Culinary Events April 2012

Easters Carrot Cake - small

=====

APRIL 2012

=====

NEW EVENTS

PULLMAN JAKARTA CENTRAL PARK APRIL F&B PROMOTIONS 

VENUE: BUNK (Ground Floor)

Opening Hours:  

Mon-Wed 07.00 am – 12.00 pm // Thu-Sun 07.00 am – 01.00 am

Smoothies & Berry Cake Promotion

A superbly delicious berry cake is now available! Grab a slice or two or even a whole cake of this mouthwatering delicacy that will surely satisfy your sweet tooth. Choose your own favorite fruits for the smoothies and welcome the summer!

Price Rp. 78.000++

Vinoteca Promotion

Enjoy the best from Chile: Errazuris Estate, Merlot, or Curico Valley.

Price Rp. 580.000++/ bottle and get a tapas platter for free!

– 

Happy Hours (available from 06.00 pm – 09.00 pm)

‘Recover’ yourself  with the legendary potion of Bloody Mary after your long Saturday Night fever!

Price Rp. 118.000++/ 2 glasses and get one free!

Beer & Tapas Promotions

Get your buddies, come enjoy Bunk’s tapas platter and get a free cold beer!

Price at Rp. 198.000++ (including 2 tapas platter)

Available from 06.00 pm – 09.00 pm

Further information: 021 – 29 2000 28 ext. 3001

===

THE FANTASTIC EASTER 

VENUE: LYON & CINNAMON - MANDARIN ORIENTAL, JAKARTA


Indulge yourself with enticing choices of French delicacies at Lyon for Easter Sunday brunch. Enjoy an ‘all-you-can-eat’ semi-buffet brunch experience including wide array of starters, antipasti, soup and live cooking stations, main course and desserts which prepared in an ‘a la minute’ cooking style. Available from IDR 388,000++.
While, Asian-style Easter will be the theme at Cinnamon. Choose from an extensive selection of sumptuous buffet brunch dishes including authentic Asian specialties. Easter brunch at Cinnamon restaurant is available from IDR 310,000++ for adults and IDR 179,000++ for children aged between 5 and 12 years old.
Last but not least, for sweet and chocolate lovers, Mandarin Oriental Cake Shop is the right place to visit. Choose between the Easter-themed American Chocolate Cake, the mouth-watering Easter Carrot Cake with cream cheese frosting or the sinful chocolate bunnies and Easter Eggs! Prices start at IDR 180,000++.
Further information / RSVP: 021 – 2993 8888

===

THE EGGS-TRAVAGANT EASTER 

VENUE: ASIA & LOBO – THE RITZ-CARLTON MEGA KUNINGAN, JAKARTA


Executive Chef Rudolf Blattler presents you a colorful array of Easter delicacies with the Bunny Brunch theme at Asia Restaurant. Enjoy exquisite dishes such as pan seared beef tenderloin with rosemary herb sauce or grilled salmon with barbeque or mushroom sauce. Available from IDR 388,000++ to IDR 538,000++ included wine.

For steak and Italian cuisine lovers, Lobo invites you for the extravagant Easter Martini Brunch. Enjoy the best of Chef Mariano’s barbeque duck, US prime sirloin, and US scallops. Available from IDR 428,000++ to IDR 548,000++ (included wine).

Further information / RSVP: 021 – 2551 8998

===

MADELEINEASTER DAY! 

VENUE: MADELEINE BISTRO, JAKARTA

Available only from April 1-8, 2012


Madeleine Bistro cordially invites you all to celebrate Easter together! Enjoy the limited time alluring dishes such as beef stroganoff, scallop potato and asparagus gratin, eggplants and feta cheese, orange basil marinated baby chicken, carrot orange cake, and many more!
Further information / RSVP: 021 – 7179 4538


===

SUNDAY’S COOK AFFAIR

VENUE: COQUELICOT LE BISTRO, JAKARTA

Available only on April 8, 2012 starting 10 am

SUNDAY’S COOKS AFFAIR is a feast of 10 cooks with different specialties and backgrounds. From culinary arts to pastry arts, both with one passion towards their love for food.
On this edition of COOKS AFFAIR, French cooking is on focus. As the mecca of gastronomy, French technique and style of cooking provide the main guidelines for any other regional cuisine to follow. Conjoined with the location at COQUELICOT LE BISTRO, the Parisian-style bistro at Jl. Puri Mutiara 3B, Jakarta Selatan, where the French ambience will be highlighted into this pop-up style event.

SUNDAY’S COOKS AFFAIR will bring in selections of pastries and dishes from crafty cooks of Chef Nation, the tongue-tingling ice cream from Ann’s Bakehouse, the twisty bites of from pandjalu.com, mouth-watering tarts from Dapur Cokelat’s pastry chef, cheesecakes of Thatiara Patisserie, signature eclairs from Serradella Patisserie, creations from Yuda Bustara and get the best of both worlds; entrée, pastries and desserts, specially tailored by Chef Nation.

Guests are welcome to come for the event, converse with the cooks, and share a meal with Coquelicot’s signature French dishes. So join in the fun and have an affair with your love for food in SUNDAY’S COOKS AFFAIR!

Further information:
>> Twitter : @CooksAffair
>> Phone: Adith at 0817 003 1801
>> Email: cooksaffair@gmail.com

=====

Pictures courtesy of respective establishments

Main Feature: Jakarta Food Bloggers

Food nowadays is not only restricted for basic needs but as a medium for sharing and celebration! Berikut HOJ menampilkan beberapa food bloggers dari Jakarta yang sangat berdedikasi pada passion mereka dalam membagi pengalaman pesiar kuliner mereka. Here’s some of their stories behind their passion.

—–

Ingredients of Life (Febee & Ichil)

Website: http://ioflife.com

Siapapun yang pernah berkecimpung di Jalansutera pasti mengasah hobinya dengan bersama-sama mengunjungi berbagai tempat makan baru and sharing the story among others di milis maupun blog. Febee yang senang menulis pada satu waktu menggaet Ichil yang ahli dalam fotografi untuk membentuk blog Ingredients of Life atau biasa dikenal sebagai IOFLIFE.

