The Indonesian Coffee Story event with Kopi Keliling

Cukup bersemangat dengan bakal diadakannya event The Indonesian Coffee Story yang dikawal oleh Yayasan Bina Museum Indonesia bersama Kopi Keliling, kontan saja saya mendaftarkan diri untuk bergabung apalagi ketika mengetahui bahwa acara ini digabungkan juga dengan tur keliling Museum Nasional serta workshop mengenai kopi.

Tepat pada tanggal 8 Februari 2015 di sore hari, acarapun digelar namun saya datang sedikit terlambat. Tak apalah saya pikir, namun setidaknya saya bisa mempelajari mengenai kopi lebih lanjut. Terlebih lagi saya kini sedang menggarap berbagai materi kopi untuk sebuah majalah.

The Indonesian Coffee Story with Kopling 1

Apa daya ternyata animo pengunjung ternyata cukup dahsyat namun sayangnya kurang bisa diimbangi pihak penyelenggara. Kebutuhan serta keinginan para pecinta kopi ini tidak terakomodir dengan baik.

Walhasil tur museum sepertinya tidak berjalan maksimal, tidak ada pemberitahuan untuk para peserta yang baru datang. Padahal ekspektasi tinggi pasti menghinggapi hati para peserta setelah membayar harga yang cukup mahal untuk masuk. Beruntung workshop berjalan juga meski terkesan apa adanya.

The Indonesian Coffee Story with Kopling 2

Setidaknya para peserta dapat menikmati secangkir kopi yang diseduh dengan gaya manual brewing setelah mengantri panjang dan mendapatkan pengetahuan mengenai kopi dalam taraf perkenalan. Selebihnya, saya jujur kecewa dengan penyelenggaraan yang terbilang tidak maksimal ini. Beruntung ada musik-musik asyik yang dibawakan Monka Magic dengan berbagai koleksi vinyl-nya.

Mudah-mudahan di kesempatan lain Yayasan Bina Museum Indonesia dapat lebih memaksimalkan servis pada penyelenggaraan berbagai acaranya. Meskipun dengan segala keterbatasan, saya juga berharap mudah-mudahan Kopi Keliling di lain kesempatan juga bisa menuntut usaha lebih dari penyelenggara event-nya agar bisa berjalan lebih maksimal. Semangatnya adalah tentu untuk mengarah ke arah kesempurnaan penyelenggaraan serta mengenalkan kopi seoptimal mungkin kepada masyarakat. Sebagai contoh, hal ini mungkin bisa lebih tercapai bila event diadakan di kondisi venue yang lebih intimate dengan jumlah peserta yang dibatasi.

The Indonesian Coffee Story with Kopling 3

Namun mari saya tutup saja blogpost ini dengan perkenalan berbagai pemain lokal yang menjadi peserta eksebisi di acara kemarin tersebut. Berbagai detail profilnya telah dirangkum oleh Kopi Keliling dengan cukup berwarna.

Jayalah dunia perkopian nasional!

—–

PAGI

“Selamat Pagi!”, “Mentari Pagi”, dan “Kopi Pagi” menjadi inspirasi dari lahirnya brand PAGI. Pada periode awal pengembangannya, PAGI hadir menawarkan produk biji kopi, kopi 3 in 1, dan cold brew. Ke depannya, PAGI diharapkan dapat menyajikan produk-produknya lebih dekat kepada konsumen dengan hadir di sekitar lingkungan pemukiman masyarakat.

Keberadaan brand ini sendiri ditujukan untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap kopi yang selama ini sering kali hanya dianggap sebagai lifestyle. Mengembalikan makna kopi sebagaimana mestinya dapat mengeratkan hubungan masyarakat yang akan timbul saat mereka berbincang hangat dan minum kopi bersama. Dengan semangat menjalani hari diiringi sinar mentari dan secangkir kopi menyempurnakan kehangatan PAGI.

Jenis kopi yang akan ditampilkan oleh PAGI adalah Kopi Aceh Gayo dengan jenis Arabika. Kopi Aceh Gayo yang PAGI tampilkan ini memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi sehingga muncul cita rasa manis buah jeruk/lemon tercampur dengan rasa pedas seperti rempah-rempah di bagian akhirnya.

