The Haute Cuisine Experience: Will and Will Gala Dinner at JCF 2012

GFGFGL, TGA, WW, Wanderbites (Photo courtesy of Wanderbites)

Perhelatan akbar dua tahun sekali di bidang kuliner yang dinamakan Jakarta Culinary Festival diadakan di mall Grand Indonesia selama sebulan penuh beberapa waktu yang lalu. Festival ini menampilkan warna warni kiprah dari berbagai chef berbakat dalam dan luar negeri, demo memasak, kelas kopi, wine tasting, dan berbagai kegiatan lainnya begitu menarik minat masyarakat yang kini sedang mengalami ‘demam’ eksplorasi kuliner.

Salah satu acara yang merupakan highlight dari keseluruhan festival ini adalah jamuan makan malam pembuka istimewa yang dipersembahkan khusus oleh duet chef terkenal asal Indonesia yaitu William Wongso serta chef asal Australia yang tengah naik daun, Will Meyrick. Kolaborasi yang dinamakan Will & Will ini tentu bukan tanpa maksud. Keduanya adalah chef yang piawai dalam memasak makanan khas Indonesia dan menorehkan nama dari sepak terjangnya ini.

William Wongso kerap menjadi duta negara Indonesia di berbagai perhelatan kuliner mancanegara serta semangatnya dalam mempromosikan ragam masakan Indonesia dari segala penjuru tanah air tidak perlu diragukan lagi. Sedangkan pasangannya Will Meyrick adalah otak di balik kesuksesan dua restoran terkenal di Bali yaitu Sarong dan Mama San, yang mengkhususkan pada masakan Asia Tenggara. Tentu ini menjadi keunikan tersendiri, karena chef berdarah Skotlandia ini memiliki minat yang teramat besar pada kuliner Asia Tenggara seperti masakan Thai, Vietnam, Burma, serta tentunya Indonesia.

Acara makan malam kali ini sungguh semarak karena dihadiri juga oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, serta segenap tamu seperti para chef top dari dalam dan luar negeri, media, serta para blogger. Makanan Indonesia tentu menjadi tema malam itu dan apa yang dipersiapkan oleh duet chef ini ternyata mengejutkan dan sangat eksploratif. Tidak hanya mereka mempersembahkan masakan Indonesia dengan kreasi masing-masing namun juga membawa serta inspirasi dari seluruh penjuru tanah air!

Sungguh lain dari biasanya dimana pada umumnya jamuan makan formal menggunakan set menu yang terdiri dari tiga hingga lima course. Namun kali ini untuk keseluruhan dari appetizer hingga dessert, semuanya berjumlah belasan dan berasal dari berbagai propinsi yang berbeda!

Sop Biji Biji Ternate (Photo courtesy of Wanderbites)
Sop Biji-Biji Ternate (Photo courtesy of Wanderbites)

Sebagai pembuka saja William Wongso memperkenalkan Sup Biji-Biji Ternate yang ringan dan menyerupai sup bakso bening namun menggunakan kenari dan ikan sebagai bahan dasarnya. Tidak lama beliau juga memperkenalkan Mentho Yogya yang jujur saja baru saya temui kali ini. Penampilan dan komposisi hidangan yang serupa bacang ini dimasak dengan cara dipepes. Hasilnya adalah rasa daging yang kaya sekaligus kelembutan dan rasa manis yang cukup dominan sungguh memberikan sensasi tersendiri bagi sebuah makanan pembuka!

Mentho Yogya (Photo courtesy of Wanderbites)
Mentho Yogya (Photo courtesy of Wanderbites)
Burung Puyuh Tangkap Aceh (Photo courtesy of Wanderbites)
Burung Puyuh Tangkap Aceh (Photo courtesy of Wanderbites)

Masih di fase ini, Will Meyrick mengeluarkan jurus pembukanya dengan Burung Puyuh Tangkap Aceh dan memiliki karakter rasa yang berbeda dengan Mentho Yogya. Di sini rasa asin gurih dari burung puyuh diiringi rasa pedas dari daun kari, renyahnya daun pandan, dan segarnya limau. Perpaduan ini jelas unik dan merupakan pembuka yang menggoda dari beragamnya kekhasan kuliner Indonesia.