Selain icip-icip, Febee dan Ichil juga senang memasak sehingga blognya tidak terbatas pada kegiatan hunting tempat makan saja. Namun kegiatan hunting ini bagi mereka sesuatu yang sangat religius dimana kalau perlu mereka menunggu hingga tengah malam untuk mencicipi gudeg yang hanya berjualan tengah malam di Yogya atau keluar masuk gang di Gianyar demi mencicipi klepon yang konon terenak di dunia.

Petualangan duet yang berprofesi di dunia IT ini juga terinspirasi untuk mempromosikan kuliner tradisional Indonesia yang begitu kaya. Untuk ini Febee mengamininya dengan berkata, ‘Rasanya malu bila orang Indonesia lebih kenal eggnog ketimbang teh talua. Kalau bukan kita yang melestarikan, lantas siapa lagi?’.

—–

Jenzcorner (Jeny)

Website: http://jenzcorner.net

Berangkat dari hobi berburu tempat-tempat makan baru hingga ke pasar-pasar tradisional yang notabene menyajikan makanan otentik dan murah meriah bersama komunitas Jalansutera, Jeny memulai blogging sejak tahun 2003 hingga kini. Dahulunya bermodalkan kamera digital 2 megapixels saja sekarang Jeny selalu membawa kamera DSLR kemanapun ia beranjak untuk bertualang.

Ditambah dengan keahlian orisinilnya sebagai web designer, kini Jeny berkesempatan untuk mengerjakan pembuatan website berbagai pemilik usaha makanan serta restoran. Selain itu hobinya dalam fotografi kerap menghasilkan tawaran untuk berbagai kegiatan yang berhubungan dengan food photography dan terakhir mendapat tawaran dari majalah Esquire untuk gourmet edition-nya.

—–

Selby’s Food Corner (Selba)

Website: http://selbyfood.blogspot.com

Selba sebagai food blogger senior begitu sarat pengalaman berbagi kebahagiaan tentang makanan kepada semua orang. Keunikan dari website-nya yang paling memorable adalah menyajikan step by step pembuatan makanan Indonesia tradisional yang biasa kita temui di gerobak-gerobak kaki lima. Dengan penyampaian sederhana namun sarat makna di blognya ternyata banyak menarik perhatian berbagai media untuk mengajaknya bekerja sama menjadi narasumber.

Beberapa di antaranya adalah wawancara dengan jurnalis CNN, bintang tamu di acara The Maverick Chef bersama Chef Alvin Leung, narasumber World Café Asia ketika syuting di Jakarta yang disiarkan TLC serta mendapat feature dari Wall Street Journal Asia.

—–

The Gastronomy Aficionado (Rian)

Website: http://gastronomy-aficionado.com

Berangkat dari kecintaaannya terhadap makanan dan passion-nya dalam dunia tulis menulis, Rian melangkahkan dirinya dari hanya menuliskan review singkat di blog Friendster-nya dulu hingga kini memiliki blog sendiri sebagai tempat menuangkan segala aspirasi dan apresiasinya.

Usahanya yang konsisten ini membuahkan banyak kerja sama dalam bidang jurnalistik dengan berbagai media cetak pada umumnya. Selain pernah menjadi kontributor tetap di Aquila Asia dan Time Out Jakarta, kini ia mencurahkan semangatnya untuk mengembangkan food section di Hang Out Jakarta.

Pengalamannya yang paling mengesankan baginya adalah ketika Morning Calm, in-flight magazine Korean Air, mengajaknya bekerja sama untuk pembuatan artikel mengenai martabak di Jakarta. Ternyata petualangannya mengubek Jakarta demi menemukan gerai-gerai martabak terbaik dan merunut sejarah serta resepnya membawanya menuju kesadaran bahwa begitu banyak yang bisa dieksplorasi, dinikmati dan diekspresikan dari makanan!

—–

Wanderbites (Ruby)

Website: http://wanderbites.com

Meskipun memulai kecintaannya pada makanan secara iseng-iseng, Ruby justru terinspirasi oleh rekan-rekan blogger­ yang dengan mahirnya berbagi soal pengetahuan makanan pada acara Jakarta Culinary Festival beberapa tahun silam. Tak lama kemudian Ruby mulai mencicil kamera DSLR dan menantang produktivitasnya dengan secara rutin mencoba tempat makan baru setiap minggu.

Pelan-pelan passion Ruby yang ia tekuni dengan penuh semangat mendatangkan banyak hasil menarik seperti kerja sama pemotretan dengan LivingEtc dan Monolog Coffee, lalu pertemuannya dengan juri MasterChef Indonesia yaitu Chef Rinrin Marinka untuk pemotretan sebuah artikel di Go Girl Magazine.

Ambisinya adalah menyamakan Wanderbites dengan Donna Hay dari Australia dan mempersembahkan karya-karya yang mengusung kuliner Indonesia dengan kemasan yang modern, seru, dan bisa dinikmati kaum muda di Indonesia.

—–

Selain itu masih banyak food bloggers yang turut meramaikan jagat apresiasi kuliner dengan blog-blognya yang colorful dan seru.

  1. Anak Jajan – http://anakjajan.wordpress.com
  2. Ah, Mashita! – http://umee.posterous.com
  3. Chubby Blog – http://visit-sheilla.blogspot.com
  4. Culinary Bonanza – http://culinarybonanza.blogspot.com
  5. Experiences of a Big Hot Tummy – http://yummyfordummy.blogspot.com
  6. Faith Hope Love – http://melbudiman.tumblr.com
  7. Good Food Good Life – http://goodfoodgoodlife.wordpress.com
  8. Lolo Appetite – http://lolo-appetite.blogspot.com
  9. My Journal, My Life – http://urukyu.wordpress.com
  10. The Yummy Traveler – http://natashavl.blogspot.com

So that’s how far they can be inspired from food! Apresiasi yang kontinyu ini kelak akan mengarahkan mereka ke suatu ranah yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Apakah kelak mereka akan mengerucut menjadi para ahli masak, penulis, fotografer, atau hal-hal inspiratif lainnya? Dengan Jakarta yang berkembang terus setiap saat dan mendorong segala jenis kemajuan, hal-hal tersebut tentu sangatlah mungkin bisa terjadi bagi mereka.