Perlu diketahui bahwa Kopi Aceh Gayo ini merupakan hasil budidaya proses penanaman dan pasca panen kopi di Desa Pantan Musara. Masyarakat di Desa Pantan Musara telah berusaha mengoptimalkan rasa dari kopinya dengan cara menggunakan buah kopi yang sudah matang sempurna, proses pasca panen dengan metode Semi-Washed, proses sortasi terhadap biji kopi yang tidak bagus, dan proses penyimpanan dan pengiriman kopi yang bersih dan rapih.

Harapan PAGI adalah pengunjung dapat mencicipi kopi Aceh Gayo ini serta memberikan segala bentuk masukan demi pengembangan kopi ini kedepannya. Karena segala kredit baik dan segala masukan ini akan disampaikan kembali ke berbagai pihak yang sudah berjasa dalam memberikan segala daya dan upaya sehingga kopi Aceh Gayo dari Desa Pantan Musara dapat memiliki cita rasa tersebut.

Smoking Barrels – Craft Coffee & Supplies

Smoking Barrels terdiri dari dua orang konsumen yang memiliki antusiasme tinggi pada kopi. Berbekal kecintaannya pada kopi, maka dipelajarilah berbagai metode dan ilmu demi mencapai cita rasa kopi terbaik. Kini Smoking Barrels hadir untuk menyampaikan cita rasa tersebut kepada konsumen, agar dapat merasakan pengalaman menikmati kopi terbaik.

Jenis kopi yang akan ditampilkan oleh Smoking Barrels adalah Kopi Toraja Sulotco yang tumbuh di gunung Rante Karua, kabupaten Toraja Utara, dalam perkebunan Sulotco Private Estate. Tumbuh di ketinggian 1600m di atas permukaan laut, kopi ini menampilkan karakter khas Indonesia seperti aroma cengkeh dan earthy, namun juga memancarkan sensasi aroma floral dan karamel. Proses pasca panen yang digunakan juga tergolong unik untuk wilayah Toraja, yaitu fully washed dengan pengeringan di meja penjemur, menghasilkan kualitas kopi yang konsisten.

Kopi Guerrilla

Kopi Guerrilla lahir dari keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi Indonesia melalui peningkatan kualitas kopi. Kopi Guerrilla hendak mengingatkan bahwa siapapun dapat berperan serta, termasuk konsumen bahkan pihak yang tidak berhubungan langsung dengan kopi. Tanpa sumber daya besar sekalipun, melalui hal kecil dengan semangat tinggi, mari bersama-sama kita bergerilya memajukan kopi Indonesia.

Jenis kopi yang akan ditampilkan oleh Kopi Guerrilla adalah Kopi Malabar Natural. Kopi ini ditanam di pegunungan Malabar, Kecamatan Pangalengan, wilayah Bandung Selatan, dengan ketinggian 1400m di atas permukaan laut. Proses pasca panen yang digunakan adalah proses kering natural process, sehingga menghasilkan rasa kopi yang fruity, dengan sensasi stroberi berlapis gula-gula. Melalui kopi ini dapat terlihat keragaman kopi Indonesia dengan kualitas yang baik.

Kopi Pahlawan

Kopi Pahlawan merupakan kopi dari Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat. Kopi ini merupakan produk dari Baraka Nusantara, yaitu sebuah gerakan yang peduli akan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil Indonesia. Baraka Nusantara memiliki dua dimensi kegiatan, Kopi Pahlawan di bidang ekonomi, dan Rumah Belajar Sankabira di bidang sosial – pendidikan. Kopi Pahlawan merupakan mesin yang menopang kegiatan sosial Baraka Nusantara dengan menjunjung tinggi nilai-nilai masyarakat lokal dan pelestarian alam.

Kopi Pahlawan merupakan panen perdana dari kebun para petani yang berpuluh tahun mati suri di Kecamatan Sembalun. Bersama para petani dan dukungan dari berbagai pihak, Baraka Nusantara berupaya mengaktifkan kembali potensi alam untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Dinamakan Kopi Pahlawan dengan harapan – melalui kopi, para petani dapat menjadi pahlawan untuk memajukan daerahnya. Kopi Pahlawan jenis Arabika varietas Typica ini tumbuh di ketinggian 1.200-1.00 meter di atas permukaan laut dengan cita rasa coklat, earthy, fruity (lemon), medium body dan after taste yang bersih.

