Dish That I Crave: Nasi Kebuli of RM Diva, Gorontalo

Ada satu hal yang sebetulnya menggantung di pikiran saya ketika bertandang pertama kalinya ke Sulawesi. Begitu banyak pengaruh budaya ke arah Indonesia timur dari berbagai peradaban namun saya sempat berpikir bahwasanya peradaban Timur Tengah-lah yang paling kurang melakukan penetrasi ke arah ini.

Buktinya memang banyak wilayah Indonesia timur yang memeluk agama selain Islam tapi setelah saya sedikit banyak mengkaji ulang, ternyata peninggalan kebudayaan Islam cukup melekat di beberapa daerah seperti Maluku ataupun Sulawesi Selatan yang terkenal dengan legenda para sultannya.

Tapi setidaknya di wilayah Sulawesi bagian utara yang kebudayaaannya didominasi orang Manado selama ini, saya dahulunya sempat berpikir bahwasanya di bagian ini ternyata agama Islam tidaklah dominan.

Rupanya dugaan tersebut salah, terlebih setelah provinsi Gorontalo muncul ke permukaan setidaknya dalam 15 tahun terakhir. Provinsi yang berpenduduk kurang lebih satu juta orang ini ternyata bermayoritas Muslim dan lebih dari itu, ternyata saya menemukan adanya jejak-jejak pengaruh Arab di sini – tentunya dari segi kuliner.

Maka diajaklah kami pada suatu malam yang cerah di Kota Gorontalo untuk bersantap di Rumah Makan Diva.

Tuan rumah yang menyambut kami adalah para keturunan Arab setelah sekian generasi dan bagi para pewaris ini, tentu apa yang diusungnya dari segi kuliner tidaklah jauh dari kelezatan serta wanginya nasi kebuli dan kambing.

Nasi kebuli
Nasi kebuli

Cukup lezat rupanya dan saya memang selalu suka dengan hidangan nasi berempah apalagi bila ditambah daging kambing balanga. Adanya kehadiran acar juga turut memeriahkan kenikmatan yang telah ditemukan dari hidangan ini.

Tidak lama sayangnya kami bertandang ke sini, tentunya karena kami hendak melanjutkan bersantap di tempat lain. Beberapa pengalaman Gorontalo saya tentunya telah dituliskan dalam beberapa artikel di blog dan di berbagai media lainnya. Kunjungan ke RM Diva rupanya saya khusus tuliskan saja di sini.

Analisis kehadiran kebudayaan Arab di Gorontalo telah dituliskan teman bertualang saya Sutiono Gunadi Kompasiana pada link berikut ini.

Dinantikan kehadirannya di Gorontalo!

—–

RM DIVA
Halal-friendly 

Unsuitable for vegetarians

Address:
Jalan Panigoro, Kota Gorontalo – Gorontalo, Indonesia

Opening hours:
Daily, TBA

Spend: IDR 25,000 – IDR 50,000 / person

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s