Hajime Ramen – From Tokyo to Jakarta with the steak ramen as its best!

Sebetulnya terbilang jarang bagi saya untuk bertandang hingga ke wilayah barat Jakarta untuk berpesiar kuliner karena satu dan lain hal. Namun di siang hari yang terik itu, saya mendapat alasan spesial untuk memacu sang kuda besi untuk sebuah jarak yang terbilang cukup jauh dari tempat saya tinggal.

Alasannya kali ini adalah untuk menyambut kedatangan Hajime Ramen, sebuah restoran ramen dengan formula unik yang berasal dari Tokyo. Sebuah alasan yang valid apalagi bila ditujukan khusus untuk bersantap siang!

Hot Plate Beef "Hajime"
Hot Plate Beef “Hajime”

Tiba di bilangan Pantai Indah Selatan, banyaknya ruko dengan berbagai peruntukan terlihat sejauh mata saya memandang. Ketika arena pergaulan kuliner seolah tertuju pada Pantai Indah Kapuk ke sisi jauh di sebelah barat, Hajime Ramen tanpa gentar berdiri di sebuah wilayah yang belum terkoyak banyak oleh unsur kekinian. Terkadang hanya karena faktor inilah saya memberanikan diri datang untuk mencoba sebuah tempat makan baru seperti halnya berkunjung ke restoran-restoran Jepang otentik yang berada di Little Tokyo atau gedung perkantoran di Sudirman.

Setibanya di sana berbagai kesibukan sudah terlihat di seantero penjuru restoran ini, diiringi oleh kedatangan tamu satu per satu untuk bersantap siang. Sebuah tempat di pojok berhasil yang kaya sinar matahari berhasil saya dapatkan dan tentunya ini cocok untuk berfoto-foto berbagai hidangan Hajime Ramen. Maklum semangat kekinian selalu muncul saat berkelana kuliner.

Hajime Ramen sendiri rupanya bukan sembarang restoran ramen pada umumnya. Hanya selang beberapa waktu setelah didirikan pada tahun 2009 di Tokyo oleh Chef Uchida Gen, Hajime Ramen meraih banyak penghargaan kuliner dan masuk ke dalam daftar ramen top di berbagai majalah gaya hidup.

Sebut saja berbagai majalah di Tokyo seperti Time Out, Shokuraku Magazine, Tokyo Walker dan lainnya; mereka semua merekomendasikan Hajime Ramen sebagai a must visit while in Tokyo.

Beef Ramen “Hajime”

Tidak sulit tentunya untuk segera memutuskan apa-apa saja yang harus dicoba dari kunjungan perdana di sebuah restoran ramen. Dua menu istimewa yang merupakan ciri khas dari Hajime Ramen adalah ramen kuah dan ramen hotplate yang masing-masing bisa dipilih dengan topping sirloin steak atau grilled chicken.

Chicken Ramen “Hajime”

Setelah dicicipi, ternyata dari segi rasa begitu mumpuni. Karakter mie di sini terasa lebih tebal dan besar dibanding beberapa restoran ramen pada umumnya atau mie kuning yang sering kita jumpai. Jenis kuah yang dianut oleh Hajime Ramen adalah tipe shio atau kuah bening dengan menggunakan garam sebagai bumbu utamanya. Rasa kuahnya cukup kaya dengan intonasi minyak yang cukup kentara. Menarik bagi lidah saya karena sebelumnya saya lebih terekspos banyak oleh kuah jenis toripaitan atau shoyu.

Salah satu bintang penyeimbang keseluruhan elemen ramen di sini tentunya adalah sirloin steak itu sendiri. Sulit untuk menolak betapa menggodanya Australian sirloin steak berderajat medium-well yang segar dipanggang dengan kedalaman rasa yang begitu juicy berjejer manis di atas semangkuk ramen yang diberikan imbuhan cantik berupa rebung panjang. Tentu ini adalah sebuah trademark khusus yang dimiliki oleh Hajime Ramen. Nikmat!

Steak salad
Chicken karaage
Gyoza

Tidak cukup dengan steak yang berada di atas ramen, kami sebetulnya mencicipi steak salad sebelum hidangan utama tiba. Sang steak salad diiringi dengan sepiring kecil berisi chicken karaage dan gyoza terlezat yang pernah saya rasakan. Ternyata menu pembuka di sebuah restoran ramen benar-benar menjadi pemicu selera yang baik untuk berlanjut ke bintang utamanya.

Ice cream mochi

Sebagai penutup, tidak lupa kami bersama-sama menikmati koleksi warna warni ice cream mochi yang tersedia di sini. Dengan empat pilihan rasa dalam satu sajian, saya rasanya ingin menobatkan dessert ini sebagai salah satu yang paling saya nikmati di Jakarta belakangan ini. Bagaimana tidak; rasa green tea, mango, tiramisu, dan ogura seolah saling menyapa dengan harmoni di dalam lidah ini setelah berkutat dengan berbagai keseruan bersama semangkuk ramen.

Sepulangnya dari sini, saya masih menyimpan sebuah cita-cita untuk mencicipi secara utuh sajian lainnya yang dimiliki Hajime Ramen. Selain kuah toripaitan pedasnya yang menjadi satu elemen baru pada menu di restoran ini, tentunya saya harus mencoba satu porsi ramen hotplate untuk sendiri di lain waktu.