-Featured in HANG OUT JAKARTA March 2012 edition- (edited)

Restaurant Review: Yamagoya Ramen

Akhirnya penantang baru dari Kyushu telah tiba! Otentik dan memang sejatinya membatasi dirinya dengan menu-menu tradisional saja, Yamagoya Ramen kini menerjang Jakarta dengan kecepatan penuh!

Pertama berjumpa, betapa mengejutkan mendapati Yamagoya dalam keadaan full house mengingat letaknya yang berada di gedung perkantoran dan saat itu adalah weekend!

Meskipun demikian di suasana restoran yang terbilang cukup sempit dan berisik ini tampak saya cukup puas dengan melihat apa yang mereka sajikan. Line up menu konservatif yang benar-benar fokus hanya menyediakan berbagai variasi ramen tradisional dan aksesorisnya.

Sesuai dengan sejatinya, tipikal ramen khas Kyushu di Yamagoya Ramen menggunakan kuah tonkotsu atau mengandung babi. Meskipun demikian, selalu ada alternatif kuah ayam meskipun pilihannya menunya terbatas. Kisaran harga Rp. 50,000an sebetulnya cukup murah mengingat proses dalam pembuatan ramen membutuhkan waktu untuk mencapai kekuatan rasa yang prima khususnya dari bagian kuah.

Seaweed Ramen

Ramen dengan ekstra rumput laut kering yang menjadi pilihan malam itu. Meskipun datangnya ramen cukup lama tapi rasanya senang melihat topping yang begitu lengkap dan orisinil. Setengah telur rebus, cha siu, rumput laut basah, potongan daun bawang yang berlimpah dan lembaran rumput laut kering yang semuanya tampak menggoda. Tidak ada potongan wortel atau jagung yang terasa palsu di sana.

Langsung saja saya menggali dan menyeruput ramen tersebut keras-keras seperti layaknya orang Jepang!

Namun sayang apa yang saya harapkan tidak sepenuhnya tercapai. Sang kuah yang menjadi nyawa justru terasa agak dingin meskipun dengan tingkat kegurihan yang cukup memadai. Beruntung bahan-bahan lain dengan luar biasa mampu menjadikan keseluruhan hidangan ini begitu padu dan tetap menggoda.

Mulailah dari daging cha siu yang begitu lembut, lumer di mulut, dan dengan rasa lezat yang tidak ingin saya sia-siakan setiap jengkalnya. Perpaduannya dengan rekan-rekannya yang lain membuat setiap suapnya begitu laju dan berarti. Hampir saja saya meminta tambahan mie untuk menyelesaikan kuahnya hingga tuntas tapi saya memilih tumisan sayur sebagai pendamping yang sehat.

Stir Fried Vegetables

Sungguh senang begitu merasakan tumisan tersebut begitu sedap dan begitu padu campuran rasa asin serta manisnya. Meskipun hanya kol, wortel, bawang, dan tauge tapi kekuatannya berada pada rasa kecap khas yang menjadi campuran saat menumisnya. You gotta try that one!

Kesimpulannya adalah kedatangan Yamagoya Ramen sungguhlah menjanjikan. Meski sayang faktor pengurangnya adalah kuah yang semestinya bisa lebih prima lagi tersajinya. Terlepas dari itu, rasanya masih saja terbayang-bayang untuk kembali lagi di lain kesempatan dan tentu saya tidak akan lupa akan memesan ekstra mie dan cha siu! I’ll be back!

———-

YAMAGOYA RAMEN

Rating: ***

Halal-friendly (menu dominated with pork but alternatives are available)

Unsuitable for vegetarians

Address: Thamrin Nine, B1, Jl. MH Thamrin No. 10, Jakarta Pusat 10230

Opening Hours: 10 am – 10 pm

RSVP: 021 -3190 8018

BB Pin: N/A

Email: N/A

Website: N/A

Facebook: YamagoyaRamenIndonesia

Twitter: @yamagoyaramen

Atmosphere: Reminds me of Yoshinoya but a lot cramped and doesn’t have stools at the ramen bar.

Ambiance: Full of laughs and other annoying noise. Well, what to expect?

Service: I have no quarrels.

Pricing: Around IDR 100,000 – IDR 150,000 for two

———-

-Featured in HANG OUT JAKARTA March 2012 edition-

Pictures courtesy of Yamagoya Ramen

Culinary Events March 2012

Hotel Mulia - Carpaccio Boeuf et Copeaux de Vieux Cantal

It is with such pleasure to introduce you all my dear readers with my monthly culinary calendar!

Starting this March, I will post a monthly article and will be updated anytime I receive new information about food events, new dishes, new chefs, and et cetera.

My personal highlight for March would be the return of Michelin-starred chef Nicolas Isnard to Lyon, Mandarin Oriental Jakarta on 29-31 March 2012.

So without further ado, herewith I present you the Culinary Events for March 2012.

=====

MARCH 2012

=====

NEW EVENTS

  • WELCOMING BACK MICHELIN STAR CHEF NICOLAS ISNARD 

    VENUE: LYON, MANDARIN ORIENTAL HOTEL JAKARTA

    Available only from 29-31 March 2012

Chef Nicolas Isnard

Chef Nicolas successfully amazed Jakarta’s food lovers for the first time last year in March 2011. His cuisine combines modern techniques without forgetting the original and traditional taste of French cuisine. One of his sensational dishes last year was a new version of onion soup with black truffles. He made this classic traditional French soup with onion ice cream, leaving an exciting sensation on the guest’s palate between the coldness of ice cream and the hot temperature of the soup. Chef Nicolas is famous for dishing up distinctive rustic flavors and aims to bring a fresh approach to sublime old-school French cuisine.

Gazpacho creme a la moutarde fallot

Indulge in Chef Isnard’s unique and appetising dishes in Lyon restaurant with either a two-course menu priced at IDR 620,000++, or a three-course menu priced at IDR 780,000++ or a six-course degustation menu at IDR 1,500,000++. Seize the opportunity to try the Michelin-star chef experience with dishes such as Sea Scallop with Beetroot Caviar, Grapefruit and Coconut Milk; Lobster Wasabi with Hummus and Lemongrass Broth and mouth-watering desserts such as Sphere Pinacolada and Passion Lacté.

