Street Food: Soto Goreng Ateng

Ada saja momen-momen di kala kita mengernyitkan dahi ketika mendengar nama masakan yang familiar namun tidak familiar. Sebut saja contohnya adalah soto goreng dan rupanya ada satu yang cukup beken di sekitaran Palmerah, Jakarta.

Adalah Soto Goreng Ateng yang kedainya terletak di dalam Pasar Palmerah, tidak jauh dari Ramayana yang menempati porsian terbesar pasar ini. Layaknya pasar bertingkat di berbagai penjuru ibukota lainnya, terdapat satu penjuru khusus dimana penjual makanan bisa ditemukan.

Soto Goreng Ateng 2

Tanpa tedeng aling-aling, langsung saja kami memesan soto goreng yang jujur, mungkin tidak banyak yang mengetahui namun terkenal di kalangan penikmatnya. Soto Goreng Ateng tidak hanya menyediakan soto goreng, namun juga berbagai jenis soto-soto lainnya.

Ketika memesan pertanyaan yang diajukan adalah seputar kuahnya. Mereka menyediakan kuah soto bening dan kuah soto santan. Tentunya ini adalah kuah-kuah yang mereka gunakan untuk soto jenis lainnya, sehingga perbedaannya terlihat ketika tersaji.

Soto Goreng Ateng 1

Tidak lama soto-pun tersaji. Kuah santan yang saya pesan mengiringi satu porsian nasi yang ditumpangi potongan daging, kentang, serta emping. Ternyata inilah keunikannya. Daging sapi ini mungkin terbuat dari bagian kisi dan memiliki lemak, lalu kemudian dipotong dadu dan “digoreng” dengan minyak serta kecap. Rasanya yang manis-manis gurih sebetulnya memungkinkan sekali untuk disantap nikmat dengan nasi saja. Adanya kuah menjadikannya memiliki sebutan soto goreng.

Selalu saja menarik untuk menemukan hal-hal baru ketika berkunjung ke pasar. Misalnya saja berbagai makanan kaki lima di Pasar Tebat, nasi tim di Pasar Pagi, dan banyak lainnya. Kini di Pasar Palmerah ada satu pilihan yang menyenangkan.

Nah makanya, main ke pasar yuk!


SOTO GORENG ATENG
Halal-friendly
Unsuitable for vegetarians

Address:
Pasar Palmerah, lantai 2, Jalan Palmerah Barat, Jakarta – Indonesia

Jam buka: post-breakfast & lunchtime (TBC)


Street Food: Bubur Ayam Muara Pak Yunus

Bubur ayam. Satu makanan pagi kegemaran begitu banyak warga Indonesia. Cepat, murah, dan berisi; bubur ayam menjadi pilihan paling cocok untuk memulai pagi yang sibuk maupun santai.

Sekali-sekali bertandang ke Bandung tentu berburu bubur ayam seolah menjadi pencarian tiada berujung. Masih sulit memang untuk bisa menandingi rasa lezat yang sudah saya kenal sejak masa kuliah dahulu, yakni bubur ayam milik H. Amid di daerah Jalan Pajajaran.

Kesampingkan dahulu bubur ayam khas warga Tionghoa yang jelas-jelas paling terpuji soal rasa, namun untuk bubur khas warga pribumi ternyata masih belum terlalu banyak yang selalu terkenang.

Satu masa saya berkunjung ke wilayah kompleks Muara di pinggiran kota Bandung untuk menghadiri pernikahan. Tidak bisa berlama-lama dan tidak menyempatkan makan, akhirnya pilihan jatuh ke Bubur Ayam Muara milik Pak Yunus, sebuah kedai sederhana tepat di tepian sungai dan banyak dikunjungi warga sekitar.

Bubur Ayam Muara Pak Yunus

Secara penampilan bubur ayam milik Pak Yunus ini terlihat sangat berisi dan memang secara harga sedikit lebih tajam dibandingkan bubur kisaran rumah yang gemar berkeliling pagi dan sore. Secara rasa rupanya cukup memadai dan tentunya berisi.

Bila jujur ingin dibilang ini sederajat kenikmatannya dengan H. Amid tentu belum, tapi mungkin di lain waktu ketika di sini tersedia telur mentah serta cakwe raksasa, maka dapat dipastikan bubur ayam satu ini menjadi favorit kedua atau ketiga saya di Bandung.

Jom jangan lupa berkunjung bila tengah melipir ke sisi jauh Bandung yang satu ini, saudara saudari.


