Restaurant Review: Kahyangan (Teppanyaki)

Kiprah Pullman Hotel yang menggantikan Hotel Nikko di kawasan Bundaran HI yang merupakan lokasi prestisius di Jakarta ini tentu diikuti dengan akuisisi salah satu restoran paling terkenalnya. Siapa yang tidak mengenal Kahyangan? Sebuah restoran dengan sejarah panjang dan reputasinya yang legendaris.

Menempati lantai 28, 29, dan 30 di Wisma Nusantara dengan pemandangan luas ke seluruh penjuru Jakarta memang merupakan daya tarik tersendiri dari Kahyangan. Ternyata bukan tanpa alasan memang Kahyangan dipilih sebagai nama tempat ini. Bahkan nama Kahyangan yang kurang lebih diartikan sebagai ‘negeri di langit’ saja cukup untuk membuat sebuah imej yang berkelas dan menarik untuk ditelusuri.

Ternyata yang saya temukan adalah sebuah tempat yang sulit dicarikan pesaingnya di Jakarta meskipun di tengah tren sky lounge atau sky dining yang sedang marak. Meskipun kini telah berusia 39 tahun, Kahyangan tetap memertahankan berbagai ciri khasnya sebagai restoran dengan suasana formal dan konservatif. Sedianya memang Kahyangan secara tradisional dikenal sebagai restoran khas Jepang yang berspesialisasi di masakan shabu-shabu, namun kali ini saya berkesempatan untuk mencicipi restoran teppanyaki-nya yang baru-baru ini diresmikan.

Dengan mengutamakan berbagai bahan makanan dan bumbu-bumbu berkualitas tinggi serta didatangkan dari manca negara serta didukung oleh pengalaman segudang Chef Hidemaro Hodaka yang sudah 35 tahun mendedikasikan dirinya untuk Kahyangan, rasanya siapapun tidak akan sabar akan apa yang akan disajikan pada pengalaman kuliner kali ini.

Paket fine-dining saya siang itu dimulai dari zensai atau yang biasa kita kenal dari istilah Perancis sebagai hors d’oeuvre yakni menu pembuka yang biasanya berukuran kecil dan biasanya berubah setiap harinya tergantung dari kreasi sang chef. Setelah merasakan kreasi nikmat berupa semacam kroket salmon, lalu selanjutnya adalah sajian lazim yakni salad sayuran dengan saus yuzu yang masam segar dan dilanjutkan lagi dengan sebuah sup krim kembang kol bergaya fusion dengan taburan telur ikan berukuran sangat kecil sehingga memperkaya tekstur yang lembut gurih tersebut dengan kerenyahan telur tersebut.

Sembari menikmati menu pembuka tersebut, datanglah sang teppanyaki chef yang akan memasak berbagai hidangan berikutnya. Membayangkan live cooking seperti ini saja rasanya sudah menggiurkan apalagi menyaksikannya. Di Benihana, salah satu teppanyaki franchise restaurant asal Amerika Serikat, justru mengandalkan chef-nya untuk beratraksi dan menghibur pengunjungnya ketika memasak, namun di Kahyangan rasanya tidak perlu seperti itu. Dengan kombinasi skill memasak yang apik, menu yang menggoda, dan suasana romantis yang berlukiskan panorama kota Jakarta tentu sudah lebih dari apa yang kita harapkan.

Apalagi ketika mengetahui bahwa hidangan selanjutnya adalah foie gras atau hati angsa yang ditumis dan digabungkan dengan buah pir, zucchini atau timun Italia, serta saus balsamic teriyaki asam gurih serta saus buah cranberry yang manis segar. Tidak cukup di situ saja, sang chef melanjutkannya dengan lobster Kanada segar yang didampingi oleh rumput laut, paprika, dan saus yang dibuat dari bulu babi yang merupakan salah satu bahan makanan yang eksotis dan biasanya mahal. Lobster segar memang tiada duanya, khususnya karena rasa segar manisnya yang ditambah pengolahan tepat yang membuatnya semakin nikmat. Saus bulu babi-pun terasa gurih dengan aroma dan rasa khas yang jarang didapatkan dari bahan manapun. Sebagai saus atau condiment tambahan, Kahyangan juga menyediakan wasabi, saus ponzu, serta garam yang berasal dari Himalaya. Semakin eksotis saja rasanya pengalaman makan di sini!

