Category Archives: Bali

Krakakoa: The Finest From the Labor of Love (Passion, 2017)

The bean-to-bar movement within the cocoa and coffee industry, or the farm-to-table concept found in gourmet restaurants of today have noble ideas to begin with. After four years in the business; Krakakoa has empowered hundreds of farmers, created a lineup of award-winning artisanal chocolate bars, and is ready to represent the finest from Indonesia.

Sabrina Mustopo knew well that Indonesian cocoa has a lot of potential waiting to be further discovered. Her experience working with governments and international think tanks for agricultural matters brought her to a realization that improving the lives of the farmers will positively affect the cocoa industry and the nation’s economy. As we know it, our country is the third largest cocoa producer in the world but severely lacking when it comes to quality.

Together with her colleague Simon Wright, Kakoa was established in 2013 – which later rebranded as Krakakoa. The aim is to produce high quality Indonesian cocoa beans through sustainable farming methods and direct trade. Initially concentrated with plantations in Lampung; Krakakoa also partners with farmers from Bali, Kalimantan, and Sulawesi.

Krakakoa starts by training the farmers on a two-month program before finally outfitting them with tools, guaranteeing a good buying price, and giving them the freedom to choose whomever they want to sell their cocoa beans to. This bring a sense of motivation and responsibility for the farmers to truly tend their crops, while at the same time improving their livelihood and the whole industry in general.

Today, Krakakoa has a rich lineup of cacao-based products, from the single origins and flavored bars, to cacao nibs, drinking chocolates, and even cacao tea. The highlights from Krakakoa are the award-winning, signature single origin of 70% Sedayu Sumatra and 75% Saludengen Sulawesi bars. Additionally, the internationally recognized Academy of Chocolate from London also awarded their uniquely flavored chocolate bars such as the dark chocolate sea salt & pepper, the dark milk chocolate ginger, and the milk chocolate creamy coffee.

Further pursuing their ideals to showcase quality chocolate from Indonesia for the world; Krakakoa has been partnering with F&B personas and establishments – in addition to displaying their lineups at gourmet retailers in Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Tangerang, and as far as Singapore.


KRAKAKOA | www.krakakoa.com
Office: Jalan Bangka Raya no. 42A-1, Jakarta | T: +621227707031


Original link:
http://www.passionmedia.co.id/b/the-finest-from-the-labor-of-love

Images by: Krakakoa

Advertisements

Appetti, That Friendly Foodie Guide You’ve Been Waiting For

Teringat masa dulu ketika kabar munculnya restoran atau kafe baru masih berasal dari bisik-bisik seorang teman atau bahkan temannya teman. Kalau beruntung, bisa saja saya menemukannya sendiri dan mencobanya atau ketika saya melewatinya dan mendapati bahwa gejolak untuk mengunjunginya tidaklah terhindarkan!

Kini masa-masa itu telah berlalu. Seiring kemajuan teknologi dunia maya; sepertinya para pemilik usaha restoran, kafe, hingga hotel berbintang lima tidak sulit untuk mengenalkan kehadiran mereka ke dunia luar. Namun demikian justru persaingan antar aplikasi atau website direktori kuliner serta segala tetek bengek fitur social media-nya seolah menjadikan semuanya jagat raya ini keruh.

Berbicara sebagai user, di satu sisi ada kemudahan serta kecepatan akses yang ingin dinikmati para pengguna. Namun di sisi lain kita terkadang enggan dibanjiri terlalu banyak fitur yang bikin ribet maupun update yang konstan terjadi. Keruhnya persaingan antar website/aplikasi inilah yang justru mendorong satu layanan ini untuk tampil berbeda dengan lainnya.

appetti-1

Di sinilah saya terkesan dengan kehadiran Appetti, sebuah platform yang cocok untuk dimanfaatkan di PC maupun secara mobile serta ringan dan cepat. Uniknya Appetti tidak berniat untuk menciptakan aplikasi khusus demi memenuhi memuaskan kedua sisi yang end-user cita-citakan tadi.

Memasuki www.appetti.comuser langsung disodori sebuah search box yang membebaskan mereka untuk mengisi langsung nama restoran, lokasi, ataupun jenis makanannya secara spesifik. Namun bisa juga sekiranya kita membutuhkan overview jagat dunia kuliner secara utuh, maka cukup untuk mengganti nama kotanya. Sementara ini Appetti sudah membuka opsi untuk Singapura, Jakarta, Bali, Dubai, Hong Kong, Kuala Lumpur, serta Bangkok. Hmmm.. Destinasi-destinasi kuliner yang menarik bukan?

