Restaurant Review: Standing Sushi Bar

SSB - Interior 2

Konsep restoran yang menikmati sushi sembari berdiri memang bukan hal yang baru di Jepang, namun seorang Howard Lo memperkenalkan Standing Sushi Bar dengan konsep tersebut kepada khalayak Singapura tepat di wilayah business district di seputaran Raffles Place serta Marina Bay yang merupakan jantung ekonomi kota ini. Di kawasan yang notabene berisi para pekerja kerah putih, Standing Sushi Bar menjadi sebuah solusi untuk mengisi perut di tengah kesibukan mereka. Dengan kekuatan kecepatan penyajian, kapasitas restoran yang cukup bagi siapa saja yang tidak keberatan makan sembari berdiri, dan diiringi kualitas makanan yang baik, tidak butuh lama bagi Standing Sushi Bar untuk memperoleh berbagai penghargaan dan popularitas di sana.

SSB - Facade SSB - Interior 1

Tidak lama berselang, Standing Sushi Bar membuka cabang luar negeri pertamanya di Jakarta, tepatnya di La Piazza – Mall Kelapa Gading. Meskipun konsep makan berdiri ini tidak diaplikasikan secara khusus di Jakarta, namun kapasitas restoran yang besar dan khazanah yang sangat beragam dari menu-menu makanan khas Negeri Sakura ini membawa Standing Sushi Bar untuk siap bersaing di ibukota.

Yakiniku Salad
Yakiniku Salad

Malam itu saya berkesempatan mencoba berbagai masakan dari tema-tema berbeda termasuk tentunya, sushi dengan percampuran pengaruh kuliner Barat yang disebut juga dengan fusion. Misalnya saja pembukaan yang cukup baik ditampilkan dengan aburi shake mentai nigiri atau sushi ikan salmon setengah matang yang diberikan saus mayonnaise.

Tapi menu pembuka paling berkesan adalah yakiniku salad atau salad modern yang berisi sayur-sayuran dengan kyuri (timun Jepang) dan cherry tomato sebagai bintangnya, dicampur dengan daging sapi yang dimasak dengan cara yakiniku. Rasa saus yakiniku ini saya yakini sebagai salah satu yang terbaik yang pernah saya rasakan! Rasa asam yang lembut dan tingkat kegurihan sausnya berada pada level yang sangat seimbang. Selain itu jumlah dagingnyapun sangat mencukupi sehingga segala sesuatunya menjadi terpenuhi.

Shake Kawa Maki
Shake Kawa Maki

SSB - Fusion Roll 1

Begitu pula kepuasan saya semakin terasa  dengan mencicipi tori teriyaki atau daging ayam yang diimbuhi saus teriyaki yang lebih dominan manis gurih. Apalagi ketika kesemuanya ini ditambahkan dengan duet fusion sushi baru yaitu antara aburi hotate mentai (sushi roll berisi alpukat, crab roll, kyuri, dan ditaruh scallop serta mayonnaise di atasnya) serta spicy shake toro (salmon pedas, tuna, dan mayonnaise). Luar biasa!

SSB - Sanma Shioyaki

Dengan tampilan seperti ini rasanya kurang bila tidak menikmati nasi khas Jepang yang selalu tampil pulen dan sedap. Apalagi bila disandingkan dengan sanma shioyaki atau ikan sanma (sauri) yang digoreng hanya dengan penyedap berupa garam saja. Ikan yang terlihat kurus dan memanjang ini di luar dugaan sangat berisi dan padat rasanya. Bagi penikmat masakan Jepang pada umumnya, mungkin menu ini bukan yang lazim dipesan di restoran Jepang dan lebih banyak yang lebih memilih ikan yang lebih familiar seperti salmon. Namun justru ikan sanma ini memiliki rasa yang khas dan lezat, apalagi bila disantap bersama-sama.

Kulitnya yang garing dan isinya yang padat saja cukup untuk membuat siapapun kenyang apalagi bila ikan sanma ini tersaji sempurna. Hanya saja waktu itu saya harus memilah lemaknya yang cukup banyak dengan dagingnya yang layak disantap. Namun secara keseluruhan saya berhasil menuntaskannya dengan baik dan nasi semangkukpun habis tersantap.

SSB - Assorted Sushi 1 SSB - Omakase Sashimi SSB - Assorted Sushi 2

Ditutup dengan semangkuk es krim matcha (rasa teh hijau) yang diimbuhi kacang merah serta segelas kopi susu khas Jepang, senang rasanya kerinduan terhadap masakan Jepang yang tampil kaya, berlimpah, dan penuh warna ini terpenuhi. Maklum saat itu memang saya sudah beberapa waktu tidak mencicipi masakan Jepang yang rasanya belakangan ini merupakan satu kewajiban pilihan kuliner yang harus dipenuhi setiap beberapa waktu berselang.

Meskipun persaingan tampak tidak mudah di Jakarta bagi Standing Sushi Bar dengan begitu banyaknya restoran Jepang mumpuni sebagai kompetitornya, tetap menarik untuk disimak bahwa kualitasnya ternyata memadai dan berbagai inisiatif menarik dapat diserukan restoran ini untuk tetap bertahan dalam kompetisi ini. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana tetap memperkuat kualitas citarasa makanannya serta menampilkan khazanah sushi-nya yang kaya dengan sebaik-baiknya untuk tetap menghidupi nama Standing Sushi Bar.

STANDING SUSHI BAR (JAKARTA)

Halal-ness to confirmed (the use of mirin and other alcoholic essence within the dishes, the use of cutlery, etc)

Some menu suitable for vegetarians

Address: La Piazza Kelapa Gading, 1st Fl, Unit 3B1, Kelapa Gading Permai – Jakarta, Indonesia

Opening hours: Daily, mall opening hours

Website: http://standingsushibar.com/

Twitter: @standingsushi

Pinterest: standingsushi

Spend: IDR 50,000 – IDR 100,000 / person

—–

Images are courtesy of Standing Sushi Bar