VIDEO: On Why You Should Try Turkish Coffee (via HHWT)

Have Halal, Will Travel eloquently compiles the greatness of Turkish coffee and why we should not miss the opportunity of having it while in the country.


Video credit: HHWT
Photo credit: Muratore Paulina

VIDEO: A 750 Years-Old Secret: See How Soy Sauce is Still Made Today (via NatGeo)

In the 13th century, a Japanese priest returned from a trip to China and settled in the small, coastal town of Yuasa in Japan’s Wakayama Prefecture. He brought with him several new skills that he had learned from the Chinese, including a process for making miso (a soybean paste). The liquid byproduct of this miso-making process was eventually adopted by the people of Yuasa as a condiment of its own—giving birth to what we know today as soy sauce.

See how Japanese soy sauce has been made for 750 years in this fascinating short film by Mile Nagaoka.

PS: As a result of the natural fermentation process, typical Japanese soy sauce usually has a certain amount of alcohol in it.


Video credit: NatGeo
Images credit: Epicurious

VIDEO: We Are What We Eat – Pakistan (via NatGeo)

Photographer Matthieu Paley travels to the Hunza Valley in northern Pakistan where evening meals are a celebration not to be missed, with an assortment of chai and chapatis sprinkled with apricot oil.


Video credit: NatGeo

From Malang to Surabaya: Best Western Knows it Best (Day 1)

Sekian tahun berlalu sejak terakhir bertandang ke kota Malang dan Batu di Jawa Timur. Sebagai urang Bandung yang merantau di Jakarta, tentu ada kerinduan tersendiri ketika mengunjungi kota-kota berhawa sejuk dimanapun itu. Beruntung kesempatan itu datang ketika menghadiri perhelatan para blogger bersama Best Western OJ Hotel, Malang.

Perjalanan kali ini kita mulai dari Bandara Halim Perdanakusuma. Ya, inilah kali pertamanya saya menginjakkan kaki di bandara ini untuk menumpang pesawat Citilink dan tidak untuk menurunkan penumpang ketika tengah menaiki sebuah shuttle bus yang menghubungkan Bandung-Jakarta. Ah akhirnya!

Long story short, tibalah kami di Bandara Abdul Rachman Saleh milik kota Malang setelah satu jam mengudara (dan setengah jam taxi ketika di Halim). Pertama kali berjumpa, ternyata bandara yang satu ini sudah kece tampilannya. Bagian keberangkatan telah selesai direnovasi dan terlihat mumpuni dari urusan kapasitas, namun untuk bagian kedatangan semua masih kebalikannya. Namun melihat suasananya yang rapi ketimbang banyak bandara lainnya, sepertinya Malang sudah dengan hangat menyambut kami semua.

Segenap jajaran pengurus Best Western OJ Hotel dari kota Malang dengan sigap telah mengirimkan satu mobil Innova untuk menjemput kami dan kendaraan telah dilengkapi dengan minuman serta makanan ringan. Perjalanan dari bandara sebetulnya tidak yang terlampau jauh namun rupanya kota seperti Malang saja sudah dilanda kemacetan. Beruntung chauffeur kami dengan sigap menempuh jalan-jalan tersembunyi hingga tiba di hotel dalam waktu kurang lebih setengah jam.

Up close and personal with Best Western OJ Hotel

Setelah sambutan hangat dan perkenalan, tidak lama para blogger kenamaan asal Malang dan Surabaya juga berkumpul untuk kemudian bersama santap siang bersama di Pandanwangi – all-day dining restaurant yang terletak di lobby level hotel ini.

Kegiatan hotel tour telah menanti setelah kami menuntaskan makan siang yang nikmat. Pada lantai setelah lobby, terdapat beberapa fasilitas-fasilitas pada satu lantai yang sama yaitu berbagai ruangan meeting, gym, dan swimming pool. Berlanjut pada lantai lainnya terdapat area bersantai dan cafe dimana kita dapat melihat bangunan hotel ini hingga ke lantai tertinggi yang dikelilingi kamar-kamar di setiap lantainya. Tour kemudian diakhiri dengan berkeliling melihat-lihat berbagai tipe kamar di hotel ini dan menyambangi Skyroom, rooftop restaurant tertinggi di kota Malang!

