Restaurant Review: Downtown Bistro (Kabare, July 2012) [CLOSED]

Kiprah Penuh Kreasi ala Downtown Bistro

http://kabaremagazine.com/2012/07/kiprah-penuh-kreasi-ala-downtown-bistro/

Bagaimanakah bila beberapa mahasiswa kreatif dan passionate bersama-sama mewujudkan impian dari pengalaman kuliah di mancanegara? Hasilnya, sebuah restoran baru dengan nama Downtown Bistro yang digarap berdasarkan idealisme dari keempat pemiliknya serta tercermin jelas dari penampilannya yang klasik dan makanan yang lezat.

Meskipun menempati sebuah gedung perkantoran lama, namun tidak dapat disangkal nilai strategis letak Downtown Bistro ini bagaikan ladang emas. Bayangkan saja penempatan brilian Landmark Building, tempat dimana bistro ini berada, begitu dekat dengan dua jalan utama yaitu Sudirman dan Kuningan serta ditopang oleh beberapa jalur arteri, jalur Transjakarta, serta stasiun KRL Sudirman.

Dengan berbekal pengalaman kuliah di Amerika Serikat, Monico Lim dan kawan-kawan membangun sebuah restoran yang tidak hanya menekankan rasa makanan atau minuman saja namun juga menerjemahkan kultur Amerika dan menyampaikannya secara utuh dan indah. Terlihat jelas pada kedatangan saya malam itu bahwa Downtown Bistro tidak didesain secara asal-asalan. Segala sesuatunya dirancang dan dipesan secara khusus. Mengenai ini Monico khusus mencatat, ‘Kita ingin menampilkan gaya restoran Amerika di era 1960an’, dan seolah pikiran saya melayang teringat pada sinetron Amerika berjudul Mad Men dan betapa classy-nya masa itu.

Downtown Bistro menyajikan penampilan layaknya perpustakaan dengan pencahayaan temaram serta begitu banyak cermin kehitaman yang seolah tua karena waktu terpasang di seluruh langit-langitnya. Selain kursi meja dan sofa café yang didesain khusus dan membuat nyaman, Downtown Bistro juga menampilkan meja-meja panjang ala perpustakaan klasik yang dilengkapi dengan lampu serta soket listrik khusus untuk memanjakan pelanggannya yang notabene gemar berinteraksi di dunia maya. Langsung saja terbayang nyamannya bekerja selepas waktu brunch setelah menikmati berbagai sajian big breakfast ala Barat yang tersedia di sini, yang ditemani secangkir kopi dari mesin La Marzocco yang berkelas serta hembusan angin sepoi-sepoi dari terasnya yang luas nan cantik.

Perkara memilih musik yang diputar juga bukan sembarang hal bagi Downtown Bistro. Ada masa santai ketika mereka memutar lagu-lagu jazz klasik untuk pagi dan siang hari namun ketika kegelapan menyelimuti bumi, Downtown Bistro langsung mengubahnya menjadi suasana yang upbeat namun tetap hangat dengan playlist berisi lagu-lagu beraliran deep house atau nu-jazz. Dengan latar belakang ini saja sudah cukup untuk menilai bagaimana Downtown Bistro menyulap sebuah sudut dari gedung perkantoran tua ini menjadi sebuah café yang nyaman sekaligus menawan.

New York Breakfast

Lalu bagaimanakah cerita perjamuan makannnya? Sungguh luar biasa!

Dimulai dari semangkuk mushroom sauce dengan kegurihan yang pas dan tekstur yang velvety dilengkapi aroma dan ketajaman khas dari truffle oil. Lalu dilanjutkan dengan kepiawaian dan paduan mengejutkan dari racikan pesto segar dan escargot dengan pasta jenis linguine. Itu saja sudah sedemikian menggoda untuk ukuran hidangan pembuka.