Konro Sulawesi (Photo courtesy of Wanderbites)
Konro Bakar Sulawesi (Photo courtesy of Wanderbites)
Udang Asam Pedas (Photo courtesy of Wanderbites)
Udang Asam Pedas (Photo courtesy of Wanderbites)

Meskipun demikian, justru ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan menu-menu utama yang berdatangan berikutnya. Udang Asam Pedas ala Will Meyrick datang dengan kekuatan dahsyat dan segera digabungkan dengan Konro Bakar Sulawesi yang empuk dan tebal dengan saus kacangnya yang manis gurih. Begitu pula dengan Gulai Kambing Banda Aceh-nya yang kaya rempah serta Bebek Goreng Tiga Sambal Indonesia seperti sambal matah, merah, dan hijau. Sungguh memesona!

Gulai Kambing Banda Aceh (Photo courtesy of Wanderbites)
Gulai Kambing Banda Aceh (Photo courtesy of Wanderbites)
Bebek Goreng Tiga Sambal (Photo courtesy of Wanderbites)
Bebek Goreng Tiga Sambal Indonesia (Photo courtesy of Wanderbites)

Sementara dari kubu William Wongso, beliau menyambut dengan jurus-jurus pamungkas seperti Tiram Goreng Tepung Pacri Melayu dan Ikan Tenggiri Masak Tauco Tangerang yang luar biasa lezatnya. Beliau mencatat, ‘Saya menggunakan tauco yang hanya terdapat di Tangerang. Ini merupakan masakan perpaduan etnis Cina Benteng dengan masyarakat setempat. Sangat menarik!’. Tentunya percakapan ini berasal dari betapa kagumnya saya dengan citarasa tauco yang beda dengan yang biasanya dan betapa nikmatnya ketika dipadukan dengan ikan tenggiri segar ini.

Tiram Goreng Tepung Pacri Melayu (Photo courtesy of Wanderbites)
Tiram Goreng Tepung Pacri Melayu (Photo courtesy of Wanderbites)
Kering Ubi Ungu (Photo courtesy of Wanderbites)
Kering Ubi Ungu (Photo courtesy of Wanderbites)

Sementara itu hidangan yang tidak kalah menarik adalah Oseng Jambal Pancing Cabe Hijau dimana rasa jambal terasa lebih elegan dari biasanya. Konon William Wongso sengaja memilih ikan terbaik dan membutuhkan proses tersendiri dibandingkan jambal yang biasa diproduksi para nelayan pada umumnya. Sungguh semuanya terasa nikmat apalagi dalam menu jambal ini terdapat banyak petai yang siapapun pasti tidak akan melewatkannya!

Bahai Me Bolu, Klepon, Kue Deto (Photo courtesy of Wanderbites)
Bahai Me Bolu, Klepon, Kue Deto (Photo courtesy of Wanderbites)

Sebagai penutupnya, kue-kue basah khas Indonesia menyambut kami dengan suka hati. Bahai Me Bolu, Klepon, serta Kue Deto terlihat menggoda meskipun saya sudah terlampau penuh dengan kreasi-kreasi hebat duet chef ini. Tapi yang tidak saya lewatkan adalah Kue Lumpur Kinca Duren yang nikmat sebagai penutup.

Pengalaman yang luar biasa ini masih berbekas kuat di ingatan saya sekaligus kelezatan tiap masakannya seolah masih terasa di lidah. William Wongso dan Will Meyrick dengan segenap pengalaman dan kecintaannya terhadap kuliner Indonesia telah mengajarkan kembali kepada saya untuk lebih mengapresiasi apa yang telah kita miliki selama ini di tanah air yang kaya raya ini. Betapa kayanya khazanah kuliner Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan belasan hidangan yang saya cicipi malam itu jelas hanya sebagian kecil saja. Itupun sudah luar biasa!

Jelas ini menjadi sebuah pembelajaran bahwa eksplorasi kuliner tidak mesti selalu melihat apa yang bangsa lain telah capai dan justru di sinilah kesempatan kita untuk memunculkan kebanggaan kita sebagai bagian dari bangsa yang besar ini. Pertanyaannya adalah apakah kita segenap hati dan kekuatan untuk menggali potensi ini sepenuhnya? Mari kita tunjukkan kehebatan terpendam yang dimiliki negeri khatulistiwa kita yang tercinta ini!

—–

Pictures courtesy of Fellexandro Ruby, a talented food blogger and photographer known as Wanderbites!