Ah tidak sabar menanti waktunya santap malam di sini, namun sebelumnya ada satu perjalanan seru yang akan kita tempuh terlebih dahulu!

Up to Batu we go!

Satu hal yang tidak pernah terlewatkan ketika bertandang ke Malang adalah berkunjung ke Batu! Ibarat Bogor-nya Jakarta ataupun Lembang-nya Bandung, Batu yang sejuk nan hijau ini semakin dipenuhi wahana dan atraksi untuk liburan keluarga di akhir pekan.

Setelah tempo hari bersama keluarga bertualang di Jatim Park, kali ini kami diajak menuju Museum Angkut yang kekinian. Kategori kekinian di museum ini bukanlah berbentuk Scandinavian architecture atau berisi anak-anak muda dengan celana jogger dan kacamata Owl, tapi justru muda tua saling bergandeng menikmati kreasi manusia dari jaman baheula dengan roda ataupun baling-baling. Tidak lupa, Museum Angkut juga memiliki acara flash mob yang dinanti-nanti dan food court terbuka dengan berbagai jajanan seru!

Sekian jam berlalu dan Museum Angkut ternyata menarik untuk dikunjungi terkhusus untuk kali perdana. Sembari menyimpan harapan agar dapat kembali kelak bersama keluarga tercinta, tibalah waktunya untuk kopi sore sejenak dan segeralah kami melesat menuju Pos Ketan Legenda.

Memilih cabangnya yang sudah lebih mendekat ke kota Malang ketimbang warung utamanya yang lebih kecil dan crowded di alun-alun kota Batu adalah keputusan yang tepat. Itulah sebabnya dengan senang hati kami meluangkan waktu bercanda tawa sembari menikmati segelas wedang uwuh yang ditemani ketan yang diselimuti parutan kelapa dan kacang kedelai yang ditumbuk halus. Jangan lupa yang harus dicoba di sini juga adalah… ceker ayam super pedas!

Viewing Malang from the top

Perjalanan malam ini ditutup dengan jamuan makan malam di lantai puncak Best Western OJ Hotel. Sebagai pemegang rekor bangunan tertinggi di kota ini, pengalaman menikmati panorama kota Malang tanpa interupsi menjadi sebuah keharusan.

Skyroom sendiri terbagi atas dua bagian – outdoor serta indoor dengan bar yang terletak di antaranya. Sebagai salah satu restoran yang paling hot di kota Malang, tentunya tidak aneh ketika kami mendapati malam tersebut bagian outdoor telah disewa untuk sebuah acara reunian. Namun menduduki bagian indoor juga ternyata tidak kalah seru. Adanya live music santai dan berbagai suguhan santap malam menambah nyaman suasana.

Bahkan terhitung hingga nyaris tengah malam tiba, kami masih menikmati waktu bercengkerama dan disuguhi demo cara memasak lamian. Tentu beberapa teman blogger dengan antusias mencoba membuatnya meski tentu tidak mudah. Makan malam diakhiri untuk kami-kami yang berkapasitas lebih dan ikutan memesan semangkuk lamian segar yang baru diolah dan dipadu padankan dengan sup sapi dan daging.

Akhirnya tiba waktunya beristirahat dan hari esok siap kami jelang. Surabaya, kami akan segera datang!


BEST WESTERN OJ HOTEL | Jalan Dr Cipto no. 11, Malang | +62 341 368 888 | www.bwojhotel.com

VIDEO: How to Butcher an Entire Cow (via Bon Appetit)

Jason Yang, butcher at Fleishers Craft Butchery, breaks down half a cow into all the cuts you would see at your local butcher shop.

There are four sections Yang moves through:

1. ROUND: bottom round roast beef, eye round roast beef, sirloin tip steak, london broil steak, shank (osso buco)
2. LOIN: sirloin steak, tenderloin steak, flank steak, filet mignon, New York strip steak
3. RIB: skirt steak, ribeye steak
4. CHUCK: brisket, ranch steak, denver steak, chuck steak or roast, flat iron steak


Video credit: Bon Appetit