Okay, marilah kita memasuki Singapura sebagai contoh termudahnya. Mengapa demikian? Ada satu hal geeky yang saya senangi dari fitur selanjutnya yang disuguhkan Appetti.

appetti-2

Contohlah satu masa saya pernah berkunjung ke Singapura khusus untuk mencicipi restoran sushi yang bersertifikasi halal – satu hal yang sungguh sulit ditemukan justru di Jakarta. Adalah menuju Hei Sushi yang berlokasi di Bedok. Memasuki page berikutnya yang lebih spesifik, kita bisa melihat overview dari outlet milik Hei Sushi yang satu ini.

Seperti yang bisa dilihat dari laman ini, ada kesenangan tersendiri dari saya ketika melihat informasi yang detil. Misalkan saja keberadaan deskripsi mengenai restoran tersebut hingga hal-hal lain seperti jam buka selama seminggu, tipe masakannya secara detil, ataupun stasiun MRT terdekat untuk mencapai tempat ini. Selain itu tentunya terdapat alamat jelas dengan koordinat GPS serta no telpon dan alamat website. Satu hal yang menjadi kekurangan di sini menurut saya adalah kehadiran menu, harga ataupun foto-foto makanan serta tempat yang lebil banyak lagi. Padahal Appetti pasti akan senantiasa update dengan status buka tutupnya ribuan restoran yang terdafta, sehingga tentu menambahkan tampilan menu makanan/minuman tidaklah sulit.

appetti-3

Kembali menuju laman search results, kita akan dibawa menyaksikan sederetan restoran serta fitur untuk menyaring pilihan kita agar menjadi lebih rinci. Menariknya, navigasi pemilihan restoran tidak perlu selalu didasarkan pada daftar panjang namun juga bisa didasarkan pada peta. Cukup dengan klik fitur tombol berbentuk pinpoint di kanan atas maka kita dapat melihat secara keseluruhan lokasi restoran yang tersedia di sebuah kota dari berbagai penjurunya.

appetti-4

Dengan melakukan zoom in pada peta, maka semua akan menjadi lebih spesifik. Fitur ini terasa bermanfaat sekali bagi saya yang memang pengguna aplikasi peta dan gemar membaca peta, sehingga saya bisa memilih harus menuju arah mana ketika tengah terdampar di satu sisi kota Jakarta yang tidak saya kenal ataupun merencanakan makan malam hari ini bersama istri.

appetti-5

Fitur utama lainnya yang menarik dari Appetti adalah adanya simbol kupon Top Offer di restoran-restoran yang terdaftar. Memang tidak semua memiliki penawaran khusus namun Appetti akan ‘menyundul’ restoran-restoran yang memiliki kupon ini ke bagian paling depan. Langkah yang tepat menurut saya karena tidak hanya restoran-restoran ini mendapatkan promosi khusus namun juga merangsang para foodies untuk memanfaatkan privilege ini.

appetti-6

appetti-7

Sebut saja Harlow Brasserie di Jakarta yang per saat saya review website ini tengah memiliki 3 Top Offers. Setiap penawaran ini cukup di-klik saja dan akan terlihat segala detilnya dan persyaratannya. Misalkan saja tawaran Lunch Specials seharga IDR 100,000 nett dengan minum yang cocok banget untuk mereka yang mencari makan siang enak di daerah Kuningan. Ataupun satu penawaran lainnya untuk sekadar kopi sore asyik.

Di tengah-tengah bergeloranya semangat para foodies untuk berburu tempat makan dan segala kelebihannya, Appetti dengan cukup cermat sekaligus casual datang dan menghadirkan segala kemudahan itu. Mari kita nantikan kelanjutan Appetti yang mudah-mudahan akan juga hadir dengan fitur menarik lainnya serta pilihan kota yang lebih banyak lagi. I’m so ready to dine out now!


APPETTI – www.appetti.com

Staycation: SenS Hotel & Spa + Conference, Ubud Town Centre (SenS Hotels & Resorts)

Ubud yang dikenal sebagai kota kecil kelas atas dengan segala warisan budaya, meditasi, serta kulinernya yang seru. Kini Ubud semakin mudah dikunjungi karena keberadaan SenS Hotel & Spa + Conference tepat di jantung kotanya. 

Perjalanan sejak pagi buta bersama para blogger kekinian asal ibukota disambut dengan hangat ketika kami mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Langsung saja kami melesat menuju pegunungan dan satu kota yang selalu saja kami merindu padanya.

Tiba di sana, santap siang diadakan di restoran kenamaan Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. Sepiring nasi ayam lengkap dan segelas es jeruk cukup untuk memulihkan semangat kami kembali untuk menangkis udara panas Bali dan memompa antusiasme kami untuk bertemu dengan hotel tempat kami menginap.

