The Haute Cuisine Experience: Pengalaman Bersantap Hidangan a la Michelin-starred Chef (Kabare, May 2012)

Pengalaman Bersantap Hidangan a la Michelin-starred Chef

http://kabaremagazine.com/2012/05/pengalaman-bersntap-hidangan-ala-michelin-starred-chef/

—–

Dewasa ini merupakan era dimana makanan tidak lagi hanya sebagai fungsi mendasar untuk memertahankan hidup. Makanan telah menjadi sebuah komoditas yang menarik dari berbagai sudut pandang.

Begitu banyaknya sudut pandang yang bisa terealisasi. Ada yang mengapresiasikan makanan dengan menciptakan sesuatu yang baru, berburu mencari panganan unik hingga ke pelosok, berbagi kebahagiaan tersebut melalui jejaring social media, atau bahkan sekadar menjadi perbincangan hangat di antara rekan maupun keluarga.

Khususnya di berbagai tempat seperti Jakarta, Bandung, dan Bali, perkembangan ranah kuliner telah mengalami kemajuan pesat berkat pengaruh dari dalam maupun luar negeri. Imbasnya mengarah ke perkembangan kuliner lokal yang semakin menarik dan menyerap para konseptor lokal yang kreatif maupun tenaga kerja asing atau mudahnya dapat kita lihat berbagai pemunculan fast food chain yang jarang ditemukan bahkan di negara-negara tetangga kita.

Salah satu pencapaian menarik di samping itu semua adalah program ambisius dari Mandarin Oriental Hotel Jakarta (MOHJ) yang mengundang berbagai chef yang memiliki predikat Michelin star untuk restorannya. Pencapaian Michelin star sendiri merupakan salah satu aspirasi tertinggi para chef karena persyaratannya yang begitu rumit dan membutuhkan modal, ketekunan, dan keterampilan tinggi untuk memenuhinya.

The passion

Terhitung sejak tahun lalu, MOHJ telah mengundang beberapa chef handal asal Perancis yang telah mendapatkan Michelin star seperti Chef Nicolas Isnard, Chef Fabien Lefebvre, dan Chef Jerome Laurent.

Kebanyakan dari para chef sejenis ini telah belajar memasak dan berkecimpung di karirnya sejak sangat dini. Selain itu mereka juga biasanya pernah bekerja untuk berbagai restoran dan hotel ternama di bawah bimbingan para chef yang pastinya memiliki predikat Michelin star juga. Selanjutnya mereka mencari peluang dengan membuka usaha sendiri atau menjadi executive chef bagi restoran tertetu. Berangkat dari passion, mereka akhirnya mendapatkan apa yang mereka cari.

Hal ini membuat apa yang mereka masak menjadi sesuatu yang detil dan rumit namun kreatif dan penuh petualangan. Di sinilah dibutuhkan apresiasi tinggi dari para penikmatnya akan apa yang telah mereka capai dan kerjakan. Lebih mudahnya kita percayakan apa yang mereka masak dan kita nikmati apa adanya karena segala sesuatunya telah ‘dijamin’ mencapai tingkat kesempurnaan.

Masakan Perancis dengan tema fine dining seperti ini biasanya terdiri dari beberapa tahapan yang dimulai tentunya dari appetizer, main course, hingga dessert. Dengan pengaruh terbuka dari belahan dunia manapun, kini masakan Perancis semakin berani untuk menyatukan berbagai konsep masakan khususnya dari Timur Tengah dan Asia.

The masterpiece

Tahun 2012 ini dibuka dengan kehadiran kembali Chef Nicolas Isnard berkat animo yang tinggi dari para pecinta kuliner Jakarta dan beliau membawakan beberapa menu baru yang telah dinanti-nantikan.