Gambas jumbo condiment tamarin kumquat

Or if you would like to experience the complete journey with the the chef, sign up for a private table hosted by Chef Nicolas himself. Take the oportunity to interact and tailor your own degustation menu that includes Champagne and a guided tour through the kitchen during service. Priced at IDR 2,500,000++ per person with a maximum of six persons.
Further information: 021 – 2993 8986/87
  • BISTROT BUSINESS LUNCH 

    VENUE: ORIENT8, HOTEL MULIA JAKARTA

Carpaccio Boeuf et Copeaux de Vieux Cantal

Chef Florian Lamelot, a decorated French chef that has catered celebrities and perfected his cooking skills in Michelin-starred restaurants, presents you with The Bistrot Business Lunch to cater Jakartans needs for simple, quick, affordable yet delicious lunch. Available from Monday to Saturday, enjoy the newly-created of 2-course and 3-course French set menus from ranging price at IDR 120,000++ up to IDR 220,000++ per person.

Further information: 021 – 574 7777

  • EVERYDAY IS A SPECIAL DAY 

    VENUE: ASIA, THE RITZ-CARLTON – MEGA KUNINGAN JAKARTA

New stalls coming in enriching the already complete International cuisine of Asia with dishes from Korea, India, shabu shabu, and variety of noodles available for lunch and dinner starting March 2012.
Not only that, Asia also presents daily different promotions and discounts as follow.
  1. On Monday those who work in tourism and hospitality industries are privileged for 20% discount on food and non-alcoholic drinks.
  2. Tuesday night would be the ladies night out! Enjoy the privilege of one person buffet dinner price for two people.
  3. Wednesday will see all the bookkeepers and secretaries enjoy their dinners only for IDR 200,000 nett including iced tea or iced lemon tea.
  4. Then came Thirsty Thursday where patrons can savor free flow of beers, cocktails, wines, house pours, and mojitos for two hours straight priced at IDR 250,000++.
  5. Friday would be the time to plunder the frutti di mare that consists of salmon, lobster, blue crab, and oysters at IDR 258,000++.
  6. Next would be the Hawkers buffet time for Saturday with delightful Peranakan cuisines such as bak kut teh, Singaporean chili crab, Hokkian noodles, and oyster eggs at IDR 258,000++.
  7. Last but not least, Sunday holds the Blues Brunch where you can enjoy luxurious lunch accompanied by legendary blues notes at IDR 258,000++.
So make sure you bring your IDs for Monday and Wednesday then enjoy your stay at Asia!
Further information: 021 – 2551 8882
  • SPRING ON YOUR PLATE 

    VENUE: EMILIE FRENCH RESTAURANT, JAKARTA

Chef Mikaël Robin celebrates Spring sweet bounties by updating our menu with fresh flown-in produce – Fava Beans, Asparagus, Pea Tendrils, Romanesque Cauliflower, Hokkaido Scallops and Atlantic Sea Bass to name a few.
Here are some of the dishes:
Further information: 021 – 521 3626

  • A CUP OF INDONESIA 

    VENUE: LOBBY LOUNGE, FOUR SEASONS HOTEL, JAKARTA

    Available only until 31 March 2012

Lobby Lounge presents the richness and distinctive feel of Indonesia in a cup of coffee. Grown and produced from different regions in Indonesia, select your favorite from the best of Toraja, Lampung, Medan, Java, Gayo and not to mention also the exotic Luwak. Served in traditional and unique presentations starting at IDR 55,000.
Further information: 021 – 252 3456 ext. 7012

=====

ONGOING EVENTS

  • WAGYU SUNDAY BRUNCH 

    VENUE: JAVA, INTERCONTINENTAL HOTEL JAKARTA

Grilled Wagyu Beef Sirloin

Ongoing since January 2012, InterContinental Jakarta presents the famous Wagyu Sunday Brunch that features enticing selections of international and traditional cuisine. From salad, soup, rendang, beef burger, Saikoro steak, and traditional grills enjoy this dual Sunday Brunch where you can also taste the best from Scusa at the same time for only IDR 323,000++ or alternatively IDR 473,000++ for brunch with free flow wine.

Further information: 021 – 251 0888

=====

Pictures courtesy of respective establishments

Product Advertorial: Summer Berry Pudding from Kafe Pinang, Hotel Kristal

Summer Berry Pudding (Photo by: The Saucy Chef)

Hotel Kristal dan restoran internasionalnya Kafe Pinang adalah nama-nama yang sudah tidak asing lagi di kawasan Jakarta Selatan dengan segala hustle and bustle-nya. Untuk 2012, Hotel Kristal memperkenalkan dessert baru yang menyegarkan sebagai penutup pengalaman makan anda bersama keluarga anda di Kafe Pinang.

Dengan nama Summer Berry Pudding, dessert baru ini bertemakan rasa asam segar dan juga memiliki beberapa tingkat rasa. Pastry Chef Litha Liezwarie yang baru saja mendapatkan predikat Top 10 Fonterra Pastry Challenge 2011 adalah sang penemu dari dessert ini dan Chef Litha mengandalkan beberapa jenis wild berries dan strawberry sebagai sumber kesegarannya dari Summer Berry Pudding ini.

Selain rasa buah-buahan, Chef Litha menggunakan roti untuk membalut adonan yang terdiri dari buah-buahan tersebut serta berbagai rempah sebelum dibekukan. Hasilnya adalah warna ungu gelap dan ketika mencobanya akan terasa juga berbagai rempah seperti kayu manis dan cengkeh di dalamnya. Untuk menyeimbangkan itu semua tersedia juga rasa tawar dari keju Mascarpone dan rasa manis dari almond tuile sebagai pendamping sang pudding. Semuanya menyatu menjadi rasa yang tidak membosankan dan tetap segar juga berkelas.

Dessert ini tersedia ala carte dan dibanderol dengan harga IDR 40,000++. Jangan lewatkan selagi musimnya namun juga jangan khawatir karena Hotel Kristal pasti akan selalu menghadirkan kreasi-kreasi terbarunya yang lezat dan berkualitas.

