Jakarta Food Bloggers (Hang Out Jakarta, March 2012)

Food nowadays is not only restricted for basic needs but as a medium for sharing and celebration! Berikut HOJ menampilkan beberapa food bloggers dari Jakarta yang sangat berdedikasi pada passion mereka dalam membagi pengalaman pesiar kuliner mereka. Here’s some of their stories behind their passion.

—–

Ingredients of Life (Febee & Ichil)

Website: http://ioflife.com

Siapapun yang pernah berkecimpung di Jalansutera pasti mengasah hobinya dengan bersama-sama mengunjungi berbagai tempat makan baru and sharing the story among others di milis maupun blog. Febee yang senang menulis pada satu waktu menggaet Ichil yang ahli dalam fotografi untuk membentuk blog Ingredients of Life atau biasa dikenal sebagai IOFLIFE.

Selain icip-icip, Febee dan Ichil juga senang memasak sehingga blognya tidak terbatas pada kegiatan hunting tempat makan saja. Namun kegiatan hunting ini bagi mereka sesuatu yang sangat religius dimana kalau perlu mereka menunggu hingga tengah malam untuk mencicipi gudeg yang hanya berjualan tengah malam di Yogya atau keluar masuk gang di Gianyar demi mencicipi klepon yang konon terenak di dunia.

Petualangan duet yang berprofesi di dunia IT ini juga terinspirasi untuk mempromosikan kuliner tradisional Indonesia yang begitu kaya. Untuk ini Febee mengamininya dengan berkata, ‘Rasanya malu bila orang Indonesia lebih kenal eggnog ketimbang teh talua. Kalau bukan kita yang melestarikan, lantas siapa lagi?’.

—–

Jenzcorner (Jeny)

Website: http://jenzcorner.net

Berangkat dari hobi berburu tempat-tempat makan baru hingga ke pasar-pasar tradisional yang notabene menyajikan makanan otentik dan murah meriah bersama komunitas Jalansutera, Jeny memulai blogging sejak tahun 2003 hingga kini. Dahulunya bermodalkan kamera digital 2 megapixels saja sekarang Jeny selalu membawa kamera DSLR kemanapun ia beranjak untuk bertualang.

Ditambah dengan keahlian orisinilnya sebagai web designer, kini Jeny berkesempatan untuk mengerjakan pembuatan website berbagai pemilik usaha makanan serta restoran. Selain itu hobinya dalam fotografi kerap menghasilkan tawaran untuk berbagai kegiatan yang berhubungan dengan food photography dan terakhir mendapat tawaran dari majalah Esquire untuk gourmet edition-nya.

—–

Selby’s Food Corner (Selba)

Website: http://selbyfood.blogspot.com

Selba sebagai food blogger senior begitu sarat pengalaman berbagi kebahagiaan tentang makanan kepada semua orang. Keunikan dari website-nya yang paling memorable adalah menyajikan step by step pembuatan makanan Indonesia tradisional yang biasa kita temui di gerobak-gerobak kaki lima. Dengan penyampaian sederhana namun sarat makna di blognya ternyata banyak menarik perhatian berbagai media untuk mengajaknya bekerja sama menjadi narasumber.

Beberapa di antaranya adalah wawancara dengan jurnalis CNN, bintang tamu di acara The Maverick Chef bersama Chef Alvin Leung, narasumber World Café Asia ketika syuting di Jakarta yang disiarkan TLC serta mendapat feature dari Wall Street Journal Asia.

—–

The Gastronomy Aficionado (Rian)

Website: http://gastronomy-aficionado.com

Berangkat dari kecintaaannya terhadap makanan dan passion-nya dalam dunia tulis menulis, Rian melangkahkan dirinya dari hanya menuliskan review singkat di blog Friendster-nya dulu hingga kini memiliki blog sendiri sebagai tempat menuangkan segala aspirasi dan apresiasinya.

Usahanya yang konsisten ini membuahkan banyak kerja sama dalam bidang jurnalistik dengan berbagai media cetak pada umumnya. Selain pernah menjadi kontributor tetap di Aquila Asia dan Time Out Jakarta, kini ia mencurahkan semangatnya untuk mengembangkan food section di Hang Out Jakarta.

Pengalamannya yang paling mengesankan baginya adalah ketika Morning Calm, in-flight magazine Korean Air, mengajaknya bekerja sama untuk pembuatan artikel mengenai martabak di Jakarta. Ternyata petualangannya mengubek Jakarta demi menemukan gerai-gerai martabak terbaik dan merunut sejarah serta resepnya membawanya menuju kesadaran bahwa begitu banyak yang bisa dieksplorasi, dinikmati dan diekspresikan dari makanan!

