OKU, The Brand New Modernist Wave of Japanese Washoku in Jakarta (Hotel Indonesia Kempinski Jakarta)

Setelah penampilan apik Signatures Restaurant sejak masa Hotel Indonesia Kempinski Jakarta berdiri atau Nirwana Lounge yang terkenal sejak berdekade-dekade lampau, kini Hotel Indonesia Kempinski Jakarta menghadirkan OKU – sebuah kejutan baru dari Negeri Sakura!

OKU 10

Begitu banyak pengaruh masakan Jepang yang tertancap di hati para pecinta kuliner masa kini. Dimulai dari restoran yang paling casual yang biasa kita temui di mall-mall, berbagai restoran washoku tersembunyi di pergedungan Bilangan Sudirman, hingga ramen shops yang kini menjamur di berbagai pelosok ibukota.

Yang menarik adalah masih cukup jarangnya kita menemukan restoran Jepang yang bisa mengombinasikan dua dunia – yaitu antara citarasa tradisional dengan teknik dan kreasi kuliner modern. Restoran-restoran ini tidak hanya berbicara soal rasa, namun juga ada proses kreatif yang menarik dari pemunculan masakan-masakan cantik dengan bahan dasar yang segar dan berkualitas ini.

OKU 12

Kesan pertama saya sendiri saat mengunjungi OKU adalah rasa nyaman dan tenang karena desain restoran yang didominasi warna kayu, elegan karena adanya bubuhan rasa zen yang lazimnya didapatkan di restoran-restoran Jepang premium.

Dengan tambahan jendela-jendela besar maka ini memungkinkan banyaknya cahaya masuk. Keseluruhan suasana ini jujur membuat saya serasa tidak berada di tengah-tengah ramainya Bundaran HI maupun Grand Indonesia. Apalagi dengan latar belakang musik jazz kontemporer dan pelayanannya yang prima, rupanya ini menjadi modal penting untuk menikmati sajian khas kreasi Chef Kazumasa Yazawa.

—–

Ketika menapaki buku menu OKU untuk kali pertama saya, maka jelas sekali bahwa restoran ini memiliki banyak eksperimen menarik untuk ditampilkan sejak level paling awal atau sebagai appetizer. 

OKU 9
Five types of sashimi
Karasumi pasta with uni
Karasumi pasta with uni

Selain lima jenis seafood segar yang tersaji di atas mangkuk untuk sashimi beserta pendamping seperti angel hair seaweed serta sea grapes yang mampu memvisualisasikan lautan dengan kekayaannya, tentunya berbagai menu pilihan lainnya yang saya coba sebagai pembuka juga tidak kalah serunya.

Oku karaage
Oku karaage

Sebut saja oku karaage yang berwarna hitam dan dibubuhi shichimi togarashi ini. Kedalaman rasa paha ayam goreng yang berbalut tepung renyah ini cocok sekali untuk dimakan langsung, bahkan tanpa dipping sauce sekalipun. Atau misalnya karasumi angel hair pasta dengan tambahan uni di atasnya. Segar sekaligus tampil menawan!

Uni & onsen tamago
Uni & onsen tamago
Salmon carpaccio
Salmon usuzukuri

Lalu ada juga penampilan uni beserta telur ikan serta onsen tamago yang disajikan di atas cawan kaca segitiga dengan bejana di bawahnya yang diisikan tetumbuhan dan air. Selain itu salah satu yang juara adalah salmon carpaccio yang dibubuhkan ikura serta ponzu dressing dengan bubuhan truffle oil yang khas. Nikmat tiada tara!

Lalu bagaimana dengan hidangan utamanya?

Unatama don
Unatama don

Kali ini pilihan saya begitu simple sekaligus hearty. Nah apa lagi kalau bukan unatama donburi? Porsi besar nasi serta belut dengan onsen tamago tersaji dengan eloknya. Telur yang begitu runny ini lalu membasahi seantero hidangan dengan cantiknya dan terjadilah percampuran rasa yang tiada tara lezatnya. Meskipun ada sedikit dominasi rasa asin di sini, tapi masuknya rasa manis dari belut turut menyeimbangkan keseluruhan sajian ini.

Chocolate mousse plated dessert
Chocolate mousse plated dessert
Sorbet (beetroot, pineapple, yuzu)
Sorbet (beetroot, pineapple, yuzu)
Green tea custard with azuki and mochi
Green tea custard with azuki and mochi

Terakhir tentunya adalah dessert. Beruntung saya berkesempatan mencoba plated dessert dengan chocolate mousse sebagai bahan utamanya. Selain itu, terdapat juga berbagai pilihan sorbet dengan rasa beetroot, pineapple, serta yuzu. Namun salah satu yang juara juga adalah green sundae yang merupakan penggabungan custard dari teh hijau, butiran azuki, serta mochi.