Cukup hanya perjalanan kurang dari 15 menit, terkhusus ketika Jalan Raya Ubud tidak terlalu padat; maka tibalah kami di SenS Hotel & Spa + Conference, Ubud Town Centre!

SenS tampil menarik dengan konsepnya yang eco, nyaman, sekaligus terjangkau. Terbukti dengan highlight terbaik dari kunjungan saya yang lalu adalah suasana kamar tidurnya yang super cozy, terlihat lux, sekaligus tenang meskipun saya berada di lantai dasar yang dekat dengan kolam renang. Catatan khusus yang penting di sini bagi warga Indonesia yang terhormat – SenS menyediakan juga guling sebagai teman dari bantal. Sungguh nilai plus untuk kenyamanan tidur kami sebagai orang Indonesia!

Kenyamanan ini menjiwai kota Ubud yang sejatinya dianggap lebih sejuk suasananya daripada kota-kota wisata lainnya di Bali; meskipun kondisi sehari-harinya kini sudah semakin ramai dipenuhi turis, penulis, fotografer, culture hunter, para pemuja matahari, serta penikmat kuliner kelas atas.

Bicara soal ramainya Ubud masa kini, uniknya Jalan Sukma Kesuma dimana hotel ini berada terasa lebih tenang dibandingkan jalanan sibuk lainnya di kota ini seperti segitiga emas Jalan Raya Ubud, Jalan Hanoman, dan Monkey Forest. Hebatnya, ketiga jalanan yang memiliki banyak restoran serta tempat hangout seru ini dapat dengan mudah diakses arah SenS Hotel & Spa.

Highlight berikutnya adalah makanan tentunya! Yonne Cafe & Bar sebagai all-day dining restaurant milik SenS tidak hanya tampil apik dan memiliki banyak opsi menarik untuk sarapan. Untuk menu ala carte, SenS juga memiliki segudang opsi menarik. Rupa-rupanya seorang Matthew Wood tampil sebagai sang executive chef dan kolaborasinya dengan para talenta lokal berhasil mempresentasikan masakan tradisional serta modern yang lezat sekaligus lengkap.

Mengingat Ubud tidak hanya menjadi tujuan wisata saja, SenS dengan cerdik juga mencoba menggapai pasar MICE dengan menyediakan ruang-ruang conference bagi perusahaan maupun perorangan yang hendak mengadakan perjalanan bisnis.

Meskipun dari luar terlihat tidak terlalu besar, SenS ternyata mampu menyediakan banyak fasilitas bagi pengunjungnya dan tidak mengurangi kenyamanan yang didapat baik dari kamar, kolam renang, fitness center, serta restorannya.

Beberapa kegiatan seru kami selama berada di sini juga mencakup sepeda santai bersama Toekad Rafting serta menuju sanggar pahatan milik I Made Ada dan kelas memasak bersama blogger. Namun kembali highlight berikutnya adalah kunjungan menuju museum topeng Setia Dharma, ngopi di Seniman Coffee Studio, serta menikmati pagelaran sendratari di Sanggar Tirtasari. Terkhusus bagi sendratari ini, baru kali ini sepertinya saya bisa mengapresiasi secara mendalam kultur Bali yang satu ini dan terima kasih harus saya ucapkan untuk SenS yang telah mengajak kami ke sini.

Tentunya masih banyak memori lainnya selama kami di sini, termasuk jalan-jalan kecil kami menyusuri Ubud dengan pasarnya, kudapan sate lilit serta bakso ikannya, dan satu atau dua kafe lainnya yang kami sambangi. Namun secara keseluruhan, SenS dengan lokasi strategis serta kenyamanannya memberikan nilai tambah dari keseruan kami selama di sana.

Dua malam kami lalui dengan sangat cepat dan tibalah waktunya untuk berpisah. Tentunya ini bukanlah yang terakhir, karena dengar-dengar sih ada resort bintang lima yang akan dibuka oleh grup SenS Hotels & Resorts di kota ini juga. Inilah kunjungan berikutnya yang kami nantikan dan semoga akan bertepatan dengan event-event asyik di Ubud seperti UFF maupun UWRF contohnya.

Sampai berjumpa kembali SenS!


SENS HOTEL & SPA + CONFERENCE, UBUD TOWN CENTRE

Address:
Jalan Sukma Kesuma, Banjar Tebesaya, Desa Peliatan, Ubud – Bali

T: +62 361 849 3328

Website



Several images are courtesy of SenS Hotels & Resorts