Restaurant Review: Moe’s Place

Penampilan sebuah ruko baru di pertigaan bilangan Kemang Selatan dan Benda tampak terlihat segar serta menarik. Beberapa pertokoan serta café dan restoran dibuka hanya dalam waktu sekejap saja. Salah satunya adalah Moe’s Place yang menempati sudut terbesar dan tampil sebagai sebuah steakhouse.

Waktu makan telah lewat pada siang hari itu tetapi jelas terlihat bahwa Moe’s Place tengah sepi pengunjung. Selain satu pasangan yang tengah bergantian mengasuh buah hati mereka sembari menikmati hidangannya, hanya saya yang kebetulan berada di sana. Moe’s Place terlihat cukup nyaman dengan space yang cukup luas memanjang, memiliki dua lantai, serta balkon yang menampung cukup banyak pengunjung yang ingin menikmati suasana outdoor Kemang.

Photo by: gogirlmagz.com

Pelayanan juga cukup sigap dan informatif tentang menu-menu yang perlu dijelaskan, apalagi saat itu terdapat beberapa pengunjung bule dan tampak kesiapan dalam menangani mereka dalam bahasa asing. Beruntung di setiap hidangan terdapat deskripsi cukup jelas tetapi yang menjadi masalah adalah harga yang terbilang mahal dibandingkan para pesaing lokal lainnya di berbagai belahan lain di Jakarta.

Dari yang dikira merupakan sebuah steakhouse ternyata Moe’s Place lebih memilih untuk berkonsentrasi hanya di bagian ribs saja. Yang menjadi fokus tentunya adalah rib steak, rib eye dan khusus untuk baby back ribs tersedia dari daging babi. Rib steak yang saya pilih ternyata terdiri dari dua daging panjang yang masih terdapat tiga tulang berbentuk oval di antaranya. Sudah merupakan hobi bagi saya untuk menikmati hingga tetes terakhir di sekitar tulangnya apalagi bila daging yang tersaji terasa empuk ataupun setidaknya juicy.

Photo by: gogirlmagz.com

Sayang namun bagi ribs yang saya coba waktu itu. Moe’s Place harus diakui memiliki saus BBQ yang sangat nikmat, rasa asam gurihnya menggoda saya untuk meminta porsi saus tambahan. Namun sialnya daging US prime ribs yang ditawarkan masih banyak terdapat sisi alotnya. Meskipun terhibur dengan sausnya tetapi sungguh sayang dengan harga yang saat itu dibanderol IDR 180,000 setiap porsinya seperti tidak memenuhi ekspektasi. Pendampingnya saja adalah seonggok jagung dan kentang yang untungnya sudah diberi bumbu dengan baik.

Sebagai pelipur lara untungnya fettuccine dengan saus marinara dan jamur mampu membantu dan setidaknya mengenyangkan. Kekecewaan dari daging tadi bisa terbayar dengan satu porsi pasta yang sangat creamy dan sinful ini. Untung saja karena sedikit saja lebih banyak porsinya, malahan rasa eneg yang datang merajai.

Pada kondisi jalanan di Kemang akhir pekan yang ramai dan tampak bertujuan memadati berbagai tempat makan atau café di sekitar sana ternyata Moe’s Place hanya akan dipadati ketika malam tiba. Itupun tidak full house. Kontras dengan para pesaingnya yang penuh di setiap saat, mungkin karena pertimbangan harga dan keseluruhan yang tidak seimbanglah yang membuatnya masih sepi meskipun baru saja lewat jam makan. So if they want to be consider a populist, banyak pekerjaan rumah yang harus mereka kerjakan selain dengan hanya bermodalkan tempat yang cukup nyaman dan bercahaya ini.

———-

MOE’S PLACE

Rating: **

Halal-friendly (imported beef and some of the dishes contain pork)

Unsuitable for vegans

Address: Jl. Benda Raya 1B, Jakarta

Opening Hours: 11 am – 11 pm (weekdays), 11 am – 12 am (weekend)

RSVP: 021 – 713 55555

BB Pin: N/A

Email: office@moes-ribs.com

Website: http://moes-ribs.com

Facebook: N/A

Twitter: N/A

Atmosphere: The sun shines through the windows yet still maintains the certain degree of coziness inside. Even though well camouflaged, the wallpaper should be replaced with real bricks.

Ambiance: Jazzy and laid back even though in dining hours.

Service: Swift and helpful. Some staffs are also accustomed with foreigners, who frequently visit or reside around Kemang.

Pricing: Around IDR 300,000 – IDR 500,000 for two

———-

Pictures by http://gogirlmagz.com