Tuna Pizza

Sebagai pembuka, Chef Nicolas merancang sebuah amuse bouche atau hidangan pembuka rahasia yang merupakan inkarnasi dari tuna pizza. Hidangan ini terdiri dari ikan tuna yang dimasak secara unilateral yaitu ikan yang dimasak tiga perempat matang di satu sisi serta hanya seperempat matang di sisi sebaliknya. Didampingi tomato concasse dan berbagai macam saus seperti pesto, balsamic vinegar, dan saus hijau yang terbuat dari rocket, olive, dan lemon menjadikan hidangan pembuka ini begitu segar dan begitu berwarna.

Chef Nicolas yang menjadikan rasa masam sebagai rasa favoritnya, semakin jelas menuangkan ciri khasnya ini pada hidangan-hidangan berikutnya. Yaitu hati angsa atau foie gras yang dimana Chef Nicolas bereksperimen dengan mendampinginya bersama sayur-sayuran serta dijadikan semacam sop. Berbagai sayur seperti wortel, asparagus, daun bawang, bahkan jeruk digabungkan dengan kuah bening berkaldu dengan sumsum. Selain memang foie gras yang pastinya nikmat, Chef Nicolas menambah rasa asam segar dengan menempatkan racikan parsnip dan lemon di ujung mangkuk agar menyatu bersama kuahnya ketika dituangkan. Sungguh ide yang menarik dan menyegarkan!

Foie Gras Pot Au Feu

Untuk hidangan utama Chef Nicolas pertama menyajikan ikan cod dari samudera Atlantik yang dimasak secara unilateral lalu kemudian dipanggang. Di sinilah Chef Nicolas memasukkan pengaruh dari Asia berupa saus yang terbuat dari daun sereh dan dipadukan dengan puree terbuat dari hummus yang merupakan ciri khas Timur Tengah dan Afrika Utara. Untuk mendapatkan rasa masam Chef Nicolas memergunakan buah kumquat serta cherry tomato.

Passion/Milky

Main course yang terakhir adalah berupa steak daging sapi bagian tenderloin yang dipotong seperti dadu besar dan diberikan saus BBQ yang asam, manis, sekaligus gurih. Pendampingnya merupakan duet yang tidak lazim antara sayur artichoke dengan pasta berjenis gnocchi. Meskipun terlihat sederhana, tapi kedua masakan ini memiliki tekstur rasa yang bertingkat dan kompleks namun tetap nikmat ketika disantap.

Sebagai perpisahan, hidangan penutupnya adalah krim yang terbuat dari buah markisa yang dipadukan dengan berbagai jenis coklat seperti milk chocolate, Jivara ganache serta emulsi coklat sebagai sausnya. Dengan penampilan cantik yang dihiasi golden leaf serta karamel, dessert ini menjadi penutup manis yang tidak terlupakan.

The applause

Bahkan tulisan sendiripun dapat begitu berbunga-bunga serta terangkai indah demi menceritakan sebuah pengalaman mengesankan sebagai hasil impresi atas makanan yang begitu nikmat. Sudah saatnya kita meredefinisikan kembali apresiasi bahwa makanan tidaklah harus berporsi besar dan mengenyangkan tetapi menjadi sebuah bentuk keindahan yang dapat dinikmati semua indera kita.

Kehadiran kualitas seperti ini akan semakin banyak di masa mendatang dan bukan tidak mungkin bisa jadi Indonesia menjadi ibukota kuliner yang lebih maju dan terprogram. Sungguh pencapaian yang tidak mudah apalagi untuk mencapai penghargaan Michelin star. Mungkin yang termudah dicapai adalah pembentukan pribadi kita sebagai penikmat makanan yang memiliki apresiasi tinggi dan senantiasa mendukung majunya perbendaharaan kuliner lokal Indonesia.

————

Featured in KABARE (May 2012)

Pictures courtesy of Mandarin Oriental Hotel Jakarta

Advertisements

2 thoughts on “The Haute Cuisine Experience: Pengalaman Bersantap Hidangan a la Michelin-starred Chef (Kabare, May 2012)”

    1. Ini emg daring juga krn ga lazim bgt foie gras dikuahin. Seingat saya ga amis dan menarik untuk disantap. Hanya aja kadar kegurihan consomme-nya bukan standar lidah orang Indonesia. Hehe..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s