Sebelum menghampiri menu pamungkasnya, sorbet dari jeruk limau disajikan terlebih dahulu untuk menyegarkan indera pengecap dari berbagai hidangan sebelumnya. Cukup menyegarkan rasanya mengingat bahwa selanjutnya saya akan menjajal daging sapi wagyu dengan tingkatan marbling di level 9+. Sayangnya saya tidak berkesempatan mencicipi daging sapi dengan varian yang lebih eksklusif lagi yaitu jenis wagyu dari provinsi Ohmi dikarenakan permintaan yang selalu tinggi dari para pengunjung Kahyangan.

Wagyu yang tersaji diiringi penampilan cantik dari saus barbeque beserta sayuran warna warni yang memesona. Ada warna oranye muda dari baby carrot yang tampil dengan cantik, ada warna kuning dari squash yang renyah, jamur yang berwarna kegelapan, bawang putih tipis yang digoreng gurih, serta warna hijau sayuran lainnya. Tentunya tingkat kematangan medium saya pilih untuk mencari jati diri sang daging dalam keadaan derajat aman namun juga tetap juicy. Sungguh hasil yang luar biasa, apalagi ketika sebagai penutup disajikan semangkuk nasi goreng yang menggunakan beras Hitomebore yang berkualitas tinggi serta sebagai pendampingnya adalah sup dari bagian lobster yang tersisa. Rasa gurih menyeruak dari kedua penutup tadi. Fantastis!

Untuk dessert-nya tentu telah dipersiapkan banana flambé yang legendaris. Dengan teknik memasak unik dan pisang yang dibubuhi kayu manis serta es krim vanilla, rasanya pengalaman hari itu lengkap sudah serta penuh dengan kesan manis. Pelayanan prima, hasil memasak yang nyaris sempurna, serta suasana yang nyaman dan indah memang mampu mencuri hati siapapun yang datang ke Kahyangan. Bahkan konon banyak sekali para tokoh terkenal dari selebritis hingga para pembesar sering berkunjung ke Kahyangan untuk mencari suasana tenang serta tentunya keinginan mencicipi makanan yang luar biasa. Sungguh layaknya seperti berkunjung ke negeri idaman dari tepian langit nun jauh di atas sana!

Dengan bahan-bahan yang telah disebutkan saja bisa disimpulkan bahwa Kahyangan memang mencari kualitas terbaik dari bahan-bahan yang didapat dari seluruh penjuru bumi. Mungkin alangkah baiknya ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk suatu waktu dapat berkontribusi dalam memajukan hasil produksi dalam negeri kita sehingga bisa lebih bersaing secara kualitas serta dapat memenuhi juga kebutuhan semua lapisan masyarakat. Jujur saja bahwa pengalaman dari Kahyangan yang membahagiakan ini telah membawa tingkat apresiasi saya terhadap makanan dan kualitasnya menuju jenjang yang lebih tinggi lagi.

———-

KAHYANGAN (Teppanyaki)

Halal-friendly (please check if there’s any alcohol on the ingredients used for cooking and please note that alcohol is also served as beverage here)

Some menu are suitable for vegetarians

Address: Wisma Nusantara 28th fl., Jl. MH Thamrin, Jakarta

Opening Hours: Daily 11.30 am – 2.30 pm & 6 pm – 10 pm

RSVP: 021 – 3190 7012

BB Pin: N/A

Email: N/A

Website: http://www.pullmanhotels.com/gb/hotel-8491-pullman-jakarta-indonesia-formerly-hotel-nikko-jakarta-/restaurant.shtml

Facebook: N/A

Twitter: N/A

Atmosphere: The sky high shabu-shabu and teppanyaki fancy restaurant with fantastic view of Bundaran HI and Jakarta!

Ambiance: Pristine with relaxing classic Chinese tunes. Wait.. What?

Service: Full of patience and precision.

Pricing: Around IDR 2,000,000 – IDR 3,500,000 for two

———-

Pictures courtesy of Pullman Hotel Thamrin & Kahyangan Restaurant

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s