Kopikohlie

Berdiri pada tahun 2012, Kopikohlie merupakan rumah sangrai kopi (roaster) yang berfokus pada jasa sangrai kopi. Seiring berjalannya waktu, Kopikohlie juga mulai mengumpulkan juga biji-biji kopi Nusantara asal tunggal (single origin) dan menghantarnya ke para pecinta kopi Nusantara melalui kedai-kedai kopi. Nama Kopikohlie berasal dari identitas pemilik sebagai peranakan Tionghoa Indonesia. Kata Lie yang berasal dari marga Lie, Koh sebagai sebutan lelaki peranakan Tionghoa, dan kopi sebagai bagian dari keindonesiaan. Di Kopikohlie, kami memadukan dua unsur yang terpenting dalam menyangrai kopi, yakni pengetahuan dan seni. Itulah sebabnya Kopikohlie selalu berusaha menggunakan teknik dan peralatan terbaik, serta mengasah seluruh rasa dalam menyangrai kopi. Semuanya itu untuk satu tujuan, membawa nama kopi Indonesia lebih jauh di mata dunia.

Kopi yang akan ditampilkan adalah Toraja Roroan Barra-Barra. Tumbuh subur di tanah gembur Desa Roroan Barra-Barra, Toraja Utara, biji kopi Toraja Roroan Barra-Barra menjadi salah satu primadona di antara banyak biji kopi Toraja lainnya. Ditanam di ketinggian 1400-2100m di atas permukaan laut, biji kopi Toraja Roroan Barra-Barra kaya akan rasa buah-buahan coklat dan karamel. Kopikohlie menyangrai kopi Toraja Roroan Barra-Barra dalam profil medium untuk menghadirkan rasa manis buah, coklat, dan karamel serta menghasilkan rasa yang halus dan bersih di mulut.

9 Cups Coffee

9 Cups adalah coffee shop yang didirikan oleh Lidya (@cuplatte ) setelah memutuskan meninggalkan karirnya sebagai akuntan di sebuah perusahaan sawit untuk fokus dan terjun dalam dunia perkopian. 9 Cups sendiri tidak memiliki arti khusus, tetapi lebih didasarkan untuk mempermudah orang mengingat dan mengasosiasikan merek coffee shop ini. Tetapi secara khusus 9 Cups memiliki ideologi untuk memperkenalkan kopi-kopi specialty dan kopi yang bukan mayoritas dijual umum dengan kualitas terbaik.

Jenis kopi yang akan ditampilkan oleh 9 Cups adalah Sunda Aromanis. Kopi ini ditanam di tanah Jawa Barat yang dikelola oleh Koperasi Klasik Beans. Kopi Sunda Aromanis tergolong tipe/spesies Arabica Typica yang telah melalui proses pasca panen Natural Process. Setelah di Roast sendiri oleh Lidya dengan roast profile Light to Medium Roast, maka dihasilkan kopi dengan karakter intense aroma, sweet, jackfruit, light body, balanced, dan clean after taste.

—–

For more information, please refer to Kopi Keliling’s website here

Advertisements

2 thoughts on “The Indonesian Coffee Story event with Kopi Keliling”

  1. Halo Rian, perkenalkan nama saya Raymond Malvin dari Kopi Keliling. Sekedar klarifikasi saja bahwa penyelenggara kegiatan ini bukanlah Kopi Keliling melainkan Yayasan Bina Museum Indonesia. Kami hanya sebagai vendor yang diajak kerjasama. Jadi apabila ada kekurangan yang dirasakan pada saat acara, itu di luar kekuasaan kami. Mungkin masukan ini bisa ditujukan ke pihak terkait.

    Terima kasih

    1. Terima kasih Raymond atas klarifikasinya. Saya akan revisi beberapa bagian dari artikel tersebut khususnya bagian kritik dan saran untuk lebih ditujukan kepada Yayasan Bina Museum Indonesia.

      Terima kasih atas usahanya memajukan perkopian nasional dan mudah2an saya bisa berpartisipasi kembali di acara lainnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s