mereka di Jakarta dalam beberapa waktu ke depan serta beberapa tengah mempersiapkan diri dengan sertifikasi halal agar bisa menjangkau khalayak luas.

japan-food-festival-2016-8

Nah, sekarang giliran kamu yang mampir dan bersantap di sini. Japan Food Festival siap memuaskan jiwa foodies kalian sepanjang jam buka mall Kota Kasablanka. Selamat menikmati!


JAPAN FOOD FESTIVAL | Food Society – Kota Kasablanka | Jalan Casablanca Raya Kav. 88, Jakarta – Indonesia

Opening hour: Until 13th November 2016 only, 10am – 10pm


Food Event: Smartphone Photography Workshop with Himawan Sutanto (The Foodie Magazine, Oct 2015)

Living in the fast lane digital generation and social media world, food photography becomes our way to share what we eat or to showcase our talents. Answering such interest; The Foodie Magazine alongside Oktagon, Microsoft Lumia, and Shangri-La Jakarta held a special photography session last August for public.

It was to our complete surprise that the applicant numbers were skyrocketing amidst the limitation of the seats. The fifty lucky participants were able to have firsthand experience from our master photographer, Himawan Sutanto, on about the basics of good smartphone food photography.

As our notable food photographer who has been in the business for fifteen years now, Himawan has been entrusted by big brands such as McDonald’s, Kraft, Unilever, Ismaya, Indofood, Shangri-La Jakarta, Grand Hyatt Jakarta, and many more for their photography projects.

The rule of thumb of good food photography by using smartphone, says Himawan, is to optimize the appearance of food by utilizing the abundance of light. For example when in a restaurant, we often face the need to tackle the problem coming from the darker side of the object. Himawan advises the participants to seek a light reflector from tissue or the menu – be it black or white, to bounce the light against the dark side and therefore making our photo appears more inviting.

Other essentials that he shares are also regarding the styling, the angle, and to not use flash at all – especially when pointed directly. To shoot the food while it is still fresh and a good command in editing the pictures will also help to further enhance the quality.

The participants of this workshop were also taken to a smartphone food photography competition by using Microsoft Lumia 930 with its technological features. Furthermore, Shangri-La Jakarta provided the food of different genres from each of its restaurants as the objects for the competition. The winner with most feedbacks from his follower will get a chance to win the smartphone as well.

There will be more of similar workshop in the future for everyone and be sure to subscribe and stay tune to our updates through Instagram and Facebook. Until next time!

—–

Featured in THE FOODIE MAGAZINE Oct 2015 edition

Download it for free here via SCOOP!