-Featured in HANG OUT JAKARTA January 2012 edition-

Photo courtesy of The Saucy Chef (the picture is meant only as a depiction of how the dish looks like)

Restaurant Review/Advertorial: The Harmony

 

Nama besar Hotel Santika yang telah berkecimpung di hospitality business selama kurang lebih tiga dekade terakhir ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Salah satunya adalah Hotel Santika Premiere Jakarta dengan international restaurant-nya The Harmony.

Belum lama Hotel Santika mengembangkan diri dan mengklasifikasikan berbagai level hotel yang berbeda disesuaikan dengan nilai strategis pasar. Salah satu dari kategori-kategorinya adalah seri Premiere yang saat ini sudah mencapai enam hotel di berbagai kota besar di Indonesia dan setara hotel berbintang empat.

Setelah tiba, rasanya seperti sampai di oase penyejuk dari segala riuh rendah daerah Slipi yang terkenal sibuk. Cukup mengejutkan mengingat penampilan Hotel Santika kali ini memang terlihat lebih modern dan elegan. Langsung saja saya menuju The Harmony yang ternyata menempati space luas tidak jauh dari lobby. Dengan menghadap langsung ke kolam renang dan alam terbuka, The Harmony memang tampak segar dan bercahaya. Suatu suasana yang terasa menyemangati acara makan siang kali ini.

Tidak berlama-lama duduk, langsung saja menuju counter mie tarik yang konon adalah signature buffet dish dari The Harmony. Seolah mengingatkan pada pho, langsung saja saya meminta kuah bening dengan irisan daging sapi lalu diimbuhi dengan tauge dan bawang daun. Sebuah pembuka yang segar dan lezat. Jelas kekuatannya berpusat pada kuah yang gurih namun ringan sebagai pembuka yang baik.

Setelah berputar-putar sedikit dengan kreasi fusion sushi dan berbagai sajian salad, tampak tiba saatnya untuk menjajal masakan Indonesia yang konon selalu berganti setiap harinya. Hari itu pecel sayur dengan lontong tampak menggiurkan, begitu pula dengan belut gorengnya. Sajian lain seperti nasi ulam dan soto juga tersaji cantik dan didampingi oleh berbagai dessert khas Indonesia yang begitu beragam.

Secara keseluruhan, sajian di The Harmony terbilang cukup apik dan lumayan beragam. Meski terkadang terasa buffet satu dan lainnya agak terasa dipojokkan dan kurang diberikan kesempatan untuk bersinar dengan segala wewangian dan warnanya yang sebetulnya indah, namun kesempatan bersantap siang dengan suasana yang nyaman dan spacious ini ternyata begitu membantu selera makan saya.

Tidak lupa tentunya sekali dalam sebulan Hotel Santika Premiere Jakarta mengadakan acara Jazz in Harmony yang menampilkan musisi jazz legendaris Idang Rasyidi untuk menemani santap malam. Meski semua aspek sebetulnya saling bersahutan, namun tampaknya The Harmony memang mencoba untuk meraih hati pengunjungnya dengan atmosfir dan ambiance yang bisa jadi faktor penentu meski makanan juga menempati salah satu faktor terpenting.

Dengan kesemuanya itu tentu tidak sulit lain waktu mencari alasan untuk kembali bertandang ke The Harmony. It’s a dinner with all that jazz! Sounds classy and I’m hungry already.

—–

The Harmony

Rating: **

Halal-friendly (liquors applied for some drinks)

Some menu suitable for vegetarians

Address: Hotel Santika Premiere Jakarta, Jl. AIPDA K.S. Tubun no. 7, Slipi – Jakarta 1141o

Opening Hours: 6 am – 11 pm

RSVP: 021 – 536 1777, 533 0350

Email: fbs@santika-jakarta.co.id

Facebook: santikaonline

Twitter: @santikaonline

Atmosphere: Integrated without space but stairways from the main lobby making it very spacious.

Ambiance: Thanks to the huge space, it’s not noisy but it’s also lacking in togetherness value. Spaced out!

Service: Plates are not cleared up right away, where’s the so-called hotel service?

Pricing: Breakfast IDR 85,000++, Lunch & Dinner IDR 135,000++, Jazz in Harmony Dinnertime IDR 160,000++ (once/month)

—–

-Featured in HANG OUT JAKARTA December 2011 edition-

Photos courtesy of Hotel Santika Premiere Jakarta

The Gastronomy Aficionado’s Journal: Otel Lobby, The Chamber of Culinary Might and Magic

Otel Lobby - Pan Roasted Salmon

The pigeons and ravens brought back news from afar all about good tidings from this recently established posh eatery namely Otel Lobby. It wasn’t mere curiosity that brought me there but most of all, to honor a courtesy invitation from my friend Mr. Erza Setyadharma, the gourmet aficionado of Jakarta.

Located inside the integrated complex of Bakrie Tower and the shopping mall of Epicentrum Walk, it was not an easy task for me who just blindly parked the car in the basement lot of the latter establishment. After a long, contemplative walk with a little bit of splash here and there due to the rain, finally I found the place and entered it gracefully under the cover of night to shade my mildly drenched jeans and shoes.

What brought my mood back was my encounter with fellow food bloggers, which I would address here in their famous pseudonyms. JenzCorner, Wanderbites, @ImelB, GFGFGL, and one who actually has the talent but still not yet laying his foundation in blogging life, @danieldeka. And of course, the prominent players of Jakarta’s gourmet lifestyle duo, Mr. Erza and Mr. Ve Handojo were also there.

That night, we were also accompanied by Ms. Maya Aldy, the engineer behind the success, also acts as Otel Lobby’s head chef, and the co-owner of the establishment with Ms. Gaby Bakrie.

The word Otel Lobby is pretty much derived from what a hotel look like. You would recognize right away as soon as you enter the lobby area. The style is a dark touch of luxury, huge chandelier, and a humongous screen filming flicks from black-and-white era. Not forgetting, they also tuck a trolley to add more hotel-ish touch. The dining tables are encircled with cushions thus making it feel personal yet suitable for groups. The ambiance was also conversational and accompanied by lounge music or late night chill out R&B music. In short, Otel Lobby is a gastropub although the term is already obsolete nowadays.