Ataukah mungkin saya harus mencoba berbagai macam menu donburi serta nasi kari-nya? Tampak menarik juga tentunya. Tapi yang pasti, saya ingin berkesempatan mencicipi serunya bersantap di atas piring Doraemon untuk satu menu dari lini Kids Meal! Kenapa tidak?

Demi alasan berpesiar kuliner, tentu akan selalu ada kesempatan untuk melangkahkan lagi kaki ini ke sisi jauh Jakarta atau dimanapun. Hingga kesempatan itu tiba, nantikanlah saya Hajime Ramen! Saya akan kembali.

—–

HAJIME RAMEN
No pork, no lard
Unsuitable for vegetarians

Address:
Ruko Elang Laut Blok C19-20, Jalan Pantai Indah Selatan 1, Jakarta – Indonesia
T: +62.21.2251.0098

Website
Facebook
Twitter
Instagram

—–

Fun Food Facts #32

Fun Food Facts #32:
BRIEF FACTS ABOUT MUSTARD GREENS

Mustard Greens

  • Mustard greens are an excellent anticancer vegetable
  • They may also be beneficial for colds, arthritis or depression
  • While mustard greens sold in the United States are relatively mild in flavor, some mustard green varieties, especially those in Asia, can be as hot as a jalapeno pepper depending on their mustard oil content

—–

Facts provided by: www.mercola.com

Foodie Quotes #49

“That without experimentation, a willingness to ask questions and try new things, we shall surely become static, repetitive, moribund.”
Anthony Bourdain

VIDEO: 13 Sandwiches from all over the World (via Food, People, Places)

Ah yes, I found this good looking video about thirteen sandwiches from around the globe, ranging from the most famous like croque monsieur or the panini to The Gatsby or zapiekanka.

Food, People, Places became my latest favorite channel on Youtube thanks to the insightful videos about the people and places behind food. You should give it a visit by the way.

So to sum up the list, here are the sandwiches which are featured in the video:

The Chicken-Avocado-Aioli from Australia.
The Gatsby Sandwich from South Africa.
The Cucumber Sandwich from Great Britain.
The Peanut Butter and Jelly Sandwich from North America.
The Danish Smorrebrod.
The Italian Panini.
The French Croque Monsieur.
The Turkish (or German) Döner Kebap.
The Vietnamese Banh Mi Sandwich.
The American Sloppy Joe.
The South American Choripan.
The Polish Zapiekanka.
The Toast Hawai from Germany.

There’s also the recipe at the channel’s official website: http://www.foodpeopleplaces.com/category/sandwich-recipes/

Enjoy the video, foodies!

—–

Taking It To The Streets: Ayam Bakar Khas Solo Megaria & Es Teler Sari Mulia Asli (The Foodie Magazine, Apr 2015)

This time we are back again with Metropole cinema and its legendary eateries that altogether maintain the iconic stature of the vicinity alive. Previously, we savored the rujak buah here wholeheartedly, but the foodie experience here will not complete without the good old grilled chicken and es teler.

Ayam Bakar Khas Solo Megaria 1

Perhaps not more than a year ago, it was a contrasting view to see the luxurious, air-conditioned Metropole cinema if compared with the humble appearance of the street food that surrounds it.

Metropole’s street food has been influential for years to the loyal patrons of the cinema and finally they received the badly needed renovation. One of my favorites there, the grilled chicken and es teler joint that has a history since 1967 now appears much more appealingly with bigger space, air-conditioned, and still has its impeccably attentive service as always.

Ayam Bakar Khas Solo Megaria 2

Now with the second generation at its helm and a foreseeable success from the number of crowd that flock in on daily basis, the history of this restaurant actually came from a very humble background. One must credit the es teler and pure hard work of its owners as the main contributors for success.

The invention of es teler itself was self-proclaimed by the first generation of the owners since the dawn of their business decades ago. Well, who could have refused a concoction of shaved coconut flesh, diced jackfruits, and avocadoes with shaved ice and condensed milk? Served inside a glass instead of a bowl, Sari Mulia Asli easily presents one of the best in Jakarta and a must-try if you haven’t.

Ayam Bakar Khas Solo Megaria 5

To climax the experience, their grilled chicken is also to die for. The sambal has the tendency of being sweet and mildly spicy, but as a dipping sauce for their carefully prepared and grilled chicken, you wouldn’t hesitate to have seconds. The chicken was perfectly grilled, clean, rendered of its fat, and came in with the option of breast or thigh. I always choose the former for the sake of belly fulfillment.

Once in a while, I also favor a bowl of mie bakso (noodles and meatballs soup) as a substitute. Well, Indonesians simply love it. Like rujak, we all want to have it from time to time.

Ayam Bakar Khas Solo Megaria 4

Other good options like nasi gulai sapi (beef curry rice), siomay (fish dumplings), and the tofu or tempe bacem (soybean tofu and tempe marinated in liquid brown sugar) will complement the grilled chicken as well as the es teler nicely.

Popular within the hearts of not only the cinema patrons and office workers, be sure to queue for a good seat during the weekdays as well as on weekend. But when you finally secured one, rest assured, you will be nicely treated to your heart’s content.

—–

AYAM BAKAR KHAS SOLO MEGARIA & ES TELER SARI MULIA ASLI
Halal-friendly
Some of the menu are suitable for vegetarians

Address:
Jalan Pegangsaan no.21, Jakarta – Indonesia

Opening hours:
Daily, 9am – 9pm

Spend: IDR 25,000 – IDR 30,000 / serabi

—–

Featured in THE FOODIE MAGAZINE May 2015 edition

Download it for free here via SCOOP!