George Sandwich

Namun jangan sampai melewatkan spesialisasi dari Downtown Bistro berupa panganan khas Barat seperti turkey sandwich yang dilumuri saus cranberry serta didampingi coleslaw segar dan French fries berbumbu untuk sebuah kudapan yang casual. Selain itu berbagai hidangan dengan imbuhan ‘George’ juga sangat layak untuk diperhatikan seksama. Monico kembali berujar bahwa, ‘Kami menggunaan kata George untuk makanan andalan kami. Tentunya ini berasal dari kata George Washington yang dianggap sebagai nama besar di Amerika sana’.

The George Steak

Tentunya itu berlaku bagi hidangan utama George steak berupa daging sapi panggang dengan temperatur medium yang berpadu nikmat dalam setiap kunyahannya yang rasanya tanpa sauspun sudah sangat menggiurkan. Uniknya Downtown Bistro menggunakan saus balsamic reduction yang ditambah rasa manis dari kecap sebagai sausnya. Untuk penutupnya tentu tiada lain adalah George pie yg terbuat dari apel. Bayangkan sebuah potongan besar yang bisa dinikmati berdua dengan pasangan anda ditambah dengan rasa manis dari es krim vanilla.

The George Pie

Ternyata perjalanan dari awal hingga akhir saja sudah begitu menggelora tetapi Downtown Bistro ternyata masih menyimpan banyak kejutan. Pertama adalah beragamnya menu breakfast dan brunch khas Barat dengan ciri khas berbeda. Misalnya menu New York breakfast yang terdiri dari dua egg Benedict, bacon, rosti, dan tomat serta jamur atau varian ala Paris dengan French toast lembut dan wangi dari kayu manis bersama maple syrup serta buah-buahan dan bacon. Jangan lupa untuk bertualang dengan menu makan pagi ala London serta Frankfurt juga di sini.

Sticky Toffee Date Pudding

Tren menikmati kopi juga menjadi satu hal yang tidak luput menjadi peluang bisnis bagi Downtown Bistro. Mengingatkan saya dengan counter kopi di Monolog Coffee Plaza Senayan, Downtown Bistro juga berinvestasi untuk menciptakan hal serupa. Dengan mengandalkan para pengunjungnya yang rata-rata adalah pekerja kerah putih yang sibuk, maka Downtown Bistro tidak lupa menyiapkan kemasan untuk take away. Namun yang perlu dicatat adalah rasa kopi yang tersedia di sini justru terasa masam ketimbang rasa pahit yang menjadi ciri khas kesukaan orang Indonesia.

Sungguh Downtown Bistro sudah memunculkan dirinya sebagai one stop dining place yang tangguh. Tidak hanya para anak muda ini berusaha untuk tampil idealis dan perfeksionis, mereka juga mencoba untuk memahami selera dan keinginan para penikmat makanan serta kopi di Jakarta dengan mempersembahkan sesuatu yang baru sekaligus idealis. Dengan modal besar dari segi materi maupun non-materi, tentu saya berharap banyak dengan konsistensi dari Downtown Bistro hingga jauh lama ke depannya. Tapi yang dapat dipastikan, saya akan segera kembali menikmati apa yang sudah saya cita-citakan sebagai quality time saya di sana. Makan pagi yang nikmat, secangkir kopi hangat, dan percakapan seru dengan keluarga serta teman-teman terdekat.

———-

DOWNTOWN BISTRO

Halal-friendly (some of the menu contains pork and many beverages comprise of liquors)

Some menu suitable for vegetarians

Address: Landmark Building, Jl. Jend. Sudirman No. 1, Jakarta

Opening Hours: Daily 7 am – 11 pm (will open for weekends after June 23, 2012)

RSVP: 0821.1000.3000

BB Pin: N/A

Email: info@downtownjkt.com

Website: http://downtownjkt.com

Facebook: Downtown Bistro

Twitter: @downtownjkt

Atmosphere: A glimpse of life from Mad Men era, with classic library interior and cool gimmicks from St. Louis collection of Hermes and a surprise in the toilet.

Ambiance: Jazzy baby jazzy!

Service: Helpful while the owners are also around, so you can pretty much complain should anything happens.

Pricing: Around IDR 200,000 – IDR 300,000 for two

———-

Featured in Kabare (July 2012)

Pictures courtesy of Downtown Bistro

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s