BUBUR AYAM MUARA PAK YUNUS
Halal-friendly
Unsuitable for vegetarians

Address:
Jalan Muara Sari V, Bandung – Indonesia (tepat di perempatan)

Jam buka: Khusus makan pagi menuju siang


Staycation: Hiroshima Tokyu REI, Hiroshima – Japan (Tokyu Hotels)

Perjalanan sekitar tujuh jam kami arungi di atas samudera Pasifik untuk mencapai Negeri Sakura. Ini adalah kali pertamanya saya menginjakkan kaki di negeri ini dan herannya bukan Tokyo yang menjadi tujuan perdana.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-4

Adalah Prefektur Chugoku di bagian barat yang akan menyambut kedatangan kami, segelintir wartawan serta para pemandu wisata dari Indonesia. Mendarat pagi di Kansai International Airport, kami langsung menaiki kereta dan melaju dengan cepat menggunakan Shinkansen Nozomi dari Shin-Osaka Station dengan tujuan akhir Hiroshima.

Cerita petualangan itu akan kita simpan untuk lain kesempatan. Singkat kata, sore hari telah datang dan tibalah waktunya untuk beristirahat sebelum menikmati makan malam.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-6

Hiroshima Tokyu REI berlokasi tepat di perempatan Heiwa Odori yang merupakan jalanan utama yang membelah kota ini dengan Chuo Dori. Bisa dibilang Chuo Dori ini adalah jalanan yang menjadi pusat keramaian kota Hiroshima.

Hanya dengan berjalan kaki dari Hiroshima Tokyu REI kita bisa mencapai perempatan Mikawacho, Shintenchi, serta Horikawacho yang berisikan banyak toko dan restoran. Tidak jauh dari situ, kita juga bisa menaiki Hiroden alias trem khas Hiroshima yang merupakan moda transportasi populer di kota ini.

Hotel yang kami tempati terasa begitu fungsional, rapi, serta bersih. Banyak space kosong yang memang memberikan rasa lega namun beranjak naik ke kamar, perasaan fungsional itu kembali merajai. Dengan harga yang begitu memadai, hotel berbintang tiga ini tetap terasa nyaman dan cocok untuk para business traveler.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-3

Meski kamar berukuran tidak terlalu besar untuk single traveler, namun keberadaan queen size bed dan meja kerja lengkap dengan televisi dan kulkas ternyata cukup membantu. Terlebih bagi saya yang memang selalu perlu membuka laptop, bekerja, maupun mengosongkan memory card kamera.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-2

Kamar mandi juga begitu memadai dengan adanya bath tub yang lengkap dengan shower dan toilet duduk tentunya. Satu hal yang saya temukan di Jepang berkali-kali adalah betapa considerate-nya hospitality di hotel-hotel. Shower biasanya diarahkan ke dinding sehingga tamu yang menginap tidak perlu khawatir terkena insiden kebasahan karena salah membuka keran dan lain sebagainya.

Pelengkap lainnya yang utama juga adalah kabel multifungsi yang bisa dipakai untuk charging berbagai device. Hanya saja tipe adapter-nya berbeda dengan Indonesia dan ini mengharuskan saya untuk berbelanja dahulu. Tak apa, mengingat ini akan terpakai terus dan letak hotel strategis yang membuat saya tidak perlu mencari jauh-jauh untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini.

hiroshima-tokyu-rei-hotel-8 hiroshima-tokyu-rei-hotel-7 hiroshima-tokyu-rei-hotel-1 hiroshima-tokyu-rei-hotel-5

Turun menuju restoran untuk makan pagi di hari berikutnya adalah satu momen yang selalu saya nantikan. Rupanya pilihan makanan di Hiroshima Tokyu REI cukup beragam. Mulai dari berbagai makanan pembuka, makanan utama, dessert, hingga pastry beraneka jenis serta tentunya minuman. Senang berkontribusi walaupun sedikit, Hiroshima Tokyu REI memang mempersilakan pengunjungnya untuk menaruh tray bekas makan di satu counter. Satu konsep yang masih cukup asing hingga hari ini untuk orang Indonesia, namun kita sudah bisa berlatih di McDonald’s maupun Burger King.

Sebelum siang waktunya kami untuk beranjak menuju tujuan berikutnya. Hari pertama yang melelahkan karena kesulitan tidur ketika di pesawat maupun perjalanan panjang rupanya tertutupi dengan rasa excited mengunjungi Jepang pertama kalinya serta bermalam di hotel yang nyaman.


HIROSHIMA TOKYU REI HOTEL

Address:
10-1 Mikawacho, Naka Ward, Hiroshima, Hiroshima Prefecture 730-0029, Japan

T: +81 82-244-0109

Website



Photo is courtesy of Hiroshima Tokyu REI Hotel

Donkey Milk: The World’s Most Expensive Cheese?

Keju sebagai komoditas penting dunia kuliner sehari-hari didominasi dari susu yang berasal dari sapi serta domba. Dari keju komersil hingga artisanal cheese yang berkualitas tinggi, mungkin ada ratusan hingga ribuan jenis yang kini beredar di pasaran.

Namun bagaimana dengan keju yang terbuat dari susu keledai? Satu peternak asal Serbia konon dengan resep rahasianya mampu membuat keju keledai dan ia memaparkan tingkat kesulitan tinggi untuk mendapatkannya. Walhasil, ia menyatakan bahwa inilah keju termahal di dunia dengan harga USD 500/pon!

