Hal-hal Kurang Enak Ini Bakal Kamu Temui Saat Jadi Food Blogger (via Mozaic Magazine)

Di balik foto-foto dan review enak para food blogger, ternyata tersimpan beberapa hal yang kurang enak yang mungkin belum kamu ketahui. Apa saja ya?

Jadi food blogger kayak Rian Farisa memang nggak jauh-jauh dari datang ke restoran, motret makanan, nyobain menu-menu andalan, terus ngobrol-ngobrol sama pemilik atau chefnya. Pulang dari sana, kamu bikin ulasannya lalu kemudian diposting di blog atau akun social mediamu. Sekilas pekerjaan itu memang tampak menyenangkan dan seru karena kamu selalu berkesempatan nyobain makanan-makanan baru. Padahal, di balik pekerjaan itu, ada beberapa hal yang kurang enak yang mungkin belom pernah kamu bayangkan sebelumnya.

Makanannya Dingin

“Saat food-testing, motret utama biasanya hal yang paling utama. Nah, bayangkan kalau undangan food-testing ada 15 orang, dan makanan-makanan itu difoto secara bergantian. Sementara satu orang saja bisa motret lebih dari 5 menit. Hasilnya, kita selalu nyobain makanan dalam keadaan sudah dingin dan berubah tekstur.”
— Yenny, yennyw.wordpress.com, @yennymichael

Timbangan Melonjak

“Meski memang hobi makan dan mendatangi tempat-tempat baru, tapi kalau dalam sehari harus makan lebih dari porsinya dan nggak cuma di satu tempat, kamu bayangin saja betapa kenyangnya perut dan berat badan bisa melonjak drastis dalam sekejap!”
— Felicia, ffbfoodaffair.blogspot.com, @foodaffair

Pasrah Ruangan Gelap

“Kalau dapat undangan siang dan di lokasi ada tempat outdoor-nya, gampang banget buat foto makanan karena terbantu oleh cahaya. Tapi, kalau undangannya malam hari dan di lokasi yang nggak ada jendela alias suasananya redup? Wah, bikin pusing kepala karena hasil fotonya pasti nggak memuaskan! Kita pun harus usaha motret puluhan kali. Akhirnya terpaksa foto masuk tahap edit.Kalaupun sudah diedit sana-sini tetap nggak bagus, kita bahkan bisa sukarela datang lagi untuk memotret di siang hari.”
— Yenny, yennyw.wordpress.com, @yennymichael

Siap Lembur

“Untuk menghasilkan hasil review yang menarik, food blogger butuh waktu yang nggak sebentar buat melakukan review yang berkualitas. Saya sendiri bisa lebih dari 4 jam sekali ‘bertamu’ ke resto. Jadi layaknya pekerja kantoran, kamu siap-siap juga menghabiskan 8-10 jam sehari untuk pekerjaan ini ya!”
— Bayu, www.epicurina.com, @epicurina

“Di negara kita, profesi seorang food blogger masih kurang diapresiasi dan dianggap sebagai pencari makanan gratis. Bahkan banyak juga lho beberapa resto dan kafe yang masih menganggap rendah hobi sekaligus pekerjaan ini.”
— Andhika, www.mrfoodjournal.com, @mrfoodjournal

Butuh Tenaga & Investasi Lebih

“Menghasilkan tulisan ataupun foto yang menarik tentu bukan pekerjaan mudah. Jadi food blogger wajib untuk mengasah kemampuan nulis, serta membangun network supaya banyak dikenal dan memiliki follower yang banyak. Selain itu, kamu perlu investasi juga dalam hal alat motret yang canggih, baik kamera ataupun gadget.”
— Bayu, www.epicurina.com, @epicurina

Bagaimana, tertarik untuk jadi food blogger? Tapi jangan khawatir, kalau kamu memang tekun dan konsisten, hal-hal di atas pasti bakal kamu lalui dengan senang hati. Happy blogging!

—–

As featured in mozaic.co.id

Original link: http://mozaic.co.id/female/hal-hal-kurang-enak-ini-bakal-kamu-temui-saat-jadi-food-blogger/

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s