—-

OKU
Not halal-certified
Some menu are suitable for vegetarians

Address:
Hotel Indonesia Kempinski Jakarta
Jalan MH Thamrin, Jakarta – Indonesia

RSVP: +62.21.2358.3896

Opening hours:
Daily, 12pm – 3pm (lunch), 6pm – 10.30pm (dinner)

—–

Advertisements

LOBO, The Ritz-Carlton Mega Kuningan’s Finest

Berbicara mengenai The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta tentu tidak bisa terlepas dari kedua restorannya yang ternama yaitu ASIA serta LOBO. Sekian kali saya berkesempatan bertandang ke ASIA namun akhirnya kesempatan untuk mampir ke LOBO datang juga. Berikut adalah sedikit kisah santap siang saya di sana.

LOBO 5

The Ritz-Carlton Mega Kuningan sudah demikian prestisius adanya. Tampil berseberangan serta tumbuh bersama saudaranya yaitu JW Marriott, kedua hotel ini tidak segan menampilkan kebolehan mereka di dunia kuliner Jakarta dengan restoran-restoran mereka yang memperkenalkan makanan dari banyak penjuru dunia.

LOBO yang berkonsep kuliner internasional dengan tema fine dining ini kini tengah dipimpin oleh chef legendaris dari hotel ini yaitu Mr Rudolph Blattler. Pengalaman sang chef senior ini rupanya diiringi juga oleh kreativitas menarik yang ditampilkan pada masakan-masakannya. Sang chef sendiri bahkan khusus menerima kami dengan keramahannya serta mempersiapkan hidangan-hidangannya secara pribadi untuk kegiatan makan siang bersama OpenRice saat itu.

Amuse bouche
Amuse bouche

Hidangan makan siang eksklusif di Sabtu yang cerah itu kami mulai dengan tiga hidangan kecil sebagai amuse bouche yang terdiri dari yogurt dan kacang-kacangan, foie gras, serta sup sayuran. Meski terlihat sederhana, ketiganya memiliki citarasa segar sekaligus gurih yang tentunya mempersiapkan kami semua untuk berlanjut ke tahap selanjutnya.

Berikutnya adalah dua hidangan pembuka yang tidak hanya nikmat namun sekaligus mempertunjukkan kesegaran serta kualitas bahan layaknya hotel bintang lima seperti The Ritz-Carlton.

Prawn carpaccio
Prawn carpaccio

Yang pertama adalah prawn carpaccio dengan potongan buah nanas yang dikeringkan, minyak dari buah jeruk limau, serta cilantro dressing dan kacang-kacangan. Rasanya begitu mengingatkan dengan masakan Indonesia, tentunya ini dikarenakan bahan-bahan seperti jeruk sekaligus ketumbar yang kita kenal baik. Terselip di sana adalah rasa pedas ala sambal yang begitu familiar.

Wild mushroom cream soup
Wild mushroom cream soup

Setelah wild mushroom cream soup yang dituangkan segar dan panas langsung pada saat disajikan, kemudian dilanjutkan oleh foie gras tortellini yang begitu luar biasa! Berkat rekomendasi salah satu rekan makan siang kami, tortellini adalah highlight terbaik siang itu.

Foie gras tortellini
Foie gras tortellini

Homemade tortellini yang diisikan hati angsa serta dibubuhi saus yang terbuat dari foie gras serta truffle oil yang selalu menawan ini lalu diringi potongan jeruk sebagai penyegar. Semuanya  cukup untuk membuat seorang Rian Farisa jatuh hati dan berharap di satu waktu nanti untuk berjumpa kembali dengan hidangan ini.

Red mullet
Red mullet

Fast forwarding menuju dessert setelah main course berupa red mullet dengan saus balsamic vinegar, LOBO memperkenalkan cara menarik agar para pengunjung tetap terhibur hingga di akhir waktu makan mereka. Tidak hanya berbekal kreasi-kreasi menarik dari menu pembuka hingga utama, namun sebagai penutupnya LOBO mempersembahkan live painting desserts!

Live painting dessert
Live painting dessert

Tidak kurang beberapa bahan es krim dipersiapkan dan diproses dengan menggunakan liquid nitrogen.  Sebagai pendampingnya, beberapa bahan lainnya seperti coffee crumble, gingered and cubed watermelon, raspberry serta caramel sauce dilukis secara elok di atas sebuah wadah marmer.

LOBO 10

Es krim dengan rasa coklat serta kelapa lalu diimbuhkan sebagai penutup hasil karya ini dan selanjutnya adalah momen yang paling ditunggu. Menikmati dessert ini bersama-sama!