Bagaimanakah menurut Anda? Ayo kita saksikan bersama!


Video and picture are courtesy of Great Big Story

Halal Facts: The Prophetic Four Ingredients Diet

Menarik untuk mencermati ajaran agama Islam yang rupanya membahas begitu banyak aspek dalam kehidupan. Salah satunya tentu berkaitan dengan makanan.

Setelah ditelusuri, rupanya Nabi Muhammad SAW di masanya mencontohkan tidak hanya cara menikmati makanan dengan baik namun juga beberapa bahan makanan yang beliau rajin konsumsi.

Berikut adalah artikel singkat mengenai keempat bahan makanan tersebut beserta khasiatnya serta berbagai referensinya untuk Anda pelajari.


Rasulullah SAW bersabda:

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نِعْمَ الْأُدُمُ أَوْ الْإِدَامُ الْخَلُّ

“Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi, telah mengabarkan kepadaku Yahya bin Hassan telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Hisyam bin ‘Urwah dari Bapaknya dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sebaik-baik lauk pauk adalah cuka.” (HR. Muslim, No: 3823)

Hadits yang serupa:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْأُدُمَ فَقَالُوا مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلٌّ فَدَعَا بِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ بِهِ وَيَقُولُ نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ

“Dari Jabir bin Abdullah menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta lauk kepada istrinya-istrinya, lalu mereka menjawab: “Kita tidak punya apa-apa selain cuka.” Beliau menyuruh diambilkan (cuka itu), lalu beliau makan dengan cuka tersebut sambil bersabda: ‘Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka’.” (HR. Muslim)

Benarkah sebaik-baik lauk adalah cuka?

Tentu saja tidak, karena di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada makanan lain yang lebih enak, seperti daging, roti, keju, dan sebagainya. Tapi mengapa Nabi mengatakan sebaik-baik lauk adalah cuka?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan demikian untuk menjaga perasaan istrinya. Perhatikan kembali hadits tersebut. Para istri beliau sebelumnya berkata : “Kita tidak punya apa-apa selain cuka”. Maka Rasulullah berusaha menjaga perasaan mereka dengan memuji makanan yang ada, walaupun yang tersedia hanyalah cuka!

Namun secara ilmiah, cuka terbukti memiliki banyak sekali manfaat. Sesendok cuka dapat mengurangi lemak bila dicampur dengan kuah salathoh (sejenis lalap yang biasa dimakan dengan roti), lalu disantap dengan roti. Dengan cara seperti itu cukup dapat menghilangkan lemak. Hal ini dapat terjadi karena cuka merupakan asam asetat yang berhubungan dengan protein, lemak dan karbohidrat, atau yang biasa disebut dengan asetoasetat.

Artinya, mengkonsumsi cuka secara teratur di dalam makanan atau salathoh, atau memasukkan cuka dengan ukuran satu sendok teh (terutama cuka apel) ke dalam secangkir air dapat berkhasiat menjaga kadar lemak tubuh. Di samping itu, cuka juga dapat mengurangi potensi aterosklerosis (penimbun zat lemak di dalam dan dibawah lapisan intima dinding pembuluh nadi), karena cuka mampu mengubah zat dari pembuluh darah menjadi senyawa sederhana (nonkompleks), yakni asetoasetat yang masuk kedalam komposisi nutrisi.

Ada bukti yang kuat bahwa Rasulullah SAW sering mengkonsumsi cuka dengan minyak zaitun. Pada masa paceklik, sahabat, Umar ibnu Khottob r.a. hanya mengkonsumsi minyak zaitun dan cuka, dan tidak makan daging, kecuali setelah orang-orang miskin bisa makan daging.

Cuka apel merupakan cuka yang paling baik, karena disamping asam asetat sebagai bahan utamanya, cuka juga mengandung sujumlah asam organic yang biasa diperlukan tubuh dalam makanan yang sehat. Perlu diketahui juga bahwa cuka jenis ini memiliki berbagai kandungan unsur mineral yang juga diperlukan tubuh.

Simpulan

Bila dilihat secara keseluruhan, buah kurma yang memang diakui khasiatnya ternyata kaya akan mineral, serat dan kalori. Sedangkan roti gandum adalah simbol karbohidrat yg penting untuk memberi asupan energi sehari-harinya.

Sementara itu, minyak zaitun merupakan lemak nabati yg sehat bagi tubuh dan terakhir adalah cuka yang merupakan pengurai karbohidrat dan lemak menjadi protein.

Sehingga ketika daging menjadi sebuah komoditas yang mahal dan tidak selalu bisa dikonsumsi setiap hari, maka asupan merujuk ke contoh yang diperlihatkan Rasulullah SAW, keempat bahan ini sudah memenuhi kriteria kebutuhan tubuh kita sehari-hari.


Sumber : Buku Ensiklopedi Mukjizat Al-Qur’an dan Hadis, Jilid 6

Taken from http://www.baitulmaqdis.com, edited with additional information