—–

Wanderbites (Ruby)

Website: http://wanderbites.com

Meskipun memulai kecintaannya pada makanan secara iseng-iseng, Ruby justru terinspirasi oleh rekan-rekan blogger­ yang dengan mahirnya berbagi soal pengetahuan makanan pada acara Jakarta Culinary Festival beberapa tahun silam. Tak lama kemudian Ruby mulai mencicil kamera DSLR dan menantang produktivitasnya dengan secara rutin mencoba tempat makan baru setiap minggu.

Pelan-pelan passion Ruby yang ia tekuni dengan penuh semangat mendatangkan banyak hasil menarik seperti kerja sama pemotretan dengan LivingEtc dan Monolog Coffee, lalu pertemuannya dengan juri MasterChef Indonesia yaitu Chef Rinrin Marinka untuk pemotretan sebuah artikel di Go Girl Magazine.

Ambisinya adalah menyamakan Wanderbites dengan Donna Hay dari Australia dan mempersembahkan karya-karya yang mengusung kuliner Indonesia dengan kemasan yang modern, seru, dan bisa dinikmati kaum muda di Indonesia.

—–

Selain itu masih banyak food bloggers yang turut meramaikan jagat apresiasi kuliner dengan blog-blognya yang colorful dan seru.

  1. Anak Jajan – http://anakjajan.wordpress.com
  2. Ah, Mashita! – http://umee.posterous.com
  3. Chubby Blog – http://visit-sheilla.blogspot.com
  4. Culinary Bonanza – http://culinarybonanza.blogspot.com
  5. Experiences of a Big Hot Tummy – http://yummyfordummy.blogspot.com
  6. Faith Hope Love – http://melbudiman.tumblr.com
  7. Good Food Good Life – http://goodfoodgoodlife.wordpress.com
  8. Lolo Appetite – http://lolo-appetite.blogspot.com
  9. My Journal, My Life – http://urukyu.wordpress.com
  10. The Yummy Traveler – http://natashavl.blogspot.com

So that’s how far they can be inspired from food! Apresiasi yang kontinyu ini kelak akan mengarahkan mereka ke suatu ranah yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Apakah kelak mereka akan mengerucut menjadi para ahli masak, penulis, fotografer, atau hal-hal inspiratif lainnya? Dengan Jakarta yang berkembang terus setiap saat dan mendorong segala jenis kemajuan, hal-hal tersebut tentu sangatlah mungkin bisa terjadi bagi mereka.

-Featured in HANG OUT JAKARTA March 2012 edition- (edited)

Advertisements

Restaurant Review: Yamagoya Ramen (Hang Out Jakarta, March 2012)

Akhirnya penantang baru dari Kyushu telah tiba! Otentik dan memang sejatinya membatasi dirinya dengan menu-menu tradisional saja, Yamagoya Ramen kini menerjang Jakarta dengan kecepatan penuh!

Pertama berjumpa, betapa mengejutkan mendapati Yamagoya dalam keadaan full house mengingat letaknya yang berada di gedung perkantoran dan saat itu adalah weekend!

Meskipun demikian di suasana restoran yang terbilang cukup sempit dan berisik ini tampak saya cukup puas dengan melihat apa yang mereka sajikan. Line up menu konservatif yang benar-benar fokus hanya menyediakan berbagai variasi ramen tradisional dan aksesorisnya.

Sesuai dengan sejatinya, tipikal ramen khas Kyushu di Yamagoya Ramen menggunakan kuah tonkotsu atau mengandung babi. Meskipun demikian, selalu ada alternatif kuah ayam meskipun pilihannya menunya terbatas. Kisaran harga Rp. 50,000an sebetulnya cukup murah mengingat proses dalam pembuatan ramen membutuhkan waktu untuk mencapai kekuatan rasa yang prima khususnya dari bagian kuah.

Seaweed Ramen

Ramen dengan ekstra rumput laut kering yang menjadi pilihan malam itu. Meskipun datangnya ramen cukup lama tapi rasanya senang melihat topping yang begitu lengkap dan orisinil. Setengah telur rebus, cha siu, rumput laut basah, potongan daun bawang yang berlimpah dan lembaran rumput laut kering yang semuanya tampak menggoda. Tidak ada potongan wortel atau jagung yang terasa palsu di sana.

Langsung saja saya menggali dan menyeruput ramen tersebut keras-keras seperti layaknya orang Jepang!