Terima kasih kepada OpenRice atas kesempatannya untuk bersantap siang bersama dan tentunya LOBO serta keramahtamahan The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta pada kesempatan kali ini!

—-

LOBO
Not halal-certified
Some menu are suitable for vegetarians

Address:
The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta
Kawasan Mega Kuningan
Jalan DR Ide Anak Agung Gde Agung no. 1, Jakarta – Indonesia

RSVP: +62.21.2551.8888

Opening hours:
Daily, 8am -1pm (breakfast & lunch), 6pm – 10pm (dinner)

Website

—–

PLAY: Island Hopping to Shikoku (JAX, Feb 2016)

What happens during the island hopping between Hiroshima and Ehime is more than just passing the great bridges and scenic surroundings.

Island Hopping to Shikoku 2

One of the biggest highlights during my latest trip to Japan was the journey from the mainland to the island of Shikoku. It was a rarity for Indonesians to visit Hiroshima and Miyajima alone, and now to cross through a series of small islands and suspension bridges along the way made the whole trip even more memorable.

The roads leading to Shikoku from Honshu came in three different parts. The first one is from Kobe via the Akashi Kaikyo Bridge. The second one would be Great Seto Bridge which links to Okayama prefecture, and then lastly the direction that I took from Onomichi to Imabari of Ehime prefecture.

Island Hopping to Shikoku 3

The latter, known as the Nishiseto Expressway or popularly known as Shimanami Kaido, is probably the most unique in Japan. Not only that the highway links six islands between Hiroshima and Ehime, there are series of bridges which are considered as the longest in the world when combined. Furthermore, these bridges can also be crossed also by bicycles and on foot.

That is why Onomichi is the town where cyclists from around the world gather to prove their mettle by crossing these wonders upon the highway that spans around 70 kilometers to Imabari. Professionals usually continue with the return trip on the following day.

SETODA

After crossing the islands of Mukoujima and Innoshima, we stopped by at Setoda on the island of Ikuchijima. While the town appears sleepy yet pleasant, it is known as a major producer of octopus and having the all-about-octopus lunch set at Mansaku was another highlight of the trip.

Island Hopping to Shikoku 5

Nearby the restaurant and still on the same street of Setoda-cho, this town is also known for its impressive Kosan-ji Temple. Built on the hillside; the temple complex houses several buildings, a bell tower, a 15 meter high Kannon statue, thousands of cultural items, and ultimately the Miraishin no Oka – a monument comprises of 5,000 square meters of Italian marbles and granites sculpted by Kazuto Kuetani.

Island Hopping to Shikoku 6

Island Hopping to Shikoku 6 Island Hopping to Shikoku 7

Not far from the temple, we paid homage to one of Japanese finest painters – the late Ikuo Hirayama and his art museum. The museum has three exhibit halls, a theater, and also a tea shop. It houses Mr Hirayama’s finest nihonga paintings from his travels around the globe.

Island Hopping to Shikoku 9 Island Hopping to Shikoku 10

Paintings depicting cultures from civilizations of Europe to Southeast Asia are presented here and up to one of his latest masterpieces depicting the bridge to Imabari is also housed in the museum. Here one can also witness how Mr Hirayama started it all with his impressive paintings from as early as elementary school age, a passion that he continued until he passed away in 2009.

KIROUSAN PANORAMA PARK

Leaving Setoda and heading further south, we passed through the islands of Omishima and Hakata until we reached Oshima island. It is the final island before the entering Imabari and ending our trip that day.

Island Hopping to Shikoku 11

We arrived just in time to Kirousan Panorama Park on the highest peak of the island that oversees one of the finest horizons I have ever seen in my entire life.

To the north are the islands that we have passed by during our trip and bordered by the narrow sea on the west and the eastern side. The best view came from the southwest where you can witness the brilliant sunset showering the magnificent bridge and the city of Imabari from afar.

Island Hopping to Shikoku 12

From up above, the boats were passing by the Seto Inland Sea and under the bridge, heading to one of the ports around Imabari. Perhaps we’re also sharing the same astonishment with the whole golden view of sunset. Still at the panorama park, there’s also the exact spot where Ikuo Hirayama used to paint the whole scenery.

The setting sun finally disappeared but giving the hope that one day we might meet again one day here. It’s now time to pass the last bridge, the longest of all on the Nishiseto Expressway.

We’re here finally, Shikoku.

—–

Locations:

SENKOUJI PARK – ONOMICHI

KOUSANJI TEMPLE – SETODA

IKUO HIRAYAMA MUSEUM OF ARTS – SETODA

KIROUSAN PANORAMA PARK – OSHIMA ISLAND

—–

Original link: http://jax.co.id/island-hopping-to-shikoku/