But let us not get caught with such facade first and pick either the left side for all your liquor needs or like us, the right side to astonish your palate. If you think that you have traveled the whole world for good things, then Otel Lobby must come next in your encyclopedia of gastronomy. Thy will know why from this story.

After seated properly, we were given the chance to take a sip on their famous cocktails and mocktails, tailored personally by the award-winning mixologist, Mr. Benjamin Browning. Meanwhile the kitchen is commanded by the eccentric Mr. Raj, a Pinoy-American clad in AC Milan shirt, shorts, tattoos, and an apron. Can’t help but to feel intrigued thinking about what he had in his sleeves for us that night!

So, the first circle of heaven served was a plate of diced tuna crudo with beetroots cooked in three ways, attired with balsamic reduction and bawang goreng! A different approach that came from each uniquely cooked beetroot paired with the tuna was just exotic. The dish had different textures, different angles, yet sweet and sublime. The balsamic reduction brought the sour-y fresh approach but the most bizarre one, in a good way, came from the fried shallots.

Wagyu and Cheese Spring Rolls (Photo by: wanderbites.com)

If the first one sounds healthy then it’s a mistake to assume that Otel Lobby is there only for your meager calorie intake. Because then came buckets filled with spring rolls, loaded not with mere vegetables but diced wagyu and cheese sauce. A savory start that matches my personality and preference really boosted my morale and anticipation! Not forgetting the Indonesian palate that cannot just simply eat spring rolls plainly, Mr. Raj prepared also chili sauce altogether with pickled cucumbers to refresh our aftertaste.

Duck Bun (Photo by: wanderbites.com)

Surely not stopping there, we were presented with mini duck buns. Made thick but tender, the bun simply wraps the duck with again another local touch of onions and fried shallots. A good bite size bar food to get along with your friends. One probably enough for each one of us but make no mistake again, it was not. Some were lucky to get away with two of those delicacy.

We can tell from Mr. Raj eclectic looks that he’s a kind of chef that ‘should’ love doing experiments here and there with food. The Asiatic style is certainly his main influence, but his selection of ingredients and the way he presents his dishes appeared to be the most daring and adventurous part of all.

Squid Ink Malfatti (Photo by: jenzcorner.net)

For instance, instead of the pasta we know, he chose a rather ‘reckless’ one but beautifully made. Just give it a cut here and there to your heart’s content, and there’s the malfatti or some say, maltagliati. Colored jet black using squid ink combined with the generous portion of the shrimps, a hint of spiciness from the chili, and playful texture from the crumbs yet the mildly savory sauce command you not to add anything more to the dish! It’s good just the way it is!

Pan-roasted Red Snapper (Photo by: wanderbites.com)

The song from the seven seas continues with a well cooked pan-roasted red snapper substituting the salmon. The sidekicks however were quite strange again. Mr. Raj cooked corns in three way and using marmalade as the sauce. In terms on how it looks, well it’s very daring indeed but certainly very rustic. But then again Mr Raj ‘toyed’ us again with the texture and that makes every dishes he made so far was fun. Though personally I prefer something more sour to freshen up a bit after having all those sweetness from the corn.

Braised Short Ribs (Photo by: jenzcorner.net)

The main dish ended with the energetic yet enigmatic braised short ribs with Mr Raj self-styled Korean fried rice. First of all, it’s not exactly Korean fried rice like we’d all describe. Mr Raj told us a bit about his version, that instead of rice he uses smashed rengginang or rice crispies, then he uses oyster tempura, and lastly kimchi to add the Korean flavor. The weirdest part came from poached egg and there he specifically instructed all of us to mix them all up! The beef itself was very tender and succulent but most of all, it tasted like semur daging! How nostalgic and the kimchi really toned up the flavor of the sidekicks.

Ice Cream! (Photo by: jenzcorner.net)

Apart from the ‘messy’ looks, I believe that it’s the way Mr Raj wanted to show his aesthetics. Make it outrageous but make it beautifully delicious! The sins continued with variety of homemade ice cream on cones. What a way to end the terrific night instead of boring cakes or pudding.

It was an honor to be served with such hospitality from Otel Lobby especially Ms Maya and Mr Raj. Their visions of utilizing local, quality ingredients proved to be very successful and thus making Otel Lobby serves out-of-this-world dishes at a very affordable price.

Last but not least, I extend my thanks to Mr Erza, Mr Ve, and all the food bloggers. We shared the same dishes, we share the ice cream, and we had our fun. The culinary world is ours for the taking and a return here is a must indeed!

—–

OTEL LOBBY

Rating: ****

Halal-friendly (some of the dishes contain pork or wine, liquors also applied for some drinks)

Some menu suitable for vegetarians

Address: The Annex Building of Bakrie Tower, Epicentrum Kuningan, Jakarta

Opening Hours: 10 am – 11 pm

RSVP: 021 – 29941324

Website: http://otellobby.com

Facebook: Otel Lobby

Twitter: @otellobby

Atmosphere: Feels like a hotel lobby with its signature trolley and the rest feels like exclusive restaurant in the afternoon and a cool lounge at night.

Ambiance: Conversational, lounge music, and at night DJ plays smooth RnB.

Service: Good initiatives and knowledgeable.

Pricing: Around IDR 150,000 – IDR 200,000 for two

—–

Photos courtesy of Otel Lobby, jenzcorner.net, and wanderbites.com

Restaurant Review: Union Brasserie, Bakery and Bar

Saat itu adalah sore hari yang sejuk selepas hujan. Angin berhembus kencang dan keramaian tetap merajai Union, sebuah tempat yang teramat hype dan penuh setiap saat. Rasa penasaranlah yang membawa kaki saya melangkah ke tempat ini.

Lima belas menit berlalu di bangku khusus waiting list dan seorang greeter membawa saya ke sebuah meja yang hanya dapat saya gunakan satu jam saja sebelum yang mereservasi meja itu datang. Tanpa membuang waktu langsung saja yang terlintas dan ingin saya coba adalah yang terbaik dan menarik dari menu Union yang berisi masakan dengan cita rasa modern ini.

Adalah crispy skin salmon bersama mashed potato serta saus yang intriguing dengan bahan jahe dan jeruk. Menyusul sesudahnya adalah homemade lamb sausage dengan imbuhan herbs seperti rosemary dan thyme dengan onion gravy.