Namun sayang apa yang saya harapkan tidak sepenuhnya tercapai. Sang kuah yang menjadi nyawa justru terasa agak dingin meskipun dengan tingkat kegurihan yang cukup memadai. Beruntung bahan-bahan lain dengan luar biasa mampu menjadikan keseluruhan hidangan ini begitu padu dan tetap menggoda.

Mulailah dari daging cha siu yang begitu lembut, lumer di mulut, dan dengan rasa lezat yang tidak ingin saya sia-siakan setiap jengkalnya. Perpaduannya dengan rekan-rekannya yang lain membuat setiap suapnya begitu laju dan berarti. Hampir saja saya meminta tambahan mie untuk menyelesaikan kuahnya hingga tuntas tapi saya memilih tumisan sayur sebagai pendamping yang sehat.

Stir Fried Vegetables

Sungguh senang begitu merasakan tumisan tersebut begitu sedap dan begitu padu campuran rasa asin serta manisnya. Meskipun hanya kol, wortel, bawang, dan tauge tapi kekuatannya berada pada rasa kecap khas yang menjadi campuran saat menumisnya. You gotta try that one!

Kesimpulannya adalah kedatangan Yamagoya Ramen sungguhlah menjanjikan. Meski sayang faktor pengurangnya adalah kuah yang semestinya bisa lebih prima lagi tersajinya. Terlepas dari itu, rasanya masih saja terbayang-bayang untuk kembali lagi di lain kesempatan dan tentu saya tidak akan lupa akan memesan ekstra mie dan cha siu! I’ll be back!

———-

YAMAGOYA RAMEN

Rating: ***

Halal-friendly (menu dominated with pork but alternatives are available)

Unsuitable for vegetarians

Address: Thamrin Nine, B1, Jl. MH Thamrin No. 10, Jakarta Pusat 10230

Opening Hours: 10 am – 10 pm

RSVP: 021 -3190 8018

BB Pin: N/A

Email: N/A

Website: N/A

Facebook: YamagoyaRamenIndonesia

Twitter: @yamagoyaramen

Atmosphere: Reminds me of Yoshinoya but a lot cramped and doesn’t have stools at the ramen bar.

Ambiance: Full of laughs and other annoying noise. Well, what to expect?

Service: I have no quarrels.

Pricing: Around IDR 100,000 – IDR 150,000 for two

———-

-Featured in HANG OUT JAKARTA March 2012 edition-

Pictures courtesy of Yamagoya Ramen

Flavor Updates: Summer Berry Pudding (Kafe Pinang, Hotel Kristal, Jakarta) (Hang Out Jakarta, January 2012)

Summer Berry Pudding (Photo by: The Saucy Chef)

Hotel Kristal dan restoran internasionalnya Kafe Pinang adalah nama-nama yang sudah tidak asing lagi di kawasan Jakarta Selatan dengan segala hustle and bustle-nya. Untuk 2012, Hotel Kristal memperkenalkan dessert baru yang menyegarkan sebagai penutup pengalaman makan anda bersama keluarga anda di Kafe Pinang.

Dengan nama Summer Berry Pudding, dessert baru ini bertemakan rasa asam segar dan juga memiliki beberapa tingkat rasa. Pastry Chef Litha Liezwarie yang baru saja mendapatkan predikat Top 10 Fonterra Pastry Challenge 2011 adalah sang penemu dari dessert ini dan Chef Litha mengandalkan beberapa jenis wild berries dan strawberry sebagai sumber kesegarannya dari Summer Berry Pudding ini.

Selain rasa buah-buahan, Chef Litha menggunakan roti untuk membalut adonan yang terdiri dari buah-buahan tersebut serta berbagai rempah sebelum dibekukan. Hasilnya adalah warna ungu gelap dan ketika mencobanya akan terasa juga berbagai rempah seperti kayu manis dan cengkeh di dalamnya. Untuk menyeimbangkan itu semua tersedia juga rasa tawar dari keju Mascarpone dan rasa manis dari almond tuile sebagai pendamping sang pudding. Semuanya menyatu menjadi rasa yang tidak membosankan dan tetap segar juga berkelas.

Dessert ini tersedia ala carte dan dibanderol dengan harga IDR 40,000++. Jangan lewatkan selagi musimnya namun juga jangan khawatir karena Hotel Kristal pasti akan selalu menghadirkan kreasi-kreasi terbarunya yang lezat dan berkualitas.

-Featured in HANG OUT JAKARTA January 2012 edition-

Photo courtesy of The Saucy Chef (the picture is meant only as a depiction of how the dish looks like)