Halal Eat Out: Ramen Ten & Shin Tokyo Sushi – Singapore

Berpindah ke tahun 2015 sepertinya masih belum banyak perubahan yang bisa dilihat dari food scene halal di Indonesia. Tren masakan Jepang yang tidak pernah usang seolah terus menarik hati para penggemarnya. Sayangnya, banyak titik kritis kehalalan dari masakan Jepang yang tidak banyak diketahui oleh para pecintanya, khususnya dari kalangan Muslim.

Menilik ramen yang memiliki beberapa jenis kuah ini layaknya membandingkan dengan sop maupun soto. Ada yang berkuah bening, ada yang mengandung santan, atau ada juga yang berkari. Ramen secara garis besar memiliki empat kategori kuah yaitu shio (garam), tonkotsu (tulang babi), shoyu (soy sauce), serta miso (bumbu fermentasi kacang kedelai).

Yang biasanya kita luput sadari adalah banyak dari masakan Jepang pada dasarnya mengandung penyedap beralkohol yang disebut mirin atau dari sake, namun juga ada resiko penggunaan pork atau lard. Kuah ramen tidak luput dari resiko ini.

Label tonkotsu bagi para konsumen Muslim jelas harus dihindari, tapi ada juga yang mencampurkan elemen-elemen babi pada kuah jenis lainnya. Selain itu chasiu (topping khas ramen seperti daging lapis) misalnya, banyak juga yang menggunakan babi ketimbang ayam.

Lalu terakhir sang telur yang biasanya direbus hingga matang namun kuning telurnya masih bertahan di level setengah matang dan turut cair bersama kuah untuk memberikan kelezatan yang tiada tara. Sungguh cantik, namun banyak yang tidak tahu bahwa telur ini menjadi berwarna lebih gelap karena setelah dimasak biasanya diaduk lagi dengan soy sauce – saus yang notabene terdapat kandungan alkohol juga.

Ramen Ten 1

Tidak cukup itu, kita juga bisa membicarakan sushi yang juga memiliki banyak titik kritis halal. Tapi sepertinya mari kita bicarakan di lain kesempatan karena kunjungan waktu itu ke sini, saya hanya menikmati ramen-nya terlebih dahulu. Namun untuk kedua segmen yang menjadi tema restoran ini, ramen maupun sushi, telah mendapat sertifikasi halal dari MUIS (Majlis Ugama Islam Singapura).

Alhamdulillah ternyata beberapa restoran sushi di Indonesia sudah ada yang mendapatkan sertifikasi halal dari MUI meski masih sedikit dan secara kualitas masih kalah bersaing. Tapi setahu saya hingga detik ini, belum ada restoran ramen yang memiliki sertifikasi halal. Sepertinya meskipun ada beberapa restoran yang melengkapi menunya dengan ramen berkuah toripaitan (tulang ayam), namun sulit bagi mereka untuk tidak menjual versi babinya atau bahkan sekaligus tidak halal.

Beda dengan Ramen Ten, ternyata restoran ini percaya diri dengan menu-menu halalnya, bahkan mereka mengklaim bahwa franchise mereka sudah terjual ke berbagai negara Teluk. Meskipun dari segi menu terbilang fusion, saya menyempatkan mencoba ramen kuah ayamnya yang terlihat paling otentik di menu. Ternyata rasanya lumayan juga meskipun kocek tidak sedikit harus saya keluarkan yaitu sebanyak sekitar SGD 13.

Ramen Ten 2

Porsinya sungguh banyak dan saya sendiripun (tumben-tumbennya) tidak berhasil menyantapnya hingga ludes. Dari segi rasa tentu Ramen Ten perlu melakukan beberapa pengembangan, namun memang akan terasa sulit bila ingin mendapatkan kuah kaya nan gurih ala restoran-restoran yang subhat (grey area pada kehalalannya). Kualitas kuah mereka memang lebih superior karena biasanya ada chef Jepang langsung yang mengawasi pembuatannya dan bukan tidak mungkin ada bahan-bahan yang belum jelas kehalalannya turut dicampur bersama.

Namun saya sungguh berbahagia karena bila suatu waktu saya bertandang ke Singapura lagi, saya bisa bersantap ramen dan sushi dengan hati lapang bersama sang istri. Maklum kami juga penggila masakan Jepang!

Saya berharap di Indonesia-pun kelak para pemilik usaha mulai berinisiatif melakukan proses sertifikasi halal untuk restoran-restorannya, apalagi karena Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim. Terlepas dari permasalahan bahwa sertifikasi itu diharuskan atau tidak, cobalah membayangkan potensi bisnisnya. Kota maju seperti Singapura saja menyadari potensinya, sayang bila Indonesia tidak mengikuti contoh yang baik ini.

Sekali lagi, sukses untuk Ramen Ten dan semoga langkahnya akan dicontoh para restoran Jepang lainnya dimanapun!

—–

RAMEN TEN & SHIN TOKYO SUSHI
Halal-certified
Some menu are suitable for vegetarians

Address:
14 Scotts Road, #01-22 Far East Plaza,
Singapore

T: +65.6238.7983

Opening hours:
Everyday, 11.30am – 10pm

Website (Ramen Ten)
Website (Shin Tokyo Sushi)

Advertisements

2 thoughts on “Halal Eat Out: Ramen Ten & Shin Tokyo Sushi – Singapore”

    1. Alhamdulillah Gokana Teppan memang sudah halal. 🙂

      Seperti juga HokBen, memang yang tersaji bukan yang otentik biasa ditemukan di restoran Jepang asli. Itulah sebabnya masih sangat langka menemukan yang (sedapat mungkin) otentik sekaligus halal di Indonesia.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s