Meskipun suasana begitu ramai dan penuh, untung saja pelayanan tetap berjalan cukup prima. Meski bagian dapur mungkin agak kewalahan namun atas bantuan pelayanan yang baiklah semua makanan dapat diantarkan dengan cepat.

Setidaknya apa yang diharapkan ternyata juga berimbang dengan rasa yang kami dapat. Salmon yang cantik datang dengan kulit renyah. Hidangan ini ternyata membutuhkan dua kali proses masak. Yang pertama tentu merenyahkan dulu kulit dan dilanjutkan dengan memasak ikannya sampai ke derajat medium-well sesuai pesanan. Rasanya yang tidak terlampau ringan tapi juga berisi ternyata semakin dahsyat ketika digabungkan dengan kelezatan saus gelap berbahan jahe dan jeruk ini. Certainly one of the best sauces I ever had! Untuk sosisnya sendiri mungkin tidak terlalu impresif bila disandingkan dengan sang salmon. Tapi yang memuaskan adalah kepadatan sosis tersebut dan rasa bumbu yang tebal nan gurih.

Merunut kata Union yang merupakan perpaduan keahlian pasangan chef muda, Adhika Maxi di kitchen serta Karen Carlotta di bakery, maka sudah barang tentu desserts adalah sebuah keharusan!

Adalah mocha cake yang menjadi pilihan karena red velvet cake sudah tidak tersedia saat itu. Tekstur yang didapat adalah perasaan semi lembut ala red velvet namun kali ini berwarna coklat, serta lapis demi lapis krim keju lembut ternyata memang seru! Tapi tunggu dulu, ternyata ada kacang-kacangan juga di antaranya dan menghantarkan rasa manis yang juga memberi nuansa yang berbeda. Sungguh pilihan yang tepat!

Carrot Cake (Photo by: jenzcorner.net)

Banana Cake (Photo by: jenzcorner.net)

Crunchy Chocolate Cake (Photo by: jenzcorner.net)

Di samping itu pada bagian bakery terdapat berbagai cakes lain seperti carrot banana, praline, hingga macarons. Bagels and baguettes? They got them also! 

Jadi lengkap sudah pengalaman malam itu dengan hasil cukup mengejutkan. Tidak overrated karena semata-mata popularitas belaka, tapi tampil lumayan memuaskan. So book first and pick your best seats karena Union tidak akan kekurangan pengunjung dalam waktu yang lama.

—–

Union Brasserie, Bakery and Bar

Rating: ***

Halal-friendly (dishes using pork and wines, liquors also available as beverages)

Some dishes suitable for vegetarians

Address: Plaza Senayan Courtyard, GF, Jl. Asia Afrika No. 8, Jakarta

RSVP: 021 – 5790 5861/62

Opening Hours: 11 AM until late (Daily)

Website: http://unionjkt.com

Facebook: http://www.facebook.com/groups/233268313372920/

Twitter: @UnionJkt

Atmosphere: A very busy New Yorkish 1930s era bistro with pictures everywhere and waiters changing the diapers (table sheets) every time a patron leaves instead of real table clothes. During its serene time, which would be very rare, enjoy the breeze of what’s left from Jakarta cool air and a spectacle towards the courtyard with fountain.

Ambiance: Cacophonous. Loud. Smokey. Busy. You name it.

Service: Would be very lucky to receive prime service especially during busy hours, like I did. Well, at the expense of tardiness from kitchen side.

Pricing: Around IDR 300,000 – 400,000 for two

—–

-Featured in HANG OUT JAKARTA January 2012 edition-

Food Court Review: Urban Kitchen (Plaza Indonesia)

Photo by: anakjajan.wordpress.com

Urban Kitchen kini hadir di jantung kota Jakarta dan kali ini bertempat di Plaza Indonesia. Menempati lokasi luas di lantai 5 yang sebelumnya dihuni Food Kulture, di sini Urban Kitchen kini mengadaptasi sistem food court terbuka atau tanpa menggunakan kartu masuk yang biasanya digunakan sebagai akumulasi kredit pembelian untuk dibayar kemudian di kasir yang tersentralisasi. Hal ini meniru kesuksesan sebelumnya di Urban Kitchen Central Park. Yang menggembirakan adalah kali ini Urban Kitchen menggandeng tenants yang lebih dikenal masyarakat pada umumnya serta menyuguhkan harga makanan yang lebih affordable.

Meski menggunakan layout yang sama dengan pendahulunya, kini Urban Kitchen mengangkat tema Jakarta tempo doeloe untuk interiornya. Tema ini dibagi menjadi tiga ruangan besar. Yang pertama adalah tema ngopi sore, ciri khasnya adalah ruangan tersebut dihiasi seolah-olah berada di teras depan rumah beserta sangkar-sangkar burung yang tergantung. Kali ini pemandangannya justru cukup mengesankan, yaitu arah Jalan Thamrin dengan gedung-gedung bertingkatnya.

Pada ruangan kedua berisikan berbagai tempelan berbagai iklan, stiker serta foto-foto jadul yang terkenal pada masanya. Pada masa awal hingga pertengahan abad 20, muncul berbagai kemasan khas iklan yang dirancang dengan gambar-gambar klasik serta kata-kata yang catchy. Pada ruangan inilah Urban Kitchen mencoba menghadirkan kembali suasana nostalgia tersebut.

Terakhir, Urban Kitchen memunculkan suasana pelabuhan dan perkapalan dengan berbagai aksen dan hiasan tali tambang, desain dinding batu bata, serta karung-karung berisi kopi. Mengapa kopi? Selain merupakan salah satu komoditas kebanggaan Indonesia, pada segmen inilah Urban Kitchen secara khusus menggandeng Anomali untuk sebagai ponggawa coffee lounge-nya.

Dalam pemunculannya yang masih terbilang singkat, ternyata konsep baru yang dihadirkan Urban Kitchen mampu untuk menarik banyak pengunjung khususnya dari kalangan eksekutif muda, pegawai kantoran serta tentunya pengunjung mall itu sendiri. Eksklusivitas masih terasa di sini namun dengan berbagai suguhan dari tenants yang familiar dan berbagai jajanan pasar, membuat Urban Kitchen menjadi alternatif menarik dan murah di tengah-tengah kemewahan Plaza Indonesia.

Selain hanya sekedar untuk makan-makan, Urban Kitchen juga berusaha menghadirkan sesuatu yang berbeda seperti bazaar dan live music. Promosinyapun terbilang aktif dan menggunakan media social network seperti Facebook dan Twitter. Jadi buat siapa saja yang ingin berpartisipasi pada acara di Urban Kitchen seperti bazaar hingga menggunakan tempatnya sebagai media gathering dan press conference. All is customizable!

So, just anticipate berbagai kegiatan menarik yang seru di Urban Kitchen. Sementara ini kita nikmati saja dulu program afternoon high tea atau kudapan ringan yang tentunya bercirikan khas masakan masing-masing tenant-nya serta menjelang Ramadhan, Urban Kitchen juga mempersiapkan tajil gratis untuk pengunjungnya. Sisanya, tentu segudang pilihan makanan lezat untuk dicoba!

—–

URBAN KITCHEN PLAZA INDONESIA

Address: Plaza Indonesia Lv. 5, Jakarta

RSVP: 021 – 7278 1571

Website: http://urbankitchen.co.id

Facebook: http://www.facebook.com/UrbanKitchenJKT

Twitter: @UrbanKitchenJkt

—–

-Featured in HANG OUT JAKARTA August 2011 edition-

Photo by anakjajan.wordpress.com

Restaurant Review: Never Been Better

Photo by: jenzcorner.net

Nowadays, desain interior cafe modern bergaya industrial semakin merajalela dan mampu membuktikan diri dapat membuat nyaman pengunjungnya. Sebut saja KOI Kemang, The Goods Cafe, dan berbagai tempat lainnya. Kembali perasaan sama itulah yang saya alami ketika masuk ke sebuah kafe baru di bilangan Kemang Selatan dengan nama Never Been Better, sebuah nama yang catchy sekaligus ambisius.

Seketika saja saya teringat sebuah eatery cilik di Bandung dengan nama Q di dekat Universitas Parahyangan. Konsepnya adalah open kitchen yang dikelilingi oleh bar stools layaknya sebuah diner di Amerika Serikat. Desainnya sendiri simple dan menggunakan juga barang-barang reuse seperti kursi yang terbuat dari peti bekas serta berbagai nuansa kayu untuk furniture-nya. Hal yang sama ditemui juga di Never Been Better namun dengan konsep yang lebih matang, modern, elaborated, dan bersifat eksperimental.

Soal harga, terkadang dengan mudah kita terjebak dengan ‘stigma negatif’ bahwa rata-rata kafe di Kemang biasanya mahal. Tapi tidak dengan Never Been Better. Selain memang didesain cozy untuk berlama-lama hang out ternyata makanan dan minuman yang disajikan juga sangat affordable. Ragamnya memang tidak terlalu banyak tapi pasti ada saja yang bisa dipilih dari menunya.

Photo by: jenzcorner.net

Mulai dari panganan ringan teman hang out dan wifi seperti Omelette, Sandwich, dan juga selera lokal yaitu Bala-Bala atau lebih dikenal dengan Bakwan di Jakarta serta Tempe Mendoan. Yang langsung saya coba malam itu adalah Never Been Better signature dishes yaitu Pasta Aglio Olio dengan smoked beef dan Chicken Oregano yang konon katanya dibumbui heavily dengan dedaunan tersebut.

Ketika datang, hidangan semacam aglio e olio biasanya menimbulkan kesan kering sehingga kebiasaan meminta olive oil langsung saja diajukan. Hasilnya adalah kekecewaan dan simple saja alasannya, olive oil tidak tersedia untuk pengunjung.

Dari segi rasa ternyata cukup beruntung karena diselamatkan oleh kuantitas keju yang mencukupi serta perimbangan yang baik dari keseluruhan bahannya. Tentu yang saya maksud adalah tidak perlu adanya tambahan saus sambal yang telah menjadi kebiasaan orang Indonesia di berbagai jenis makanan.

Spaghetti Aglio Olio (Photo by: jenzcorner.net)

Untuk Chicken Oregano-nya sendiri ternyata disajikan setelah dipanaskan oleh microwave sehingga suhunya lumayan bisa membakar bibir dan lidah apabila langsung disantap. Ayamnya sendiri seperti ayam bakar yang telah direndam oleh bumbu yang rasanya cukup kuat. Meski dalamnya agak basah dan beberapa bagian kurang meresap rasa gurihnya namun dari segi ukuran ayamnya mampu untuk menyeimbangkan kekurangan di porsi keseluruhannya. Temannya memang hanya sebatas nasi putih dan sayur cabikan seperti di Solaria dan Hoka Hoka Bento dengan saus mayo-nya.

Terlepas dari kekurangannya, penutupnya justru yang lumayan menggembirakan. Itulah Fried Ice Cream yang mendendangkan tema nostalgia. Isiannya adalah strawberry ice cream serta roti gorengnya sendiri dilumuri saus coklat. Dengan harga yang murah dan memuaskan, tentu ini adalah opsi wajib untuk mengunjungi Never Been Better.

Sungguh tempat nyaman yang layak dikunjungi kembali. Mudah-mudahan lain waktu crowd-nya tidak hanya sesepi waktu itu saya datang namun berisi orang-orang kreatif yang sedang berdiskusi tentang karya-karya yang tengah mereka kembangkan karena atmosfirnya terasa cocok untuk itu. Me? I’ll just bring my notebook and start to write. Coffee please!

—–

Never Been Better

Rating: **

Halal-friendly (no halal certification seen)

Unsuitable for vegetarians

Address: Jl. Kemang Selatan no. 31, Jakarta

RSVP: 021 – 2725 2445

Twitter: @nevbeenbetter

Opening Hours: 10 am – 1 am (weekday), 10 am – 3 am (weekend)

Pricing: IDR 75,000 – 100,000 for two

Atmosphere: A customized industrial interior with recycled furniture and panels fit for teens and architectural geeks.

Ambiance: Relatively quiet though suitable for hang outs.

Service: Nothing to complain so far.

—–

-Featured in HANG OUT JAKARTA August 2011 edition-

Photos by jenzcorner.net